Archipelago Engineering
Prosiding “Archipelago Engineering” adalah prosiding yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Pattimura, sebagai sarana publikasi hasil Seminar Nasional "Archipelago Engineering (ALE)", yang merupakan dari hasil penelitian, studi kepustakaan dan sharing dalam bidang teknik mesin, teknik industri dan teknik kelautan serta teknik sipil dan perencanaan wilayah. Prosiding ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel hasil penelitian ataupun penelitian terapan, artikel telaah yang berkaitan dengan perkembangan teknologi. Informasi tentang pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel terdapat pada setiap penerbitan. Semua artikel yang masuk akan melalui “peer-review process”. Artikel dipublikasikan pada Prosiding, setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan artikel dan telah dipresentasikan pada Seminar Nasional ALE. Prosiding ini diterbitkan dalam setahun sekali.
Articles
31 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1 (2018): Archipelago Engineering (ALE)"
:
31 Documents
clear
ANALISIS KINERJA RANTAI PASOK AGROINDUSTRI APEL
Alfredo Tutuhatunewa
ALE Proceeding Vol 1 (2018): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30598/ale.1.2018.136-143
Kinerja rantai pasok sangat dipengaruhi oleh dua hal, yaitu membagi informasi dan kemampuan kolaborasi. Membagi informasi memainkan peran penting dalam mendukung kemampuan kolaboratif. Kolaborasi rantai pasok juga dipengaruhi oleh praktek kemitraan antar pelaku yang terjadi di dalamnya. Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis ada tidaknya hubungan dan pengaruh antara praktek kemitraan rantai pasok, praktek berbagi informasi, dan praktek kolaborasi dengan kinerja rantai pasok. Obyek penelitian yang diambil adalah agroindustri apel di Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah convenience sampling dan purposive sampling Analisis data dan pemodelan persamaan struktural dilakukan dengan metode Partial Least Square (PLS). PLS adalah suatu metode yang berbasis keluarga regresi, dan digunakan untuk pembangunan model dan metode dalam ilmu-ilmu sosial, dengan pendekatan yang berorientasi pada prediksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif berbagi informasi (X1) terhadap kemitraan (Y1); terdapat pengaruh positif berbagi informasi (X1) terhadap kolaborasi (Y2); terdapat pengaruh positif berbagi informasi (X1) terhadap kinerja rantai pasok (Y3); terdapat pengaruh positif kemitraan rantai pasok (Y1) terhadap kolaborasi (Y2); terdapat pengaruh positif kemitraan (Y1) terhadap kinerja rantai pasok (Y3); dan, terdapat pengaruh positif kolaborasi (Y2) terhadap kinerja rantai pasok (Y3). Akan tetapi, ditemukan juga bahwa Kemitraan dan Kolaborasi merupakan mediator bagi pengaruh Berbagi Informasi terhadap kinerja rantai pasok.
MENGGUNAKAN METODE DRP (DISTRIBUTION REQIREMENTS PLANNING) TERHADAP KEBUTUHAN MINYAK SOLAR DARI PENYALUR KE AGEN DAN SUB AGEN
Billy J Camerling
ALE Proceeding Vol 1 (2018): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30598/ale.1.2018.144-155
Abstrak Suatu sistim distribusi yang baik perlu dilakukan untuk memenuhi permintaan konsumen melalui jalur distribusi yang ada.Sistim distribusi terpadu yaitu suatu sistim yang menangani distribusi mulai dari tingkat yang paling rendah sampai dengan ke pabrik atau perusahaan. Dengan mengunakan analisis DRP (Distribution Requirements Planning) dapat diketahui jedwal pengiriman minyak solar pada agen – agen dari distributor PT Linda baik pada agen-agen yang terdapat dalam level 2 dan level 1. Adapun jumlah yang harus dikirim untuk masing-masing agen antara lain ; agen Piru sebesar 273 kiloliter/tahun dengan 2 bulan per satu kali pengiriman, agen Kairatu sebesar 273 Kiloliter/tahun dengan 3 bulan per satu kali pengiriman, agen Saparua sebesar 1.613 Kiloliter/tahun dengan 2 bulan per satu kali pengiriman, agen Taniwel sebesar 612 Kiloloiter/tahun dengan 3 bulan per satu kali pengiriman. Besar biaya distribusi selama periode perencanaan meliputi ; biaya Ordering Cost sebesar Rp. 12.409.153,-/tahun ; Biaya Holding Cost sebesar Rp.35.750.000.-/tahun. Dari analisa dengan mengunakan DRP maka dengan mengunakan jalur distribusi minyak solar yang diusulkan akan diperoleh biaya operasional sebesar Rp.159.524.420.- Per tahun. Dengan demikian maka akan terjadi pengehematan biaya operasional apabila perusahaan menggunakan jalur distribusi yang diusulkan, dengan besarnya biaya penghematan tersebut sebesar Rp.264.209.392,50 per tahun atau sebear 62,35 % per tahun.
