cover
Contact Name
-
Contact Email
redaksi.biomed@gmail.com
Phone
+6287859850400
Journal Mail Official
redaksi.biomed@gmail.com
Editorial Address
UNITRI PRESS UPT. Penerbitan & Jurnal Ilmiah Jl. Telaga Warna, Tlogomas Malang, Jawa Timur 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Biomed Science
ISSN : 23385189     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Biomed Science : ISSN 2338-5189 (media cetak) , adalah jurnal peer-review yang menerbitkan artikel tentang praktik, teori, dan penelitian di semua bidang kesehatan dan kebidanan. Scope jurnal terdiri dari kebidanan,kesehatan,kesehatan masyarakat Setiap naskah yang diserahkan akan ditinjau oleh satu peer-reviewer menggunakan metode double blind review. Biomed Science diterbitkan oleh UNITRI PRESS Jurnal Biomed Science merupakan Jurnal Ilmiah Obstetri Gynekologi dan ilmu kesehatan yang memuat tulisan perancangan, pengumpulan, pengolahan dan analisis data, baik merupakan pemikiran konseptual maupun penerapannya. jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu bulan Juli dan Desember.
Articles 123 Documents
HUBUNGAN KONDISI FISIK PAYUDARA IBU DENGAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI BAYI USIA 3 BULAN Kristina Julu; Endang Prasetyawati; Prita Muliarini
Biomed Science Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Payudara merupakan organ yang paling penting bagi kaum perempuan. Organ tubuh yang satu ini di butuhkan bagi anak yang baru lahir,karena payudara mengeluarkan susu (ASI) yang sangat dibutuhkan oleh bayi. (Melissa,2005). Manusia mempunyai sepasang kelenjar payudara,yang beratnya kurang lebih 200 gram,saat hamil 600 gram,dan saat menyusui 800 gram. Setiap payudara terdiri dari 15 sampai 20 lobus dari jaringan kelenjar.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kondisi fisik payudara ibu dengan produksi ASI.Penelitian ini menggunakan metode regresi linear sederhana,penelitian ini dilakukan dengan  pengumpulan data dimulai  pada bulan maret sampe Mei 2019,variabel dalam penelitian ini yaitu variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen) populasi yang diambil 40 orang ibu menyusui di Bpm Bidan Ani Kecamatan Tirtoyudo sampel 30 orang yang mengalami gangguan produksi ASI.Dalam penelitian ini,peneliti menggunakan beberapa metode dalam penggumpulan data seperti metode observasi,wawancara,dokumentasi,uji hipotesis dengan menggunakan analisa darta secara regresi linier sederhana.Hasil dari penelitian ini bahwa nilai  (5,905)  (2,048), artinya ada hubungan yang signitif kan antara kondisi fisik payudara ibu dengan produksi asi
STUDI TENTANG PEMBERIAN PARE, JINTAN HITAM DAN JUS SEMANGKA TERHADAP KONDISI ASI DI DESA PANDANREJO KECAMATAN WAGIR Noor Lianti Megasari; Silvia Nike Saputri
Biomed Science Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2007 hanya 10% bayi yang memperoleh ASI pada haripertama, yang diberikan ASI kurang dari 2 bulan sebanyak 73%, yang diberikan ASI 2 sampai 3 bulan sebanyak 53% yang diberikan ASI 4 sampai 5bulan sebanyak 20% dan menyusui eksklusif sampai usia 6 bulan sebanyak49% (WHO, 2007). Sebanyak 3,7% bayi di Indonesia disusui dalam 1 jam pertama setelah kelahiran, dan angka kematian bayi masih relatif tinggi yaitu 35 per 100 kelahiran hidup yang diantaranya disebabkan oleh hipotermi, kurang gizi daninfeksi. Angka pemberian ASI Eksklusif di Indonesia masih rendah yaituhanya 7,8%. (SDKI, 2007). Pemberian pare, jintan hitam dan semangka mengandung zat aktif alami yang dapat memperbanyak produksi ASI pada ibu menyusui. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat pare, jintan hitam dan jus semangka untuk meningkatkan kelancaran pengeluaran ASI pada ibu post pada ibu post partum hari ke-1. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian eksperimen dengan teknik pengambilan sampel yaitu teknik random sampling. Jumlah total responden 30 ibu post partum yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu; 10 orang diberikan pare, 10 orang yang lain diberikan jintan sedangkan 10 orang terakhir diberikan buah semangka. Uji hipotesis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi sederhana. Berdasarkan penelitian yang dilakukan yaitu didapatkan hasil yaitu terdapat pengaruh yang signifikan terhadap Pemberian Pare, Jintan Hitam dan Jus Semangka Terhadap Kelancaran Pengeluaran ASI Pada Ibu Primipara Postpartum H-1 pada variabel volume ASI pada hari ke-10, didapatkan tiga kelompok terdapat pengaruh yang signifikan. Hal ini didukung dengan melihat analisis ragam yang memperlihatkan bahwa ketiga kelompok yang dicoba terdapat perbedaan yang signifikan Kondisi tersebut dapat dilihat dari Fhitung yaitu 13,61> F0,05 sebesar 3,35. Dengan kata lain volume ASI pada hari ke-10 menunjukan perbedaan signifikan (α = 0,05)
STUDI TENTANG PERAN SUAMI DALAM ASUHAN PERSALINAN PADA IBU PRIMIPARA DI PUSKESMAS DAU Donny Yunamawan LS; Dwi Astuti
Biomed Science Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dukungan fisik dari suami merupakan salah satu cara yang sangat diharapkan ibu hamil yang selama ini kurang sadari oleh para ibu hamil. Dukungan ini sangat diperlukan untuk memperoleh kenyamanan dalam persalinan. Meski selintas tidak begitu nyata tetapi dukungan fisik merupakan dukungan terbesar dalam masa kehamilan dan masa menghadapi persalinan. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran suami untuk mendukung keberhasilan asuhan persalinan di Puskesmas Dau Kabupaten Malang. Desain penelitian yaitu deskriptif analitik, populasinya adalah seluruh ibu hamil yang periksa pada Puskesmas DAU. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang periksa di Puskesmas DAU sejumlah 30 orang. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah 1) Dukungan fisik, 2) Dukungan moral, 3) Dukungan materi, dan 4) keberhasilan asuhan persalinan. Data yang diperoleh kemudian dianalisa dengan menggunakan Uji Regresi linier berganda. Hasil yang diharapkan adalah ada pengaruh mengenai peran suami untuk mendukung keberhasilan asuhan persalinan di Puskesmas Dau Kabupaten Malang. Hasil yang diperoleh yaitu F hitung > F tabel yaitu 8,289 > 2,98 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan keberhasilan persalinan di Puskesmas Dau
PENGARUH KONSUMSI BUAH PISANG RAJA, MINUM AIR MINERAL DAN JALAN-JALAN PAGI TERHADAP KEJADIAN KONSTIPASI PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI BPS SUNARSIH YUDHAWATI Sri Indah; Anis Zuni Rohmania
Biomed Science Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan progesteron dapat mengakibatkan konstipasi pada ibu-ibu yang sedang hamil. Perut yang membesar dapat menyebabkan tekanan pada rahim serta tekanan pada sistem kerja usus besar dan halus. Selain itu, penekanan rectum mengakibatkan jalannya feses tidak maksimal, asupan serat kurang, mengkonsumsi zat besi dalam jumlah besar, dan kurang olah raga. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh makan pisang raja, minum air mineral, dan jalan-jalan pagi terhadap terjadinya konstipasi pada ibu hamil. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dengan memberi perlakuan, menyebarkan kuesioner, interview, dan observasi. Penelitian ini merupakan penelitian populasi dengan tehnik analisa data menggunakan uji T. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara mengkonsumsi pisang raja terhadap terjadinya konstipasi. Terdapat pengaruh antara minum air mineral terhadap terjadinya konstipasi. Terdapat pengaruh signifikan antara jalan-jalan pagi dengan terjadinya konstipasi. Sementara pengaruh yang paling dominan dari tiga variabel yang diteliti yaitu mengkonsumsi pisang raja
EFEKTIFITAS PENYULUHAN TENTANG PERAWATAN TALI PUSAT DENGAN MEDIA LEAFLET, VIDEO DAN ALAT PERAGA TERHADAP KETERAMPILAN DALAM PERAWATAN TALI PUSAT DI KELURAHAN MOJOLANGU MALANG Liya Makhfudzotin; Siti Nurjanah
