cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2022)" : 15 Documents clear
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI PADA MATA PELAJARAN DASAR-DASAR AGRIBISNIS TANAMAN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X KONSENTRASI KEAHLIAN AGRIBISNIS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA DI SMK NEGERI 2 LOLI GUSTA BARA DAKU WALA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i3.1665

Abstract

This study aims to improve student achievement in class X Concentration of Agribusiness Skills in Food Crops and Horticulture at SMK Negeri 2 Loli in the subject matter of the basics of plant agribusiness. This research is a classroom action research using the demonstration method. The subjects in this study were 31 students of class X ATPH, with 9 women and 22 men. Data collection techniques include observation sheets and tests. Based on the results of the discussion and research data that have been presented, it can be concluded that the application of the demonstration method can improve student achievement in class X Concentration of Agribusiness Expertise on Food Crops and Horticulture at SMK Negeri 2 Loli. This is evidenced by the results obtained by students with completeness scores in the first cycle reaching 58.06% and continuing to increase in the second cycle to 83.87%. This shows that the number of students who have successfully passed the predetermined action success criteria is 75%. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X Konsentrasi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan Dan Hortikultura di SMK Negeri 2 Loli pada materi pelajaran dasar-dasar agribisnis tanaman. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode demontrasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X ATPH berjumlah 31 siswa, dengan jumlah 9 orang perempuan dan 22 orang laki-laki. Teknik pengumpulan data antara lain lembar observasi dan tes. Berdasarkan hasil pembahasan dan data penelitian yang telah disajikan, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X Konsentrasi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura SMK Negeri 2 Loli. Hal tersebut dibuktikan dari hasil yang diperoleh siswa dengan nilai ketuntasan pada siklus I mencapai 58,06 % terus mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 83,87%. Hal ini menunjukan jumlah siswa yang tuntas telah melewati kriteria keberhasilan tindakan yang telah ditentukan sebesar 75%.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA POKOK BAHASAN SUGGESTIONS AND OFFERS AAN SAJIATMOJO
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i3.1666

Abstract

Based on the description of the research results that have been presented, the researcher draws conclusions from the results of research conducted at SMA Negeri 2 Tanjung Selor, namely that there is an increase in the learning outcomes of class XI IPA students at SMA Negeri 2 Tanjung Selor in the Subject of Suggestions and offers. In the pre-cycle 7 students who studied thoroughly, then increased in cycle 1 there were 21 students who completed learning and in cycle 2 reached 29 students. The percentage of student completeness shows in the pre-cycle 22.2%, then increases to 66.6% in cycle 1 and becomes 94.4% in cycle 2. Then research with the problem "Application of Experiential Learning Models in Improving Student Learning Outcomes on the Subject Suggestions and offers in Class XI IPA SMA Negeri 2 Tanjung Selor Academic Year 2019/2020", in a process and a short period of time, the Experiential Learning Learning Model has a positive impact on students, namely students in class XI Science can improve their learning outcomes on the subject matter of Suggestions and offers. ABSTRAKBerdasarkan uraian hasil penelitian yang telah dipaparkan, maka peneliti membuat kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan di SMA Negeri 2 Tanjung Selor yaitu terdapat peningkatan Hasil Belajar siswa kelas XI IPA  SMA Negeri 2 Tanjung Selor  pada Pokok Bahasan Suggestions and offers. Pada pra siklus 7 siswa yang tuntas belajar, kemudian meningkat pada siklus 1 ada 21 siswa yang tuntas belajar dan pada siklus 2 mencapai 29 siswa. Presentase ketuntasan siswa menunjukkan pada pra siklus 22,2 %, kemudian meningkat menjadi 66,6 % pada siklus 1 dan menjadi 94,4 % pada siklus 2. Maka penelitian dengan permasalahan "Penerapan Model Pembelajaran Experiential Learning Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Suggestions and offers  Di Kelas XI IPA  SMA Negeri 2 Tanjung Selor Tahun Ajaran 2019/2020", dalam proses dan jangka waktu yang tidak pendek, Model Pembelajaran Experiential Learning tersebut berdampak positif bagi siswa yaitu siswa kelas XI IPA bisa meningkatkan Hasil Belajarnya Pada Pokok Bahasan Suggestions and offers.
IMPLEMENTASI METODE PENGEMBANGAN MUROJA’AH DAN TAHSIN PADA PROGRAM TAHFIDZ AL-QUR’AN DALAM UPAYA MEMPERTAHANKAN HAFALAN AL-QUR’AN : STUDI DI PONDOK PESANTREN DAAR EL-QOLAM 4 SITI ROHMAH; FAUZUL IMAN; ENENG MUSLIHAH
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i3.1667

