cover
Contact Name
Amru Yasir
Contact Email
amruyasir@dharmawangsa.a.c.id
Phone
+6282304690083
Journal Mail Official
s1.ti@dharmawangsa.ac.id
Editorial Address
Alamat : Jl. K. L. Yos Sudarso No. 224 Medan Kontak : Tel. 061 6635682 - 6613783 Fax. 061 6615190 Surat Elektronik : s1.ti@dharmawangsa.ac.id
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Djtechno: Jurnal Teknologi Informasi
ISSN : 27768546     EISSN : 27453758     DOI : 10.46576/djtechno
Djtechno: Journal of Information Techhnology Research Jurnal ilmiah yang dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Teknologi Informasi, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Dharmawangsa, Medan, Indonesia. Jurnal Djtechno terbit pertama kali Vol 1. No.1 Juli Tahun 2020, jurnal ini membahas tentang topik-topik yang berkenaan dengan Bidang Teknologi Informasi, Rekayasa Perangkat Lunak, Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Dan Komunikasi. Jurnal Program Studi Teknologi Informasi terbit sebanyak 2x dalam 1 tahun yaitu per 6 bulan sekali (Juli dan Desember)
Articles 464 Documents
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI ANIMASI 2D SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN TATA TERTIB LABORATORIUM MENGGUNAKAN METODE FRAME-BY-FRAME Nanda Saputri; Nafa Aziatul Khaira; Muhammad Nasir
Djtechno: Jurnal Teknologi Informasi Vol 7, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/djtechno.v7i2.8670

Abstract

Laboratorium Gedung Teknologi Informasi dan Komputer Politeknik Negeri Lhokseumawe merupakan fasilitas penting dalam mendukung kegiatan praktikum mahasiswa, sehingga diperlukan tata tertib yang jelas dan mudah dipahami untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kelancaran aktivitas. Namun, penyampaian tata tertib selama ini masih mengandalkan penjelasan lisan dan media cetak yang dinilai kurang menarik dan kurang efektif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berupa animasi 2D berbasis teknik frame-by-frame untuk menyampaikan tata tertib laboratorium secara lebih interaktif, menarik, dan mudah dipahami. Metode yang digunakan adalah pengembangan animasi 2D dengan pendekatan frame-by-frame yang memungkinkan visualisasi aturan secara detail dengan gerakan yang halus dan ekspresif. Hasil penelitian berupa video animasi edukatif berdurasi 6–7 menit. Pengujian menggunakan FFmpeg menunjukkan frame rate stabil pada 24 fps dengan resolusi Full HD (1920×1080) tanpa frame drop. Hasil User Based Testing menunjukkan aspek waktu memperoleh skor tertinggi (51,0%), diikuti cerita (20,6%) dan audio (16,0%), sedangkan ritme dan pencahayaan berada pada kategori netral. Secara teknis, animasi terdiri dari 9.096 frame yang digambar manual dan menerapkan sembilan prinsip animasi, sehingga dinilai efektif sebagai media pembelajaran tata tertib laboratorium.
TINGKAT KESADARAN MAHASISWA DALAM KEAMANAN DATA PRIBADI PADA LAYANAN PERPUSTAKAAN Mia Maulida; Retno Sayekti
Djtechno: Jurnal Teknologi Informasi Vol 7, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/djtechno.v7i2.9232

Abstract

Transformasi layanan perpustakaan menuju sistem digital menyebabkan pengelolaan data pribadi pengguna menjadi semakin penting. Kondisi tersebut menuntut adanya kesadaran siswa dalam menjaga keamanan informasi pribadi ketika memanfaatkan berbagai layanan perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesadaran mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara terhadap keamanan data pribadi pada layanan perpustakaan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 100 siswa sebagai responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berskala Likert empat tingkat, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif melalui perhitungan frekuensi, persentasi, nilai rata-rata, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran siswa dalam keamanan data pribadi berada pada kategori sangat tinggi. Temuan tersebut terlihat dari tingginya pencapaian pada indikator pengetahuan (knowledge), sikap (attitude), dan perilaku (behavior). Meskipun demikian, indikator perilaku memperoleh nilai rata-rata yang sedikit lebih rendah dibandingkan dua indikator lainnya. Oleh karena itu, perpustakaan perlu terus meningkatkan edukasi mengenai perlindungan data pribadi, memperkuat literasi keamanan informasi, serta mengembangkan kebijakan perlindungan data yang lebih komprehensif agar penggunaan layanan perpustakaan digital berlangsung secara aman dan bertanggung jawab.
IMPLEMENTASI AUGMENTED REALITY BERBASIS MARKER BASED TRACKING UNTUK PENGENALAN ALAT LABORATORIUM DENGAN ANALISIS JARAK DAN INTENSITAS CAHAYA Novira Dwina
Djtechno: Jurnal Teknologi Informasi Vol 7, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/djtechno.v7i2.8688