Biomed Science Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyuluhan kesehatan merupakan suatu kegiatan pendidikan yang dilakukan dengan menyebarkan pesan dan menanamkan keyakinan pada masyarakat sehingga masyarakat menjadi sadar, tahu, dan mengerti, serta mau dan bisa melaksanakan anjuran yang berhubungan dengan kesehatan dan bertujuan untuk menjadikan perilaku masyarakat yang dapat merugikan kesehatan menuju ke arah perilaku hidup sehat. Kelangsungan hidup ibu, bayi, dan anak merupakan sasaran utama dari perwujudan keluarga berkualitas, karena kegagalan upaya ini akan berpengaruh buruk pada eksistensi keluarga. Perawatan tali pusat yang baik dan benar akan menimbulkan dampak positif yaitu tali pusat akan pupus pada harike-5 dan hari ke-7 tanpa ada komplikasi, sedangkan dampak negatif dariperawatan tali pusat yang tidak benar adalah bayi akan mengalami peSnyakit tetanus neonatorum dan dapat mengakibatkan kematian. Untuk menganalisis data dalam penelitian ini digunakan pendekatan model analisis varians klasifikasi satu arah (one way anova). Secara ringkas persamaan linier analisis Bila mana Fhitung lebih besar dari Ftabel dan nilai signifikan (Sig.) lebih kecil dari α (0.05) maka H0ditolak, dengan kata lain terdapat perbedaan rata-rata skor yang signifikan pada media yang digunakan. Dan sebaliknya bila Fhitung lebih kecil dari Ftabel dan nilai signifikan (Sig.) Sampel dalam penelitian ini adalah ibu-ibu di Kelurahan Mojolangu yang berjumlah 125 dengan 30 responden yang di bagi10 ibu dengan media Leaflet, 10 ibu dengan media Video,10 ibu dengan media Peraga. Tidak ada tingkat perbedaan yang signifikan dalam tingkat efektifitas media penyuluhan tentang perawatan tali pusat pada masyarakat kelurahan mojolanggu dan dapat di lihat FHitung lebih kecil dari FTabel 3.354
STUDI RELASI ANTARA TAKSIRAN BERAT JANIN DENGAN JENIS PERSALINAN PADA IBU BERSALIN DI RS BAPTIS BATU Endah Kusumawati; Nisai Daramita
Biomed Science Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taksiran berat janin sangat penting di lakukan karena ini merupakan salah satu cara yang bermanfaat untuk mengatasi masalah kesakitan dan kematian saat perslinan. Berat janin penting di ukur sebelum proses persalinan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bayi besar. Taksiran berat janin di anggap penting pada masa kehamilan karena pertumbhan janin cepat pada masa awal kehamilan dengan bertambahnya usia maka meningkatnya resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi  seperti berat lahir berlebihan, distosia bahu, dan kala II lama. Maka untuk mengantisipasi komplikasi masalah tersebut ibu dan penololong perlu mengetahui jenis persalinan apa yang akan dilakukan pada ibu seperti lahir normal, dengan tindakan atau alat dan seksio caesarea.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui RELASI Taksiran Berat Janin Dengan Jenis Persalinan Ibu. Metode pengambilan sampel secara  desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional, yaitu data yang dikumpulkan sesaat atau data yang diperoleh saat ini juga. Dengan cara melakukan observasi, wawancara, observasi dan dokumentasi  responden. Data yang diperoleh dianalisi dengan pendekatan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Jumlah populasi semua ibu bersalin  dan sampel 30 ibu bersalin yang lahir dengan masalah panggul sempit dan taksiran janin besar.Berdasarkan hasil analisi data regresi linear sederhana menunjukan adanya RELASI yang signifikan antararelasi Taksiran Berat Janin dengan Jenis Persalinan Ibu yang dibuktikan dengan nilai Thitung (X) Ttabel yaitu3,536 2,048 dan adanya RELASI yang signifikan antaraRELASI Taksiran Berat Janin dengan Jenis Persalinan Ibu yang dibuktikan dengan nilai Fhitung Ftabel yait12,501 3,32 yang artinya Nilai R square dari X (Taksiran Berat Janin)  yaitu sebesar 0,309 yang artinya Taksiran Berat Janin (X), berpengaruh terhadap Jenis Persalinan Ibu Bersalin sebesar 30,9% sedangkan 69,1%  dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti panggul sempit,tinggi badan penyakit pada ibu.
