cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
JURNAL P4I Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd Phone: 085239967417 Email: ardhysmart7@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar
ISSN : 27748014     EISSN : 27747034     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 3 (2026)" : 5 Documents clear
MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL DALAM MENDORONG KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI ABAD KE-21 Sari, Keisya Dini Milan; Huda, Muchammad Survy Nur; Dwihanti, Nadine Qothrunnada; Firmansyah, Nezhatian Adi; Surayanah, Surayanah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.10692

Abstract

The rapid development of digital technology in the 21st century has brought about a significant shift in the educational landscape, particularly in the use of media as a support for the learning process. This article aims to examine the extent to which digital learning media contribute to fostering learner autonomy. This study is built upon a literature review approach by analyzing 15 relevant scholarly sources, including recent journals and academic publications. The analytical technique employed is content analysis, which is used to identify key concepts, recurring patterns, and the interconnections between digital learning media and students’ learning autonomy. The findings reveal that digital learning media hold substantial potential in accelerating learning autonomy through flexible access, interactive learning experiences, and content that aligns with individual needs. The presence of digital media opens opportunities for learners to manage their learning pathways independently, from planning stages to evaluating learning outcomes. However, its effectiveness does not stand alone it is strongly influenced by the precision of the instructional design implemented, the readiness and competence of teachers as facilitators, as well as the availability of technological infrastructure and adequate digital literacy levels. Without well-crafted and measurable pedagogical planning, digital media risk being reduced to merely passive channels of information delivery. Therefore, the use of digital media in learning must be designed strategically and contextually to truly serve as a catalyst for optimal student learning autonomy amid the rapid current of digital transformation. ABSTRAK Pesatnya perkembangan teknologi digital di era abad ke-21 telah menghadirkan pergeseran yang cukup fundamental dalam lanskap pendidikan, terutama dalam hal pemanfaatan media sebagai penunjang proses pembelajaran. Artikel ini hadir dengan tujuan untuk menelaah sejauh mana media pembelajaran digital berperan dalam mendorong tumbuhnya kemandirian belajar pada diri peserta didik. Kajian ini dibangun di atas pendekatan studi literatur dengan menelaah 15 sumber ilmiah yang dipandang relevan, mencakup jurnal-jurnal serta publikasi akademik mutakhir. Adapun teknik analisis yang diterapkan adalah analisis isi, yang difungsikan untuk mengidentifikasi konsep-konsep kunci, pola yang berulang, serta keterkaitan yang terjalin antara media pembelajaran digital dan kemandirian belajar peserta didik. Hasil kajian mengungkapkan bahwa media pembelajaran digital menyimpan potensi yang sangat besar dalam mengakselerasi kemandirian belajar, yakni melalui kemudahan akses yang fleksibel, pengalaman belajar yang interaktif, serta kesesuaian konten dengan kebutuhan masing-masing individu. Kehadiran media digital membuka peluang bagi peserta didik untuk mengelola perjalanan belajar mereka secara otonom, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi hasil belajar. Meski demikian, efektivitasnya tidak berdiri sendiri ia sangat dipengaruhi oleh kecermatan desain pembelajaran yang diterapkan, kesiapan dan kompetensi guru sebagai fasilitator, serta ketersediaan infrastruktur teknologi dan tingkat literasi digital yang memadai. Tanpa perencanaan pedagogis yang matang dan terukur, media digital berisiko tereduksi menjadi sekadar kanal penyampai informasi yang pasif. Atas dasar itulah, pemanfaatan media digital dalam pembelajaran perlu dirancang secara strategis dan kontekstual agar benar-benar mampu menjadi katalisator kemandirian belajar peserta didik secara optimal di tengah derasnya arus transformasi digital.
ANALISIS PROSES BELAJAR SISWA KELAS IV SD DALAM MEMAHAMI PERAN SOSIAL MELALUI PROYEK BAKUTOLONG DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DI WILAYAH PERBATASAN KALIMANTAN UTARA Azhari, Sisca Ayu; Aliyyah, Rusi Rusmiati
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.10708

