cover
Contact Name
https://journal.uny.ac.id/index.php/epistema
Contact Email
monika.sidabutar@uny.ac.id
Phone
+62274586168
Journal Mail Official
epistema_ktpfip@uny.ac.id
Editorial Address
Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No.1 Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Epistema
ISSN : -     EISSN : 27238199     DOI : https://doi.org/10.21831/ep.v2i1
Core Subject : Education,
Epistema is a showcase of original and scrupulously conducted research in educational technology. The scope includes curriculum development & course design, innovation in learning, technology in learning, digital technology in education, evaluation of technology application in education and etc. in addition, other studies that related to Educational Technology can also be published in this journal.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2020)" : 8 Documents clear
Front Matter, Vol. 1 No. 1 (Mei 2020) Epistema, Editor
Epistema Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v1i1.32493

Abstract

Pelaksanaan program gerakan literasi sekolah (GLS) di SD Muhammadiyah Sokonandi Septiary, Denggan; Sidabutar, Monika
Epistema Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v1i1.32054

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pelaksanaan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SD Muhammadiyah Sokonandi; (2) mendeskripsikan faktor yang mendukung dan menghambat dalam pelaksanaan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SD Muhammadiyah Sokonandi. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif kualitatif dengan subjek kepala sekolah pendidik serta peserta didik. Metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan teknik triangulasi sumber dan teknik triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) dalam pelaksanaan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) mengikuti panduan yang diterbitkan Kemendikbud, namun dilakukan pengembangan secara mandiri sesuai visi dan misi karena sekolah ini merupakan sekolah berbasis agama islam. Proses pelaksanaan program GLS terbagi dalam (a) perencanaa, (b) pelaksanaan, dan (c) evaluasi; (2) faktor pendukung yang ditemukan dalam proses pelaksanaan program GLS yaitu: (a) sarana dan prasarana yang memadai yaitu: 2 unit perpustakaan, pojok baca, laboraturium komputer, lingkungan yang literat (b) alokasi dana yang memadai (c) terjalin kerja sama dengan beberapa lembaga (d) pemanfaatan media. (3) faktor penghambat yang ditemukan dalam proses pelaksanaan program GLS yaitu: (a) perbedaan kemampuan dan inisiatif SDM (b) kurangnya strategi pemusatan perhatian literasi terhadap peserta didik (c) penyelenggaran kegiatan pendukung literasi yang tidak sesuai penjadwalan.
Studi evaluasi program pendidikan dan pelatihan komputer di balai latihan kerja kabupaten bantul Ernawati, Yuli; Suyantiningsih, Suyantiningsih
Epistema Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v1i1.32488

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pendidikan dan pelatihan komputer Tahun 2019 di Balai Latihan Kerja Kabupaten Bantul, ditinjau dari aspek context, input, process, dan product dengan menggunakan model evaluasi CIPP. Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara,dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan meliputi: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber dan metode. Hasil evaluasi yang dilakukan dengan menggunakan model CIPP menunjukkan bahwa program pendidikan dan pelatihan Komputer di Balai Latihan Kerja Kabupaten Bantul secara keseluruhan masih belum sesuai dengan standar pelaksanaan Pendidikan dan pelatihan, baik dari aspek context, input, process, maupun product. Namun demikian, derajat ketidaksesuaiannya untuk masing-masing aspek dalam perspektif model CIPP yang dipergunakan masing-masing berbeda.Abstract           This study aims to evaluate the computer training and education program in 2019 at Balai Latihan Kerja Kabupaten Bantul, in terms of context, input, process, and product using the CIPP evaluation model. This research is an evaluative study using a qualitative approach. Data collection techniques carried out using the method of observation, interviews, and document studies. Data analysis techniques used include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Triangulation used is the source and method triangulation. The results of evaluations carried out using the CIPP model show that the computer education and training program at Balai Latihan Kerja Kabupaten Bantul is still not in accordance with the standards of implementing education and training as a whole, both in the context, input, process, and product aspects. However, the degree of discrepancy for each aspect in the perspective of the CIPP model used is different from one to another.
Korelasi antara persepsi pengelolaan dan layanan pustaka dengan motivasi belajar di digital library UNY Arosyadi, Muh. Ihwan; Suyantiningsih, Suyantiningsih
Epistema Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v1i1.32489