OPTIMASI RUTE DISTRIBUSI PRODUK NESTLE MENGGUNAKAN METODE BRANCH AND BOUND DAN TWO-WAY EXCHANGE IMPROVEMENT HEURISTIC (STUDI KASUS : PT. PARIS JAYA MANDIRI – AMBON)
Daniel B Paillin;
Johan M Tupan
ALE Proceeding Vol 1 (2018): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30598/ale.1.2018.156-162
Abstrak Traveling Salesman Problem (TSP) merupakan permasalahan optimasi pencarian rute terpendek dari satu kota ke n-kota lain tepat satu kali dan akan kembali ke titik awal keberangkatan. TSP dikategorikan sebagai hard combinatorial problem sehingga banyak teknik maupun aproksimasi yang dikembangkan untuk pemecahannya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan teknik branch and bound dengan two-way exchange improvement dalam pemecahan Traveling Salesmen Problem (TSP) didasarkan pada jarak tempuh terkecil dan total waktu tempuh terkecil kendaraan. Penelitian ini diaplikasikan pada kasus nyata permasalahan penentuan rute kendaraan untuk pengiriman produk nestle dari PT. Paris Jaya Mandiri di kota Ambon. Hasil penelitian menunjukan bahwa teknik Two-Way Exchange Improvement memberikan hasil terbaik dibandingkan dengan Branch and Bound, dengan persentase penghematan jarak sebesar 18.09% dan penghematan total waktu sebesar 7.99% dari rute regular perusahaan.
PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KLAS IIA AMBON DALAM PERSPEKTIF KRISTIANI
Imelda Ch Poceratu
ALE Proceeding Vol 1 (2018): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30598/ale.1.2018.163-167
Abstrak Motivasi kerja dapat didefinisikan sebagai suatu dorongan secara psikologis kepada seseorang yang menentukan arah dari perilaku (direction of behavior) seseorang dalam organisasi, tingkat usaha (level of effort), dan tingkat kegigihan atau ketahanan di dalam menghadapi suatu halangan atau masalah (level of persistence). Jadi motivasi kerja dapat diartikan sebagai semangat kerja yang ada pada karyawan yang membuat karyawan tersebut dapat bekerja untuk mencapai tujuan tertentu. Sesuai dengan tingkatan motivasi manusia yang dikemukakan maka upah atau gaji termasuk pada kebutuhan dasar. Good Watson memberikan komentar : bahwasannya dengan memberikan gaji yang cukup tinggi belum tentu menjamin adanya kepuasan kerja bagi karyawan. Jadi gaji atau upah bukanlah satu-satunya faktor yang dapat menimbulkan kepuasan bagi seseorang. Dalam perspektif kristiani kerja adalah suatu fakta alkitabiah bahwa kata ‘kerja’ pertama kali muncul dikenakan pada identitas Allah, pada diri Allah dan bukan diri manusia (Kejadian. 2:2: “Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat- Nya ituâ€). Dengan kata lain, kerja adalah salah satu hakekat Allah. Ketika manusia bekerja, sesungguhnya itu adalah bagian dari gambar dan rupa Allah yang ia miliki (Kejadian 1:26, 27). Binatang dan mahluk-mahluk lain tidak bekerja. Kerja bukanlah kutukan Taman Eden. Dengan demikian, ketika kita bekerja, kita menjalankan hakekat kita sebagai manusia. Hakekat manusia yang merupakan turunan dari hakekat Allah. Manusia yang tidak bekerja telah kehilangan hakekatnya sebagai manusia. Manusia yang lebih menyukai bermalas-malasan juga telah kehilangan hakekatnya sebagai manusia. Dengan demikian, kerja yang adalah hakekat yang diberikan Allah kepada manusia hendaknya menjadi motivasi kerja kepada setiap umat-Nya.