Abstract

Perkembangan teknologi Augmented Reality telah memberikan kontribusi besar dalam bidang pendidikan. Salah satunya dapat di terapkan untuk  pengenalan alat laboratorium kampus berbasis 3D yang saat ini masih terbatas hanya pada papan nama. Penelitian ini bertujuan untuk mempermudah mahasiswa maupun dosen dalam mengenal berbagai alat yang ada di dalam laboratorium. Dengan adanya aplikasi ini yang dibangun dengan menggunakan metode Marker Based Tracking, pengguna dapat melihat langsung bentuk objek tiga dimensi dari alat-alat laboratorium lengkap dengan informasi serta fungsinya hanya melalui smartphone berbasis Android. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Pengujian dilakukan dalam tiga aspek, yaitu pengujian fungsionalitas aplikasi atau black box, pengujian jarak optimal, serta pengujian intensitas cahaya menggunakan aplikasi Lux Light Meter. Hasil pengujian menunjukkan bahwa objek 3D berhasil muncul pada semua sesi pengujian dan seluruh variasi intensitas cahaya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah aplikasi berhasil digunakan untuk menampilkan objek tiga dimensi alat laboratorium secara visual. 
PENGELOMPOKAN UMKM SEKTOR INDUSTRI MIKRO MENGGUNAKAN METODE K-MEANS CLUSTERING BERBASIS ANDROID DI ACEH UTARA Kamilna kamilna; Safwandi Safwandi; Zahratul Fitri
Djtechno: Jurnal Teknologi Informasi Vol 7, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/djtechno.v7i2.9670

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam mendukung perekonomian daerah. Di Kabupaten Aceh Utara, jumlah UMKM mikro sektor industri yang cukup besar menyebabkan proses pengelompokan data secara manual menjadi kurang efektif dalam mendukung penyusunan program pembinaan. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan metode K-Means Clustering ke dalam aplikasi berbasis Android untuk mengelompokkan UMKM mikro sektor industri berdasarkan karakteristik aset dan omset. Data penelitian diperoleh dari Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Aceh Utara sebanyak 1.151 data yang telah melalui proses preprocessing. Pengujian dilakukan dalam dua tahap, yaitu pengujian algoritma menggunakan sampel sebanyak 100 data UMKM serta implementasi pada aplikasi menggunakan seluruh data penelitian. Hasil pengujian terhadap 100 data menghasilkan Cluster 1 sebanyak 71 UMKM, Cluster 2 sebanyak 19 UMKM, dan Cluster 3 sebanyak 10 UMKM. Implementasi pada aplikasi mencapai kondisi konvergen pada iterasi ke-6 dengan hasil akhir Cluster 1 sebanyak 1.106 UMKM (96,09%), Cluster 2 sebanyak 44 UMKM (3,82%), dan Cluster 3 sebanyak 1 UMKM (0,09%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode K-Means Clustering mampu mengelompokkan UMKM berdasarkan tingkat kemiripan karakteristik aset dan omset serta berhasil diimplementasikan ke dalam aplikasi berbasis Android. Aplikasi yang dikembangkan diharapkan dapat membantu Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kabupaten Aceh Utara dalam memperoleh informasi pengelompokan UMKM sebagai dasar penyusunan program pembinaan dan pengambilan keputusan berbasis data
IMPLEMENTASI ALGORITMA FIRST COME FIRST SERVED (FCFS) PADA SISTEM MANAJEMEN SIRKULASI DAN PEMELIHARAAN ASET PENYIARAN (STUDI KASUS: LPP TVRI SULAWESI UTARA) Israel Jody Mamusung; Ali Akbar Steven Ramschie; Sonny Kasenda
Djtechno: Jurnal Teknologi Informasi Vol 7, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/djtechno.v7i2.8941

