cover
Contact Name
I Gde Adi Suryawan Wangiyana
Contact Email
jurnalsilvasamalas@gmail.com
Phone
+6281907005728
Journal Mail Official
jurnalsilvasamalas@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Silva Samalas: Journal of Forestry and Plant Science
ISSN : 26216779     EISSN : 27767175     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Silva Samalas intended as a medium for communication between researchers about their work. This journal accepted scientific papers on various topics including forestry, agriculture, botany, and environmental science. Jurnal Silva Samalas also accepted various types of scientific paper including research paper, systematic reviews, and short communication.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020" : 7 Documents clear
IDENTIFIKASI BENTUK STRUKTUR DAN PERAN HUTAN KOTA SELONG KABUPATEN LOMBOK TIMUR. Ilwan Ilwan; Raden Roro Narwastu Dwi Rita
Jurnal Silva Samalas Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v3i2.3696

Abstract

Adapun tujuan penelitian ini adalah 1. Untuk mengetahui identifikasin bentuk struktur ruang terbuka hiju kota hutan kota selong. 2, Untu megetahui peran hutan kota Selong bagi masyarakat kota Selong. Metodologi Penelitian : Penelitian yang dilakukan yakni penelitian dengan pendekatan  kualitatif dan bersifat deskriptif, Tehnik pengumpulan data : Untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk dan struktur hutan kota melalui surve lapangan. Untuk data peranan hutan kota diperoleh dengan penyebaran kuisoner kepada masyarakat sekitar kawasan, yang dipilih secara eksidentil pengunjung yang ada pada saat penelitian dilakukan, Teknik analisis data : Kuisoner terkait fungsi hutan kota yaitu: aspek ekologis, aspek lansekap dan aspek estetika, ditabulasikan dalam bentuk table sekor. Penentuan katagori penilaian dipergunakan berdasarkan skala likrets Klasifikasi penilaian ada 5 tingkat nilai 1 (sangat tidak baik), 2 (tidak baik), 3 (cukup baik), 4 (baik), 5 (sangat baik). Penentuan klas nilai ini dengan menentukan range nilai rata-rata. Range nilai rata-rata = selisih nilai rata-rata tertinggi dengan nilai rata-rata terendah, sebagai dasar penentuan klasifikasi penelitian, Kesimpulan : 1. Bentuk dan struktur hutan kota selong dari keduanya  Taman Rinjani dan Taman tugu yaitu memiliki bentuk bergerombol atau  menumpuk, yaitu hutan kota dengan komunitas vegetasinya terkonsentrasi pada suatu areal dengan jumlah vegetasinya minimal 100 pohon dengan jarak tanam rapat yang tidak beraturan dengan struktur tumbuhan kecil, sedang dan besar, 2. Hasil dari responden yang berada di Taman Rinjani Kota Selong dengan hasil persentase tertinggi dari : aspek ekologis yaitu Baik 39%,  aspek lanskap yaitu Baik 35%, dan aspek estetik yaitu Baik 44% Sedangkan di Taman Tugu Kota Selong aspek ekologi yaitu Cukup Baik 46%, aspek lanskap yaitu Baik 42% dan aspek estetika yaitu Baik 45%.
PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAYU PUTIH (Melaleuca cajuputi) Mia Rahmania; Hafizah Nahlunnisa
Jurnal Silva Samalas Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v3i2.3691

Abstract

Kayu putih (Melaleuca cajuputi) merupakan jenis dari famili Myrtaceae yang mengandung minyak atsiri berpotensi mendukung industry minyak atsiri dan juga digunakan untuk kegiatan rehabilitasi lahan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan bibit tanaman kayu putih. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor perlakuan yaitu media tanam (M) yang terdiri dari 5 aras (tanah, tanah:pasir (2:1), tanah:pasir (1:2), Tanah : Pasir Zeolit Mikoriza (1/10%), dan tanah:kompos (1:1) ) dengan masing-masing tiga pengulangan. Parameter pertumbuhan yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan panjang akar. Analisis data menggunakan uji anova pada taraf uji 0,05. Jika terdapat perbedaan yang nyata, maka dilakukan uji lanjutan BNJ. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu media tanam memberikan pengaruh nyata kepada parameter pertumbuhan jumlah daun, sedangkan pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang dan panjang akar tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter perlakuan. Media tanam M3 (tanah + pasir Zeolit Mikoriza 1/10%) memberikan pengaruh lebih baik dibandingkan dengan media lainnya pada parameter tinggi tanaman dan jumlah daun. Hasil uji Anova menyatakan media tanam tidak berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman dan panjang akar. Sedangkan pada jumlah daun memberikan hasil berpengaruh signifikan pada minggu keenam.
IMPLEMENTASI STRATEGI PENANGGULANGAN ILLEGAL LOGGING DI HUTAN LINDUNG SESAOT BKPH RINJANI BARAT RESOTR SESAOT Maria Goveni Marton; Muhamad Soimin
Jurnal Silva Samalas Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v3i2.3697

