cover
Contact Name
Nurul Rochmah
Contact Email
nurul-rochmah@untag-sby.ac.id
Phone
+6285964020699
Journal Mail Official
jurnalextrapolasi@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Jl. Semolowaru 45
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Extrapolasi
ISSN : 16938259     EISSN : 2721978X     DOI : https://doi.org/10.30996/ep.v20i02
Core Subject : Engineering,
Focus and Scope Extrapolasi is published by Department of Civil Engineering Faculty of Technology, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. The Extrapolasi editorial is very open in accepting articles related to : Building Materials and Structures Constructions Technology Constructions Management, Road and Bridge Engineering Earthquake Engineering, Geotechnical Engineering, Hydraulic Structures and Drainage Structural Engineering, Surveying and Geo-Spatial Engineering Transportation Engineering.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 01 (2012)" : 8 Documents clear
ANALISIS KETEBALAN DAN BIAYA PERKERASAN JALAN DI RUAS JALAN RAYA LAMONGAN – MOJOKERTO Sutriono, Bantot; Budimanto, Eko
EXTRAPOLASI Vol 5 No 01 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i01.807

Abstract

Penurunan kinerja perkerasan jalan ditunjukkan dengan terjadinya kerusakan, yang mengganggufungsi jalan dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jalan. Faktor penyebab terjadi kerusakanpermukaan jalan adalah beban lalu lintas harian rata-rata (LHR) dan kualitas jalan tersebut. Cara untukmemperlambat penurunan kinerja jalan adalah dilakukan pemeliharaan jalan secara berkesinambungan,sehingga jalan tersebut masih memiliki tingkat pelayanan yang baik. Tujuan penelitian ini adalah (1)Mendapatkan cara yang tepat harus dilakukan untuk menyelesaikan kerusakan lapisan perkerasan jalan diruas jalan raya Lamongan – Mojokerto, (2) Mendapatkan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikankerusakan lapisan perkerasan jalan tersebut. Hasil penelitian adalah (1) Cara tepat yang harus dilakukanuntuk menyelesaikan kerusakan lapisan perkerasan jalan tersebut adalah dengan memberikan tebal lapisantambahan (overlay). Tebal lapisan tambahan 5 cm tersebut ditambahkan di lapisan ATB, yang awalnya 8 cmmenjadi 13 cm. Hal ini dilakukan jika lebih 10% dari panjang jalan adalah berupa retak, maka diperlukanpeningkatan struktur, dan berdasarkan analisis dan perhitungan, didapat tebal lapisan tambahan sebesar 5 cmuntuk umur rencana 5 tahun. (2) Setelah dilakukan perhitungan diperlukan biaya Rp21,304 Milyar. Biladibandingkan dengan lapisan ATB awal yaitu 8 cm diperlukan biaya sebesar Rp18,594 Milyar. Jadi adatambahan biaya sebesar Rp2,710 Milyar untuk perbaikan perkerasan jalan. Hal tersebut disebabkan karenaada peningkatan pertumbuhan LHR sebesar 2,5%.Kata kunci : LHR, overlay, perkerasan jalan
ANALISIS INVESTASI PEMBANGUNAN CONVENTION CENTER DI KOTA MAKASSAR Sarya, Gede; Herriyanto, Ifandy
EXTRAPOLASI Vol 5 No 01 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i01.812