Abstract

Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Sulawesi Utara mengandalkan ketersediaan aneka aset penyiaran guna menjamin kelancaran siaran hariannya. Namun, sistem sirkulasi peminjaman perangkat dan pemeliharaan berkala terbukti tidak terstruktur. Fakta ini berakibat pada ketidakteraturan antrean permintaan. Jadwal layanan terus berbenturan. Dokumen jejak peminjaman juga sering hilang. Hambatan administratif ini memicu penurunan efisiensi operasional, sekaligus berisiko menyebabkan kerusakan perangkat fisik yang luput terpantau. Studi ini mengusulkan integrasi algoritma First Come First Served (FCFS) sebagai arsitektur asas sistem manajemen sirkulasi dan pemeliharaan aset. Model FCFS memproses setiap antrean berdasarkan urutan tempo kedatangan permintaan. Metode ini memastikan keadilan dan keteraturan dalam eksekusi layanan pinjaman sampai reparasi peralatan. Target penelitian ini adalah mengembangkan sistem informasi digital yang dapat mengelola data aset, melacak riwayat mobilitas produk secara otomatis, serta menjadwalkan proses perbaikan teknisi tanpa tumpang tindih. Evaluasi final mengonfirmasi capaian signifikan. Penerapan algoritma FCFS pada platform manajemen aset mampu meningkatkan efisiensi pemrosesan antrean sirkulasi dibandingkan pencatatan kertas. Akurasi pengawasan status pemeliharaan fasilitas juga kini lebih terukur. Penurunan risiko hilangnya peralatan terbukti diwujudkan secara optimal karena fitur identifikasi barcode. Ekosistem digital mutakhir ini nyatanya terbukti efektif di dalam menuntaskan kendala kerumitan antrean maupun proses pelacakan sejumlah fasilitas penyiaran operasional. 
ANALISIS DAN EVALUASI KINERJA JARINGAN KOMPUTER DENGAN METODE QUALITY OF SERVICE (QOS) MENGGUNAKAN APLIKASI WIRESHARK DI SMA NEGERI 9 KOTA TASIKMALAYA Isha Alfitriani; Zelda Azahra Putri; Helmy Dzulfikar
Djtechno: Jurnal Teknologi Informasi Vol 7, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/djtechno.v7i2.8872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menyalakan kinerja jaringan komputer di SMA Negeri 9 Tasikmalaya menggunakan metode Quality of Service (QoS). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya beberapa permasalahan jaringan seperti koneksi WiFi yang tidak stabil, keterbatasan bandwidth sebesar 130 Mbps, serta penggunaan satu sumber internet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas jaringan serta memberikan rekomendasi perbaikan. Metode yang digunakan adalah analisis QoS dengan parameter Throughput, Delay, Jitter, dan Packet Loss yang diukur menggunakan aplikasi Wireshark. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pengukuran langsung di tiga lokasi yaitu ruang guru, ruang wakasek dan TU, serta area lobi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Throughput berbeda di setiap lokasi, dengan kinerja terbaik terdapat di ruang guru. Parameter Delay dan Jitter berada dalam kategori sangat baik yang menunjukkan kestabilan jaringan. Namun, nilai Packet Loss di ruang guru mencapai 7,8% yang termasuk kategori sedang. Secara keseluruhan, kinerja jaringan tergolong baik namun belum merata. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi bandwidth, penambahan sumber internet, serta pembaruan perangkat jaringan untuk meningkatkan kualitas layanan.
ANALISIS PENGGUNAAN APLIKASI INSTAGRAM MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) Qennifa Qenni
Djtechno: Jurnal Teknologi Informasi Vol 6, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/djtechno.v6i3.7440

Abstract

Penggunaan media sosial Instagram terus mengalami peningkatan seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan kebutuhan manusia akan informasi dan interaksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan penggunaan Instagram berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM) yang mencakup Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, Attitude Toward Using, Behavioral Intention to Use, dan Actual Use. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) dan SmartPLS 4. Data diambil secara daring (online) dengan menyebarkan kuesioner kepada 220 respon­den yang menggunakan Instagram di Indonesia. Hasil dari pengujian Outer Model dan Inner Model menunjukkan bahwa Perceived Usefulness dan Perceived Ease of Use memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Attitude Toward Using dan Behavioral Intention to Use, sehingga turut mempengaruhi Actual Use Instagram. Model yang dikembangkan telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, dan prediktif yang cukup, sehingga dapat disimpulkan bahwa cara penerimaan teknologi Instagram dipengaruhi oleh kemudahan, kemanfaatan, sikap, dan niat penggunaan. Penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pengembang platform media sosial dan praktisi bisnis yang ingin memahami proses penerimaan teknologi di kalangan pengguna. Kata Kunci: Instagram, Technology Acceptance Model (TAM), Structural Equation Modeling, SmartPLS, Media Sosial.
EVALUASI KUALITAS JARINGAN INTERNET MAN 1 CIAMIS BERBASIS QOS Siti Julianti; Aliefa Ayesha Adawiyah; Helmy Dzulfikar
Djtechno: Jurnal Teknologi Informasi Vol 7, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/djtechno.v7i2.8765

