cover
Contact Name
Eliza Arman
Contact Email
elizaarman.ea@gmail.com
Phone
+62elizaarman.ea@gmail.co
Journal Mail Official
pppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hamka No. 228 Air Tawar Timur Padang - Sumatera Bara
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory
ISSN : 26559641     EISSN : 26555840     DOI : 10.30633
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika dua kali setahun pada setiap bulan Mei dan November. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Teknologi Laboratorium medik, Biomedik, Kesehatan lingkungan Focus dan Scope jurnal adalah Teknologi Laboratorium Medik, ilmu Biomedik, Ilmu Kesehatan
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2018): November 2018" : 12 Documents clear
Perbandingan Kejadian Malaria Di Pantai Timur Dan Pantai Barat Kecamatan Sikakap Kepulauan Mentawai The Comparison Of Malaria Incidence Between East And West Coast District Of Sikakap Mentawai Islands sri wahyuni handayani; Annita ,
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v1i1.275

Abstract

Malaria merupakan penyakit utama pada masyarakat yang tinggal di daerah tropis termasuk Indonesia dengan angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi serta menyerang usia produktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kejadian malaria di pantai barat dan pantai timur kecamatan Sikakap periode Januari sampai Juni 2018. Penelitian observasional dengan desain cross sectional comparative study ini menggunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mentawai pada populasi masyarakat yang tinggal di pantai barat dan pantai timur Kecamatan Sikakap dengan teknik total sampling dan analisa dengan uji chi square. Hasil, didapatkan bahwa frekuensi malaria di kedua daerah tergolong tinggi karena kejadian malaria lebih dari 5 kejadian per 1000 penduduk. Di Pantai Barat ditemukan  33 kasus dari 3084 orang (1,07%), sedangkan di Pantai Timur ditemukan 236 kasus dari 5179 orang (4,56%). Terdapat perbedaan yang signifikan antara frekuensi malaria di pantai barat dan pantai timur Kecamatan Sikakap (p=0.00). Hal ini diduga disebabkan oleh kondisi lingkungan yang berbeda antara pantai barat dan pantai timur seperti kondisi wilayah perkebunan, keadaan pantai dan bentuk perairan yang mempengaruhi keberadaan nyamuk Anopheles sebagai vektor malaria. Disarankan kepada dinas kesehatan untuk meningkatkan perhatian terhadap kasus malaria dengan melakukan deteksi dini, perawatan dan pengobatan serta penyuluhan yang berkesinambungan. Kata kunci : Frekuensi malaria; Pantai barat Kecamatan Sikakap, Pantai timur Kecamatan Sikakap.  ABSTRACT      Malaria is a major disease in people living in the tropics including Indonesia with high mortality and morbidity and attacking the productive age. The purpose of this study was to compare the incidence of malaria on the west coast and east coast of Sikakap sub-district from January to June 2018. This observational study was a cross sectional comparative study using secondary data from the Health Department of Mentawai  in the population living on the west coast and coast east District of Sikakap  with total sampling and analysis techniques with the chi square test. Results, it was found that the frequency of malaria in the two regions was high because malaria incidence was more than 5 incidents per 1000 population. On the West Coast there were 33 cases of 3084 people (1.07%), while in the East Coast 236 cases were found from 5179 people (4.56%). There was a significant difference between the frequency of malaria on the west coast and the east coast District of Sikakap  (p = 0.00). This is thought to be caused by different environmental conditions between the west coast and the east coast such as the condition of the plantation area, the condition of the coast and the shape of the waters that affect the presence of Anopheles mosquitoes as a malaria vector. It is recommended to the health office to increase attention to malaria cases by conducting early detection, care and treatment as well as sustainable counseling.
INFEKSI PARASIT USUS PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KAWASAN TAMBANG NAGARI PALANGKI KABUPATEN SIJUNJUNG Niken Niken; al kudri
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v1i1.243