PENERAPAN LEAN CONSTRUCTON PADA PROYEK PT. PESONA GRAHA MANDIRI AMBON GUNA MEREDUKSI NON ADDED VALUE ACTIVITY
Nil Edwin Maitimu;
Marcy L Pattiapon
ALE Proceeding Vol 1 (2018): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30598/ale.1.2018.168-175
Abstrak Setiap pelaksanaan proyek konstruksi tidak lepas dari berbagai kendala ataupun kegagalan konstruksi, yang disebabkan oleh rendahnya kinerja ataupun produktivitas para tenaga kerja, perencanaan proyek yang kurang matang, anggaran yang membengkak, dan juga spesifikasi yang tidak sesuai.Walaupun kegagalan tersebut tidak dapat dilihat secara nyata, namun jika berlangsung dengan intensitas yang besar dan terus-menerus maka kegagalan tersebut dapat terakumulasi dan dampaknya akan terlihat pada akhir proyek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi aktivitas yang tergolong dalam waste (non value addedactivity) jenis dan frekuensi kemunculannya serta mengidentifikasi penyebab waste serta memberikan usulan perbaikan yang bertujuan untuk mereduksi waste sebagai dasar dalam merumuskan rekomendasi perbaikan melalui pendekatan lean dan FMEA. Lean adalah suatu upaya terus menerus untuk menghilangkan pemborosan (waste) dan meningkatkan nilai tambah (value added) produk (barang atau jasa) agar memberikan nilai kepelanggan.FMEA (FailureModeandEffectsAnalysis) adalah metode yang secara kualitatif untuk mengidentifikasi ragam kegagalan dan dampaknya secara kuantitatif dapat dihitung ragam kegagalan dengan prioritas tertinggi yang memerlukan tindakan perbaikan dengan segera. Hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat diketahui bahwa Defect dengan bobot 3.91, Waiting dengan bobot 3.40 dan Innapropriate processing dengan bobot 3.17. Berdasarkan risk priority number maka diperoleh bentuk-bentuk waste sebagai berikut Plat beton pecah dengan risk priority number 147, Rework pada pemasangan keramik dengan risk priority number 126 dan Rework Pemasangan instalasi perpipaan yang kurang bagus dengan risk priority number 126.
DESAIN KEMASAN MINUMAN BUBUK SARI PALA MENGGUNAKAN METODE KANSEI ENGINEERING
Stevianus Titaley;
Ariviani L Kakerissa
ALE Proceeding Vol 1 (2018): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30598/ale.1.2018.176-182
Abstrak Dalam memilih suatu produk dan memutuskan untuk membeli, konsumen akan selalu dipengaruhi oleh perasaannya. Oleh karena itu, hal ini sebaiknya dipertimbangkan oleh produsen pada saat merancang produk. Salah satu aspek penting dalam produk adalah kemasan.Tujuan dari penelitian ini adalah merancang kemasan dengan menentukan nilai-nilai kategori untuk mendapatkan output dari desain kemasan minuman bubuk sari pala. Metode yang digunakan adalah Kansei Engineering.Kansei Engineering dapat didefiniskan sebagai sebuah metodologi untuk menerjemahkan proses-proses psikologis manusia terhadap desain produk yang diinginkan, dengan cara mendefinisikan keinginan konsumen yang teridentifikasi melalui kata-kata kansei ke dalam desain produk. Analisa Conjoint digunakan untuk mendapatkan nilai hubungan antara desain elemen dan kansei word. Hasil dari penelitian ini adalah peneliti mendapatkan 7 pasang kansei word yang mewakili kata-kata yang tepat dengan mempertimbangkan produk yang ditawarkan. Berdasarkan hasil dari analisa Conjoint didapatkan tampilan desain yang terlihat sederhana, dari bahan plastik, dengan campuran warna hijau kuning, ilustrasi gambar buah pala dengan ukuran sedang.
