cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
JURNAL P4I Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd Phone: 085239967417 Email: ardhysmart7@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar
ISSN : 27748014     EISSN : 27747034     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 37 Documents
Search results for , issue "vol. 6 no. 3 (2026)" : 37 Documents clear
MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL DALAM MENDORONG KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI ABAD KE-21 Keisya Dini Milan Sari; Muchammad Survy Nur Huda; Nadine Qothrunnada Dwihanti; Nezhatian Adi Firmansyah; Surayanah Surayanah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.10692

Abstract

The rapid development of digital technology in the 21st century has brought about a significant shift in the educational landscape, particularly in the use of media as a support for the learning process. This article aims to examine the extent to which digital learning media contribute to fostering learner autonomy. This study is built upon a literature review approach by analyzing 15 relevant scholarly sources, including recent journals and academic publications. The analytical technique employed is content analysis, which is used to identify key concepts, recurring patterns, and the interconnections between digital learning media and students’ learning autonomy. The findings reveal that digital learning media hold substantial potential in accelerating learning autonomy through flexible access, interactive learning experiences, and content that aligns with individual needs. The presence of digital media opens opportunities for learners to manage their learning pathways independently, from planning stages to evaluating learning outcomes. However, its effectiveness does not stand alone it is strongly influenced by the precision of the instructional design implemented, the readiness and competence of teachers as facilitators, as well as the availability of technological infrastructure and adequate digital literacy levels. Without well-crafted and measurable pedagogical planning, digital media risk being reduced to merely passive channels of information delivery. Therefore, the use of digital media in learning must be designed strategically and contextually to truly serve as a catalyst for optimal student learning autonomy amid the rapid current of digital transformation. ABSTRAK Pesatnya perkembangan teknologi digital di era abad ke-21 telah menghadirkan pergeseran yang cukup fundamental dalam lanskap pendidikan, terutama dalam hal pemanfaatan media sebagai penunjang proses pembelajaran. Artikel ini hadir dengan tujuan untuk menelaah sejauh mana media pembelajaran digital berperan dalam mendorong tumbuhnya kemandirian belajar pada diri peserta didik. Kajian ini dibangun di atas pendekatan studi literatur dengan menelaah 15 sumber ilmiah yang dipandang relevan, mencakup jurnal-jurnal serta publikasi akademik mutakhir. Adapun teknik analisis yang diterapkan adalah analisis isi, yang difungsikan untuk mengidentifikasi konsep-konsep kunci, pola yang berulang, serta keterkaitan yang terjalin antara media pembelajaran digital dan kemandirian belajar peserta didik. Hasil kajian mengungkapkan bahwa media pembelajaran digital menyimpan potensi yang sangat besar dalam mengakselerasi kemandirian belajar, yakni melalui kemudahan akses yang fleksibel, pengalaman belajar yang interaktif, serta kesesuaian konten dengan kebutuhan masing-masing individu. Kehadiran media digital membuka peluang bagi peserta didik untuk mengelola perjalanan belajar mereka secara otonom, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi hasil belajar. Meski demikian, efektivitasnya tidak berdiri sendiri ia sangat dipengaruhi oleh kecermatan desain pembelajaran yang diterapkan, kesiapan dan kompetensi guru sebagai fasilitator, serta ketersediaan infrastruktur teknologi dan tingkat literasi digital yang memadai. Tanpa perencanaan pedagogis yang matang dan terukur, media digital berisiko tereduksi menjadi sekadar kanal penyampai informasi yang pasif. Atas dasar itulah, pemanfaatan media digital dalam pembelajaran perlu dirancang secara strategis dan kontekstual agar benar-benar mampu menjadi katalisator kemandirian belajar peserta didik secara optimal di tengah derasnya arus transformasi digital.
ANALISIS PROSES BELAJAR SISWA KELAS IV SD DALAM MEMAHAMI PERAN SOSIAL MELALUI PROYEK BAKUTOLONG DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DI WILAYAH PERBATASAN KALIMANTAN UTARA Sisca Ayu Azhari; Rusi Rusmiati Aliyyah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.10708