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat pengelolaan pustaka di Digital Library, (2) mendeskripsikan tingkat layanan pustaka di Digital Library, (3) menginvestigasi tingkat motivasi belajar mahasiswa FIP terhadap Digital Library, (4) mengetahui korelasi antara pengelolaan pustaka dengan motivasi belajar di Digital Library, dan (5) mengetahui korelasi antara layanan pustaka dengan motivasi belajar di Digital Library. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional, menggunakan metode korelasi product moment. Sampel dalam penelitian ini adalah pemustaka (mahasiswa) yang sedang menempuh gelar sarjana S1 dengan target presentase 15% dari program studi yang ada di Fakultas Ilmu Pendidikan UNY. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat pengelolaan pustaka di Digital Library senilai 3,2 kategori sangat tinggi, (2) tingkat layanan pustaka di Digital Library senilai 3,1 termasuk dalam kategori sangat tinggi, (3) tingkat motivasi belajar mahasiswa FIP terhadap Digital Library senilai 3,1 kategori sangat tinggi, (4) korelasi pengelolaan pustaka dengan motivasi belajar berdasarkan teori Pearson Corelation nilai significancy menunjukan (p = 0,000 <0,05). Hal ini membuktikan bahwa hubungan kedua variabel adalah positif. (5) korelasi layanan pustaka dengan motivasi belajar berdasarkan teori Pearson Corelation nilai significancy menunjukan (p = 0,000 <0,05), dengan demikian hal ini membuktikan bahwa hubungan kedua variabel adalah positif. Abstract This study aims to: (1) determine the level of library management in the Digital Library, (2) describe the level of library services in the Digital Library, (3) investigate the motivation level of student learning towards the Digital Library, (4) find out the correlation between library management and motivation of learning in the Digital Library, and (5) knowing the correlation between library services with motivation of learning in the Digital Library. This type of research conducted in this study is quantitative correlational, using the product moment correlation method. The sample in this study is the user (student) who is pursuing a bachelor's degree with a target percentage of 15% of the existing study programs at the Faculty of Education UNY. The results showed that: (1) the level of library management in the Digital Library worth 3.2, categories is very high, (2) the level of library service in the Digital Library worth 3.1 is included in the very high category, (3) the level of students' motivation of learning towards Digital Library worth 3.1 categories is very high, (4) correlation of library management with learning motivation based on the Pearson Corelation theory significance value shows (p = 0,000 <0.05), this proves that the relationship between the two variables is positive, (5) correlation of library services with motivation of  learning based on the Pearson Correlation theory significance value shows (p = 0,000 <0.05), thus this proves that the relationship between the two variables is positive.
Pemanfaataan lingkungan berbasis alam sebagai sumber belajar kelas V di SD 1 Trirenggo Bantul Anindita, Nimas; Sidabutar, Monika
Epistema Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v1i1.32055

