cover
Contact Name
andi
Contact Email
andi@uhamka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
chronologia@uhamka.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jl. Tanah Merdeka, Ps. Rebo, Jakarta Timur
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Chronologia
ISSN : -     EISSN : 26860171     DOI : https://doi.org/10.22236/jhe
Chronologia is an Open Access Journal published by University of Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka and managed by Department of History Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka. This journal published third times a year, March, July and November. This journal provides space for academic debate and critical thinking to explore the history education, history, culture, and social science. This journal covers original research article, article review, book review, and research report in History Education, History, Culture, and other relevant social science.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2020): Chronologia" : 5 Documents clear
Manajemen dan Sejarah Pengelolaan Taman Wisata Bantimurung di Kabupaten Maros Sulawesi Selatan I Nyoman Siryayasa; Muh. Zainuddin Badollahi; Rifal Rifal
CHRONOLOGIA Vol 2 No 1 (2020): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.893 KB) | DOI: 10.22236/jhe.v2i1.4412

Abstract

This research tries to explain the development of Bantimurung Tourism Park. So the uniqueness of the Bantimurung-Bulusaraung National Park that attracts local and foreign tourists, karst: caves with beautiful stalagmites and stalagmites, and is best known as a butterfly. The method used in this study is a research method by collecting data (heuristics) that contains both primary and secondary sources obtained from interviews and the results of the presentation of previous studies, after which an assessment of the sources obtained in order to obtain information that is acceptable and reliable. The data that has been processed are then interpreted into historical narratives, after which they are written in historiography. The results of this study describe Bantimurung which has the potential of natural charm, benefits, and educational value. This development certainly has a significant impact on the economic and socio-cultural community.
Masyarakat Adat Tangsa di Enrekang Sulawesi Selatan, 2004-2018 Hamida Hamida; M. Rasyid Ridha; Jumadi Jumadi
CHRONOLOGIA Vol 2 No 1 (2020): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.41 KB) | DOI: 10.22236/jhe.v2i1.5259

Abstract

This study aims to determine the background of the formation of the Tangsa indigenous people, the dynamics of the Tangsa indigenous people, and the function and role of traditional institutions in the Tangsa customary community. The results of this study indicate that the indigenous Tangsa community emerged beginning with the arrival of To Manurung namely Saembona and Tangsilondongna who gave birth to three children namely Takke Buku, Masoang, and Embong Bulan. Over time, there have been many changes, including in the Dutch period, the DI / TII period, and even until now it has changed. Based on the results of the study showed that the Tangsa customary community is an organization within the community that still carries out routine activities including solo signs, tuka signs, massalu nene, and tongkonan ma'rara which are supported by the existence of customary stakeholders in each group as important role holders for the implementation routine in the community. This research uses historical research method which consists of four stages, namely heuristics (collecting data or sources), source criticism consisting of internal and external criticism, interpretation or interpretation of sources and historiography, namely writing history.
Makna Bendera Merah Putih Bagi Generasi Muda: Tinjauan Sejarah dari Masa Kerajaan Majapahit Melinda Rahmawati
CHRONOLOGIA Vol 2 No 1 (2020): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.158 KB) | DOI: 10.22236/jhe.v2i1.5500

Abstract

Bendera Merah Putih merupakan salah satu identitas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Belum banyak yang mengetahui bahwa bendera tersebut menyimpan beragam makna dan sejarah panjang yang saling terkait dengan Nusantara pada Masa Kerajaan Majapahit. Penelitian ini bertujuan untuk kembali memaknai pentingnya sebuah persatuan melalui sejarah Bendera Merah Putih, terutama pada generasi muda yang secara langsung berhadapan dengan arus globalisasi dan pertukaran budaya. Metode yang digunakan adalah metode historiografi sejarah dengan membandingkan beberapa literasi yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, dan lainnya. hasil dari penelitian ini adalah generasi muda dapat lebih memaknai pentingnya sebuah persatuan yang telah terbangun dengan mempelajari sejarah panjang dari Bendera Merah Putih. Simpulan dari penelitian ini ialah sejarah dari Bendera Merah Putih telah ada sejak zaman dahulu serta Bendera Merah Putih sangat berperan dalam sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Hingga akhirnya Bendera Merah Putih dikukuhkan sebagai Bendera Kebangsaan sekaligus Identitas Nasional yang mengintegrasikan semua perbedaan yang ada.
Pembelajaran Sejarah Abad 21: Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 Nur Fajar Absor
CHRONOLOGIA Vol 2 No 1 (2020): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.106 KB) | DOI: 10.22236/jhe.v2i1.5502