DESAIN MODEL PENANGANAN KELUHAN KONSUMEN PRODUK INDIHOME DI KOTA AMBON (STUDI KASUS: PT. TELKOM TBK. WILAYAH MALUKU)
Johan Marcus Tupan;
Victor Oryon Lawalata
ALE Proceeding Vol 1 (2018): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30598/ale.1.2018.183-189
Abstrak IndiHome merupakan layanan triple-play dari PT. Telkom Tbk yang terdiri dari Internet, Telepon Rumah dan IPTV. Kualitas layanan menjadi isu penting ketika banyak keluhan dari pelanggan IndiHome dan cenderung berpengaruh pada tingkat kepuasan terhadap layanan perusahaan ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kepentingan/harapan konsumen produk IndiHome terhadap penanganan keluhan yang diberikan PT. Telkom Tbk; menganalisis kinerja (performance) penanganan keluhan konsumen terhadap produk IndiHome yang diberikan ke PT. Telkom Tbk; menghitung tingkat kepuasan konsumen terhadap kemampuan PT. Telkom Tbk menangani keluhan konsumen produk IndiHome; merancang Model Penanganan Keluhan Pelanggan Produk Indihome di Kota Ambon; dan merekomendasikan tindakan tindak-lanjut dalam upaya peningkatan penanganan keluhan PT. Telkom Tbk.Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, Importance-Performance Analysis (IPA), dan Indeks kepuasan konsumen (CSI). Hasil penelitian menunjukantingkat kepentingan atau harapan pelanggan atas penanganan keluhan di PT. Telkom Tbk Wilayah Maluku di Kota Ambon secara keseluruhan berada pada level menengah; persepsi pelanggan atas kinerja penanganan keluhan di perusahaan ini secara keseluruhan berada dalam kategori cukup baik; pelanggan cukup puas dengan kinerja penanganan keluhan oleh perusahaan; Model Penanganan Keluhan Pelanggan Produk Indihome di Kota Ambon menunjukkan peningkatan kualitas hasil penanganan keluhan pelanggan memerlukan peningkatan kinerja pada atribut-atribut kuadran I dan II dengan pembatasan kinerja pada atribut-atribut kuadran III dan IV; dan hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan atas penanganan keluhan di perusahaan ini adalah penambahan staf customer service, penambahan staf assurance, memberikan pelatihan kepada staf secara berulang terkait dengan masalah-masalah yang dihadapi konsumen, serta memberikan prosedur yang cepat dan mudah.
