cover
Contact Name
Muhammad Azhar
Contact Email
agrisistemsosekdanpenyuluhan@gmail.com
Phone
+6281342482951
Journal Mail Official
agrisistemsosekdanpenyuluhan@gmail.com
Editorial Address
Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa Jl. Malino Km. 7 Romanglompoa Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan (92171) Telp/Fax: (0411) 8210117
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan merupakan jurnal yang memuat publikasi hasil-hasil penelitian di bidang pertanian dan peternakan yang meliputi topik: Sosial Ekonomi Penyuluhan Kelembagaan
Articles 160 Documents
EKSPLORASI POTENSI EKONOMI LOKAL: SEBUAH ANALISIS KOMODITAS PERTANIAN UNGGULAN MELALUI METODE LOCATION QUOTIENT DAN SHIFT SHARE: Exploring the Local Economic Potential: An Analysis of Leading Agricultural Commodities Using LQ and Shift Share Method Nurlaela; Muhammad Arafat Abdullah
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 21 No. 1 (2025): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v21i1.482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi komoditas pertanian unggulan di setiap kecamatan di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, dengan menggunakan pendekatan terintegrasi antara Location Quotient (LQ) dan Shift Share Analysis (SSA). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder tahun 2022–2023 yang diperoleh dari berbagai instansi pemerintah daerah. Metode LQ digunakan untuk mengidentifikasi komoditas basis, yaitu komoditas yang memiliki nilai LQ > 1 dan menunjukkan keunggulan komparatif karena kontribusinya lebih tinggi dibandingkan rata-rata wilayah lainnya. Sementara itu, analisis SSA digunakan untuk menilai apakah komoditas tersebut juga mengalami pertumbuhan aktual dan memiliki daya saing secara dinamis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap kecamatan memiliki komoditas unggulan yang berbeda, mencerminkan perbedaan kondisi geografis, agroekologi, dan sosial ekonomi. Beberapa komoditas seperti ubi kayu, jagung, kacang hijau, kelapa, dan kakao teridentifikasi sebagai komoditas basis di beberapa kecamatan. Komoditas jagung di Kecamatan Ulumanda, ubi kayu di Pamboang, dan kelapa di Ulumanda menjadi contoh komoditas yang tidak hanya unggul secara relatif, tetapi juga tumbuh cepat dan kompetitif. Namun, terdapat pula komoditas dengan nilai LQ tinggi tetapi nilai SSA negatif, yang menunjukkan adanya tantangan dalam hal produktivitas atau daya saing. Integrasi pendekatan LQ dan SSA memberikan kerangka yang lebih utuh dalam merumuskan strategi pengembangan pertanian berbasis potensi wilayah yang lebih adaptif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan pemetaan komoditas unggulan di Kabupaten Majene, tetapi juga menghadirkan kerangka analisis yang dapat direplikasi di daerah lain untuk mendukung pembangunan pertanian yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal.
KONTRIBUSI PENDAPATAN WANITA TANI TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA MELALUI PEMANFAATAN TEKNOLOGI HIDROPONIK DI DESA TINDANG, KECAMATAN BONTONOMPO SELATAN, KABUPATEN GOWA : Contribution of Women Farmer’s Income to Household Income Through The Utilization of Hydroponic Technology in Tindang Village, South Bontonompo District, Gowa Regency Nur Rahmah; Ekasari, Kartika; Kasirang, Andi; Heliyawaty; Hidayat, Annisa Aulia Ramadhani
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v21i2.476

