cover
Contact Name
Nikki Aldi
Contact Email
nikki.aldi@unib.ac.id
Phone
+6287885050404
Journal Mail Official
jukeraflesia@unib.ac.id
Editorial Address
Bagian Pendidikan Kedokteran FKIK Universitas Bengkulu, Jl. WR Supratman Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Raflesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 24773778     EISSN : 26228343     DOI : 10.33369
Core Subject : Health, Science,
JKR (Jurnal Kedokteran Raflesia) is a peer-reviewed professional journal with the editorial board of scholars mainly in medicine, biomedic and health sciences. It is published by UNIB Press, Universitas Bengkulu, Indonesia with the ISSN (online): 2622-8343; and ISSN (print): 2477-3778. The journal seeks to disseminate research to educators around the world and is published twice a year in the months of June and December. The newest template has been published since Volume 6(2): December 2020.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2023)" : 5 Documents clear
A MANAGEMENT OF PULMONAL HYPERTENSION IN CHRONIC OBSTRUCTIVE PULMONARY DISEASE IDA BAGUS ADITYA NUGRAHA; IDA AYU PUTU PADMI DEVIANI
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v9i1.28838

Abstract

Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) is an obstructive pulmonary disease due to inflammatory processes of the respiratory tract and lung parenchyma. In some cases of COPD, changes in the pulmonary vessels are found which are not uncommon, causing impaired gas exchange and causing pulmonary hypertension which is associated with increased morbidity and mortality. Pulmonary hypertension is an increase in the mean pulmonary artery pressure (Pulmonary Arterial Pressure) greater than or equal to 25 mmHg at rest as assessed by a right heart catheterization procedure. Pulmonary hypertension (HP) can exacerbate the occurrence of COPD where HP patients with COPD must receive optimal COPD management according to GOLD guidelines. Pulmonary hypertension can be caused by a variety of conditions which WHO divides into five major groups. Pulmonary hypertension in patients with COPD belongs to the third group. The pathophysiology of pulmonary hypertension in patients with hypoxia or chronic lung disease is caused by tunica media hypertrophy and tunica intima proliferation leading to distal pulmonary artery obstruction. Clinical and physical symptoms in HP patients in COPD usually overlap. If HP is suspected, echocardiography is the best initial examination. Definitive diagnosis obtained through right heart catheterization. In contrast to idiopathic pulmonary hypertension, examination of the vasoreactivity of blood vessels during right heart catheterization in this group is not recommended. The goal of therapy is improvement of clinical symptoms, hemodynamic status, right ventricular function and ultimately increase in quality of life and life expectancy. Oxygen therapy is the main therapy in HP and COPD after medical therapy. Providing adequate therapy for HP with COPD is expected to provide good outcomes for patients.
PERAN STRES MENTAL DALAM MEMENGARUHI KETAHANAN KARDIORESPIRASI PADA DEWASA MUDA : TINJAUAN KEPUSTAKAAN SISTEMATIS Teren Nadya Putri; Andri Sudjatmoko; Riry Ambarsarie
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v9i1.30128

Abstract

Tujuan : Tinjauan kepustakaan sistematik ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran stres mental dalam mempengaruhi ketahanan kardiorespirasi pada dewasa. Metode : Pencarian kepustakaan melibatkan dua pusat data yaitu PubMed / PubMed Central (PMC) dan Cochrane. Kepustakaan dengan judul yang sama (duplikat) atau studi yang tidak relevan dieliminasi, serta dilakukan screening abstrak yang dilanjutkan dengan membaca keseluruhan teks kepustakaan untuk memilih jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi. Penilaian kualitas studi menggunakan Central for Evidence- Based Medicine tools (CEBM). Hasil : Berdasarkan prosedur pencarian kepustakaan mengikuti alur prisma flow chart terdapat enam kepustakaan yang sesuai kriteria. tiga kepustakaan mendeskripsikan pengaruh stres mental yang tinggi dapat menyebabkan ketahanan kardiorespirasi lebih rendah, dan dua kepustakaan mendeskripsikan pengaruh stres mental yang lebih rendah dapat menyebabkan ketahanan kardiorespirasi lebih tinggi, dan satu dari enam jurnal menyebutkan stres mental secara signifikan berkorelasi dengan perubahan nilai VO2 max sebagai indikator penilaian ketahanan kardiorespirasi Kesimpulan: Peran stres mental pada ketahanan kardiorespirasi terbagi menjadi dua yaitu dapat positif dan negatif pada ketahanan kardiorespirasi Kata Kunci : Dewasa Muda, Ketahanan Kardiorespirasi, Stres Mental
PERAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK TERHADAP INDEKS MASSA TUBUH (IMT) PADA PASIEN ANEMIA : SUATU TINJAUAN KEPUSTAKAAN SISTEMATIS Yohana Sumuanggang; Riry Ambarsarie; Galuh Setyorini
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v9i1.30129

