cover
Contact Name
Habibi
Contact Email
habibi@unhas.ac.id
Phone
+6281225372161
Journal Mail Official
zonalaut@unhas.ac.id
Editorial Address
Gdg.Naval A Lt.1 Kampus Teknik Unhas Gowa, Jl. Poros Malino, Bontomarannu, Gowa
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains dan Teknologi Kelautan
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 27472124     EISSN : 27215717     DOI : 10.20956
Dalam Pengembangan dan pengolahan SDA maritim memerlukan kerjasama multidisiplin ilmu, dimana kesemua disiplin ilmu tersebut berperan besar dalam menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Oleh karena itu diperlukan inovasi dan sinergi untuk menghasilkan riset tentang teknologi kelautan oleh perguruan tinggi, lembaga-lembaga penelitian dan industri dapat memberikan kontribusi terhadap issue tersebut. Tujuan Zona Laut adalah sebagai wadah menyalurkan pemikiran, ide-ide cemerlang dan konstruktif komprehensif sehingga menjadi bagian usulan-usulan solusi bagi kemajuan pembangunan Sumber Daya Kelautan Indonesia. Topik-topik yang dapat diterbitkan Zona Laut ini adalah: 1. Teknologi dan Rekayasa Bangunan Lepas Pantai 2. Desain Produk Bangunan Perikanan dan Kelautan 3. Manajemen Transportasi Laut dan Aplikasi Teknologi Pelayaran 4. Energi Kelautan Terbarukan 5. Sistem dan Pengendalian Kelautan 6. Material Maju kelautan 7. Rekayasa dan Manajemen Kepelabuhanan serta Pengembangan Sumber Daya Pesisir 8. Oseanografi dan Keteknikpantaian 9. Kebencanaan Pantai dan Lingkungan Laut Jurnal ini diterbitkan oleh Departemen Teknik Kelautan, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin pada bulan Maret, Juli dan Nopember setiap tahun. Naskah yang telah disetujui untuk diterbitkan telah ditinjau oleh pengulas dan abstrak bebas untuk diunduh melalui situs web kami.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Volume 4, Nomor 1, Edisi Maret 2023" : 6 Documents clear
Analisis Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerka (K3) Pada Proses Perbaikan Kapal Di Pt. Dock Dan Perkapalan Surabaya Menggunakan Metode Hirarc (Hazard Identification, Risk Assessment, And Risk Control) Johin Dava Fairussihan; Dwi Setiono
Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan Volume 4, Nomor 1, Edisi Maret 2023
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/zl.v4i1.18977

Abstract

The shipping industry or shioyard is acompany engaged in shp construction and repair , and is a strategic sector has a vital role for the national ecobomy. PT Dock Dan Perkapalan Surabaya is a company engaged in the construction and repair of ship based in Tanjung Perak Surabaya. Occupational heath and safety or K3 is the most important a aspect in all shipbuilding activities to ensure and protect the safety and health of workers throught efforts to prevent work accidents and occuptional diseases. The risk of work accidents in large shipyards ranging from minor to serious a accidents. The purpose of this study was to determine hazard identification, risk assessment, and risk control using the hazard identification, risk assessment, and risk control (HIRARC)
Review Analisis Penguatan Struktural Pelabuhan Dan Interaksi Shiphull Menurut Fluid Drag Forces (Menggunakan Metode CFD) Selama Masa Pakai Pelabuhan Yang Diharapkan Mohammed Hussein Ba Naga; Muhammad Rakin Firas; Fuad Mahfud Assidiq
Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan Volume 4, Nomor 1, Edisi Maret 2023
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/zl.v4i1.24306