Abstract

This study aims to analyze the learning process of fourth-grade students at SD Negeri 003 Sei Menggaris in understanding the concept of social roles through the Bakutolong project using a constructivist approach. The primary problem underlying this research is the difficulty students encounter in comprehending abstract social role theories. This study employed a descriptive qualitative method involving 26 students as respondents. Data were collected through observation, in-depth interviews with three students (MA, NFR, and T), and learning achievement tests, then analyzed using the Miles and Huberman model encompassing data reduction, data presentation, and conclusion drawing, with source, method, and theory triangulation applied throughout.The findings reveal that the constructivist approach implemented through a real-action project was effective in fostering students' understanding. Students were able to construct the meaning of social roles as a shared responsibility rather than merely memorizing theoretical concepts, as evidenced by an observation score of 90.35%, classified as highly effective, and a learning completion rate of 88.46%. The Bakutolong project successfully transformed students' perspectives, turning them into agents of change within the school environment. This study concludes that the integration of local wisdom within a constructivist framework generates contextual, interactive, and meaningful learning experiences for elementary school students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis proses belajar siswa kelas IV SD Negeri 003 Sei Menggaris dalam memahami konsep peran sosial melalui proyek Bakutolong dengan pendekatan konstruktivisme. Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah sulitnya siswa memahami teori peran sosial yang bersifat abstrak. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melibatkan 26 siswa sebagai responden. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam kepada tiga siswa (MA, NFR, dan T), serta tes hasil belajar, dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber, metode, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan konstruktivisme melalui proyek aksi nyata efektif membangun pemahaman siswa. Siswa mampu mengonstruksi makna peran sosial sebagai tanggung jawab bersama, bukan sekadar menghafal teori, dibuktikan dengan hasil observasi sebesar 90,35% berkriteria sangat efektif dan ketuntasan belajar mencapai 88,46%. Proyek Bakutolong berhasil mengubah persepsi siswa menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah. Simpulan penelitian ini adalah integrasi kearifan lokal dalam bingkai konstruktivisme menciptakan pembelajaran yang kontekstual, interaktif, dan bermakna bagi siswa sekolah dasar.
EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN TIGA DIMENSI (3D) DALAM MENDUKUNG INOVASI PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL Kamila Salma Farikha; Nabila El Shafira Aghnia Kusumaningrum; Muhammad Fathikun Naqiya; Surayanah Surayanah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.10823

Abstract

Advances in digital technology have spurred the emergence of various learning innovations aimed at improving the quality of the learning process. One widely used innovation is three-dimensional (3D) learning media, as it can present objects in a more concrete, realistic, and interactive manner compared to conventional media. This study aims to analyze the effectiveness of three-dimensional learning media in supporting learning innovations in the digital age. The study employed a literature review method by examining various relevant journals, books, and scientific articles from 2022 to 2026. Data were analyzed based on aspects of conceptual understanding, learning outcomes, motivation, student engagement, and the application of 3D media across various subjects. The findings indicate that 3D learning media is effective in enhancing students’ conceptual understanding, particularly for abstract topics, as it provides more realistic and easily understandable visualizations. Additionally, 3D media has also been proven to enhance student motivation, engagement, and learning outcomes in science, mathematics, and civic education. The integration of technologies such as Augmented Reality (AR) and Virtual Reality (VR) further strengthens the effectiveness of 3D media by providing a more interactive, engaging, and meaningful learning experience. However, the implementation of 3D media still faces challenges in the form of limited resources and teachers’ readiness to manage technology-based learning. Therefore, the use of 3D learning media needs to be optimally designed to support effective, innovative learning that is relevant to the demands of the digital age. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital mendorong munculnya berbagai inovasi pembelajaran yang bertujuan meningkatkan kualitas proses belajar. Salah satu inovasi yang banyak digunakan adalah media pembelajaran tiga dimensi (3D) karena mampu menyajikan objek secara lebih konkret, realistis, dan interaktif dibandingkan media konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media pembelajaran tiga dimensi dalam mendukung inovasi pembelajaran di era digital. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang relevan pada rentang tahun 2022–2026. Data dianalisis berdasarkan aspek pemahaman konsep, hasil belajar, motivasi, keterlibatan siswa, serta penerapan media 3D pada berbagai mata pelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa media pembelajaran 3D efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa, terutama pada materi yang bersifat abstrak, karena mampu menghadirkan visualisasi yang lebih nyata dan mudah dipahami. Selain itu, media 3D juga terbukti meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS, matematika, maupun PPKn. Integrasi teknologi seperti Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) semakin memperkuat efektivitas media 3D karena memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif, menarik, dan bermakna. Namun, implementasi media 3D masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana dan kesiapan guru dalam mengelola pembelajaran berbasis teknologi. Oleh karena itu, penggunaan media pembelajaran 3D perlu dirancang secara optimal agar mampu mendukung terciptanya pembelajaran yang efektif, inovatif, dan relevan dengan tuntutan era digital.  
STUDI LITERATUR : PERKEMBANGAN KONTEN BRAIN ROT PADA DEGRADASI KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK SEKOLAH DASAR Intan Ardian Wardhani; Merista Ayu Az-zahra; Muchammad Survy Nur Huda; Muhammad Ardiansyah; Muhammad Muson; Surayanah Surayanah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.10824