HUBUNGAN KONDISI PECAHNYA KETUBAN DAN USIA KEHAMILAN SAAT LAHIR DENGAN RESIKO TERJADINYA IKTERUS DI RSU. BEN MARI MALANG Vivin Yuni Astutik; Nisa’I Daramita
Biomed Science Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) di negara berkembang, kematian maternal berkisar antara 750-1000 per 100.000 kelahiran hidup, dibandingkan dengan negara maju, kematian maternal berkisar antara 5-10 perkelahiran hidup ( Hartono, 2010 )Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Hubungan Kondisi Pecahnya Ketuban Dan Usia Kehamilan Saat Lahir Dengan Resiko Terjadinya Ikterus di RSU. Ben Mari Malang. Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif analitik. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda.Nilai thitung untuk variable Kondisi Pecahnya Ketuban (X1) sebesar 2,881 -t0,05 (1,701) artinya terdapat hubungan antara Kondisi Pecahnya Ketuban (X1) dengan Resiko Terjadinya Ikterus (Y) dengan signifikan 0,008 0,05. Nilai thitung untuk variable Usia Kehamilan Saat Lahir (X2) sebesar 2,679 t0,05 (1,701) artinya  ada hubungan yang signifikan antara variable Usia Kehamilan Saat Lahir (X2) dengan Resiko Terjadinya Ikterus (Y) dengan signifikan sebesar 0,012 0,05. Nilai Fhitung sebesar 47.275 F0,05 (3,34)  dengan nilai signifikan sebesar 0,000 0,05 artinya ada hubungan yang signifikan antara Kondisi Pecahnya Ketuban (X1) Dan Usia Kehamilan Saat Lahir (X2) Dengan Resiko Terjadinya Ikterus. Adanya persamaan antara hasil penelitian yang telah dilakukan dengan teori yang telah ada serta penelitian yang telah dilakukan oleh pihak lain.
PENGARUH PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI DAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN PERAWATAN PAYUDARA PADA IBU YANG MEMPUNYAI ANAK USIA 0 SAMPAI 6 BULAN DI RT 02 RW 03 GEDOK WETAN KABUPATEN MALANG Vivin Yuni Astutik; dr. Herry Wibowo
Biomed Science Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan dan permasalahan yang didapatkan oleh peniliti maka peneliti akan mengajarkan kepada ibu-ibu mengenai pembelajaran perawatan payudara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media audio visual dan metode demonstrasi dalam pembelajaran perawatan payudara pada ibu yang mempunyai anak usia 0 sampai 6 bulan. Perawatan payudara yang dilakukan dengan benar dan teratur akan memudahkan si baby mengkonsumsi ASI. Populasi yang digunakan mengambil data ibu sebanyak 45 orang metode pengambilan sampel adalah secara random sampling diambil 33 orang dibagi 3 kelompok. Kelompok 1 yang menggunakan metode demonstrasi, kelompok 2 menggunakan media audio visual, kelompok 3 kelompok kontrol. Desain penelitian adalah Penelitian Eksperimental dengan cara membandingkan perawatan payudara pada ibu yang menggunakan metode monstrasi dan ibu yang menggunakan media audio visual. Pengolahan data dengan uji analisis T Test. Hasil penelitian diketahui dari 10 variabel yang diobservasi pada ke tiga kelompok yang variabel tersebut mempunyai perbedaan yang signifikan yaitu mengkompres payudara thitung2.493, kedua telapak tangan diletakkan di tengah di antara kedua payudara thitung7.778, Kedua Telapak tangan ditarik ke atas thitung6.708, kedua tangan melepaskan payudara thitung2.936, mengurut payudara dari pangkal payudara ke arah puting memakai genggaman tangan atau ruas – ruas jari thitung 6.364, Tangan kanan menyangga payudara kanan, kemudian sisi ulnar tangan kiri mengurut payudara thitung 6.708, Membasuh payudara dengan air hangat dan air dinginthitung 3.195, Merangsang puting susu dengan waslap / handuk kering thitung4.781, sudah pernah melakukan perawatan payudara sebelumnya, thitung 3.872, ibu dapat memodifikasi tanpa mengurangi kebenaran dalam melakukan perawatan payudara thitung 3.368. dengan uji analisis T Test menunjukan thitung≥t0,052.201 berarti menunjukkan ada perbedaan pada ibu yang menggunakan metode demonstrasi dan media audio visual
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERAN ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR DAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK ISTIQOMAH KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Donna Dwinita Adelia; Fina Purwaningtyas