Abstract

Parasit usus merupakan parasit pada saluran pencernaan yang biasanya menempel pada didning usus. Infeksi parasit usus merupakan masalah kesehatan dikalangan masayarakat. Pada umumnya yang terserang penyakit infeksi golongan STH adalah kelompok anak sekolah dasar (SD). Hal tersebut dikarenakan anak-anak SD sering berkontak langsung dengan tanah sebagai sumber infeksi. Area permainan di tanah-tanah kotor, daerah kumuh, defekasi di halaman rumah, kawasan rumah yang dekat dengan lokasi tambang dapat menyebabkan tanah tercemar telur cacing. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran infeksi parasit usus pada anak sekolah dasar di kawasan tambang Nagari Palangki Kabupaten Sijunjung. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian survei deskriptif. Subjek penelitian ini adalah anak SDN 1 Pakangki dan SDN 13 Palangki di Kecamatan IV Nagari kelas I sampai VI. Hasil penelitian berdasarkan pemeriksaan tinja, didapatkan infeksi cacing usus 53%, dan infeksi tidak cacing usus 47%.
PENGARUH PEMBERIAN JUS BELIMBING (Averrhoe Carambola Linn) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANDALAS TAHUN 2018 Vino Rika Novia; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v1i1.248

Abstract

Menurut Dinas Kesehatan Kota Padang kejadian hipertensi mencapai 7.880 orang dan banyak terdapat di Puskemas Andalas sekitar 13,05 % dari semua puskesmas di Kota Padang . Hipertensi merupakan kondisi ketika seseorang mengalami kenaikan tekanan darah baik secara lambat atau mendadak atau akut. Salah satu cara untuk mengobati hipertensi yaitu dengan mengkonsumsi jus belimbing. Jus belimbing dapat menurunkan tekanan darah, dikarenakan adanya kandungan alkaloid, saponin, flavonoid, lemak, protein, vitamin A, B, C, kalsium, besi dan fosfor, kalsium, dan natrium.Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh jus belimbing (averrhoe carambola linn) terhadap penurunan tekanan darah pada penderitahipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kota Padang Tahun 2018. Penelitian ini dilaksanakan selama satu minggu dengan pemberian jus belimbing satu hari sekali. Rancangan penelitian menggunakan Quasy Eksperimen menggunakan One group Pretest-post test desaign terhadap 10 responden dengan hipertensi. Uji statistic yang digunakan adalah uji Paired T-test. Hasil penelitian diperoleh adalah tekanan darah pretest yaitu 161,20/99,00 mmHg dan tekanan darah posttest yaitu 139,20/81,20 mmHg. Hasil uji Paired T-test didapatkan p value 0,000 pada tekanan darah sitolik dan p value 0,000 pada tekanan darah diastolik maka Ha diterima. Simpulan dari hasil penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian jus belimbing (averrhoe carambola linn) terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kota Padang Tahun 2018. Saran peneliti adalah ada baiknya masyarakat mengkonsumsi jus belimbing dalam menurunkan tekanan darah karena kandungan dalam belimbing sangat banyak manfaatnya bagi kesehatan tubuh. 
PENGARUH KOMPRES HANGAT JAHE MERAH (Zingiber officinale rosc.Var.rubrum) TERHADAP DERAJAT NYERI MENSTRUASI (DISMENORRHEA) PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 12 SUNGAI PENUH TAHUN 2018 Harmawati Harmawati; Ayu Gustia Ningsih; Debi Yulia
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v1i1.244