Abstract

This study aims to examine the impact of “brain rot” content on the decline of language skills among elementary school children in an increasingly rapidly evolving digital age. The research problem focuses on the growing exposure to digital content that is superficial, repetitive, and lacking in meaning, which has an impact on the decline in children’s cognitive quality and communication skills. The method used is a qualitative approach involving a literature review, through the analysis of various relevant journal articles, books, and studies related to language development and the use of digital media among children. The findings indicate that excessive consumption of “brain rot” content contributes to a decline in vocabulary, text comprehension, and the ability to express ideas both orally and in writing. Additionally, there is a decline in focus, concentration, and critical thinking skills. This study underscores the importance of education, digital literacy, and parental and teacher guidance in minimizing these negative impacts to ensure optimal and sustainable language development in children. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konten brain rot terhadap degradasi kemampuan berbahasa pada anak sekolah dasar di era digital yang semakin berkembang pesat. Permasalahan penelitian berfokus pada meningkatnya paparan konten digital yang bersifat dangkal, repetitif, dan kurang bermakna, yang berdampak pada penurunan kualitas kognitif serta kemampuan komunikasi anak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur, melalui analisis berbagai sumber jurnal, buku, dan penelitian relevan yang berkaitan dengan perkembangan bahasa dan penggunaan media digital pada anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsumsi konten brain rot secara berlebihan berkontribusi terhadap penurunan kosakata, kemampuan memahami teks, serta keterampilan menyampaikan gagasan secara lisan dan tertulis. Selain itu, terjadi penurunan fokus, daya konsentrasi, serta kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran pendidikan, literasi digital, serta pendampingan orang tua dan guru dalam meminimalkan dampak negatif tersebut terhadap perkembangan bahasa anak secara optimal dan berkelanjutan.    
MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GAME EDUCAPLAY UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PANCASILA SD Ni Komang Ayu Suandenik; I Made Tegeh; I Wayan Ardana
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.10826

Abstract

Students interest in learning the subject of Pancasila in elementary school remains relatively low due to conventional and insufficiently interactive teaching methods. This study aims to develop the Educaplay game-based learning medium and analyze its validity, practicality, and effectiveness in increasing students’ interest in learning. This study uses the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model, which includes the analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The research subjects consisted of 2 media experts, 2 content experts, 2 teachers, 6 students in the small-group pilot test, and 33 fourth-grade students at SDN Sekaan in the effectiveness test. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation, then analyzed using descriptive quantitative and qualitative methods. The research results indicate that the developed media has a very acceptable level of validity with an average score of 3.73 (media experts) and 3.70 (content experts), as well as very acceptable practicality with an average score of 3.60 (teachers) and 3.58 (students). The results of the effectiveness test showed a significant increase in learning interest with a Sig. (2-tailed) value of 0.000 (<0.05). Thus, the Educaplay-based learning media is deemed valid, practical, and effective in increasing students’ learning interest in the Pancasila subject in elementary school. ABSTRAK Minat belajar siswa pada mata pelajaran Pancasila di sekolah dasar masih tergolong rendah akibat pembelajaran yang bersifat konvensional dan kurang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis game Educaplay serta menganalisis tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya dalam meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 2 ahli media, 2 ahli materi, 2 guru, 6 siswa pada uji kelompok kecil, serta 33 siswa kelas IV SDN Sekaan pada uji efektivitas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memiliki tingkat validitas sangat layak dengan nilai rata-rata 3,73 (ahli media) dan 3,70 (ahli materi), serta kepraktisan sangat layak dengan nilai rata-rata 3,60 (guru) dan 3,58 (siswa). Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan minat belajar yang signifikan dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (<0,05). Dengan demikian, media pembelajaran berbasis Educaplay dinyatakan valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Pancasila di sekolah dasar.    
INTERAKSI PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS DAN LINGKUNGAN PEMBELAJARAN DALAM PEMBENTUKAN RASA PERCAYA DIRI PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR Riska Cahya Arum Sari; Nadine Qothrunnada Dwihanti; Putri Ramadhani; Nadia Ayu Pramudita; Sulthan Ali Hakim; Surayanah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.11078