Abstract

Penelitian ini bertujuan  mengetahui peran signifikan wanita tani dalam kegiatan pertanian, persepsi wanita tani dalam pemanfaatan teknologi hidroponik dan kontribusinya terhadap nafkah rumah tangga di Desa Tindang, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa. Lokasi penelitian ini ditentukan dengan puposive dengan pertimbangan mayoritas penduduk di desa bekerja sebagai petani dan banyak ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai petani wanita atau buruh tani. Sampel dalam penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel sebanyak 70 wanita tani. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, proses pengumpulan data melalui teknik observasi, yang mencakup perilaku yang dapat dilihat secara langsung oleh mata, didengar, dihitung, dan diukur, serta teknik kuesioner, yang diberikan kepada responden seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis. Kontribusi wanita tani dalam kegiatan pertanian didasari oleh beberapa faktor, yaitu faktor keadaan daerah tempat tinggal wanita tani, faktor ekonomi, dan faktor kebiasaan yang dilakukan oleh wanita tani dalam melanjutkan kegiatan orang tua sebagai petani atau buruh tani. Persepsi wanita tani terhadap budidaya hidroponik di Desa Tindang, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa masih tergolong cukup rendah. Pendapatan wanita petani yang memanfaatkan teknologi hidroponik kontribusi pada pendapatan rumah tangga. Hal ini terlihat dari pendapatan rata-rata yang diperoleh wanita tani dalam sebulan yaitu Rp 1.919.153 per bulan. Kontribusi pendapatan wanita tani sebesar 27,98%. Kontribusi pendapatan wanita tani ini dihasilkan dari pemanfaatan teknologi hidroponik memiliki kontribusi 0,39% terhadap pendapatan rumah tangganya. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut dalam memberikan edukasi, pelatihan, dan penyuluhan tentang teknologi pertanian modern ini agar para wanita tani dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan.
RANTAI NILAI PENGEMBANGAN KOMODITI UNGGULAN BERBASIS KAWASAN DI PROVINSI SULAWESI SELATAN: Value Chain On Leading Commodity Development Based On Regions In South Sulawesi Province Anshar, Muhammad; Syam, Nur; Handayani, Risma; Risnawati, Risnawati; Usman, Khairul Sani; Hamid, Muslimin; Azuz, Fidaan Husain; Razak, Nur Rahmah
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v21i2.481

Abstract

Pengembangan komoditas unggulan berbasis kawasan di Sulawesi Selatan masih menghadapi berbagai permasalahan struktural, antara lain lemahnya koordinasi antar pelaku usaha dalam rantai nilai, keterbatasan akses terhadap teknologi dan permodalan, serta belum optimalnya dukungan infrastruktur wilayah. Kondisi tersebut berimplikasi pada belum maksimalnya kinerja rantai nilai komoditas unggulan dari hulu hingga hilir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rantai nilai dalam pengembangan komoditas unggulan berbasis kawasan di Provinsi Sulawesi Selatan, dengan fokus pada komoditas hasil perkebunan dan bahan pangan. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis rantai nilai, di mana setiap aktivitas diberi bobot untuk memperoleh total nilai rantai, yang selanjutnya disajikan dalam bentuk matriks kombinasi aktivitas primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas utama dalam rantai nilai komoditas unggulan berbasis kawasan di Sulawesi Selatan berada pada kategori baik, dengan nilai aktivitas primer sebesar 4,4 dan aktivitas sekunder sebesar 4. Penilaian tertinggi dengan nilai 5 (sangat baik) terdapat pada aktivitas barang masuk serta pemasaran dan penjualan, yang berperan penting dalam menjaga keberlanjutan aliran produk dari produsen hingga konsumen. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penguatan infrastruktur wilayah pendukung produksi, peningkatan akses permodalan dan kapasitas sumber daya manusia masyarakat produsen plasma, serta pengendalian distribusi lahan dan jaminan kualitas produk dalam kerangka pengembangan komoditas unggulan berbasis kawasan.
DEVELOPMENT STRATEGIES OF VILLAGE-OWNED ENTERPRISES (BUMDES) TO SUPPORT ECONOMIC RESILIENCE IN TOMBOLO PAO DISTRICT, GOWA: Strategi Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk Mendukung Ketahanan Ekonomi di Kecamatan Tombolo Pao, Gowa Anshar, Muhammad; Siradjuddin, Irsyadi
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v21i2.489

Abstract

This study aims to analyze the development classification status of Village-Owned Enterprises (Bumdes) and to develop strategies for Bumdes in supporting regional economic resilience in Tombolo Pao District, Gowa Regency. The assessment of Bumdes development is based on Presidential Regulation No. 11 of 2021 concerning Bumdes, covering variables such as institutional framework, regulations, Bumdes operations, administration, reporting and accountability, capital and assets, and the impact of Bumdes on the community. A SWOT analysis method was employed to formulate Bumdes development strategies. The results of the study indicate that the classification status of Bumdes development in the Tombolo Pao District is as follows: Advanced Bumdes in two villages, namely Pao with a score of 89 and Kanrepia with a score of 88. Developing Bumdes in four villages, namely Balaromang, Tonasa, Mamampang, and Erelembang, with scores of 83, 82, 81, and 77 respectively. Growing Bumdes are found in two villages, Tabbinjai and Balassuka, with scores of 74 each. The strategy for Bumdes to support regional economic resilience in Tombolo Pao is as follows: Advanced Bumdes need to maintain good performance, continue innovating, and expand their business networks. Developing Bumdes should strengthen governance, improve access to capital, and diversify their business ventures. Growing Bumdes need to build a strong foundation, develop human resource capacity, and focus on developing profitable businesses
KARAKTERISTIK PETANI PERKOTAAN DAN ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN DI KOTA GORONTALO: Characteristics of Urban Farmers and Agricultural Land Use Change in Gorontalo City Syamsir, Syamsir; Jafar, Isran; Abidin, Zainal; Towalu, Zilan; Suleman, Figo Wanto
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v21i2.494