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis lingkungan berbasis alam yang digunakan sebagai sumber belajar, mendeskripsikan langkah-langkah pemanfaatan lingkungan alam sebagai sumber belajar, dan mengetahui hambatan dan solusi yang digunakan dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatakan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yang terdiri dari 2 pendidik dan 8 peserta didik kelas VA dan VB, SD 1 Trirenggo Bantul. Metode pengambilan data menggunakan teknik triangulasi: wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran pada tema 8 dan 9, pendidik menggunakan lingkungan alam fisik atau abiotik saja sebagai sumber belajar yang terdiri atas; air, tanah, pasir, batu kerikil besar dan kecil. Langkah-langkah pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar adalah perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan penilaian. Hambatan yang terjadi dalam proses pembelajaran adalah peserta didik tidak mengikuti instruksi yang diberikan oleh pendidik saat melakukan pengamatan. Solusi yang dilakukan oleh pendidik yaitu pendidik menegur, menasehati dan mengingatkan peserta didik.
Keterampilan kolaborasi mahasiswa teknologi pendidikan dalam mata kuliah kewirausahaan berbasis proyek Nadhiroh, Putri Siti; Trilisiana, Novi
Epistema Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v1i1.32322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, (1) Proses pembelajaran Mata Kuliah Kewirausahaan berbasis proyek pada mahasiswa Teknologi Pendidikan sebagai strategi pengembangan keterampilan kolaborasi; (2) Keterampilan kolaborasi mahasiswa Teknologi Pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berjenis studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran kewirausahaan sudah dilakukan dengan baik melalui 6 tahapan, yaitu penyajian masalah, perencanaan kerja, penjadwalan, pembuatan proyek, penilaian, dan evaluasi. Keterampilan kolaborasi mahasiswa menunjukkan hasil yang baik, (1) Mahasiswa sudah mampu berkomunikasi dengan baik; (2) Mahasiswa tertib dalam kehadiran; (3) Mampu memimpin anggotanya; (4) Mahasiswa memiliki kesadaran tinggi untuk menyelesaikan proyek; (5) Kerjasama dilakukan dengan baik; (6) Mahasiswa menggunakan sumber terpercaya; (7) Mahasiswa mampu menyesuaikan diri dengan perubahan; (8) Mampu mengontrol emosi; dan (9) Sembilan dari sebelas kelompok lolos terdanai PMW 2019. Namun ada beberapa temuan indikator yang belum maksimal: (1) Mahasiswa tidak membuat peraturan; (2) Kurang percaya diri; dan (3) Pengorganisasian kinerja tidak dilakukan secara rinci. This study aims to describe, (1) The learning process of project-based Entrepreneurship Courses in Educational Technology students as a strategy for developing collaboration skills; (2) Collaboration skills of Educational Technology students. This research uses a qualitative method that is a type of case study. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The results showed that the entrepreneurial learning activities had been carried out well through 6 stages, namely problem presentation, work planning, scheduling, project making, assessment, and evaluation. Student collaboration skills show good results, (1) Students are able to communicate well; (2) Students are orderly in attendance; (3) Able to lead members; (4) Students have high awareness to complete the project; (5) Cooperation is done well; (6) Students use trusted sources; (7) Students are able to adjust to changes; (8) Able to control emotions; and (9) Nine out of eleven groups qualify for PMW 2019. However, there are some findings of indicators that have not been maximized: (1) Students do not make regulations; (2) Lack of confidence; and (3) Organizing performance is not carried out in detail.
Pengelolaan pembelajaran akidah akhlak di Madrasah Aliyah Negeri Kota Magelang Ramadhan, Hilmawan Nur; Pujiriyanto, Pujiriyanto
Epistema Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v1i1.32324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan pengelolaan pembelajaran akidah akhlak dan faktor-faktor yang pendukung menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, jenis deskriptif. Sumber data penelitian yaitu kepala sekolah, 3 guru mata pelajaran akidah akhlak kelas X dan XI, siswa kelas X dan XI. Metode pengambilan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri sebagai human instrument. Keabsahan data diperoleh melalui triangulas sumber dan teknik.  Hasil penelitian menunjukkan kegiatan pengelolaan pembelajaran yang dilakukan terbagi menjadi 3 yaitu perencanaan dengan aktivitas menyusun RPP, bahan ajar, dan media pembelajaran, Pelaksanaan meliputi  kegiatan pendahuluan, inti dan penutup. Kegiatan pendahuluan meliputi apersepsi, pre-test, menyampaikan tujuan pembelajaran, memberi nasihat. Kegiatan inti sesuai denganmodel yang diterapkan didominasi oleh problem based learning, CTL, dan model kooperatif. Metode bervariasi didominasi ceramah, diskusi, presentasi dan tanya jawab dengan menerapkan strategi bervariasi dengan dukungan media berbasis visual. Penutup berisi kegiatan menyimpulkan secara lisan dan tertulis, dan memberikan feedback kepada siswa. Evaluasi sayangnya masih berbasis ujian tertulis dan lisan, dengan evaluasi formatif yang dilakukan secara terjadwal. Hambatan yang terjadi yaitu adanya kekurang fasilitas media pembelajaran yang kurang tersedia, sementara faktor pendukung adanya motivasi dari pada guru untuk berinovasi.This study aims to describe the activities of the