Abstract

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia yang sudah berlangsung sekitar 6 bulan membuat sektor pendidikan melakukan pembelajaran secara daring. Hal ini menimbulkan permasalahan seperti kurang siapnya guru/dosen dalam menghadapi sistem pembelajaran daring serta guru/dosen yang memberikan banyak materi dan tugas kepada peserta didik/mahasiswa. Permasalahan tersebut juga menantang guru/dosen sejarah untuk membuat pembelajaran sejarah secara daring menjadi menarik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguraikan tantangan dan peluang yang dihadapi pembelajaran sejarah dalam menghadapi pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya menggunakan instrumen studi dokumen atau dokumentasi. Hasilnya ditemukan bahwa terdapat peluang dalam melaksanakan pembelajaran sejarah secara daring, yakni guru/dosen dapat menggunakan Whatsapp, Facebook, Instagram, Google Classroom, Zoom, Google Meet, Youtube, Discord, dan tur virtual cagar budaya untuk menunjang pembelajaran daring. Selain itu, guru/dosen harus memasukkan pembelajaran sejarah yang juga berfokus kepada ranah afektif, sehingga tertanam nilai-nilai karakter yang dapat diinternalisasikan ke dalam kehidupan sehari-hari peserta didik/mahasiswa. Dengan demikian, diharapkan dengan adanya peluang-peluang yang diuraikan di atas dapat membuat pembelajaran sejarah lebih menarik lagi untuk dipelajari bagi peserta didik/mahasiswa.
Falsafah Ajaran Kyai Ahmad Dahlan dan Etos Pendidikan Muhammadiyah Ahmad Ruslan
CHRONOLOGIA Vol 2 No 1 (2020): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.697 KB) | DOI: 10.22236/jhe.v2i1.5620

Abstract

Melihat sejarah pendidikan Islam di Indonesia terlihat bahwa perkembangannya telah dimulai sejak masuknya Islam ke Indonesia yang diperkirakan pada abad ke 12 Masehi. Muhammadiyah hadir sebagai pelopor, mempunyai andil besar sebagai peletak dasar integrasi antara pendidikan pesantren yang bercorak keagamaan dengan pendidikan umum, yang pada masanya didominasi oleh orang Belanda. Hal tersebut tidak terlepas dari falsafah ajaran Kyai Ahmad Dahlan. Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis falsafah ajaran Kyai Ahmad Dahlan dan etos pendidikan Muhammadiyah untuk pendidikan Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya menggunakan instrumen kajian dokumen. Hasilnya ditemukan bahwa terdapat praktik-praktik dalam dunia pendidikan Indonesia yang mencerminkan tujuh falsafah ajaran Kyai Dahlan, yaitu: (1) berlandaskan pada tujuan hidup; (2) tidak sombong; (3) tidak taqlid; (4) mengoptimalkan akal; (5) berani untuk kebenaran; (6) berkorban untuk orang banyak; dan (7) adanya kombinasi pengehuan/teori dengan praktik (ilmu amaliyah). Ketujuh falsafah tersebut, menjadi penting sebagai acuan role model pendidikan di Indonesia yang bukan hanya berorientasi keduniawian, namun juga ada jangka panjang akhirat, dan selalu berpegang teguh pada nilai-nilai kebenaran. Dengan demikian, pendidikan di Indonesia harus diorientasikan pada proses menciptakan manusia yang “Kyai yang berkemajuan” atau orang yang intelek-ulama atau ulama yang intelek.

Page 1 of 1 | Total Record : 5