STATIC AND DYNAMIC CUES TO MALE ATTRACTIVENESS
Wilma Latuny
ALE Proceeding Vol 1 (2018): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30598/ale.1.2018.190-197
Abstract Most studies on facial attractiveness have relied on attractiveness judged from photographs rather than video clips. Only a few studies combined images and video sequences as stimuli. In order to determine static and dynamic cues to male attractiveness, we perform behavioural and computational analyses of the Mr. World 2014 contestants. We asked 365 participants to assess the attractiveness of images or video sequences (thin slices) taken from the proï¬le videos of the Mr. World 2014 contestants. Each participant rated the attractiveness on a 7-point scale, ranging from very unattractive to very attractive. In addition, we performed computational analyses of the landmark representations of faces in images and videos to determine which types of static and dynamic facial information predict the attractiveness ratings. The behavioural study revealed that: (1) the attractiveness assessments of images and video sequences are highly correlated, and (2) the attractiveness assessment of videos was on average 0:25 point above that of images. The computational study showed (i) that for images and video sequence, three established measures of attractiveness correlate with attractiveness, and (ii) mouth movements correlate negatively with attractiveness ratings. The conclusion of the study is that thin slices of dynamical facial expressions contribute to the attractiveness of males in two ways: (i) in a positive way and (ii) in a negative way. The positive contribution is that presenting a male face in a dynamic way leads to a slight increase in attractiveness rating. The negative contribution is that mouth movements correlate negatively with attractiveness ratings.
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN BANGUNAN GEDUNG SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) DI MALUKU
Meidy Kempa
ALE Proceeding Vol 1 (2018): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30598/ale.1.2018.198-203
Abstrak Gedung sekolah sebagai komponen utama dalam pelaksanaan proses belajar mengajar merupakan salah satu faktor yang berpengaruh besar dalam penentuan mutu suatu lembaga pendidikan, termasuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), sehingga membutuhkan pemeliharaan secara berkala. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Maluku, pemerintah daerah perlu melakukan upaya salah satunya dengan melakukan identifikasi kondisi fisik terhadap bangunan gedung sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi tentang kondisi bangunan dan tingkat kerusakan bangunan gedung SMP di provinsi Maluku, serta menentukan ranking (persentase) kerusakan pada elemen bangunan bangunan gedung SMP di provinsi Maluku. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 100 SMP yang tersebar di 10 kabupaten di provinsi Maluku, didapat bahwa pada ruang kelas, 17.92% dalam kondisi baik, 69.42% rusak ringan, 7.14% rusak sedang, 3.51% rusak berat, 2.01% rusak total. Sedangkan pada ruang penunjang lainnya, 34.67% dalam kondisi baik, 47.31% rusak ringan, 7.38% rusak sedang, 5.63% rusak berat, dan 5.01% rusak total.
PENGARUH VARIASI SELIMUT BETON TERHADAP KAPASITAS BALOK PERSEGI DALAM MENAHAN KECEPATAN KOROSI
Herry Henry Roberth
ALE Proceeding Vol 1 (2018): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30598/ale.1.2018.204-210
Abstrak Selimut beton atau concrete ducking atau disebut juga pelindung tulangan cukup penting dan sangat menentukan keamanan dari tulangan pada struktur beton bertulang terutama pada struktur yang berada di lingkungan yang bebas dan agresif. Di Maluku umumnya pembangunan infrastruktur terutama jembatan lebih banyak dibangun dalam jarak < 1 km dari garis pantai. Ini menyebabkan struktur dari jembatan tersebut sangat terpengaruh terhadap agresifitas dari ion klorida penyebab korosi. Hal ini menyebabkan keamanan dan umur struktur akan semakin pendek mungkin saja kurang dari umur rencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh selimut beton dalam mencegah laju korosi dan juga kapasitas lentur dan geser dari struktur yang di desain sebagai suatu model dengan menggunakan pembebanan dari AASTHO (American Associates of System Transportation and Highway Organization) yaitu AASTHO-LRFD-1998. Kesimpulan dari hasil penelitian, bahwa semakin tebal selimut beton maka semakin baik dalam menahan laju korosi namun semakin kecil kapasitas lentur dan geser yang dihasilkan. Diperoleh juga bahwa faktor air-semen, w/c juga turut mempengaruhi kapasitas lentur dan geser balok. Semakin Kecil Nilai w/c maka semakin tinggi kapasitas lentur dan geser balok. Penelitian ini masih belum begitu intensif disebabkan belum mengetahui keandalan struktur dalam arti umur layan struktur akibat pengaruh korosi sehingga perlu adanya penelitian yang berkelanjutan.