cover
Contact Name
Alfredo Tutuhatunewa
Contact Email
alfredo.tutuhatunewa@fatek.unpatti.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ale2021@fatek.unpatti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Pattimura Jl. Ir. M. Putuhena Kampus Poka Ambon - 97233
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Archipelago Engineering
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 26203995     EISSN : 27987310     DOI : https://doi.org/10.30598/ale
Core Subject : Engineering,
Prosiding “Archipelago Engineering” adalah prosiding yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Pattimura, sebagai sarana publikasi hasil Seminar Nasional "Archipelago Engineering (ALE)", yang merupakan dari hasil penelitian, studi kepustakaan dan sharing dalam bidang teknik mesin, teknik industri dan teknik kelautan serta teknik sipil dan perencanaan wilayah. Prosiding ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel hasil penelitian ataupun penelitian terapan, artikel telaah yang berkaitan dengan perkembangan teknologi. Informasi tentang pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel terdapat pada setiap penerbitan. Semua artikel yang masuk akan melalui “peer-review process”. Artikel dipublikasikan pada Prosiding, setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan artikel dan telah dipresentasikan pada Seminar Nasional ALE. Prosiding ini diterbitkan dalam setahun sekali.
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol 2 (2019): Archipelago Engineering (ALE)" : 37 Documents clear
IMPLEMENTASI EKOTEOLOGI DALAM PENCEGAHAN PENCEMARAN LINGKUNGAN LAUT DI PASAR ARUMBAI AMBON Imelda Ch Poceratu
ALE Proceeding Vol 2 (2019): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.2.2019.200-208

Abstract

Abstrak Dewasa ini krisis ekologi merupakan tantangan global umat manusia pada awal abad 21 yang belakangan telah marak diperbicangkan. Pemerintah dan masyarakat dunia, dimanapun berada, merasakan keprihatinan mendalam mengenai krisis lingkungan ini. Karena krisis tersebut meliputi seluruh sistem ekologi alami di bumi, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan manusia; seperti udara yang kita hirup, makanan yang kita makan, air yang kita minum, termasuk sistem organ di dalam tubuh kita. Krisis lingkungan yang secara ilmiah-filosofis disebut krisis ekologi ini merupakan refleksi krisis spiritual manusia modern yang telah menghilangkan Tuhan dalam hubungannya terhadap alam. Kesalahpahaman dan kegagalan manusia dalam memahami hakikat serta realitas alam menyebabkan sikap eksploitatif terhadapnya. Dalam setiap kegiatan pembangunan akan menimbulkan dampak yang dapat mempengaruhi ekosistem. Kebanyakandampak yang terjadi adalah dampak negative. Salah satu dampak negative yang terjadi yaitu pencemaran laut yang diakibatkan oleh sampah plastic. Karena itu, manusia seharusnya menyadari tanggungjawabnya sebagai mandataris Allah di dunia agar dapat melestarikan alam.
KAJIAN KUALITAS KELAS AWET LIMBAH BATANG KULIT POHON SAGU SEBAGAI MATERIAL ALTERNATIF BANGUNAN KAPAL Fella Gaspersz; Abdul Djabar Tianotak; Ruth P Soumokil
ALE Proceeding Vol 2 (2019): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.2.2019.248-251

Abstract

Abstrak Pemanfaatan kayu untuk keperluan struktur dalam jumlah besar dengan kualitas tinggi semakin sulit diperoleh. Hal ini menyebabkan harga kayu untuk keperluan material kapal sangat tinggi. Sehingga diperlukan material alternatif dalam membangun kapal kayu. Potensi Pohon Sagu sebagai sumberdaya alam lokal di Maluku oleh masyarakat lokal masih sebatas memanfaatkan pati sagunya sebagai bahan makan pokok dan daunnya sebagai atap rumah. Batang Kulit Pohon Sagu sejak jaman primitif telah digunakan pada kapal yang sederhana atau bagian interior konstruksi kapal namun material ini belum dikaji secara teknik., sedangkan Batang Kulit Pohon Sagu tidak dimanfaatkan dan dibiarkan sebagai limbah hasil pengolahan sagu. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kualitas kelas awet limbah Batang Kulit Pohon Sagu sebagai material alternatif bangunan kapal. Hasil analisa sifat kimia dari material Limbah Batang Kulit Pohon Sagu diperoleh nilai rata-rata kadar air berkisar antara 5,13% - 6,89%, Rata-rata Berat Jenis material Limbah Batang Kulit Pohon Sagu berkisar antara 0,75 kg/m3 – 0,95 kg/m3. Penentuan kelas awet yang dilakukan dengan menggunakan prosedur standar SNI 01-7207-2006 tentang uji ketahanan kayu dan produk kayu terhadap organisme perusak kayu dilaut.
PEMILIHAN ALTERNATIF BAHAN BAKAR MESIN PEMBANGKIT PLTD MENGGUNAKAN METODE VALUE ENGINEERING Billy J Camerling
ALE Proceeding Vol 2 (2019): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.2.2019.261-268