Abstract

The purpose of this research is to find out the learning method in the Tahfidz Al-Qur'an Program in an effort to maintain the memorization of the Qur'an, and to find out the Implementation of the Murojaah and Tahsin Development method in the Tahfidz Al-Qur'an Program in an effort to maintain the memorization of the Qur'an as well as to find out the constraints and efforts of implementation of Murojaah and Tahsin Development method in the Tahfidz Al-Qur'an Program at the Daar El-Qolam 4 Islamic Boarding School, Gintung, Jayanti, Tangerang. The benefits are for the development of scientific treasures, as reference materials or references and add libraries to universities and provide additional knowledge, insight, and experience for researchers for how to implement Murojaah and Tahsin Development Method in the Tahfidz Al-Qur'an program. The methods used by researcher are qualitative research method using interviews, documentation and field surveys. There are several stages, namely the first stage is orientation or description, then the second stage is reduction / focus, this stage reduces all information obtained in the initial stage, the selection process, focusing attention on simplification, abstracting and transforming the rough data that arises from the field data. Then the third stage is the selection stage, at this stage the researcher describes the focus that has been set in more detail. The results showed that the learning method used in the Tahfidz Program at Daar El-Qolam 4 Islamic Boarding School was the talaqqi method and the tikror method (qiro'ah tikror and syima'i tikror). Implementation of the Muroja'ah and Tahsin Development Method in the Tahfidz Al-Qur'an Program, students are required to murojaah their memorization every day, after new memorization increases, students are directed to re-memorize the old and new memorization by depositing / listening to it to Asatidz to mutqin their memorization so that the students' memorization doesn’t quickly forget or even disappear. The problem is that students are not only focused on always memorizing the verses of the Qur'an, time constraints, and obstacles to procuring musyrif or musyrifah. Efforts are made with good and efficient time management, a comprehensive tahfidz program schedule, adding musyrif and musyrifah. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode pembelajaran pada Program Tahfidz Al-Qur’an, dan untuk mengetahui implementasi metode pengembangan Murojaah dan Tahsin pada Program Tahfidz Al-Qur’an serta untuk mengetahui kendala dan upaya implementasi metode pengembangan Murojaah dan Tahsin pada Prorgam Tahfidz dalam upaya memepertahankan hafalan Al-Qur’an di Pondok Pesantren Daar El-Qolam 4, Gintung, Jayanti, Tangerang. Manfaatnya bagi pengembangan khazanah keilmuan sebagai bahan referensi, rujukan dan menambah pustaka pada perguruan tinggi serta memberikan tambahan pengetahuan & wawasan. Metode yang digunakan peneliti adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan metode wawancara, dokumentasi dan survei lapangan. Tahap pertama, orientasi atau deskripsi, tahap kedua, reduksi/focus, tahap ini mereduksi segala informasi yang diperoleh pada tahap awal, proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penderhanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang muncul dari data-data lapangan. Tahap ketiga, seleksi/selection, pada tahap ini peneliti menguraikan fokus yang telah ditetapkan menjadi lebih rinci. Hasil penelitian, metode pembelajaran yang digunakan pada Program Tahfidz di Pondok Pesantren Daar El-Qolam 4 adalah metode talaqqi dan tikror (tikror qiro’ah dan tikror syima’i). Implementasi Metode Pengembangan Muroja’ah dan Tahsin pada program ini, santri diharuskan me-murojaah-kan hafalannya setiap hari, santri diarahkan untuk menghafal ulang hafalan yang lama dan yang baru dengan menyetorkan kepada Asatidz untuk me-mutqin-kan Kendalanya, santri tidak hanya difokuskan untuk selalu menghafal ayat-ayat Al-Qur’an saja, kendala waktu, serta kendala pengadaan musyrif atau musyrifah. Upaya yang dilakukan dengan manajemen waktu yang baik dan efesien, jadwal program tahfidz yang komprehensif, penambahan musyrif dan musyrifah.
BEST PRACTICE PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SENI BUDAYA MELALUI PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING KELAS X TKJ SMK NEGERI 3 BALIKPAPAN MUHAMMAD YUSRI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i3.1668