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui strategi dari implementas  penanggulangan illegal logging oleh Balai Kesatuan Pengelolah Hutan (BKPH) Rinjani Barat yaitu Resort Sesaot dan untuk mengetahui kendala dari implementasi strategi penanggulangan illegal logging di Balai Kesatuan Pengelolah Hutan (BKPH)  Rinjani Barat yaitu Resort Sesaot. Lokasi yang diambil dalam penelitian ini yaitu Hutan Lindung Sesaot, Desa Sesaot Kecamatan Narmada Lombok Barat Nusa Tenggara Barat. Dan waktu penelitian dilakukan mulai pada tanggal 19 Desember 2019 sampai dengan tanggal 18  Januari 2020. Data yang telah diperoleh dilapangan mengenai implementasi strategi penanggulangan illegal logging di Hutan Lindung Sesaot telah dianalisis. Analisis data menggunakan Skala Likert pernyataan yang diajukan mengenai objek perskalaan harus mengandung isi yang akan dinilai responden apakah setuju atau tidak setuju terhadap suatu objek yang jenjang bisa tersusun atas : Sangat setujuh: 5        Setuju : 4 Netral : 3 Kurang setujuh : 2 Sama sekali tidak setujuh : 1. Strategis implementasi penanggulangan illegal longging adalah melakukan penyuluhan, melakukan patroli, membuat destinasi wisata, menjaga kelestarian hutan dari kerusakan akibat ilegal longging, melakukan reiboisasi, membuat peraturan yang ketat terkait cara tepat dalam perlindungan hutan, peningkatan sarana dan prasarana untuk keamanan hutan. Kendala-kendala dalam implementasi penaggulangan illegal longging adalah faktor kemiskinan (setuju 75%),kurangnnya lapangan perkerjaan (setuju 65%), kurangnya pemahaman atau  SDM masyarakat setempat akan dampak illegal longging (setuju 45%), adanya aparat yang terlibat dalam praktek illegal longging (netral 40%), adanya pro dan kontra antara masyarakat yang ingin mencari keuntungan pribadi (setuju 50%).
DNA BARCODING LIBRARY DATABASE OF AQUILARIA MEMBER AND GYRINOPS MEMBER I Gde Adi Suryawan Wangiyana
Jurnal Silva Samalas Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v3i2.3693

Abstract

Aquilaria and Gyrinops are the primary agarwood producer on international trade. For authentication and standardization purposes, it is essential to carry DNA barcoding studies of these genera. DNA barcoding studies on plants need a database of several regions on the plant genome that could act as a barcoding marker. These DNA barcoding markers could be divided into Chloroplasts barcoding and Nuclear barcoding. Several markers have been used for DNA barcoding study of agarwood producer species, including trnL-trnF, matK, rbcL, rpoC1, ycf1 (Chloroplast barcoding), and ITS (Nuclear barcoding). This review breakdown the availability of those DNA barcoding markers on the online genebank database for Aquilaria and Gyrinops. Aquilaria genus has 12 species members, while Gyrinops genus has six species members. The sequence of region trnL-trnF is the only barcoding marker covering all 12 species members of Aquilaria and six species members of Gyrinops. Both ITS and matK have covered nine species among 12 total species members of Aquilaria. The rbcL, rpoC1, and ycf1, respectively, have covered eight, five, and four species members of Aquilaria. Most of the barcoding markers have covered three species members of Gyrinops except for ITS (5 species) and rpoC1 (1 species). However, Gyrinops members have no ycf1 sequence on genebank database. Based on sequence availability on the genebank database, it could be concluded that the trnL-trnF region is the most promising DNA barcoding marker for the Aquilaria and Gyrinops members especially for the phylogenetic analysis purpose.
DAYA TARIK WISATA AIR TAMPIRO DESA PIONG KECAMATAN SANGGAR KABUPATEN BIMA Eko Setiawan; Lalu L Suhirsan Masrilurrahman
Jurnal Silva Samalas Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v3i2.3702