Abstract

Urgensi keberlanjutan pertanian perkotaan memegang peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan khususnya daerah perkotaan, regenerasi petani dan alih fungsi lahan pertanian di daerah perkotaan memberi tantangan kompleks bagi keberlanjutan pertanian perkotaan, namun demikian menurut data luasan lahan pertanian di Kota Gorontalo, lahan pertanian mengalami penurunan luasan, yang secara langsung dapat berakibat pada pemenuhan kebutuhan hidup atau pangan petani pada wilayah perkotaan. Tujuan penelitian ini yaitu memberikan potret kondisi petani yang ada di Kota Gorontalo dari segi kehidupan petani, regenerasi petani dan karakteristiknya, serta alih fungsi lahan yang terus berlangsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, tahapan awal dari penelitian menyajikan karakteristik petani. Hasil dari penyajian data awal digambarkan dengan pendekatan kualitatif termasuk hubungannya dengan regenerasi petani dan alih fungsi lahan pertanian di Kota Gorontalo. Penelitian dilakukan di Kota Gorontalo dengan membagi 2 jenis informan yaitu petani yang ada di Kota Gorontalo dan instansi pemerintah, penelusuran/pengumpulan data menggunakan metode Snowball Sampling yang dimulai dari petani sebagai informan awal dengan metode in-depth Interview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 93,34% informan penelitian hanya berstatus sebagai petani penggarap dan 6,66% berstatus sebagai petani dengan hak milik. Kaitan dengan regenrasi petani, 26 petani menyatakan tidak mempunyai generasi pelanjut sebagai petani dikarenakan kurangnya minat dan ketertarikan anaknya untuk meanjutkan usahatani keluarga, hanya terdapat 2 orang petani yang menyatakan mempunyai anak untuk melanjutkan atau bekerja pada bidang pertanian, demikian halnya jika terjadi alih fungsi lahan 15 petani menyatakan berhenti menjadi petani dan 13 petani menyatakan akan bertahan bekerja di pertanian.
KERENTANAN PANGAN DAN PENGHIDUPAN MASYARAKAT LOKAL KARENA PAPARAN PERUBAHAN IKLIM DI KABUPATEN BONE BOLANGO DAN BOLAANG MONGONDOW SELATAN: Vulnerability Of Food And Local Communities Livelihood Regarding The Exposure To Climate Change In Bone Bolango And South Bolaang Mongondow Regency Suparwata, Dewa Oka; Mokoginta, Meity Melani; Djibran, Moh. Muchlis; Ervandi, Mohamad; Koto, Arthur Gani; Nurdin; Rahman, Rival; Adam, Echan; Moonti, Agustinus; Fatmawati; Gomes, Lucio Marcel
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v21i2.632

Abstract

Variabilitas dan perubahan iklim mengakibatkan terjadinya kesenjangan pola penghidupan masyarakat khususnya dalam memproteksi ketersediaan pangan, kesehatan, jejaring sosial, dan bencana alam. Ada banyak hal yang telah direkomendasikan untuk masyarakat lokal, namun memahami pola kehidupannya sebagai bagian dari mitigasi dan adaptasi perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengukur kerentanan penghidupan masyarakat lokal karena paparan perubahan iklim di kawasan Teluk Tomini. Penelitian menggunakan pendekatan survei yang dilaksanakan pada Agustus - Oktober 2024 di Bone Bolango Provinsi Gorontalo dan Bolaang Mongondow Selatan Provinsi Sulawesi Utara. Sampel penelitian berjumlah 200 orang petani pada klaster komoditi pangan utama (padi dan jagung). Data penelitian dianalisis dengan analisis Livelihood Vulnerability Index-Intergovernmental Panel on Climate Change (LVI-IPCC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kerentanan penghidupan di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan lebih rentan dibandingkan dengan Kabupaten Bone Bolango, dengan nilai indeks LVI 0,343 (rentan) berbanding 0,294 (cukup rentan), yang ditunjukkan dari tingginya nilai indeks sub-komponen bencana alam dan keragaman iklim, kesehatan, pangan, dan sosio-demografi. Demikian juga LVI-IPCC memiliki kerentanan lebih tinggi dengan nilai indeks 0,026 berbanding -0,006 pada eksposur dan kapasitas adaptif; dan indeks ketahanan pangan Kabupaten Bone Bolango lebih tahan dibandingkan dengan Bolaang Mongondow Selatan. Meningkatnya eksposur terkait variabilitas iklim dan bencana alam yang dibarengi dengan menurunnya kapasitas adaptif masyarakat berdampak pada kerentanan pola penghidupan di Bolaang Mongondow Selatan yang terpengaruh paparan perubahan iklim. Temuan ini mengimplikasikan bahwa penguatan kapasitas adaptif sangat penting dalam mengurangi kerentanan penghidupan akibat peningkatan eksposur, olehnya pola penghidupan masyarakat lokal perlu terintegrasi strategis dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim setiap daerah di kawasan Teluk Tomini.
OPTIMASI GOOGLE PROFIL BISNIS UNTUK BRANDING DESTINASI: STUDI KASUS DESA AGROWISATA NGANGGRING (PENDEKATAN LOGICAL FRAMEWORK): Optimization of Google Business Profile for Destination Branding: A Case Study of Nganggring Agrotourism Village Using the Logical Framework Approach Yulias, Yanuar Reza; Pamungkas, Kasno; Novianti, Evi
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v21i2.677