Abstract

Rasa nyeri haid atau disminore ini membawa remaja pada kondisi yang tidak menyenangkan. Melihat dampak tersebut, salah cara mengatasinya adalah dengan metode non farmakologi yaitu kompres hangat jahe merah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian kompres hangat jehe merah (Zingiber officinale Rosc.Var.Rubrum) terhadap derajat nyeri menstruasi (dismenorrhea) pada remaja putri di SMP Negeri 12 Sungai Penuh tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre eksperimen, menggunakan desain one group pretest-posttest yang dilaksanakan pada tanggal 30 Juli - 4 Agustus 2018. Populasi seluruh remaja putri kelas VII dan VIII yang mengalami nyeri menstruasi (dismenore) sebanyak 121 orang dengan jumlah sampel sebanyak 10 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Numerical Rating Scale (NRS). Data di olah secara komputerisasi dengan analisis univariat menggunakan statistik deskriptif dan analisis bivariat menggunakan uji t-test dependen dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian didapatkan rata-rata nyeri menstruasi (Dismenorrhea) sebelum diberikan kompres hangat jahe merah adalah 5,30 dan menurun sesudah diberikan kompres hangat jahe merah adalah 3,80. Ada pengaruh pemberian kompres hangat jahe merah terhadap derajat nyeri menstruasi pada remaja putri (p value = 0,000). Berpedoman dari hasil penelitian dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian kompres hangat jahe merah terhadap derajat nyeri menstruasi pada remaja putri, maka diharapkan kepada pihak sekolah hendaknya melakukan kerja sama dengan tenaga kesehatan untuk memberikan informasi mengenai nyeri menstruasi (Dismenorrhea) serta pemberian informasi sebaiknya diberikan sejak dini agar menambah pengetahuan siswi dalam mengatasi nyeri menstruasi (Dismenorrhea) pada saat menstruasi secara non farmakologis. 
DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN TEH HIJAU (Camellia sinensis) TERHADAP BAKTERI Streptococcus Mutans Annita Annita; Hendri Panus
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v1i1.250

Abstract

Karies gigi merupakan penyakit yang paling banyak dijumpai di rongga mulut, sehingga merupakan masalah utama kesehatan gigi dan mulut. Patogenitas Streptococcus mutans sebagai penyebab utama karies gigi dipercaya dapat mengganggu biologi rongga mulut. Streptococcus mutans dapat memproduksi asam laktat, sehingga dapat menyebabkan demineralisasi dari permukaan gigi yang merupakan proses terjadinya karies. Guna mencegah terjadinya karies gigi, dewasa ini banyak metode yang digunakan, misalnya penyikatan gigi, berkumur dengan antiseptik, aplikasi fluor, perbaikan kualitas saliva dan akhir-akhir ini ditemukan bahwa teh dapat digunakan sebagai pencegah terjadinya karies. Bahan yang terkandung di dalam teh hijau yang berperan sebagai antiseptik adalah katekin dan tannin yang merupakan senyawa polifenol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur daya hambat ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis) terhadap bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik, untuk melihat sifat antibakteri dengan mengukur konsentrasi inhibisi dan efek hambat minimal berbagai kadar ekstrak daun teh hijau. Pada penelitian ini dilakukan 3 kali perlakuan pada 6 dosis pemberian ekstrak daun teh hijau, yaitu dosis 10 %, 20 %, 30 %, 40 %, 50 % dan 100 % (kontrol positif). Data dianalisis dengan uji One-Way ANOVA. Hasil uji One-way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan diameter zona hambat yang signifikan (p<0,05) pada konsentrasi 10% dan 100% setelah masa inkubasi 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun teh hijau mampu menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Peningkatan konsentrasi ekstrak daun teh hijau berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan efek antibakteri. 
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN TB PARU Rahmi Novita Yusuf; Nurleli Nurleli
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v1i1.245

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan Tuberkulosis (TB) sebagai suatu problema  kesehatan masyarakat yang sangat penting dan serius diseluruh dunia dan merupakan penyakit yang menyebabkan kedaruratan global (Global Emergency) karena pada sebagian besar negara di dunia penyakit TB Paru tidak terkendali, ini disebabkan banyaknya penderita yang tidak berhasil disembuhkan, serta sebagai penyebab utama yang diakibatkan oleh penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi terhadap kejadian TB Paru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien suspek atau diduga TB Paru yang dirata - ratakan dalam sebulan sebanyak 281 orang, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 50 sampel, pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembaran observasi. Uji statistik adalah Chi Square. Dari hasil penelitian didapatkan hampir separuh 22 (44,0%) memiliki status gizi kurus, dan hampir separuh 20 (40,0%) responden terkena TB Paru. Pada hasil penelitian ini terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian TB Paru dengan p value = 0,006. Berdasarkan hal di atas dapat disimpulkan bahwa status gizi mempengaruhi terhadap kejadian TB Paru. Diharapkan pada masyarakat agar dapat menjaga pola makan yang seimbang dan sehat maksudnya tidak hanya makan nasi atau makanan dari tepung saja tapi lengkap dengan lauk pauk ikan sayur dan buah, dan menjaga kesehatannya dengan cara tidak merokok, istirahat yang cukup dan rutin berolah raga supaya badan menjadi sehat.
PENGARUH JUS SIRSAK TERHADAP KADAR ASAM URAT PADA PENDERITA ARTRITIS GOUT Indah Komala Sari; Tiurmaida Simandalahi; Honesty Diana Morika
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v1i1.251