Abstract

Abstrak Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) adalah pembangkit listrik yang menggunakan mesin diesel berbahan bakar High Speed Diesel (HSD) atau solar. Dengan digunakannya bahan bakar konvensional selain dilihat dari sisi kadar polusi pada gas buang kemungkinan pembangkit ini sulit untuk dioperasikan di masa mendatang dikarenakan persediaan minyak bumi dunia yang semakin menipis. Selain itu pasar minyak dunia yang tidak stabil menjadikan bahan bakar utama PLTD ini semakin mahal. Padahal di sisi lain, PLN dipaksa untuk menjual energi listrik dengan harga yang murah dan ramah lingkungan. Apabila hal ini tidak diantisipasi maka PLN akan mengalami kerugian serta mendapat label sebagai perusahaan yang tidak ramah lingkungan. Saat ini PLTD Namlea dihadapkan terhadap lima pilihan alternatif bahan bakar. Penelitian ini mencoba untuk menganalisa keputusan pemilihan alternatif bahan bakar menggunakan metode Value Engineering sehingga bahan bakar terpilih merupakan alternatif bahan bakar terbaik yang digunakan PLN khususnya PLTD Namlea dalam proses produksi energi listrik. Dari ke lima pilihan alternatif bahan bakar tersebut, alternatif bahan bakar terpilih adalah alternatif ke 4 yaitu Penggunaan Bio Solar (B20) + Thermol D yang memiliki performansi 58.2249387440 dan value 1.13270657 atau lebih unggul dari alternatif awal (Campuran HSD dan Bio Solar) serta terbukti dapat menurunkan biaya pokok produksi sebesar Rp. 54,- per kWh dan subsidi pemerintah sebesar Rp. 1.229,- per kWh dari alternatif awal yang sedang digunakan saat ini.
KAJI KAPASITAS PENDINGINAN IKAN DENGAN MENGGUNAKAN ES DALAM KEMASAN PLASTIK Rikhard Ufie; Roy R Lekatompessy
ALE Proceeding Vol 2 (2019): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.2.2019.243-247

Abstract

Abstrak Kaji eksperimental ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbandingan massa es dan ikan terhadap karakteristik perubahan suhu penyimpanan ikan dalam coolbox.; kapasitas pendinginan ikan; besar massa es yang tersisa pada akhir proses penyimpanan. Sesuai hasil penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa semakin meningkatnya massa es yaitu untuk perbandingan massa ikan dan es sebesar 3:1, 2:1, 1:1, maka akan semakin meningkat laju pendinginan yakni sebesar, 0,061; 0,062 dan 0,123 oC/menit, semakin rendah suhu pendinginan ikan yang dapat dicapai, yaitu untuk perbandingan 3:1, 2:1, 1:1 diperoleh sebesar, 6 oC, 4,5oC dan 0,4oC, dan semakin rendah pula suhu akhir penyimpanan yang dapat dipertahankan yakni sebesar, 19 oC, 14oC, dan 7oC. Diketahui pula bahwa terdapat perbedaan kapasitas pendinginan dengan semakin meningkatnya massa es, pada perbandingan massa ikan dan masing-masing sebesar 3:1,2:1, dan 1:1 yakni sebesar 500.320 J; 590.300 J dan 517.851 J pada proses pendinginan dari suhu awal hingga suhu terendah dan sebesar 500,320 J; 590,300 J; dan517,851 J, sedangkan massa es yang tersisa pada akhir proses penyimpanan untuk perbandingan massa ikan sebesar 3:1, 2:1, dan 1:1 adalah sebesar 0,04543 kg, 0,0505 kg, dan 0,8336 kg.
UJI KELAYAKAN EKONOMIS PENGEMBANGAN FASILITAS BONGKAR MUAT DAN TURUN NAIKNYA PENUMPANG DI PELABUHAN HURNALA MALUKU TENGAH Abdul Djabar Tianotak; H C Ririmasse; Elvery B Johannes
ALE Proceeding Vol 2 (2019): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.2.2019.252-256

