cover
Contact Name
Lailatus
Contact Email
ila@stie-mce.ac.id
Phone
+6281515065239
Journal Mail Official
jam@stie-mce.ac.id
Editorial Address
http://journal.stie-mce.ac.id/index.php/jam/index
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal ABM Mengabdi
Published by STIE Malangkucecwara
ISSN : 24776432     EISSN : 2721141X     DOI : https://doi.org/10.31966/jam.v7i2
1. Industrial & Manufacturing Engineering ( Engineering ) 2. Social Sciences ( Social ) 3. Economics, Econometrics & Finance ( Economy ) 4. Education ( Education ) 5. Health Professions ( Health )
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 3 (2016): Desember" : 9 Documents clear
Penganekaragaman Pengolahan Pangan Berbasis Jagung upaya Mengoptimalkan Potensi Lokal pada Usaha Mikro Makanan Tradisional dan Kue Kering Yupono Bagyo; Setiyawan Setiyawan
Jurnal ABM Mengabdi Vol 3 (2016): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan berbagai tepung menjadi salah satu prioritas program kementrian pertanian dalam rangka percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal. Begitu juga dengan pengolahan jagung menjadi tepung jagung merupakan usaha untuk memberikan nilai tambah produk sebagai pengganti atau campuran tepung terigu. Tujuan IbM ini adalah mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan persediaan tepung terigu yang harganya masih relatif mahal di Dukuh Umbul Rejo Desa Balesari. Teknologi ini menyangkut teknologi pengolahan dan supply tepung jagung sebagai upaya untuk terus mengembangkan teknologi tepat guna dengan menggunakan teknologi mesin pemipil dan mesin penepung jagung. Hasil yang diperoleh dari kegiatan IbM ini adalah: melalui teknologi mesin pemipil dan mesin penepung jagung, dapat memberikan efek positif bagi mitra yaitu peningkatan produktifitas olahan makanan tradisional dan kue kering berbasis jagung serta mampu memenuhi kebutuhan supply tepung jagung yang dapat diperjual belikan sehingga akan berdampak pada peningkatan pendapatan mitra.
Usaha Mikro Pembuat Krupuk Mbothe, Emping Belinjo dan Krupuk Puli Sehat Desa Kedungsalam Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang Sri Indrawati; Triana Murtiningtyas
Jurnal ABM Mengabdi Vol 3 (2016): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Both partners are producing belinjo chips, crackers and chips pulleys mbothe healthy without borax. Raw materials that were encountered in the community rather than sell as raw material because it will give them more profits. The process used in production partners was very simple tools so produced little production capacity and partners can not reach all demands, especially during religious holidays. Likewise tool used for packing still use candles. Regional marketing of these products already covers almost all the areas in East Java. This is supported by the dean partner location with the beach resort Ngliyep. Management of the business partners using simple management pattern, since no complete records pertaining to the entry and exit of money in the production process so that unknown net profit gained real partners. The author hopes that this IbM program impact the development of micro-enterprises is that it can create greater employment for the local population in order to reduce poverty that many encounter in the area.
Pentingnya Informasi Nutrition Fact pada Kemasan Olahan Aneka Buah bagi Konsumen Siti Munfaqiroh; Enggar Nursasi; Uke Prajogo
Jurnal ABM Mengabdi Vol 3 (2016): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pendampingan pada pengusaha produk ekspor kripik buah ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk agar kompetitif di pasar internasional. Salah satu usaha untuk meningkatkan daya saing produk agar kompetitif di pasar Internasional adalah dengan memberikan label informasi gizi (Nutrition Fact) pada kripik buah yang dihasilkan karena selain diperlukan oleh konsumen di beberapa negara pencantuman nilai Gizi adalah hal yang wajib. Pelabelan Gizi untuk kedua mitra dilakukan oleh PT angler Bio ChemLab.Commited to Global Standart Independent Analitical Laboratory di Indonesia, yang merupakan salah satu laboratorium untuk pangan yang sudah disertifikasi ISO. Selain itu dilakukan pengembangan desain, jenis dan diversifikasi produk unggulan secara kreatif inovatif dan berpotensi ekspor untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk. Diversifikasi produk yang dilakukan adalah dengan membuat manisan aneka buah yang berasal dari sortiran buah yang tidak dibuat kripik.adanya bantuan peralatan berupa wajan penjenangan (Vacum Evaporator) mampu mempercepat proses pengelolahan manisan aneka buah ini sehingga produk yang dihasilkan lebih cepat, lebih banyak dan lebih higienis.