Abstract

Daya Tarik  Destinasi Wisata Mata Air Tampiro Desa Piong Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Daya Tarik Wisata, flora fauna apa saja yang ada, sarana dan prasarana pendukung yang ada di objek wisata Mata Air Tampuro Desa Piong Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan Kawasan ekowista Mata Air Tampuro menyimpan potensi ekowisata Mata Air yang jernih, Keragaman jenis flora fauna seperti pohon yang beragam seperti Amplas (Ficus ampelas), Asam Jawa (Tamarindus indica), dan didukung Sarana dan prasarana obyek wisata Mata Air Tampuro seperti musholah, kamar mandi/wc, baruga, tempat parkir, tempat sampah, dalam keadaan baik dan terawat.
IDENTIFIKASI JENIS PAKAN LEBAH MADU HUTAN (Apisdorsata) DI HUTAN LINDUNG KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG (KPHL) AMPANG KECAMATAN EMPANG KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2020 Arifin Arifin; Irna Ningsi Amalia Rachman
Jurnal Silva Samalas Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v3i2.3694

Abstract

Penelitian ini di laksanakan di Kawasan Hutan Lindung KPHL Ampang Yang berlokasi di Desa Jotang Beru dengan tujuan : mengidentifikasi Jenis vegetasi tingkat pohon dan tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai pakan lebah madu hutan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini dalam teknik pengambilan data adalah dengan mengetahui dan mengidentifikasi jenis pakan lebah hutan yaitu berupa vegetasi jenis pohon dan tumbuhan bawah maka dilakukan dengan cara survey yaitu turun langsung ke hutan dan mendata jenis-jenis pakan lebah yang biasa disukainya. Kemudian untuk menganalisis data Jenis-jenis vegetasi yang di peroleh di tabulasi, dan di diskripsikan baik itu untuk vegetasi pohon maupun tumbuhan bawah. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut Identifikasi jenis Vegetasi yang di jumpai pada Lokasi Hutan Lindung Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPHL) Ampang ditemukan sebanyak 27 jenis vegetasi terdiri dari 11 Jenis adalah pada tingkat tiang dan 16 jenis pada tingkat tumbuhan bawah, yang termasuk jenis pakan lebah madu hutan (Apisdorsata). Di harapkan dari hasil penelitian ini ada upaya tindak lanjut dari pemerintah perlu upaya pelestarian jenis tanaman sebagai jenis pakan lebah madu hutan khususnya di Kawasan Hutan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Ampang
ANALISIS KETERGANTUNGAN MASYARAKAT TERHADAP HASIL HUTAN DI DALAM KAWASAN HUTAN LINDUNG DI DESA DAHA KECEMATAN HU’U KABUPATEN DOMPU PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT Fahrirurrahman Fahrirurrahman; Yulia Ratnaningsih
Jurnal Silva Samalas Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v3i2.3695

Abstract

Penelitian ini di laksanakan di Kawasan Hutan lindung Yang berlokasi di Desa Daha dengan tujuan : menganalisa tingkat ketergantungan masyarakat terhadap sumber daya hutan, mengetahui faktor-faktor penyebab ketergnatungan masyarakat terhadap sumber daya hutan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskritif. Berdasarkan hasil penelitian tingkat ketergantungan masyarakat terhadap sumber daya hutan di lihat dari rata-rata adalah tergolong tinggi pada komponen pendapatan,tergolong sangat tinggi pada komponen curahan waktu kerja, tergolong rendah pada komponen sumber konsumsi. Sedangkan untuk tingkat ketergantungan kumulatif masyarakat terhadap Kawasan hutan tergolong tinggi. Di desa Daha terdapat enam faktor penyebab ketergantungan masyarakat terhadap hutan yaitu: penambahan pemasukan secara ekonomi, tingkat Pendidikan rendah, kurangnya lapangan pekerjaan, mengikuti teman, terbiasa dilakukan sejak kecil, dan tidak ada penghasilan tetap

Page 1 of 1 | Total Record : 7