Abstract

Kompleksitas dinamika pelabuhan sesuai dengan struktur mekanis membuat pemahaman tentang penguatan strukturpelabuhan sangat bervariasi. Bahkan, dalam makalah analisis ini, kami akan berharap dapat memberikan tinjauan ringkastentang pengamatan, teori, dan hasil model pada beberapa beban signifikan akibat gaya seret fluida baik gaya hidro danaerodinamika yang disebabkan oleh lambung kapal ke dalam struktur pelabuhan (quay wall). Beban ini adalah varian dandapat diklasifikasikan dalam makalah kami sebagai hambatan yang disebabkan oleh beban angin selama tambatan kapal,rotasi kapal di area belok serta hambatan yang disebabkan oleh kapal yang lewat di kapal yang ditambatkan. Dengan katalain, Tambatan kapal sangat penting untuk pelabuhan dan terminal, yang bekerja dengan kapal besar dan kapal denganarea permukaan angin besar yang akibatnya menciptakan gaya hidrodinamik dan aerodinamis yang tinggi pada sistemtambatan dinding kapal dan dermaga. Selanjutnya, kami menerapkan alat CFD untuk menentukan hambatan fluida yangbekerja pada lambung dan dinding dermaga pelabuhan dengan menggunakan estimasi observasional dan dibandingkandengan data eksperimental di beberapa pelabuhan tersibuk di dunia untuk memvalidasi keakuratan CFD.
Analisis Risiko Tubrukan Kapal Di Perairan Teluk Balikpapan Dengan Menggunakan Teknik Matriks Konsekuensi/Probabilitas Pasca Pemindahan Ibu Kota Negara Makbul Mubarak; Daeng Paroka; Juswan Sade
Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan Volume 4, Nomor 1, Edisi Maret 2023
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/zl.v4i1.24309

Abstract

Pada 2019, pemerintah mencanangkan sebagian wilayah Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara sebagai lokasipembangunan ibu kota baru Republik Indonesia. Lalu lintas kapal yang semakin padat di perairan Teluk Balikpapanseiring perpindahan ibu kota negara, akan meningkatkan risiko tabrakan kapal. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui tingkat risiko tubrukan kapal dengan menggunakan matriks konsekuensi/probabilitas. Matrikskonsekuensi/probabilitas menggunakan nilai frekuensi yang diperoleh dari perhitungan menggunakan traffic based modeldan nilai hasil yang diperoleh dari kasus tabrakan yang pernah terjadi sebelumnya. Dari hasil penelitian ini terlihat jelasbahwa risiko tubrukan di perairan Teluk Balikpapan termasuk dalam kategori ALARP, dengan risiko sedang dan tinggi.Ini berarti bahwa pemrosesan lebih lanjut diperlukan untuk membawanya ke tingkat yang dapat diterima.
Kandungan Nutrien Pada Air Baku, Bozem, Kolam Peminihan Dan Meja Kristalisasi Di Tambak Garam Ary Giri Dwi Kartika; Makhfud Effendy; Arya Galin Fakhrul Islam Zain; Bahri Fadloli; Eka Nurrahema Ning Asih
Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan Volume 4, Nomor 1, Edisi Maret 2023
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/zl.v4i1.25771

Abstract

Tambak garam terdiri dari beberapa kolam dengan fungsinya masing masing. Pada kolam kolam air tersebut terdapat biota mikro lengkap dengan nutrien yang mendukung asupan nutrisinya. Nutrien yang terakumulasi terlalu banyak dalam air akan mempengaruhi kualitas hasil produksi garam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrien yang terdiri dari nitrat, fosfat dan amonia serta pengaruhnya terhadap parameter kualitas air. Penelitian dilakukan pada 2 tambak garam di Kabupaten Bangkalan dan Pamekasan.  Pengambilan sampel air dilakukan di air baku, bozem, peminihan, dan meja kristalisasi  tambak garam yang kemudian sampel air tersebut dimasukan kedalam botol PET. Selanjutnya, sampel tersebut air dianalisis kandungan nitrat dengan metode brusin disulfanilat (SNI 06-2480-1991), asam askorbat untuk fosfat (SNI 06-6989.31-2005) dan alkalin sitrat untuk amonia (SNI 06-6989.30-2005). Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukan adanya perbedaan kandungan nitrat, fosfat dan amonia  yang signifikan pada masing masing tiitk pengambilan sampel. Hal tersebut menunjukkan bahwa tiap kolam dengan kondisi kualitas air dan lingkungan sekitar mempengaruhi kandungan nutrien di air baku garam.
Pengaruh Jarak Lintasan Terhadap Biaya Operasional Kapal Penyeberangan Harlian Kustiwansa; Syamsul Asri; Misliah Idrus
Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan Volume 4, Nomor 1, Edisi Maret 2023
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/zl.v4i1.25951