Ekonomi Kolaboratif: Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Pemulung Berbasis Masyarakat dengan Program GR. Ampah pada Warga Kelurahan Madyopuro Malang Lita Dwipasari; Abdul Manap Wardoyo
Jurnal ABM Mengabdi Vol 3 (2016): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat dengan ekonomi rendah seperti pemulung juga bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, namun menjadi tanggung jawab secara kolaborasi (gotong royong) seluruh masyarakat utamanya masyarakat sekitarnya. Jika setiap hari memberi uang kepada para pemulung adalah tidak mudah bagi warga tapi bila memberikan sesuatu yang tidak terpakai namun berguna bagi pemulung adalah hal yang sangat mudah dilakukan, maka sampah adalah sarana untuk beramal tersebut. Program Kegiatan GR Ampah adalah kegiatan menyadarkan warga untuk beramal secara gotong royong sebagai wujud peduli kepada lingkungan termasuk pemulung, yang didasarkan pada keyakinan ajaran agama masing-masing. Sehingga pemulung memperoleh peningkatan pendapatan. Untuk menyampai tujuan tersebut digunakan metode penyuluhan, action, dan pengamatan hasil pada lapak sampah yang biasa para pemulung menyetorkan sampahnya. Daftar harga sampah juga akan ditampilkan agar warga dapat memperkirakan amal yang telah mereka lakukan. Alat bantu yang digunakan untuk mencapai tujuan kegiatan GR Ampah adalah dengan alat edukasi memilah sampah untuk anak, materi dokumentasi untuk memberikan penyuluhan, tempat sampah untuk memilah sampah serta alat-alat penguatan untuk sikap warga seperti video di youtube dan banner.
Mencetak Wirausaha Muda Universitas Ma Chung Sunday Noya; Etsa Astridya Setiyati; Dian Wijayanti
Jurnal ABM Mengabdi Vol 3 (2016): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wirausaha Muda Bernas is the Entrepreneurs Development Program at Universitas Ma Chung which is supported by a entrepreneurship grant from The Indonesian Ministry of Research, Technology, and Higfer Education. The program is implementing the overall formation of entrepreneurial activities ranging from the formation of mindset, development of business ideas, until the incubation program therein do mentoring, training and coaching that covering all aspects of business. Aspects that include product development, feasibility study, market research, strategy and production technology, management and business development, marketing and promotion strategy as well as supporting other aspects such as business licenses, financial management, tax, legal and law, intellectual property rights, environmental aspect, and halal certification. Tenant will then be facilitated and pushed to have a sustain business.All the activities of training and coaching are done a team consisting of lecturers and practitioners who are competent in the field of entrepreneurship. To cover all aspects of entrepreneurship, the team will be assisted by several other facilitators consisting of lecturer, practitioners who are competent in their respective field and entrepreneurs who have been successful with their business. Hopefully this program will not only give birth to young entrepreneurs fostered independently of tenants, but also the formation of an independent institution and sustainable entrepreneurship unit that serves to build entrepreneurship among students at the Universitas Ma Chung as well as many comprehensive young entrepreneurs. Hopefully this small action can contribute to the development of entrepreneurship in Indonesia.
Upaya meningkatkan Produktivitas Pengusaha Kerupuk Bawang di Pasuruan Leila Salawati Chairat; Darti Djuharni
Jurnal ABM Mengabdi Vol 3 (2016): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Ipteks bagi Masyarakat (IbM) ini bekerjasama dengan dua mitra pengusaha kerupuk bawang di Pasuruan. Kedua mitra ini telah menjalankan usaha lebih dari sepuluh tahun, tetapi usaha mereka tidak menunjukkan perkembangan yang mencolok, karena ada beberapa kendala yang mereka hadapi. Kendala tersebut antara lain keterbatasan peralatan yang dimiliki dalam melakukan proses produksi, sehingga kapasitas produksi terbatas sesuai sumber daya yang dimiliki. Selain itu ke dua mitra ini sering menghentikan proses produksi di musim hujan, karena proses pengeringan kerupuk hasil olahan mereka semata-mata mengandalkan panas matahari. Terbatasnya peralatan ini berdampak pada kemampuan dan waktu yang dibutuhkan untuk proses produksi. Setiap hari mereka hanya mampu memproduksi 3 kg kerupuk, karena semua aktifitas dilakukan sendiri oleh mitra, mulai dari membeli bahan baku, mengolah, sampai dengan mengemas dan mendistribusikannya kepada konsumen. Setelah menerima beberapa peralatan yang kami berikan maka tampak hasilnya lebih produktif dibandingkan dengan sebelumnya. Jika sebelum mendapat alat pemotong kerupuk, ibu Noor Aini sebagai mitra kegiatan ini hanya mampu memproduksi 3 kg kerupuk dalam satu hari, maka setelah menerima alat pemotong ke dua mitra ini mencoba meningkatkan produksinya menjadi dua kali lipat.