Abstract

Artritis Gout adalah penyakit metabolik yang ditandai oleh penumpukan asam urat. Gangguan akibat kadar asam urat yang tinggi mengakibatkan nyeri sendi kuat, pembengkakan sendi, peradangan pada sendi, dan kerusakan pada sendi. Salah satu tindakan untuk mengatasi Artritis Gout secara nonfarmakologi yaitu dengan jus sirsak. Sirsak mengandung asam malat dan antioksidan yang dapat menurukan kadar asam urat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh jus sirsak terhadap kadar asam urat pada penderita Artritis Gout di wilayah kerja Puskesmas Lubug Begalung Padang tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah Quasy Exsperiment dengan pendekatan Non Equivalent Control Group yang telah dilaksanakan pada tanggal 19-26 Agustus 2018.Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita Artritis Gout di Wilayah Kerja Puskesmas Lubug Begalung Padang pada bulan Maret – Agustus 2018 dengan jumlah pasien 166 orang. Teknik Sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang penderita Artritis Gout yang mengkonsumsi obat.Data diolah secara komputerisasi dengan analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan ujiT-test independent.Hasil penelitian didapatkan terdapat perbedaan rata-rata kadar asam urat pada kelompok kontrol pengukuran pretest adalah 8,370 mg/dL dan posttest 6,830 mg/dL, sedangkan padakelompok intervensi setelah diberikan jus sirsak rata-rata kadar asam urat pretest adalah 8,550 mg/dL dan posttest 5,680. Berdasarkan uji statistik didapatkan p Value = 0,000 (P ≤ 0,05) yang berarti ada pengaruh antara jus sirsak dan kadar asam urat.Disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian jus sirsak terhadap penurunan kadar kadar asam urat pada penderita Artritis Gout di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Begalung padang tahun 2018. Hasil penelitian ini dapat memberi masukkan bagi Puskesmas Lubug Begalung Padang dalam memberikan terapi nonfarmakologi jus sirsak yang bermanfaat dalam menurunkan kadar asam urat pada penderita Artritis Gout.
PENGARUH PEMBERIAN KOLANG KALING (Arengea pinnata ) TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI REMATIK PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUMUN Etri Yanti; Eliza Arman
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v1i1.246

Abstract

Tinggi nya angka kejadian Rematik di wilayah kerja Puskesmas Kumun dikarenakan kurangnya tingkat pengetahuan terhadap Rematik, akibatnya lansia tidak tahu cara penanganan rematik itu sendiri, Terapi kolang kaling merupakan cara yang dilakukan dalam penurunan skala nyeri rematik pada lansia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kolang kaling terhadap penurunan skala nyeri rematik pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kumun tahun 2018.  Jenis penelitian Quasi-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design,penelitian ini telah dilakukan  di wilayah kerja puskesmas Kumun mulai dari proposal sampai penelitian dari bulan mei-september.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang menderita rematik di wilayah kerja puskesmas kumun tahun 2018 sebanyak 127 orang diambil dengan cara Acak Rendom Sederhana sebanyak 16 orang.Teknik pengolahan data dengan editing,coding, entry, dan cleaning.Analisa data univariat menggunakan mean (rata) dan bivariat menggunakan  uji paired sampel tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata rata skala nyeri rematik lansia (pretest) 5,62 dengan standar devisiasi 0,619 dan rata rata skala nyeri setelah (posttest) diberikan kolang 3,31 dengan standar devisiasi 1,138 dan perbedaan rata rata skala nyeri pretest dan posttes adalah 2,500 dengan standar devisiasi 0,894 hasil uji statistik didapatkan p-value= 0,000 ( p ≤ 0,05 ) berarti ada  pengaruh kolang kaling terhadap penurunan skala nyeri rematik pada lansia di wilayah kerja puskesmas kumun. Disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian kolang kaling terhadap penurunan skala nyeri  rematik pada lansia.Disarankan kepada kepala puskesmas Kumun untuk melakukan perawatan penyakit rematik pada lansia dengan melakukan tindakan perawatan nonfarmakologi yaitu terafi kolang kaling selain tindakan perawatan farmakologi.
Pengaruh Pemberian Jus Kiwi (Actinida Deliciora ) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Lansia Dezi Ilham
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v1i1.262