Abstract

This study aims to analyze the interaction between psychological development and the learning environment in shaping the self-confidence of elementary school students. The study employs a qualitative approach with a descriptive design through a literature review. Research data were obtained from scientific literature sources consisting of national journals, scientific articles, and educational references relevant to psychological development, the learning environment, and the self-confidence of elementary school students. Data collection techniques were conducted through documentation and literature review based on criteria of topic relevance, year of publication, and source credibility. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that students’ psychological development, such as self-concept, motivation, emotional regulation, and social interaction skills, is closely related to the formation of self-confidence. Additionally, a positive learning environment plays a role in increasing students’ courage to participate in learning. The role of teachers, peer support, and the use of active and contextual learning strategies also contribute to building students’ self-confidence. Thus, the development of self-confidence in elementary school students is influenced by the interaction between internal and external factors that mutually support one another in the learning process. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi perkembangan psikologis dan lingkungan pembelajaran dalam pembentukan rasa percaya diri peserta didik sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif melalui studi literatur. Data penelitian diperoleh sumber literatur ilmiah yang terdiri atas jurnal nasional, artikel ilmiah, dan referensi pendidikan yang relevan dengan perkembangan psikologis, lingkungan pembelajaran, dan kepercayaan diri siswa sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan penelusuran literatur berdasarkan kriteria relevansi topik, tahun publikasi, serta kredibilitas sumber. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan psikologis siswa, seperti konsep diri, motivasi, regulasi emosi, dan kemampuan interaksi sosial, memiliki hubungan erat dengan pembentukan rasa percaya diri. Selain itu, lingkungan pembelajaran yang positif turut berperan dalam meningkatkan keberanian siswa untuk berpartisipasi dalam pembelajaran. Peran guru, dukungan teman sebaya, serta penggunaan strategi pembelajaran aktif dan kontekstual juga berkontribusi dalam membangun rasa percaya diri peserta didik. Dengan demikian, pembentukan rasa percaya diri siswa sekolah dasar dipengaruhi oleh interaksi antara faktor internal dan faktor eksternal yang saling mendukung dalam proses pembelajaran.
PENGEMBANGAN MEDIA PAPAN NILAI TEMPAT PADA MATERI NILAI TEMPAT KELAS II SEKOLAH DASAR Shofia Nadhzifah Salsabila
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.11211

Abstract

ABSTRACT Mathematics learning for elementary school students requires concrete learning experiences so that abstract concepts can be understood more easily, especially in place value material. However, the learning process in grade II at SD Negeri Penggaron Kidul Semarang is still dominated by the use of whiteboards, textbooks, projectors, and handphones, resulting in limited student involvement in manipulative learning activities. This study was conducted to develop the Place Value Board (PANIPAT) learning media and to examine its feasibility and practicality in elementary school mathematics learning. The study employed the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data were collected through interviews, questionnaires, and documentation involving material experts, media experts, teachers, and second-grade elementary school students. The results showed that PANIPAT obtained a material expert validation score of 86% and a media expert validation score of 94%, both categorized as highly feasible. In addition, teacher responses reached 88% and student responses reached 96.4%, both categorized as very good. These findings indicate that PANIPAT is capable of helping students understand place value concepts through more engaging and interactive hands-on learning activities. Therefore, PANIPAT has the potential to serve as an alternative mathematics learning medium that supports concrete learning experiences for elementary school students. ABSTRAK Pembelajaran matematika pada siswa sekolah dasar memerlukan pengalaman belajar yang konkret agar konsep abstrak lebih mudah dipahami, terutama pada materi nilai tempat. Namun, proses pembelajaran di kelas II SD Negeri Penggaron Kidul Semarang masih didominasi penggunaan papan tulis, buku, proyektor, dan handphone sehingga keterlibatan siswa dalam aktivitas manipulatif belum optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan media Papan Nilai Tempat (PANIPAT) sekaligus mengkaji tingkat kelayakan dan kepraktisannya dalam pembelajaran matematika sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, angket, dan dokumentasi dengan melibatkan ahli materi, ahli media, guru, dan siswa kelas II sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PANIPAT memperoleh persentase validasi ahli materi sebesar 86% dan validasi ahli media sebesar 94% dengan kategori sangat layak. Selain itu, respons guru mencapai 88% dan respons siswa sebesar 96,4% dengan kategori sangat baik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa PANIPAT mampu membantu siswa memahami konsep nilai tempat melalui aktivitas belajar langsung yang lebih menarik dan interaktif. Dengan demikian, PANIPAT berpotensi menjadi alternatif media pembelajaran matematika yang relevan untuk mendukung pembelajaran konkret pada siswa sekolah dasar.
KONTRIBUSI SUMBER BELAJAR DIGITAL DALAM MENDORONG KETERLIBATAN BELAJAR SISWA SD Khairunisa Nur Haslinda; Muhammad Muson; Muhammad Yahya Maulida Fahmi; Nada Aulia Nur’aini; Surayanah Surayanah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.11218

