cover
Contact Name
Yasmina Amalia
Contact Email
yasminaamalia@yahoo.com
Phone
+628562553026
Journal Mail Official
adminjmept@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jl. Babarsari No. 2, Tambakbayan, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology
ISSN : 27236854     EISSN : 27981037     DOI : https://doi.org/10.31315/jmept
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology diterbitkan oleh Program Studi Teknik Metalurgi, Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta. Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu Februari dan Agustus. Fokus dan ruang lingkup Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology adalah Pengolahan Mineral, Batubara, Metalurgi Ekstrasi, Metalurgi Fisika, Metalurgi Mekanik, dan Pengelolaan Mineral
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (July 2022) Special Edition" : 7 Documents clear
Pengaruh Perlakuan Panas Terhadap Struktur Mikro Cu-based Shape Memory Alloy Atik Setyani; Hendy Roesma Wardhana
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 2, No 3 (July 2022) Special Edition
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmept.v2i3.9385

Abstract

Paduan Shape Memory Alloy (SMA) memiliki kecerdasan fungsional yang dapat merespon tekanan maupun temperatur melalui transformasi termoelastik secara non difusi. Dalam pengembangannya, perlakuan panas akan sangat berpengaruh terhadap performa material yang dapat dilihat salah satunya melalui fasa martensit yang terbentuk. Oleh karena itu pada penelitian ini dipelajari pengaruh perlakuan panas dengan memvariasikan media pencelupan pada plat SMA Cu-28Zn-3Al wt. % terhadap sifat struktur mikronya.  Media pencelupan yang digunakan dalam penelitian ini adalah campuran es kering+air (EW) dan es kering+alkohol (EA) sebagai media pendingin pada rentang temperatur (5 s.d -5 ℃). Tahapan penelitian dimulai dengan perlakuan betatizing plat Cu-28Zn-3Al wt. % pada temperatur 825 ℃ selama 30 menit kemudian di quenching dengan metode direct quench menggunakan variasi media pendingin yaitu EW dan EA. Karakterisasi dilakukan menggunakan optical microscope, XRD dan microvickers. Hasil pengamatan strukturmikro sampel as-quench menunjukkan bahwa perlakuan panas dengan variasi media pencelupan menyebabkan transformasi fasa dari α+β menjadi fasa martensit dan retained α. Selain itu, variasi media pendingin juga menyebabkan terjadinya perbedaan rasio fasa martensit dan retained α pada masing-masing sampel karena perbedaan laju pendinginan, namun tidak disertai perbedaan ukuran butir yang signifikan. Hasil pengujian microvickers menunjukkan kekerasan fasa martensit lebih tinggi dibandingkan dengan retained α.
Studi Ekstraksi Titanium dari Pelindian Pasir Besi Bengkulu menggunakan Larutan Asam Klorida Wanidya Niimmallaili Hadining; Imam Prasetyo; Amalia Fathia; Muhammad Zaki Mubarok
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 2, No 3 (July 2022) Special Edition
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmept.v2i3.9368

Abstract

Pasir besi Indonesia yang terdapat disepanjang pantai Samudera Hindia dapat diolah untuk menghasilkan pig iron yang dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi besi baja. Kandungan titanium pada pasir besi menimbulkan permasalahan pada proses peleburan pasir besi karena dapat meningkatkan temperatur leleh terak. Permasalahan ini dapat dihindari dengan proses pengambilan titanium sebagai produk terpisah sehingga dapat meningkatkan nilai tambah pasir besi. Salah satu proses pengambilan titanium dan besi sebagai produk terpisah dapat ditempuh dengan ekstraksi menggunakan larutan asam seperti asam klorida dan asam sulfat. Studi ini dilakukan untuk menentukan kondisi optimum perolehan titanium dan besi dari pasir besi menggunakan larutan asam klorida dengan memvariasikan waktu tinggal, konsentrasi asam HCl, temperatur pengoperasian, fraksi ukuran butiran, kecepatan pengadukan, dan nisbah solid/likuid (S/L). Serangkaian karakterisasi juga dilakukan untuk mendukung hasil percobaan seperti karakterisasi awal menggunakan XRD untuk menentukan fasa senyawa dominan, XRF untuk menentukan kandungan unsur pada pasir besi secara kuantitatif, dan AAS untuk menentukan kadar elemen pada larutan hasil pelindian. Persen ekstraksi titanium tertinggi adalah 91,38% dan menghasilkan produk sampingan besi sebesar 80,72%, pada kondisi optimum proses pelindian selama 8 jam, konsentrasi HCl 8M, temepratur pengoperasian 90oC, fraksi ukuran butiran -200+350mesh, kecepatan pengadukan 300rpm, dan nisbah solid/liquid sebesar 1/20 (gr/mL).
Analisis Sifat Mekanik Material Baja Karbon Rendah ST 37 Akibat Dari Pengujian Tarik Berdasarkan Data Manual dan Komputer Imam Prabowo; Muhammad Ichsanudin
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 2, No 3 (July 2022) Special Edition
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmept.v2i3.9386