Biomed Science Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan motorik pada anak meliputi dua macam,yaitu perkembangan motorik kasar dan perkembangan motorik halus. Anak mengalami masa cemas pada usia taman kanak – kanak. Pada Masa ini anak mengalami perkembangan yang luar biasa baik pada otak maupun fisiknya, maka dari itu perlunya pengetahuan dan peran orang tua untuk menunjang perkembangan motorik pada anak usia 5 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan peran orang tua dengan perkembangan motorik kasar dan Motorik Halus pada anak usia 5 tahun Di TK Istiqomah Kelurahan Tlogomas Kota - Malang. Penelitianini menggunakan metode penelitian deskriptif koleratif, dengan pendekatan cross sectional, waktu pengumpulan data dilakukan bulan Mei 2018 sampai dengan bulan juni 2018 pada orang tua yang memiliki anak usia5 tahun. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 orang tua anak, dan sampel yang digunakan adalah Total sampling yaitu 30 orang tua anak. Dari hasil penelitian membuktikan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan peran orang tua dengan perkembangan motorik kasar dan motorik halus pada anak usia 5 tahun, hal tersebut dibuktikan bahwa nilai variabel Thitung (X1) sebesar (3,328) > Ttabel (2,042) dengan nilai signifikasi sebesar (0,004) dan nilai Thitung (X2) sebesar (3,975)> Ttabel (2,042) dengan nilai signifikasi sebesar (0,003) dan variabel Pengetahuan orang tua (Y1) sebesar (4,483) > Ttabel (2,042) dengan nilai signifikasi sebesar (0,001), dan nilai Thitung (Y2) sebesar (4,841) Ttabel >(2,042) dengan nilai signifikasi sebesar (0,002), dan ada Hubungan yang signifikan dari nilai Fhitung(Y1) sebesar (5,883) > Ftabel (3,320) dengan nilai signifikasi sebesar (0,002), dan nilai Fhitung(Y2) sebesar (6,614) > Ftabel (3,320) dengan nilai signifikasi sebesar (0,000), dan hasil penelitian membuktikan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan dan peran orang tua dengan perkembangan motorik kasar pada anak sebesar 55,9%, dan44,1% selebihnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti, serta adanya hubungan tingkat pengetahuan orang tua dengan perkembangan motorik halus pada anak sebesar 65,4% sedangkan 34,6% selebihnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti .
HUBUNGAN PEMBERIAN SUSU FORMULA DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI POLINDES SUKOREJO KECAMATAN BOJONEGORO KABUPATEN BOJONEGORO Suhartik Suhartik; Endah Kusumawati
Biomed Science Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Susu formula merupakan susu buatan yang diubah komposisinya hingga dapat dipakai sebagai pengganti ASI. Penyakit ISPA mencakup saluran nafas bagian atas (Infeksi Saluran Pernafasan atas Akut (ISPA) yaitu infeksi yang menyerang hidung sampai bagian faring seperti : pilek, sinusitis, otitis media (infeksi pada telinga tengah) dan faringitis (infeksi pada tenggorokan). Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui hubungan pemberian susu formula dengan kejadian ISPA pada bayi usia 6-12 bulan di Polindes Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro  Kabupaten Bojonegoro Tahun 2019.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan di Polindes Desa Sukorejo Kabupaten Bojonegoro Tahun 2019 sebanyak 44 responden. Cara pengambilan dengan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner selanjutnya dilakukan editing, coding, scoring, tabulating dan dianalisa dengan uji Chi-Square dengan  α = 0,05 Hasil penelitian ini adalah  lebih dari sebagian responden yang memberi susu formula sebelum usia 6 bulan sebanyak 59,1% (26 responden) sedangkan lebih dari sebagian responden memiliki bayi tidak terjadi ISPA sebanyak 54,5% (24 responden). Sebanyak 83.3% (15 responden) yang diberi susu formula setelah usia 6 bulan tidak mengalami ISPA sedangkan dari 26 yang diberi susu formula sebelum usia 6 bulan sebanyak 65,7% (17 responden) dan bayi mengalami ISPA. Uji statistik dengan uji Chi-Square didapatkan hasil α = 0,001 sehingga H1 diterima ada hubungan pemberian susu formula dengan kejadian ISPA pada bayi usia 6-12 bulan di Polindes Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro tahun 2019 

Page 5 of 13 | Total Record : 123