Abstract

Abstrak Dilihat dari kondisi teknis prasana pelabuhan Hurnala saat ini, sudah tidak sesuai lagi dengan pertumbuhan naik/turunnya penumpang serta bongkar/muat barang dari dan ke pelabuhan Hurnala, dimana rata-rata naik/turun penumpang saat ini 200 orang/kunjungan kapal, data tahun 2005, dengan kebutuhan untuk luas ruang tunggu antar jemput penumpang saat ini berdasarkan rata –rata turun naiknya penumpang/kunjungan kapal hanya 144 m2, selain itu lapangan parkir antar jemput yang sudah sangat tdak layak, dalam artian luas lapangan tampung hanya dapat menampung 10 unt mini bus kapasitas 12 orang/atau sit 12. Kondisi ini membutuhkan pengembangan fasiltas dimaksud sesuai dengan pertumbuhan permintaan layanan jasa pelabuhan Hurnala saat ini dan 5 sampai dengan 20 tahun mendatang. Dari hasil analisis uji kelayakan ekonimis pengembangan fasilitas dimaksud, ternyata kekurangan kapasitas tampung +100% terhadap pertumbuhan penumpang maupun barang baik untuk lapangan parkir maupun ruang tunggu antar jemput penumpang Pengembangan teknis tahun 2004 s/d 2012, membuthkan luas ruang tunggu antar jemput seluas 432 m2, Lapangan parkir untuk menampung 21 unit sarana angkut kota / call seluas 358 m2, Investasi pengembangan sebesarRp.1.651.187.500, Pendapatan diperoleh Rp.178.237.112 / tahun, Biaya operasional / tahun Rp.55.469.000. kelayakan ekonomis pengembangan dilihat dari aspek waktu pengembalian investasi ternyata dapat dinyatakan tidak layak untuk kondisi permintaan jasa 70 s/d 100% , karena waktu pengembalian sudah berada datas umur ekonomis kedua prasarana tersebut adalah 10 tahun.
PENENTUAN SISTIM TRASPORTASI UNGGULAN DI KAWASAN PENGEMBANGAN EKONOMI TERPADU (KAPET) SERAM PROVINSI MALUKU H C Ririmasse; Abd Djabar Tianotak; Elvery B Johannes
ALE Proceeding Vol 2 (2019): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.2.2019.257-260

Abstract

Abstrak Sejak bergulirnya kebijakan pemerintah pusat tentang percepatan pembangunan Kawasan Timur Indonesia, yang ditindak lanjuti dengan pembentukan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) Seram tahun 1998.yang kegiatannya baru dimulai tanggal 7 Agustus 2001 dengan terbentuknya Badan Pengelola Kapet Seram. Badan ini belum dapat berbuat banyak mengingat luasnya wilayahnya, beragamnya masalah yang dihadapi diantaranya masalah transportasi. Kendala kendala tersebut perlu dianalisa, dikaji secara mendalam baik sistem, dimensi maupun sarana transportasi guna pengembangan dan peningkatan perekonomian masyarakat. Berdasarkan data potensi daerah maupun sarana dan prasarana penunjang, serta tanggapan masyarakat akan pentingnya sistem, dan sarana transportasi, maka dengan bantuan metode AHP (Anatityc Herarchi Proces) dan software ELECTRE III dapat diproses dan diperoleh kriteria yang memiliki ranking tertinggi serta penentuan alternatif terbaik dari beberapa alternatif moda transportas yang ditawarkan untuk berbagai pihak. Ternyata hasil olahan program dalam penentuan keputusan sistem transportasi dari 12 (dua belas) kriteria terdapat 5 (lima) kriteria yang memiliki ranking tertinggi dan melalui software ELECTRE III didapat diranking alternatif terbaik dari 4 (empat) alternatif adalah L4 (Transportasi /Moda terpadu). Kiranya penelitian ini tidak dijadikan sebagai hasil akhir, melainkan awal dari penelitian-penelitian selanjutnya
PERENCANAAN PRODUKSI KERAJINAN KULIT KERANG MUTIARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE AGREGAT DI KOTA AMBON Marcy L. Pattiapon; Nil Edwin Maitimu
ALE Proceeding Vol 2 (2019): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.2.2019.154-157

Abstract

Maluku merupakan daerah kepulauan yang kaya akan hasil alam terutama laut yang diantaranya yaitu kerang mutiara. Salah satu industri kecil yang cukup berkembang adalah industri kerajinan dari kulit kerang mutiara, kulit kerang mutiara di manfaatkan dan di olah sebagai kerajinan yang bernilai seni tinggi merupakan salah satu ciri khas dari daerah Maluku yang merupakan salah satu pilihan cinderamata yang cukup diminati oleh wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Kerang selain dikonsumsi, kerang juga menghasilkan mutiara dan sering dibuat menjadi perhiasan seperti kalung, gelang, cincin dan hiasan dinding dan berbagai aksesoris.Terjadinya fluktuasi permintaan dari waktu ke waktu menyebabkan perlunya perencanaan persediaan dengan melakukan peramalan kebutuhan dimasa yang akan datang.Peramalan yang digunakan adalah Time Series Moving Average dan Single Exponential Smoothing.Hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa yang menyerap modal terbesar adalah kerangmutiara, profil, kain bludru dan kaca. Peramalan dengan Moving Average (MA) = 4 bulan mempunyai nilai error tekecil dengan hasil prakiraan peramalan adalah 57 kg. Dengan total biaya sebesar Rp. 5.156.847.779.Alternatif yang digunakan dalam perencanaan agregat adalah strategi dengan hari kerja regular tetap dan strategi lembur, yaitu selama 26 hari/bulan, dengan kapasitas produksi 39 unit produk jadi kulit kerang. Dengan total biaya adalah sebesar Rp. 243.650.000.

Page 4 of 4 | Total Record : 37