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas jaringan internet di MAN 1 Ciamis untuk mengetahui kinerja jaringan dalam mendukung kegiatan pembelajaran. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Quality of Service melalui parameter throughput, delay, jitter, dan packet loss. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta pengukuran menggunakan aplikasi Wireshark pada ruang kelas dan laboratorium komputer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur jaringan sekolah cukup memadai dengan dukungan perangkat jaringan dan akses internet yang tersedia. Namun, masih terdapat kendala berupa koneksi tidak stabil, distribusi jaringan belum merata, dan manajemen bandwidth yang belum optimal. Berdasarkan hasil pengukuran, nilai delay dan packet loss berada pada kategori baik hingga sangat baik, sedangkan throughput dan jitter masih tergolong buruk. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan jaringan yang lebih optimal untuk meningkatkan kualitas layanan internet secara keseluruhan di lingkungan sekolah. Perbaikan jaringan diharapkan mampu mendukung proses belajar mengajar agar kegiatan pembelajaran berjalan lebih efektif, lancar, dan efisien bagi siswa.
PERANCANGAN APLIKASI PENGELOLAAN KOST BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN METODE PROTOTYPE Veratina Fridayanti
Djtechno: Jurnal Teknologi Informasi Vol 6, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/djtechno.v6i3.7972

Abstract

Pengelolaan kost merupakan aktivitas yang menuntut ketelitian dalam mengatur data penghuni, ketersediaan kamar, serta proses administrasi. Metode konvensional seperti pencarian lokasi secara langsung maupun pencatatan manual melalui buku atau spreadsheet seringkali menimbulkan berbagai kendala, termasuk keterlambatan, ketidakakuratan data, dan rendahnya efisiensi operasional. Seiring perkembangan teknologi informasi, digitalisasi pengelolaan kost menjadi kebutuhan penting bagi pemilik properti untuk meningkatkan efektivitas dan akurasi pengelolaan. Pemanfaatan aplikasi atau platform manajemen kost memungkinkan otomatisasi berbagai proses, seperti pencatatan data penyewa, pengelolaan pembayaran, pemeliharaan, hingga pelaporan masalah secara real-time. Implementasi teknologi ini tidak hanya memberikan kemudahan dalam operasional, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan bagi penghuni dan keberlanjutan properti. Dengan demikian, sistem manajemen kost berbasis teknologi informasi menjadi solusi strategis dalam menjawab tantangan pengelolaan kost modern.
KLASIFIKASI BINER TINDAK PIDANA MENGGUNAKAN DECISION TREE DAN RANDOM FOREST DENGAN SMOTE PADA DATA SISTEM INFORMASI PENELUSURAN PERKARA PENGADILAN NEGERI KEBUMEN Rahmat Hidayat; Weri Sirait; M. Syafrizal Zain; Firdaus Firdaus; David Nugroho
Djtechno: Jurnal Teknologi Informasi Vol 7, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/djtechno.v7i2.9299

Abstract

Kriminalitas merupakan salah satu permasalahan yang memengaruhi keamanan dan ketertiban masyarakat. Pemanfaatan data historis perkara melalui pendekatan machine learning dapat mendukung penyusunan strategi pencegahan kejahatan yang lebih terarah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model klasifikasi tindak pidana menggunakan data Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Kebumen periode 2021–2025. Permasalahan utama yang dihadapi adalah ketidakseimbangan distribusi kelas dan rendahnya performa klasifikasi pada data dengan banyak kategori tindak pidana. Untuk mengatasinya, sembilan rumpun tindak pidana direkonstruksi menjadi dua kategori, yaitu Kejahatan Kekerasan dan Kejahatan Non-Kekerasan. Penyeimbangan data dilakukan menggunakan Synthetic Minority Over-sampling Technique (SMOTE), sedangkan proses klasifikasi menggunakan algoritma Decision Tree dan Random Forest dengan skema stratified split 80:20. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Decision Tree memberikan performa terbaik dengan akurasi 73,81%, presisi 79,08%, recall 73,81%, dan F1-score 75,45%, sedangkan Random Forest memperoleh akurasi 65,48%. Analisis feature importance menunjukkan bahwa tingkat pendidikan, pekerjaan, dan lokasi kejadian merupakan faktor yang paling berkontribusi dalam membedakan kategori tindak pidana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan yang diusulkan berpotensi mendukung pengambilan keputusan dalam penyusunan strategi pencegahan kejahatan berbasis data.