lerning management of moral learning and the factors that were support and hinder on its implementation. Research used a qualitative approach. Sources of research data were the principal, 3 teachers of moral subjects of class X and XI,and the students were in  class X and XI. The collected by interview, observation, and documentation. The research instrument was the researcher himself as a human instrument. Credibility of data was achieved tgrough triangulation sources and tecniques The results showed that the learning management activities carried out were divided into 3 namely planning with the activities of preparing lesson plans, teaching materials, and learning media. Implementation included preliminary, core and closing activities. Preliminary activities include apperception, pre-test, conveying learning objectives, giving advice. The core activities in accordance with the applied model are dominated by problem based learning, CTL, and cooperative models. The varied methods are dominated by lectures, discussions, presentations and questions and answers by implementing varied strategies with the support of visual based media. Closing contains concluding activities verbally and in writing, and giving feedback to students. The evaluation is unfortunately still based on written and oral examinations, with formative evaluations conducted on a scheduled basis. Barriers that occur are the lack of learning media facilities that are not available, while supporting factors are the motivation of the teacher to innovate.
Implementasi metode sariswara Ki Hadjar Dewantara dalam membangun kemerdekaan jiwa individu anak Shandy, Helmy Denada Ari; Trilisiana, Novi
Epistema Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v1i1.32323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan metode pendidikan Metode Sariswara di Club Sariswara Yogyakarta, 2) Mendeskripsikan penerapan Metode Sariswara Yogyakarta, dan 3) Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan metode sariswara di Club Sariswara Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan  studi kasus dengan metode kualitatif. Subyek penelitian ini yaitu Direktur Laboratorium Sariswara, Pamong, orang tua dan peserta didik. Objek penelitian ini mengenai penerapan Metode Sariswara di Club Sariswara Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yaitu reduksi, penyajian data dan kesimpulan. Uji validitas data melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Metode sariswara merupakan metode mendidik anak dengan menggabungkan 3 pelajaran sekaligus yakni lagu, sastra dan cerita. Penggabungkan ini menjadikan pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek kognitif melainkan juga melibatkan aspek afektif serta psikomotor secara bersamaan. (2) Penerapan metode sariswara dilakukan menggunakan lagu permainan anak (tembang dolanan anak). Dalam penerapan Metode Sariswara terkandung pembelajaran tentang Kemerdekaan Jiwa Individu, yakni: a) Keselarasan. b) Kekeluargaan. c) Musyawarah. d) Toleransi. e) Kebersamaan. f) Demokrasi. g) Disiplin. h) Tanggungjawab. (3) Faktor Pendukung dalam implementasi Metode Sariswara: a) Pembelajaran yang menyenangkan. b) Pesan yang mudah diterima anak. c) Pamong yang penuh kasih sayang. Faktor Penghambat, a) Terbatasnya jumlah Sumber Daya Manusia. b) Peserta didik yang mengalami beberapa kesulitan dalam mencintai budaya khususnya dalam bahasa Jawa. c) Lembaga yang kurang mendukung terhadap gerakan Metode Sariswara, baik lembaga Tamansiswa ataupun lembaga pemerintah. This research aims to 1) Describe the educational methods of the Sariswara Method at the Sariswara Club Yogyakarta, 2) Describe the implementation of the Sariswara Method at Sariswara Club Yogyakarta, and 3) Describe internal and external obstacles to implement the Sariswara Method at Sariswara Club Yogyakarta. This research uses a case study approach with a qualitative method. The subject of this research is the Director of The Yogyakarta Sariswara Laboratory, teacher, students, and parents. The object of this research is the implementation of the Sariswara method at the Sariswara Club Yogyakarta. Data are collected through observation, interview and study of document. Data analysis used employing Miles and Huberman models, namely reduction, data presentation and conclusion. Test the validity of the data is done through triangulation of sources and techniques. The result of this research shows that: (1) The Sariswara Method is a method of educating children by combining 3 lessons at once, namely songs, literature and stories. This integration makes education not only focus on cognitive aspects, but also involves affective and psychomotor aspects simultaneously. (2) The application of the Sariswara Method is carried out using children's play songs (children's song). In the application of the Sariswara Method contained learning about Individual Soul Independence, namely: a) Harmony. b) Family. c) Deliberation. d) Tolerance. e) Togetherness. f) Democracy. g) Discipline. h) Responsibility. (3) Supporting Factors in the application of the theater method: a) Enjoyable learning. b) Messages that are easily received by children. c) A loving guardian. Inhibiting Factors, a) Limited number of Human Resources. b) Students who have difficulty in learning special culture in Javanese. c) Institutions that are less supportive of the Sariswara Method movement, both Tamansiswa Institutions and government agencies.

Page 1 of 1 | Total Record : 8