cover
Contact Name
AGUS LEO HANDOKO
Contact Email
agus@stabdharmawidya.ac.id
Phone
+6281211597254
Journal Mail Official
Proprosiding.dharmawidya@gmail.com
Editorial Address
OFFICE: SEKOLAH TINGGI AGAMA BUDDHA DHARMA WIDYA JI. Rawa Kucing No.90, Tangerang Telp. 021 - 5581917, Fax. 021 - 55793862
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Ilmu Agama dan Pendidikan Agama Buddha
ISSN : -     EISSN : 27743632     DOI : -
Core Subject : Religion,
Prosiding Ilmu Agama dan Pendidikan Agama Buddha diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Buddha Dharma Widya tiga kali setahun pada bulan Desember, April dan Agustus berisi artikel tulisan ilmiah dalam bentuk hasil-hasil penelitian dan non penelitian, kajian analitis, aplikasi teori dan review tentang masalah-masalah di dalam ilmu agama Buddha, dan pendidikan agama Buddha di masyarakat. Penerbitan prosiding ini bertujuan untuk mewadahi dan meningkatkan kuantitas, kualitas serta menyebarluaskan kajian ilmu pengetahuan sekaligus sebagai wadah komunikasi di antara cendekiawan, praktisi, mahasiswa dan pemerhati di ruang lingkup tersebut.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 27 Documents
Efektifitas Teknik Finger Painting Untuk Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik Tingkat Sekolah Dasar Bodhicitta Medan
Prosiding Ilmu Agama dan Pendidikan Agama Buddha Vol. 3 No. 1 (2022): Prosiding Ilmu Agama dan Pendidikan Agama Buddha
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA BUDDHA DHARMA WIDYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran seni rupa merupakan sebuah kegiatan yang menarik dan kreatif, selainmemberikan pengetahuan konsep seni rupa sebagai media pembelajaran dan jugamenciptakan suasana belajar yang aktif dan kreatif. Seni sebagai wadah untukmenampung ekspresi seorang anak, misalnya anak dapat melakukan seni lukis denganberbagai media dan teknik. Salah satu teknik yang dapat diterapkan adalah fingerpainting, di mana finger painting merupakan kegiatan di mana siswa dapat menggambardengan cara mengoreskan pewarna dengan jari tangan mereka, siswa dapat menggambarapa saja dengan tangannya.
Penggunaan Metode Diskusi untuk meningkatkan hasil belajar IPS Siswa Kelas II
Prosiding Ilmu Agama dan Pendidikan Agama Buddha Vol. 3 No. 2 (2022): Prosiding Ilmu Agama dan Pendidikan Agama Buddha
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA BUDDHA DHARMA WIDYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil pembelajaran yang akan dicapai oleh siswa harus ditetapkan oleh guru yang mengajarkannya. Sesuai dengan pedoman Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan (KTSP), hasil belajar yang akan dicapai dalam pembelajaran atau disebut Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Jika siswa dapat mencapai KKM maka siswa tersebut berhasil, sebaliknya jika siswa belum mencapai target maka siswa harus dilakukan pembelajaran remedial. Pembelajaran IPS materi koperasi di kelas penulis, kelas IV SDN 022 Tanah Merah dengan cara konpensional, menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, belum berhasil. Siswa yang mencapai KKM adalah 5 siswa, 17 siswa masih gagal. Rata-rata nilai secara klasikal adalah 42,70. Nilai yang tinggi hanya dicapai oleh siswa yang menjadi rangking kelas.
Pelaksanaan Teknik Supervisi Individual Sebagai Implementasi Kerja Kepengawasan Di SDN 006 Tempuling Kecamatan Tempuling Kabupaten Inhil
Prosiding Ilmu Agama dan Pendidikan Agama Buddha Vol. 3 No. 2 (2022): Prosiding Ilmu Agama dan Pendidikan Agama Buddha
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA BUDDHA DHARMA WIDYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supervisi dilakukan oleh kepala sekolah yang bersifat memberikan bantuan yang berupa layanan kepada guru-guru baik secara individual maupun secara kelompok dalam usaha memperbaiki pembelajaran dalam rangka peningkatan kemampuan guru dalam proses pembelajaran di sekolah. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling. Dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan teknik probability sampling. Menurut Sugiyono (2003: 103) “ probability Sampling dengan adalah teknik sampling yang memberi peluang sama kepada anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel”. Di sini peneliti akan mengguanakan dua teknik pengambilan sampel (multi stage sampling) yaitu 1) Teknik Cluslter sampling (sampling area), yakni dengan memberikan hak yang sama kebada setiap subyek (guru) untuk memperoleh kesempatan dipilih menjadi sampel. Penarikan sampel dilakukan denagan cara membuat jarak secara interval dengan jalan membagi jumlah populasi yang ada dengan jumlah sampel yang telah ditetapkan agar setiap guru di sekolah yang dijadikan populasi mendapatkan kesempatan yang sama dan merata di semua sekolah. bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan kesiapan guru mengajar dalam KBM antara kelompok yang diajar dengan pola pemberian materi cukup singkat yang selanjutnya diberi tugas model pembelajaran yang berubah, dikoreksi dan diberi saran dengan kelompok siswa yang diajar dengan pola pemberian materi cukup singkat selanjutnya diberi tugas mencari format pengajaran sistem KBK.