Abstract

ST 37 Steel is categorized as a low carbon steel which has a composition of carbon around0.005 to 0.3% weight. It has good ductility, flexibility, weldability and formability so can be applied for automotive industry’s components as well as material constructions. Unfortunately, it does not possess an excellent hardness and wear resistance. In this research, ST 37 was subjected to tensile testing to understanding its mechanical properties of ST 37 Steel by comparing the data obtained from manual and computerized procedures. The tensile testing was conducted by Universal Testing Machine (Tarno Grocki), applying ASTM E8/E8M. The results of the experiments revealing the ultimate tensile strength of ST 37 Steel based on computerized and manual procedures are 524,03 MPa and 511,44 Mpa respectively. In addition, the Young modulus of ST 37 Steel based on computerized and manual procedures are 524,03 MPa and 511,44 Mpa respectively. In addition, the Young modulus of manual and computerized procedures are 16,338 GPa and 3,598 Gpa consecutively. Moreover, the yield strength was 411,03 Mpa. The differences between manual and computerized procedures were due to sampling time, parallax and cosine errors and the distinct number of data. Furthermore, the surface of the material after tensile testing showed ductile fracture mechanism in which the fracture was shaped like a cup and cone and formed an angle of 45o. The surface is also displaying a filamentous shape because of the tensile force.
Analisis Pengaruh Ukuran Serbuk Kromium Karbida terhadap Hasil Morfologi Lapisan High Velocity Oxygen Fuel (HVOF) Thermal Spray Coating Hendy Roesma Wardhana; Budi Prawara; Mansyur Abdul Shaleh
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 2, No 3 (July 2022) Special Edition
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmept.v2i3.9371

Abstract

High Velocity Oxygen Fuel (HVOF) thermal spray merupakan metode coating yang banyak digunakan karena memiliki berbagai keunggulan. Namun demikian, prosedur coating yang dilakukan dengan waktu singkat, kecepatan tembak yang tinggi, dan juga berkisar pada temperatur tinggi dapat menjadi permasalahan proses pengerjaan yang menyebabkan kecacatan hasil coating. Beberapa kajian sebelumnya, sudah membahas mengenai pengaruh kecepatan tembak terhadap profil lapisan. Pada penelitian ini, ukuran serbuk feedstock 45 µm dan 37 µm digunakan untuk mengetahui perbedaan hasil lapisan yang terbentuk. Proses penyemprotan dilakukan dengan standar penelitian sebelumnya dan diatur sesuai dengan kapasitas mesin HVOF thermal spray. Pembahasan mengenai profil lapisan dibantu dengan alat mikroskop optik untuk mengetahui morfologi tingkat mikro. Pembahasan ketebalan lapisan, porositas, dan kekasaran permukaan lapisan dibahas secara komprehensif dengan memperhatikan pembahasan penelitian sebelumnya. Penelitian ini bermanfaat sebagai dasar pengetahuan mengenai pengaruh ukuran serbuk terhadap profil lapisan coating pada metode HVOF thermal spray.
ANALISIS FORMING LIMIT DIAGRAM (FLD) PADA MATERIAL TEMBAGA Mansyur Abdul Shaleh; Atik Setyani
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 2, No 3 (July 2022) Special Edition
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmept.v2i3.9372