Abstract

ABSTRACT The development of digital technology has transformed the way elementary school students learn, although its utilization in learning has not always been implemented effectively. This article aims to examine the concept of digital learning resources, their forms of integration in learning, and their impact on students’ engagement and independent learning in elementary schools. The research was conducted using a literature review method by examining relevant scientific journals, books, and conference proceedings. The collected data were analyzed using content analysis techniques to identify and synthesize findings from various literature sources. Data validity was maintained through comparison and cross review among sources. The findings indicate that the integration of digital learning resources through blended learning strategies contributes to improving students’ motivation, active participation, and independent learning. These findings emphasize that the use of digital technology can serve as a strategic alternative for creating more interactive and adaptive learning environments. However, its effectiveness is influenced by teachers’ digital competence, the availability of devices, and adequate internet access. Without proper management, the use of digital technology may reduce learning effectiveness. Therefore, strengthening teachers’ digital competence and managing technology based learning should be prioritized to improve the quality of learning in elementary schools. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital membawa perubahan pada cara belajar siswa di sekolah dasar, namun pemanfaatannya dalam pembelajaran belum selalu dilakukan secara efektif. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep sumber belajar digital, bentuk integrasinya dalam pembelajaran, serta dampaknya terhadap keterlibatan dan kemandirian belajar siswa sekolah dasar. Penelitian dilakukan menggunakan metode tinjauan literatur (literature review) dengan menelaah jurnal ilmiah, buku, dan prosiding yang relevan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi dan mensintesis temuan dari berbagai sumber literatur. Keabsahan data dijaga melalui perbandingan dan kajian ulang antar sumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi sumber belajar digital melalui strategi blended learning berkontribusi dalam meningkatkan motivasi, partisipasi aktif, dan kemandirian belajar siswa. Temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi alternatif strategis untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan adaptif. Namun, keberhasilannya tetap dipengaruhi oleh kompetensi digital guru, ketersediaan perangkat, dan akses internet yang memadai. Tanpa pengelolaan yang tepat, penggunaan teknologi digital dapat mengurangi efektivitas pembelajaran. Oleh karena itu, penguatan kompetensi digital guru dan pengelolaan pembelajaran berbasis teknologi perlu diprioritaskan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
IMPLEMENTASI LITERASI MEMBACA DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA KELAS IV DI SDN 16 KESIMAN DENPASAR Ni Kadek Wini Regitasari; I Gede Sedana Suci; Putu Ayu Septiari Dewi
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.11345