Abstract

Agrowisata berbasis masyarakat di Indonesia telah memperoleh legitimasi formal melalui keputusan menteri yang mengklasifikasikan destinasi wisata sepanjang kontinum, mulai dari perintis hingga mandiri. Namun, di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, peningkatan status administratif tersebut tidak selalu diikuti oleh pertumbuhan jumlah wisatawan. Data wawancara dari Dinas Pariwisata Sleman menunjukkan bahwa sejumlah destinasi yang pernah berstatus “mandiri” atau “berkembang” kini menjadi tidak aktif, bahkan beberapa destinasi yang sebelumnya “maju” mengalami kemunduran ke tahap perintis akibat stagnasi kunjungan. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas strategi pemasaran digital, khususnya pemanfaatan Google Profile Business, dalam meningkatkan visibilitas dan daya tarik wisata di Desa Agrowisata Nganggring. Dengan menggunakan pendekatan Logical Framework Approach (LFA) partisipatif, penelitian melibatkan para pemangku kepentingan dalam perencanaan dan pengelolaan promosi digital. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2024 dipengaruhi oleh pola musiman, ketidakteraturan jadwal promosi, dan keterbatasan penjangkauan digital. Google Profile Business terbukti menjadi strategi pemasaran digital yang efektif karena hemat biaya yang mendukung pengambilan keputusan wisatawan melalui fitur ulasan, citra interaktif, dan pencarian berbasis lokasi yang berpengaruh terhadap peningkatan kunjungan sebesar 30%. Kebaruan studi ini terletak pada perumusan model pengoptimalan Google Profile Business yang mengintegrasikan konten lokal, seperti agrowisata salak dan edukasi susu kambing Etawa, untuk meningkatkan keterlibatan pengguna dan memperkuat citra destinasi. Penelitian ini juga merekomendasikan integrasi Google Profile Business dengan media video pendek serta penguatan literasi digital pengelola sebagai strategi kunci menuju pariwisata berkelanjutan.
DETERMINAN KINERJA PELATIHAN DALAM PENINGKATAN KAPASITAS KEWIRAUSAHAAN PEMUDA PEDESAAN: STUDI KASUS JAWA BARAT : Determinants of Training Performance for Strengthening Rural Youth Entrepreneurial Capacity: The Case of West Java Reni Suryanti; Maesti Mardiharini
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v21i2.683