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu penyakit hematologi, yang ditandai dengan penurunan jumlah sel darah merah atau penurunan konsentrasi hemoglobin yang dapat memengaruhi kemampuan darah dalam mengangkut oksigen yang diperlukan tubuh. Salah satu faktor risiko anemia adalah indeks massa tubuh (IMT) yang tidak ideal. Anemia pun berpengaruh terhadap aktivitas fisik individu. Anemia dapat menyebabkan penurunan kemampuan aktivitas fisik dan kurangnya aktivitas fisik dapat memicu peningkatan IMT pada pasien anemia. Penelitian ini berfungsi untuk mengeksplorasi peran aktivitas fisik terhadap indeks massa tubuh (IMT) pada pasien anemia. Metode: Pencarian tinjauan bersumber pada Pubmed and Chochrane dengan kriteria dipublikasikan pada 2010-2020. Pengumpulan dan analisis data dilakukan dengan mengadopsi konsep Cook dan West. Penilaian kualitas kepustakaan dilakukan menggunakan tools The Central for Evidence-Based Medicine develops (CEBM). Hasil: Dari total 2.431 kepustakaan yang didapatkan, terdapat delapan kepustakaan yang masuk ke dalam kriteria inklusi dan eksklusi. Terdapat enam dari delapan kepustakaan yang didapatkan menjelaskan mengenai aktivitas fisik dan tiga diantaranya menjelaskan aktivitas fisik intensitas sedang dapat berpengaruh terhadap pasien anemia. Aktivitas fisik intensitas berat dapat menurunkan hemoglobin yang memicu anemia. Selanjutnya, dua dari delapan kepustakaan membahas pengaruh aktivitas fisik terhadap indeks massa tubuh (IMT). Serta satu dari delapan kepustakaan menjelaskan hubungan anemia dan indeks massa tubuh (IMT). Kesimpulan: Anemia dapat menurunkan kemampuan aktivitas fisik seseorang. Aktivitas fisik intensitas sedang berperan efektif dalam penurunan indeks massa tubuh (IMT) pada pasien anemia. Aktivitas fisik intensitas berat dapat menurunkan hemoglobin yang memicu anemia. Kata Kunci: Aktivitas fisik, Anemia, Indeks Massa Tubuh (IMT)
PERAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK DALAM MEMPENGARUHI MASSA LEMAK VISCERAL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2: SUATU TINJAUAN KEPUSTAKAAN SISTEMATIK Stevany Gracia; Riry Ambarsarie; Ety Febrianti
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v9i1.30130

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolik akibat adanya kelainan pada proses sekresi insulin, kerja insulin, ataupun keduanya sehingga tubuh mengalami hiperglikemia kronis. Insulin dihubungkan dengan massa lemak viseral. Massa lemak viseral berkontribusi terhadap inflamasi, aterosklerosis, dislipidemia, dan hipertensi. Kurangnya aktivitas fisik pada pasien DM tipe 2 menyebabkan peningkatan risiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran aktivitas fisik terhadap massa lemak visceral pada pasien DM tipe 2. Metode: Pencarian tinjauan bersumber pada PubMed dan Cochrane dengan kriteria dipublikasikan pada 2010-2020. Pengumpulan dan analisis data dilakukan dengan mengadopsi konsep Cook dan West. Penilaian kualitas kepustakaan dilakukan menggunakan tools The Central for Evidence-Based Medicine develops (CEBM). Hasil: Dari total 8.279 kepustakaan yang didapatkan, terdapat sebelas kepustakaan yang masuk ke dalam kriteria inklusi dan eksklusi. Sepuluh dari sebelas kepustakaan membahas pengaruh aktivitas fisik terhadap massa lemak visceral. Lima diantaranya menyatakan bahwa aktivitas fisik dengan intensitas sedang 3-5 kali dalam seminggu berpengaruh dalam penurunan massa lemak visceral pada pasien DM tipe 2. Sepuluh dari sebelas kepustakaan menggambarkan rerata massa lemak visceral pada pasien DM tipe 2. Mayoritas pengukuran massa lemak visceral dilakukan dengan menggunakan CT. Kesimpulan: Aktivitas fisik intensitas sedang secara signifikan berperan dalam menurunkan massa lemak visceral, mengontrol kadar gula darah, dan memperbaiki sensitivitas insulin pada pasien DM tipe 2. Kata Kunci: Aktivitas fisik, Diabetes Melitus tipe 2, Massa Lemak Visceral
KORELASI INDEKS MASSA TUBUH DAN DERAJAT KEPARAHAN AKNE VULGARIS: SEBUAH TINJAUAN KEPUSTAKAAN SISTEMATIS DAN META ANALISIS Bagus Pambudi; Amalia Rizkha Malini; Riry Ambarsarie; Maria Eka Patri Yulianti; Mardhatillah Sariyanti
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v9i1.30131

Abstract

Latar belakang: Akne vulgaris (AV) adalah penyakit kulit tersering ke-3 di dunia. Studi mengenai pengaruh indeks massa tubuh (IMT) terhadap derajat keparahan AV telah banyak dilakukan dengan beragam metode dan menghasilkan laporan yang berbeda. Karena itu, diperlukan tinjauan kepustakaan sistematik (TKS) dan meta analisis untuk menyimpulkan penelitian yang ada. Tujuan: Mengeksplorasi korelasi antara IMT dan derajat keparahan AV. Metode: TKS dilakukan di Pubmed selama bulan Juli 2020. Penilaian kualitas studi menggunakan JBI. Korelasi antara IMT dan derajat keparahan AV dianalisis secara kualitatif dan meta analisis. Meta analisis menggunakan fixed effect analysis pada aplikasi comprehensive meta analysis (CMA). Hasil: Terdapat 3 literatur yang sesuai kriteria. Satu Literatur melaporkan hasil tidak bermakna secara statistik, sedangkan dua literatur lain bermakna. Secara klinis, korelasi antara IMT dan derajat keparahan AV dilaporkan lemah pada satu literatur, sedangkan satu literatur lainnya melaporkan tidak bermakna. Ketiga literatur dilakukan meta analisis dan dilaporkan bahwa korelasi antara IMT dan derajat keparahan AV bermakna secara statistik, tetapi secara klinis tidak. Kesimpulan: Secara statistik, terdapat korelasi bermakna antara IMT dan derajat keparahan AV, tetapi secara klinis tidak bermakna. Kata Kunci: Akne, IMT, Korelasi, Derajat Keparahan AV, Tinjauan Kepustakaan Sistematis

Page 1 of 1 | Total Record : 5