Abstract

Ship placement along a ferry route is commonly not similar according to tonnage and cargo capacity, such as what happened on the ferry route between Bira and Pamatata in South Sulawesi. The Bira-Pamatata ferry route is operated by three ferries, each with a different load capacity and tonnage of KMP Balibo 540 GT, KMP Kormomolin 884 GT, and KMP Bontoharu 1053 GT. Variations in load capacity and ship operating costs will undoubtedly affect the income disparities between ferry operators. The length of the distance of the ferry route and the number of frequencies also have an impact on how much a ship costs to operate. The purpose of this research is to establish how the length of the distance of the ferry route and ship frequency affected the operational cost for the ship of different sized. The benefit of this research is can be applied to estimate the optimum ship size regarding operational cost for a particular trajectory distance and frequency. The analysis's results establish that ship operational costs are influenced by distance. The cost of operating will rise linearly as the length of the distance of the ferry route increases. There is a rise in operational cost (Rp/SUP) for variations in distance of Rp.262.40 for KMP Balibo, Rp.213.13 for KMP Kormomolin, and Rp.234.49 for KMP Bontoharu for each 1-mile added. The ship's operating time is affected by distance as well. The frequency that can be reached by ship decreases as the distance gets lengthy because the operating time of the ship also gets longer. Operational cost (Rp/SUP) for variations in frequency tends to decrease exponentially as a result of decreasing fixed costs. The analysis's results establish the operational cost (Rp/SUP) for the three cheapest distance and frequency variations sequential by KMP Balibo 540 GT, KMP Kormomolin 884 GT, and KMP Bontoharu 1053 GT for the 87-mile below. When the distance is 87 miles above, the graphic lines between KMP Kormomolin and KMP Bontoharu intersect at specific frequency variations, resulting in lower operational costs (Rp/SUP) for KMP Kormomolin than KMP Bontoharu.
Akurasi Pengukuran Gelombang Di Depan Model Pemecah Gelombang Terapung Sabaruddin Rahman; Novrian Yosua Timang; Achmad Yasir Baeda
Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan Volume 4, Nomor 1, Edisi Maret 2023
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/zl.v4i1.24302

Abstract

Sea waves are the movement of sea water on the surface with an up or down motion that is shaped the same as a sinusoidal line, which can arise due to the generating force on the sea surface with various types of sea wave generation by the wind, the attractive force between the earth, the moon and the sun, earthquakes and finally by the movement of the ship. Regular waves were tested in a wave flume 25 m long, 1 m wide and 1.2 m deep equipped with a flap type wave generator. The wave absorber at the other end is built from a mound of rock. Eight wave measuring points (HR Wallingford 8 channels) are co-located with the wavelength. Wave probes 1-5 are set at 0.1L while 5-8 are set at 0.2L. The wave generator then produces fluctuations in the water level that increase until it reaches the desired wave height. After several incoming waves, the reflected waves then lower the fluctuations in the water level until they reach a stable wave condition (which has the same shape and peak height) which indicates that the resulting waves are linear waves. The R2 method is used to evaluate the accuracy of wave measurement, that the two-point method with a wave measuring distance of 0.2L is the best method for measuring wave height. The two methods are compared with the general method to obtain the appropriate one for each case. The generated waves tend to be nonlinear with increasing wave height. The accuracy is reduced due to the nonlinearity of the resulting waves. Wave generator performance can be improved by reducing wave reflection. There is an influence of the distance of the wave meter on the accuracy of the wave height measurement. Good accuracy can be achieved at a wave probe distance of 0.2L for the two-point and three-point methods.

Page 1 of 1 | Total Record : 6