Abstract

Kapasitas kewirausahaan pemuda pedesaan dalam mengelola agribisnis relatif masih rendah, padahal mereka merupakan generasi penerus yang diharapkan dapat memperkuat sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi determinan kinerja pelatihan yang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kapasitas kewirausahaan pemuda pedesaan. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dilaksanakan pada Tahun 2022 di empat kabupaten di Jawa Barat, yaitu di Kabupaten: Sukabumi, Cianjur, Subang, dan Tasikmalaya.  Jumlah responden sebanyak 144 orang pemuda pedesaan yang telah mengikuti pelatihan kewirausahaan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur sepuluh indikator kinerja pelatihan dan tiga dimensi kapasitas kewirausahaan (pengetahuan, sikap, dan keterampilan). Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling dengan Partial Least Square (SEM-PLS) untuk menguji hubungan kausal antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sepuluh indikator yang diuji, terdapat lima determinan kinerja pelatihan yang berpengaruh signifikan terhadap kapasitas kewirausahaan pemuda pedesaan, yaitu peran pelatih, kesesuaian materi, kesesuaian metode, pengelolaan sarana prasarana, dan peran aktif pemuda. Temuan ini mengimplikasikan bahwa efektivitas pelatihan kewirausahaan pemuda pedesaan tidak hanya ditentukan oleh konten materi, tetapi juga oleh kualitas pelatih, metode pelatihan yang interaktif, dukungan sarana prasarana yang memadai, serta partisipasi aktif peserta. Peran pelatih sebagai faktor paling signifikan, mengindikasikan bahwa pendekatan mentorship yang personal dan kemampuan pelatih dalam memotivasi serta menjadi role model sangat penting bagi generasi milenial pedesaan. Hasil penelitian ini merekomendasikan strategis bagi penyelenggara pelatihan dan pembuat kebijakan dalam merancang program pelatihan kewirausahaan yang lebih efektif untuk meningkatkan kapasitas pemuda pedesaan di sektor pertanian.
Implementation of Paddy GHP with Farmer Support Capacity in Singaparna Sub-district Rusmono, Momon; Kusuma Wardani, Intan; Elviyana Nurdiya Ningsih; Zahron Helmy; Alya Husnul Khotimah; Erniati
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v21i2.694

Abstract

Rice is the primary staple food in Indonesia, and one of the persistent challenges in its agricultural sector is maintaining both production quantity and quality, particularly during the post-harvest stage. To address this issue, the present study evaluates the implementation of Good Handling Practices (GHP) for rice and formulates strategies to enhance GHP adoption in alignment with the capacity and resources of rice farmers. The research was conducted from January to March 2025 in Singaparna District, Tasikmalaya Regency, involving 86 respondents selected from a population of 139 rice farmers using proportional random sampling. Data were analyzed using descriptive statistics and multiple linear regression analysis. The findings indicate that the implementation of GHP, supported by farmers’ capacity, is significantly influenced by the use of appropriate GHP technologies (coefficient = 0.518) and the effectiveness of agricultural extension services (coefficient = 0.179). In contrast, institutional support showed no statistically significant effect. Together, GHP and extension services explained 73.4% of the variance in GHP implementation. Recommended strategies for improving GHP adoption include increasing access to post-harvest handling facilities, particularly rice threshing equipment, applying diverse and context-specific extension methods tailored to farmers’ needs, utilizing suitable media for GHP dissemination, and strengthening both the role and frequency of agricultural extension activities. This study provides a basis for improving the application of GHP in rice farming by optimizing farmers’ capacity, ultimately reducing post-harvest losses, preserving grain quality, and supporting local food security.
Structural Analysis for Identification of Key Factors of Sustainable Regional Development Rice Farming Samodra Laya, Willie; Fauzi, Akhmad; M Kolopaking, Lala; Mulatsih, Sri
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v21i2.750

Abstract

The sustainability of rice farming as a strategic commodity is determined by many factors that have different roles. This study aims to present a structural analysis as an instrument for identifying and classification factors that affect the Sustainable Regional Development Rice Farming in the present and future perspectives using the Matrix of Cross Impact Analysis (MICMAC) method. From the analysis, it is known that the factors from the institutional dimension and the technological dimension have the most influence in achieving results in the present and the future. These factors are 1) policy regulations at the national, provincial, and district/city levels; 2) digital transformation/agriculture 5.0; 3) development of social and technological innovation; 4) transformation and institutional collaboration; 5) availability of agricultural infrastructure and facilities in rice fields; 6) the rate of adoption of innovation and technology by farmers; and 7) farmers who are members of farmer groups. Meanwhile, the factors with a very high dependence are factors from the social dimension and the economic dimension. The factor of productivity of paddy fields per year has a very high dependence on the present, while it will increase the welfare of farmers in the future. The results of this structural analysis can be used as input in the development of a road map for the availability and price stability of rice and improve the sustainable welfare of rice farmers.

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 21 No. 1 (2025): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 20 No. 2 (2024): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 20 No. 1 (2024): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 19 No. 1 (2023): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 18 No. 2 (2022): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 18 No. 1 (2022): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 17 No. 2 (2021): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 17 No 2 (2021): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 17 No. 1 (2021): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 17 No 1 (2021): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 16 No. 2 (2020): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 15 No 2 (2019): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 14 No 1 (2018): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 13 No 2 (2017): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 13 No 1 (2017): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 12 No. 1 (2016): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 11 No 2 (2015): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 11 No 1 (2015): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 10 No 1 (2014): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 9 No 2 (2013): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 5 No 2 (2009): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan More Issue