Abstract

This study aims to analyze the learning process of fourth-grade students at SD Negeri 003 Sei Menggaris in understanding the concept of social roles through the Bakutolong project using a constructivist approach. The primary problem underlying this research is the difficulty students encounter in comprehending abstract social role theories. This study employed a descriptive qualitative method involving 26 students as respondents. Data were collected through observation, in-depth interviews with three students (MA, NFR, and T), and learning achievement tests, then analyzed using the Miles and Huberman model encompassing data reduction, data presentation, and conclusion drawing, with source, method, and theory triangulation applied throughout.The findings reveal that the constructivist approach implemented through a real-action project was effective in fostering students' understanding. Students were able to construct the meaning of social roles as a shared responsibility rather than merely memorizing theoretical concepts, as evidenced by an observation score of 90.35%, classified as highly effective, and a learning completion rate of 88.46%. The Bakutolong project successfully transformed students' perspectives, turning them into agents of change within the school environment. This study concludes that the integration of local wisdom within a constructivist framework generates contextual, interactive, and meaningful learning experiences for elementary school students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis proses belajar siswa kelas IV SD Negeri 003 Sei Menggaris dalam memahami konsep peran sosial melalui proyek Bakutolong dengan pendekatan konstruktivisme. Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah sulitnya siswa memahami teori peran sosial yang bersifat abstrak. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melibatkan 26 siswa sebagai responden. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam kepada tiga siswa (MA, NFR, dan T), serta tes hasil belajar, dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber, metode, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan konstruktivisme melalui proyek aksi nyata efektif membangun pemahaman siswa. Siswa mampu mengonstruksi makna peran sosial sebagai tanggung jawab bersama, bukan sekadar menghafal teori, dibuktikan dengan hasil observasi sebesar 90,35% berkriteria sangat efektif dan ketuntasan belajar mencapai 88,46%. Proyek Bakutolong berhasil mengubah persepsi siswa menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah. Simpulan penelitian ini adalah integrasi kearifan lokal dalam bingkai konstruktivisme menciptakan pembelajaran yang kontekstual, interaktif, dan bermakna bagi siswa sekolah dasar.
EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN TIGA DIMENSI (3D) DALAM MENDUKUNG INOVASI PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL Farikha, Kamila Salma; Kusumaningrum, Nabila El Shafira Aghnia; Naqiya, Muhammad Fathikun; Surayanah, Surayanah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.10823

Abstract

Advances in digital technology have spurred the emergence of various learning innovations aimed at improving the quality of the learning process. One widely used innovation is three-dimensional (3D) learning media, as it can present objects in a more concrete, realistic, and interactive manner compared to conventional media. This study aims to analyze the effectiveness of three-dimensional learning media in supporting learning innovations in the digital age. The study employed a literature review method by examining various relevant journals, books, and scientific articles from 2022 to 2026. Data were analyzed based on aspects of conceptual understanding, learning outcomes, motivation, student engagement, and the application of 3D media across various subjects. The findings indicate that 3D learning media is effective in enhancing students’ conceptual understanding, particularly for abstract topics, as it provides more realistic and easily understandable visualizations. Additionally, 3D media has also been proven to enhance student motivation, engagement, and learning outcomes in science, mathematics, and civic education. The integration of technologies such as Augmented Reality (AR) and Virtual Reality (VR) further strengthens the effectiveness of 3D media by providing a more interactive, engaging, and meaningful learning experience. However, the implementation of 3D media still faces challenges in the form of limited resources and teachers’ readiness to manage technology-based learning. Therefore, the use of 3D learning media needs to be optimally designed to support effective, innovative learning that is relevant to the demands of the digital age. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital mendorong munculnya berbagai inovasi pembelajaran yang bertujuan meningkatkan kualitas proses belajar. Salah satu inovasi yang banyak digunakan adalah media pembelajaran tiga dimensi (3D) karena mampu menyajikan objek secara lebih konkret, realistis, dan interaktif dibandingkan media konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media pembelajaran tiga dimensi dalam mendukung inovasi pembelajaran di era digital. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang relevan pada rentang tahun 2022–2026. Data dianalisis berdasarkan aspek pemahaman konsep, hasil belajar, motivasi, keterlibatan siswa, serta penerapan media 3D pada berbagai mata pelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa media pembelajaran 3D efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa, terutama pada materi yang bersifat abstrak, karena mampu menghadirkan visualisasi yang lebih nyata dan mudah dipahami. Selain itu, media 3D juga terbukti meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS, matematika, maupun PPKn. Integrasi teknologi seperti Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) semakin memperkuat efektivitas media 3D karena memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif, menarik, dan bermakna. Namun, implementasi media 3D masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana dan kesiapan guru dalam mengelola pembelajaran berbasis teknologi. Oleh karena itu, penggunaan media pembelajaran 3D perlu dirancang secara optimal agar mampu mendukung terciptanya pembelajaran yang efektif, inovatif, dan relevan dengan tuntutan era digital.  
STUDI LITERATUR : PERKEMBANGAN KONTEN BRAIN ROT PADA DEGRADASI KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK SEKOLAH DASAR Wardhani, Intan Ardian; Az-zahra, Merista Ayu; Huda, Muchammad Survy Nur; Ardiansyah, Muhammad; Muson, Muhammad; Surayanah, Surayanah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.10824