Abstract

This study aims to determine the implementation of reading literacy in improving the learning creativity of fourth-grade students at SD Negeri 16 Kesiman Denpasar. The focus of this study includes: (1) the implementation of reading literacy in learning, (2) students’ responses and engagement in reading literacy activities, and (3) students’ learning creativity after the implementation of reading literacy. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design. The research subjects consisted of the principal, fourth-grade teacher, and fourth-grade students. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of the study indicate that: (1) the implementation of reading literacy has been carried out well and systematically through reading habituation activities, provision of literacy facilities, and integration into the learning process, which includes planning, implementation, and evaluation stages; (2) students’ responses and engagement in reading literacy activities are generally positive, as indicated by their enthusiasm in reading, active participation in retelling texts, and involvement in learning activities, although there are still some obstacles related to differences in students’ abilities and reading interests; (3) students’ learning creativity has improved, as seen from their ability to develop ideas, express understanding through writing and drawings, and demonstrate more varied and innovative ways of thinking. In conclusion, the implementation of reading literacy plays an important role in improving students’ learning creativity and is able to create a more active, interactive, and meaningful learning process. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi literasi membaca dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa kelas IV di SD Negeri 16 Kesiman Denpasar. Fokus penelitian ini meliputi: (1) implementasi literasi membaca dalam pembelajaran, (2) respons dan keterlibatan siswa dalam kegiatan literasi membaca, serta (3) kreativitas belajar siswa setelah diterapkannya literasi membaca. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru kelas IV, dan siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) implementasi literasi membaca telah dilaksanakan dengan baik dan terstruktur melalui kegiatan pembiasaan membaca, penyediaan fasilitas literasi, serta integrasi dalam proses pembelajaran yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi; (2) respons dan keterlibatan siswa dalam kegiatan literasi membaca tergolong positif, ditunjukkan dengan antusiasme siswa dalam membaca, keaktifan dalam menceritakan kembali isi bacaan, serta partisipasi dalam kegiatan pembelajaran, meskipun masih terdapat beberapa kendala terkait perbedaan kemampuan dan minat membaca; (3) kreativitas belajar siswa mengalami peningkatan, yang terlihat dari kemampuan siswa dalam mengembangkan ide, mengekspresikan pemahaman melalui tulisan dan gambar, serta menunjukkan cara berpikir yang lebih variatif dan inovatif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi literasi membaca memiliki peran penting dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa, serta mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan bermakna.
⁠PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DALAM PEMBELAJARAN SD: APAKAH MASIHRELEVAN DI ERA DIGITAL? Nabilah Khoirrun Nisak; Putri Ramadhani; Nadi Ayu Pramudita; Muhammad Hafiz Abdillah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.11375

Abstract

This research is motivated by the challenges of learning in elementary schools during the concrete operational phase, which requires realistic visualizations, amidst the massive use of digital technology devices. The focus of this research is directed at examining the level of relevance and position of conventional image-based media compared to interactive digital media in the modern elementary education ecosystem. The method applied in this research is a literature review, which involves an in-depth analysis of various trusted academic databases, textbooks, and scientific articles published over the past ten years. The data analysis stage was carried out descriptively and qualitatively through the mechanism of collecting theories, grouping themes, comparing media advantages and disadvantages, and interpreting secondary data. The research findings indicate that image media, both print and digital, such as infographics, play a crucial role in boosting student motivation, curiosity, cognitive abilities, and active participation. Although digital media offers interactive flexibility, conventional image types have proven to remain highly relevant due to their practicality, economy, and independence from technological devices. The main conclusion confirms that the effectiveness of using both media variants is entirely based on the teacher's pedagogical competence in designing adaptive, creative, and contextual visual stimuli to realize meaningful learning. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan pembelajaran di sekolah dasar pada fase operasional konkret yang membutuhkan visualisasi riil, di tengah gempuran pemanfaatan perangkat teknologi digital yang masif. Fokus masalah dalam riset ini diarahkan untuk mengkaji tingkat relevansi serta posisi media berbasis gambar konvensional dibandingkan dengan media digital interaktif dalam ekosistem pendidikan dasar modern. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah studi literatur atau literature review dengan menganalisis secara mendalam berbagai database akademik tepercaya, buku teks, serta artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Tahapan analisis data dijalankan secara deskriptif kualitatif melalui mekanisme pengumpulan teori, pengelompokkan tema, perbandingan kelebihan-kekurangan media, serta interpretasi data sekunder. Temuan riset menunjukkan bahwa media gambar, baik cetak maupun digital seperti infografis, memegang peranan krusial dalam mendongkrak motivasi, karakter rasa ingin tahu, kemampuan kognitif, dan partisipasi aktif peserta didik. Meskipun media digital menawarkan fleksibilitas interaktif, jenis gambar konvensional terbukti tetap sangat relevan karena sifatnya yang praktis, ekonomis, serta bebas dari ketergantungan perangkat teknologi. Simpulan utama menegaskan bahwa efektivitas penggunaan kedua varian media tersebut sepenuhnya bertumpu pada kompetensi pedagogik guru dalam merancang stimulus visual yang adaptif, kreatif, dan kontekstual demi mewujudkan pembelajaran bermakna.    

Page 1 of 4 | Total Record : 37