Abstract

This Best Practice is the author's best experience in learning Cultural Arts. The background of this best practice problem is the existence of problems in the form of student complaints that students are sometimes lazy to create Decorative Arts in the form of exploration of Decorative patterns in the form of Static or Dynamic. This is the cause for students when they take Cultural Arts lessons, so students only learn to draw as they are. Based on this problem, the author tries to apply Cultural Arts learning which is the assignment of an Exhibition at the end of the Semester, which will be held in June 2020. The purpose of this best practice is to find out whether students are enthusiastic about participating in Cultural Arts lessons in the assignment of Ornamental Art Exhibition based on Dayak motifs. The formulation of the problem is whether the task of the Dayak Motif-based Ornamental Art Exhibition in class X can increase their enthusiasm in participating in Cultural Arts learning. The results obtained by applying Cultural Arts learning in the form of an exhibition of Decorative Arts works based on Dayak motifs in class X turned out to be very active and enthusiastic in participating in the exhibition which was held for 3 days. This is evident from the results of learning Arts and Culture in the form of enthusiastic exhibition assignments, and reaching a percentage of 82.86%, far from the standard level of completeness set by the school which is only 75%. The conclusion of this best practice is that the Cultural Arts learning model in the form of Exhibition assignments is proven to be able to improve student achievement in Cultural Arts Lessons for class X SMKN 3 Balikpapan. ABSTRAKBest Practice ini merupakan pengalaman terbaik penulis dalam pembelajaran Seni Budaya. Latar belakang masalah best practice ini adalah adanya permasalahan berupa keluhan siswa bahwa siswa terkadang malas berkarya Seni Ragam Hias dalam bentuk eksplorasi pola Hias yang berbentuk Statis maupun Dinamis. Hal ini menjadi penyebab pada siswa saat mengikuti pelajaran Seni Budaya, sehingga siswa hanya belajar cenderung menggambar apa adanya. Berdasarkan masalah ini penulis mencoba menerapkan pembelajaran Seni Budaya yang bersifat pemberian tugas Pameran pada akhir Semester, yang dilaksanakan di bulan Juni 2020. Tujuan best practice ini adalah untuk mengetahui apakah siswa antusias mengikuti pelajaran Seni Budaya pada pemberian tugas Pameran Seni Rgam Hias berbasis motif Dayak. Rumusan masalah adalah apakah tugas Pameran Seni Ragam Hias berbasis Motif Dayak pada kelas X dapat meningkatkan antusiasnya dalam mengikuti pembelajaran Seni Budaya. Hasil yang diperoleh dengan menerapkan pembelajaran Seni Budaya dalam bentuk tugas Pameran karya Seni Ragam Hias yang berbasis motif Dayak pada kelas X ternyata siswa sangat aktif dan antusias mengikuti Pameran tersebut yang dilaksanakan selama 3 hari. Hal ini terbukti dari hasil pembelajaran Seni Budaya dalam bentuk tugas Pameran yang antusias tersebut, dan mencapai prosentase 82,86% jauh dari tingkat standar ketuntasan yang ditetapkan oleh sekolah yang hanya 75%. Kesimpulan dari best practice ini adalah bahwa model pembelajaran Seni Budaya dalam bentuk tugas Pameran terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada Pelajaran Seni Budaya kelas X SMKN 3 Balikpapan.
PERSEPSI GURU TERHADAP KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH PADA MASA PANDEMI COVID-19 BAIQ WIDAYUNG PUNDAKA SARI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i3.1669

Abstract

This study aims to determine the teacher's perception of the principal's leadership during the Covid-19 pandemic at the Unwanul Falah Foundation, East Lombok based on two types of variables, namely gender and education level. This study uses a quantitative approach with a survey method. Data was collected using a simple random sampling technique with a population of 50 teachers under the auspices of the foundation and 44 samples of returned and valid question naires filled out online with google form. Data processing using SPSS 16.0 application for windows. The results of the study concluded that there was no significant difference between teachers' perceptions of the leadership of school principals during the Covid-19 pandemic, both seen from the gender variable with a value of sig = 0.334 > 0.05 and from aducation leverl variable with a value of sig = 0.250 > 0.05. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru terhadap kepemimpinan kepala sekolah pada masa pandemi Covid-19 di Yayasan Unwanul Falah Lombok Timur berdasarkan dua jenis variabel yaitu jenis kelamin dan jenjang pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simple random sampling dengan populasi sebanyak 50 guru yang berada di bawah naungan yayasan tersebut dan hasil kuesioner yang kembali dan valid yang diisi melalui online dengan google form adalah 44 sampel. Pemrosesan data menggunakan aplikasi SPSS 16.0 for windows. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi guru terhadap kepemimpinan kepala sekolah pada masa pandemi Covid-19 baik dilihat dari variabel jenis kelamin dengan nilai Sig = 0.334 > 0.05 maupun dari variabel jenjang pendidikan dengan nilai Sig = 0.250 > 0.05.

Page 2 of 2 | Total Record : 15