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan terjadinya peningkatan tekanan darah yang memberi gejala berlanjut pada suatu organ tubuh sehingga timbul kerusakan lebih berat seperti stroke. Di Sumatra Barat tahun 2013  prevelensi  hipertensi yang didapat melalui pengukuran pada umur >18 tahun adalah sebanyak 22,6 % (Riskesdas, 2013). Berdasarkan observasi awal di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Sabai Nan Aluih Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2016, setelah dilakukan wawancara lansia yang menderita hipertensi periode November- Desember 2016. Lebih dari separuh (62,5 %) 150 lansia yang menjadi responden di PSTW Sabai Nan Aluih Sicincin Padang Pariaman. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Jus kiwi (Actinida Deliciora) Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada lansia.Bentuk penelitian ini adalah Quasy Eksperimental dengan rancangan One Group Pretest-Postest yaitu dengan melakukan pengukuran tekanan darah sebelum (Pretest) dan sesudah (Postest) perlakuan yang diberi jus kiwi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2017. Populasi seluruh lansia penderita hipertensi yang ada di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Si Cinci Kabupaten Padang Pariaman di kategorikan hiperetensi yaitu yang memiliki tekanan darah > 140-200 mmhg ttd>90-100mmhg berdasarkan pengukuran tekanan darah di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Si Cincin Kabupaten Padang Pariaman sebanyak 150. sampel 15 subjek. Data yang diperoleh untuk melihat pengaruh pemberian jus kiwi terhadap tekanan darah  pada penderita hipertensi di analisis statistic non parametric Uji Wilconox Signed Rank Test. 
PENGARUH DIET TERHADAP KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Ibrahim .
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v1i1.241

Abstract

Penyakit Diabetes setiap tahun mengalami peningkatan oleh karena itu perlu untuk mengendalikan kadar glukosa dalam rentang normal agar terhindar dari komplikasi. Faktor yang berhubungan dengan kadar gula darah yaitu pola diet, stres, aktivitas fisik atau olah raga, edukasi, dan obat-obatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh diet terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Muara Bulian tahun 2018. Jenis penelitian adalah Korelasional dengan obsevasional. Penelitian telah dilakukan di Puskesmas Muara Bulian Pada tanggal 16 Agustus – 26 Agustus 2018. Populasi penelitian pasien Diabetes Melitus di wilayahkerja Puskesmas Muara Bulian Kabupaten Batang Hari Sebanyak 40 orang. Teknik pengambilan sampel adalah Total sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisis  univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan lebih dari separoh 52.5 % kadar gula darah tidak normal,dan lebih dari separoh 52.5 % diet tidak teratur. Uji bivariat menunjukkan ada pengaruh diet  (p=0.001) terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes tipe II. Kesimpulan ada pengaruh dietterhadap kadar gula darah pada pasien diabetes tipe II. Hasil penelitian ini diharapkan perawat memberikan pelayanan berupa penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan pemberian leaflet sehingga meningkatkan pengetahuan pasien dalam mengaplikasikan upaya pencegahan komplikasi penyakit diabetes mellitus.

Page 1 of 2 | Total Record : 12