Abstract

Forming Limit Diagram also known as forming limit curve, is used in sheet metal forming to predict sheet metal forming behavior. The diagram contains a graphical description of a material failure test, such as the hollow dome test. This study aims to make a Forming Limit Diagram (FLD) of copper material with a thickness of 0.5 mm through the Nakazima standard FLD test using the experimental method research process. FLD test results are strengthened by tensile testing using the ASTM E8 standard with a cutting angle at 00 450, and 900 against the plate rolling direction. The results of the FLD test analysis on copper with a thickness of 0.5 mm show that the specimen has a maximum major strain value of 17.96% and a maximum minor strain of 7.05% while for tensile strength a cutting angle of 450 has the greatest maximum stress of 124,414 MPa, and experienced the greatest strain of 28.8%. specimen 00 true stress was 85.934 MPa, true strain was 14.5 %, and specimen 900 was true stress was 116.138 MPa, true strain was 25.4 %.
Ulasan Mekanisme Reduksi pada Proses Reduksi Langsung Konsentrat Pasir Besi atau Titanomagnetit Imam Prasetyo; Wanidya Niimmallaili Hadining
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 2, No 3 (July 2022) Special Edition
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmept.v2i3.9374

Abstract

Research and developments that related to the utilization of titanomagnetite (TTM) or iron sand concentrate using direct reduction is more developed than blast furnace technology. The presence of titanium in the feed causes the blast furnace (BF) technology to be less appropriate. Mastery in the reduction behavior of iron sand concentrate or titanomagnetite is important as a basis for further technology development. The phase transformation of the iron oxide reduction process is generally known as follows: Fe₂O₃ → Fe₃O₄ → FeO → Fe. Meanwhile, based on the literature review that has been carried out, it is known that thermodynamically the requirement of CO/(CO+CO₂) partial pressure to reduce titanomagnetite concentrate is greater compared to the other iron oxides. The phase transformation that occur during the carbothermic reduction of iron sand or titanomagnetite concentrates have also been summarized in this review.
Pengaruh Temperatur Terhadap Hasil Uji Impak Baja Karbon Rendah ST 37 Muhammad Ichsanudin; Imam Prabowo
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 2, No 3 (July 2022) Special Edition
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmept.v2i3.9381

Abstract

Salah satu permasalahan terpenting di industri otomotif adalah mengenai ketangguhan material. Ketangguhan merupakan kemampuan material dalam menyerap energi sampai patah / gagal, biasanya diukur dengan menggunakan motode uji impak dengan standar ASTM E 23. Pengujian impak pada baja karbon rendah ST 37 sangat penting dilakukan karena baja karbon ST 37 merupakan salah satu material yang banyak digunakan di industri otomotif seperti: roda gigi, poros, dll. Metode yang dilakukan yaitu dengan memvariasikan temperatur material yaitu: temperatur ruang (24,7 °C), -40 °C, -20 °C, 40 °C, dan 80 °C. peralatan yang digunakan yaitu mesin uji impak Wolpert dengan kapasitas 300 J. berdasarkan hasil pengujian, diperoleh bahwa material baja karbon ST 37  mengalami patah ulet pada temperatur kamar (24,7 °C) dan diatasnya (40 °C dan (80 °C) serta mengalami patah getas pada temperatur ekstrim (-20 °C dan -40 °C). Material baja karbon termasuk material BCC yang mengalami transisi dari patah ulet ke getas pada pada temperatur kamar (24,7 °C) ke temperatur ekstrim -20 °C. Material getas hanya membutuhkan energi yang kecil untuk berdeformasi plastis sehingga membentuk patahan sudut 90° tanpa adanya elongasi. Sedangkan material ulet membutuhkan energi yang banyak untuk berdeformasi plastis sehingga membentuk patahan sudut 45° dengan adanya elongasi. Karena pada hakikatnya, energi kinetik beban impak akan berubah menjadi energi untuk mendeformasi plastis material.

Page 1 of 1 | Total Record : 7