Abstract

This study aims to examine the impact of “brain rot” content on the decline of language skills among elementary school children in an increasingly rapidly evolving digital age. The research problem focuses on the growing exposure to digital content that is superficial, repetitive, and lacking in meaning, which has an impact on the decline in children’s cognitive quality and communication skills. The method used is a qualitative approach involving a literature review, through the analysis of various relevant journal articles, books, and studies related to language development and the use of digital media among children. The findings indicate that excessive consumption of “brain rot” content contributes to a decline in vocabulary, text comprehension, and the ability to express ideas both orally and in writing. Additionally, there is a decline in focus, concentration, and critical thinking skills. This study underscores the importance of education, digital literacy, and parental and teacher guidance in minimizing these negative impacts to ensure optimal and sustainable language development in children. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konten brain rot terhadap degradasi kemampuan berbahasa pada anak sekolah dasar di era digital yang semakin berkembang pesat. Permasalahan penelitian berfokus pada meningkatnya paparan konten digital yang bersifat dangkal, repetitif, dan kurang bermakna, yang berdampak pada penurunan kualitas kognitif serta kemampuan komunikasi anak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur, melalui analisis berbagai sumber jurnal, buku, dan penelitian relevan yang berkaitan dengan perkembangan bahasa dan penggunaan media digital pada anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsumsi konten brain rot secara berlebihan berkontribusi terhadap penurunan kosakata, kemampuan memahami teks, serta keterampilan menyampaikan gagasan secara lisan dan tertulis. Selain itu, terjadi penurunan fokus, daya konsentrasi, serta kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran pendidikan, literasi digital, serta pendampingan orang tua dan guru dalam meminimalkan dampak negatif tersebut terhadap perkembangan bahasa anak secara optimal dan berkelanjutan.    
MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GAME EDUCAPLAY UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PANCASILA SD Suandenik, Ni Komang Ayu; Tegeh, I Made; Ardana, I Wayan
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.10826

Abstract

Students interest in learning the subject of Pancasila in elementary school remains relatively low due to conventional and insufficiently interactive teaching methods. This study aims to develop the Educaplay game-based learning medium and analyze its validity, practicality, and effectiveness in increasing students’ interest in learning. This study uses the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model, which includes the analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The research subjects consisted of 2 media experts, 2 content experts, 2 teachers, 6 students in the small-group pilot test, and 33 fourth-grade students at SDN Sekaan in the effectiveness test. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation, then analyzed using descriptive quantitative and qualitative methods. The research results indicate that the developed media has a very acceptable level of validity with an average score of 3.73 (media experts) and 3.70 (content experts), as well as very acceptable practicality with an average score of 3.60 (teachers) and 3.58 (students). The results of the effectiveness test showed a significant increase in learning interest with a Sig. (2-tailed) value of 0.000 (<0.05). Thus, the Educaplay-based learning media is deemed valid, practical, and effective in increasing students’ learning interest in the Pancasila subject in elementary school. ABSTRAK Minat belajar siswa pada mata pelajaran Pancasila di sekolah dasar masih tergolong rendah akibat pembelajaran yang bersifat konvensional dan kurang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis game Educaplay serta menganalisis tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya dalam meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 2 ahli media, 2 ahli materi, 2 guru, 6 siswa pada uji kelompok kecil, serta 33 siswa kelas IV SDN Sekaan pada uji efektivitas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memiliki tingkat validitas sangat layak dengan nilai rata-rata 3,73 (ahli media) dan 3,70 (ahli materi), serta kepraktisan sangat layak dengan nilai rata-rata 3,60 (guru) dan 3,58 (siswa). Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan minat belajar yang signifikan dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (<0,05). Dengan demikian, media pembelajaran berbasis Educaplay dinyatakan valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Pancasila di sekolah dasar.    

Page 1 of 1 | Total Record : 5