IbM Peternak Sapi Perah Dwi Danesty Deccasari; Marli Marli; Hedher Tuakia
Jurnal ABM Mengabdi Vol 3 (2016): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Government programs to manage local resources received from various parties, among others, in the world of banking, non-governmental organizations and business groups. One of the programs is the government's attention in order to save energy by making use of community resources, one of which is the use of waste cattle to replace kerosene or LPG substitute for everyday cooking. In rural areas Balesari Jambuwer District of Gunung Kawi Ngajum this is one area that has the advantage of dairy cows. Moreover in the area there is a milk processing plant Greenfield also supported geographic location is ideal for the breeding of dairy cows. The number of cattle in the area is quite high because of the obvious marketing milk distribution and the presence of banks and credit assistance Greenfied devoted to the procurement of cattle in the village Balesari. The development of this growing cattle in addition to an impact on the income of people increases also have a negative impact in the form of livestock waste that participate much. If this is allowed to pollute the environment and cause odor. To overcome this is to utilize the waste to substitute fuels LPG and kerosene prices have relatively more expensive. This waste can be processed into biogas which is very useful for day-to- day fuel. In devotion performed by the author in this Balesari village is to build three biogas dome for up to supply the necessary means or in other words to be used in the household . Our hope with the construction of the biogas will be able to infect other community members especially those living in rural Balesari Ngajum Subdistrict, Malang for both cattle utilizing waste.
Pengusaha Tahu Desa Sumberejo Kulon Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung Didik Priyo Sugiharto; Agussalim Ardiansyah
Jurnal ABM Mengabdi Vol 3 (2016): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Small industries out an activity hereditary in some areas, especially in the village of Sumberejo Kulon District of Ngunut which is one of the small industrial centers out in Tulungagung. Small industrial tahu is a source of community income Sumberejo Kulon. The resulting tahu partner is kind of tofu or called out a vegetable. Business establishment knew aims to meet the needs of everyday life partner and future to create jobs is more socially Sumberejo Kulon Tulungagung in particular and society in general.The problems faced by partners related to the production process is the milling equipment soybeans that currently use the services of milled soya in neighboring partners to have to spend the cost for the services of milling, cooking utensils soybeans that have been less feasible for cooking, where production is less clean, and excellent knowledge limited regarding bookkeeping and marketing management. IbM Program (science and technology to the Community) will be able to solve the problems faced by partners that will create greater business tahu and efficiently so that the future will be able to strengthen the national economy.
IbM Pengusaha Jamu Untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Fera Tjahyani; Nevi Danila
Jurnal ABM Mengabdi Vol 3 (2016): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui program IbM Pengusaha Jamu ini adalah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui peningkatkan produktivitas produk dan variasi produk yang akan dihasilkan. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah: (1) Keterbatasan mesin penggilingan yang berkapasitas kecil sehingga hasil produksi tidak dapat memenuhi permintaan dari consume; (2) Penyediaan meja, kompor, panci dan saringan dan ember; (3) Pengusaha jamu tidak melakukan pencatatan keluar masuknya uang hasil usaha karena mereka tidak mengerti dan memahami betapa pentingnya melakukan pencatatan tersebut; (4) Pelatihan Pengemasan produk dan pemberian label belum dilakukan sehingga tampilan dari botol jamu tersebut menjadi kurang menarik. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan masalah adalah: (1) Dengan melakukan penambahan peralatan mesin penggilingan jamu, meja, penambahan peralatan berupa kompor gas dengan 2 tungku, tabung gas 3 kg, panci stainless dengan ukuran yang besar, saringan stenless dan ember plastik; (2) Melakukan pemberian pelatihan cara pencatatan keuangan serta pelatihan packaging produk; (3) Hasil Program IbM ini nanti akan disebarluaskan ke masyarakat melaui artikel dan dipublikasi pada jurnal/majalah Nasional; dan (4) Pembuatan laporan. Dari hasil kegiatan yang sudah dilakukan maka sudah dilakukan: (1) Penyerahan mesin penggilingan jamu; (2) Penyerahan meja, kompor, panci dan saringan dan ember; dan (3) Pelatihan akuntansi untuk mencatat keluar masuknya uang hasil usaha serta pelatihan pengemasan dan pemberian label.

Page 1 of 1 | Total Record : 9