Upaya Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di Sekolah Minggu Buddha (SMB) Vihara Tri Maha Dharma Kabupaten Tangerang
Prosiding Ilmu Agama dan Pendidikan Agama Buddha Vol. 3 No. 2 (2022): Prosiding Ilmu Agama dan Pendidikan Agama Buddha
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA BUDDHA DHARMA WIDYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui apa saja upaya yang dilakukan guru dalammeningkatkan motivasi belajar di SMB Vihara Tri Maha Dharma Kabupaten Tangerang danUntuk mengetahui apa saja kendala yang dihadapi guru dalam meningkatkan motivasi belajardi SMB Vihara Tri Maha Dharma Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan metodekualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah para guru dan siswa SMBdi Vihara Tri Maha Dharma. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi,dan dokumentasi. Upaya guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMB Vihara TriMaha Dharma Kabupaten Tangerang menyenangan murid, mengajar sesuai dengan yangdiinginkan murid, gaya mengajar yang lemah lembut dan semangat, pembelajaran yang tidakmonoton, mencari minat dan bakal dari siswa. Kendala yang dihadapi guru dalammeningkatkan motivasi belajar di SMB Vihara Tri Maha Dharma Kabupaten Tangerang yaitukurangnya Properti atau media pembelajaran, umur siswa yang bervariasi, tuntutan materi yangselalu berganti, siswa yang banyak.
Penggunaan Metode Diskusi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas II SD Negeri 022 Tanah Merah
Prosiding Ilmu Agama dan Pendidikan Agama Buddha Vol. 3 No. 2 (2022): Prosiding Ilmu Agama dan Pendidikan Agama Buddha
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA BUDDHA DHARMA WIDYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil pembelajaran yang akan dicapai oleh siswa harus ditetapkan oleh guru yang mengajarkannya. Sesuai dengan pedoman Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan (KTSP), hasil belajar yang akan dicapai dalam pembelajaran atau disebut Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Jika siswa dapat mencapai KKM maka siswa tersebut berhasil, sebaliknya jika siswa belum mencapai target maka siswa harus dilakukan pembelajaran remedial. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah pengamatan dan tes hasil belajar. Bentuk tes yang digunakan adalah esai tes. Tes hasil belajar dilakukan setelah selesai tindakan. Pelaksanaan ujian perbaikan sebanyak siklus yang dilaksanakan. Setiap penggunaan metode pembelajaran pasti memiliki kelemahan. Demikian juga dengan penerapan diskusi siklus II. Kekurangannya adalah siswa belum paham cara belajar dan bekerjasama. Mereka masih untuk belajar bersama dan mereka takut berbicara, apalagi kedepan.
Peranan Motivasi Terhadap Karakter Anak Didik di Sekolah PAUD Adussana Desa Marga Mulya Kabupaten Tangerang Banten
Prosiding Ilmu Agama dan Pendidikan Agama Buddha Vol. 3 No. 2 (2022): Prosiding Ilmu Agama dan Pendidikan Agama Buddha
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA BUDDHA DHARMA WIDYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peranan orang tua dan guru dalam pembentukan karakter anak didik sejak usia dini. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa di sekolah Paud Adussana dengan melakukan pengamatan secara langsung dilapangan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam penelitian ini penulis mengunakan kualitatif deskriptif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan orang tua dan guru dalam membentuk karakter anak sangatlah penting yang mana pembentukan karakter anak harus di mulai sejak usia dini sampai menginjak usia remaja sampai menuju kedewasa. Dimana nilai – nilai karakter yang baik kepada anak sejak usia dini akan menjadikan anak yang tangguh bertanggung jawab, jujur, mandiri, sopan santun, berbudi pekerti baik, bermoralitas tinggi sesuai dengan ajaran agama yang kita anut dan memiliki kepribadian maupun ahklak yang baik.
Peningkatan Hasil Belajar PKN Dengan Menggunakan Sosiodrama Siswa Kelas V SDN 015 Rambaian Kecamatan Gaung Anak Serka Kabupaten Indragiri Hilir
Prosiding Ilmu Agama dan Pendidikan Agama Buddha Vol. 3 No. 2 (2022): Prosiding Ilmu Agama dan Pendidikan Agama Buddha
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA BUDDHA DHARMA WIDYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam melaksanakan pembelajaran, guru harus menetapkan hasil belajar yang akan dicapai dalam pembelajaran atau disebut Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Jika siswa dapat mencapai KKM, maka siswa tersebut berhasil dalam pembelajaran, sebaliknya jika siswa belum mencapai target maka siswa harus dilakukan perbaikan agar siswa memenuhi ketuntasan belajar atau disebut remedial. Secara klasikal, jika lebih dari 80% siswa belum gagal, maka guru sebagai pengelola kelas harus mencari jalan keluarnya. Cara yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah pengamatan, dan tes hasil belajar. Bentuk tes yang digunakan adalah esai tes pilihan ganda. Tes hasil belajar dilakukan setelah selesai tindakan. Pelaksanaanya sebanyak siklus yang dilaksanakan. Pembelajaran yang dilaksanakan dengan menggunakan metode sosiodarama berhasil meningkatkan hasil belajar. Pada siklus hasil belajar rata-rata 42,72 (kurang baik); siklus I meningkat menjadi 66,66 (cukup) pada siklus II menjadi 82,27 atau kategori baik.

Page 3 of 3 | Total Record : 27