Abstract

Pembangunan Gedung Convention Center di Makassar yang kokoh dan berkelanjutan serta terpadudan dinamis, perlu direncanakan secara tepat, sehingga proses perencanaan yang panjang di bidangpembinaan, pengembangan dan pembangunannya memiliki orientasi untuk menghadapi masa depan,memerlukan arah yang konsisten dan berkelanjutan. Melihat kondisi keterbatasan kualitas SDM dan sasaranprasarana serta dukungan anggaran yang belum memadai, tuntutan rumusan kebijakan dan ketepatanpemilihan program yang tersusun dalam bentuk pelaksanaan roda pemerintahan dan bidang lainnya harusdapat menjawab tuntutan pemenuhan disegala bidang, sehingga nantinya institusi terkait harus dapatmengembangkan aspek-aspek di segala bidang kerjasama dan sosialisasi antar badan dan instansi terkait.Untuk mendapatkan keputusan yang tepat perlu dilakukan penelitian analisis investasi pembangunanConvention Center di Kota Makassar, penelitian ini dilakukan untuk menentukan : (1) nilai investasi danpengelolaan yang layak, (2) mendapatkan harga sewa ruang Convention Center dan (3) mendapatkan lamawaktu kerjasama yang paling optimal dengan pihak investor pembangunan Convention Center KotaMakassar dengan menggunakan sistem kerjasama Build Operate Transfer (BOT). Hasil dari penelitianadalah (1) Proyek pembangunan Convention Center memerlukan dana investasi sebesar Rp 58,026 Milyar.Dengan asumsi bunga 10% per tahun, maka didapatkan masa investasi 13 tahun 9 bulan. Proyekpembangunan Convention Center ini dinyatakan layak untuk dijalankan. Hal tersebut dapat dilihat dari nilaiNPV > 0 yaitu sebesar Rp 4,490 Milyar, nilai IRR melebihi tingkat bunga yang diharapkan yaitu 11,58%,Break Even Point usaha penyewaan Convention Center terjadi pada tahun ke 8 lebih 2 bulan, tepatnya padatahun 2021, (2) Biaya sewa yang optimal untuk setiap jam adalah Rp 6,5 Juta, (3) Waktu kerjasama denganpihak investor pembangunan Convention Center Makassar dengan menggunakan sistim kerjasama BuildOperate Transfer (BOT). Berdasarkan perhitungan DPP, maka diperoleh nilai Discounted Payback Period(DPP) dari usaha Convention Center adalah 13 tahun 9 bulan lebih cepat dibandingkan dengan masainvestasi 15 tahun, hal ini menjelaskan bahwa usaha Convention Center ini layak untuk dijalankan, karenapengembalian modal awal usaha yang dibuktikan dari nilai DPP lebih cepat dari umur proyek yangdirencanakan.Kata kunci : Convention Center, kelayakan, Build Operate Transfer
NALISA HARGA PASAR OFFICE TOWER CITY OF TOMORROW SURABAYA BERDASARKAN METODE PERBANDINGAN DATA PASAR DAN METODE PENDEKATAN BIAYA Tjendani, Hanie Teki
EXTRAPOLASI Vol 5 No 01 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i01.808

Abstract

Surabaya merupakan kota yang mempunyai perkembangan begitu pesat. Untuk menunjangperkembangan tersebut Lippo Group mendirikan Super Block dengan konsep Everything in One, yangdidalamnya terdapat mall, apartemen, perkantoran dan hotel. Sampai saat ini hotel belum dapat difungsikankarena masih dalam kondisi bangunan struktur saja. Dana pembangunan hotel akan diusahakan darimengagunkan bangunan Office Tower sebanyak 4 tower dari 6 tower yang ada karena 2 tower yang lainsudah tersewa. Untuk mendapatkan nilai Pasar 4 tower yang akan diagunkan maka perlu diadakan suatupenelitian sehingga kita dapatkan berapa nilai rupiah yang akan kita dapatkan jika mengagunkan 4 buahtower tersebut. Maka dilakukanlah suatu penelitian untuk mengetahui harga pasar perkantoran City ofTomorrow. Ada 3 metoda yang dapat digunakan untuk menentukan harga pasar yaitu metode perbandingandata pasar (Market Data Approach) , metode pendekatan biaya (Cost Approach) dan metode kapitalisasipendapatan. Karena obyek yang kita lakukan penelitian masih berupa bangunan struktur tanpa finishingmaka metode ketiga tidak dapat kita lakukan sehingga kita lakukan dengan menggunakan metode pertamadan kedua, yaitu metode perbandingan data pasar dan metode pendekatan biaya. Dari hasil penelitiandidapatkan nilai pasar dari 4 buah Office Tower adalah sebesar Rp. 52.153.029.000,00 nilai tersebut adalahbiaya yang kita dapatkan dari mengagunkan office tower untuk membangun hotel sampai hotel tersebut bisadioperasikan dan dapat menghasilkan pemasukan. Disarankan untuk penelitian selanjutnya adalah dengannilai agunan yang didapatkan tersebut mampu membiayai berapa persen dari rencana hotel keseluruhan.Sehingga pihak pemilik dapat mengusahakan dana tambahan sehingga hotel dapat dibangun 100%.Kata kunci : harga pasar, metode perbandingan data pasar, metode pendekatan biaya
ANALISIS BIAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA DENGAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PROYEK SALURAN KWARTER SELATAN TAMAN SIDOARJO Widhiarto, Herry; Setiadi, Basuki
EXTRAPOLASI Vol 5 No 01 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i01.813

Abstract

Perusahaan kontraktor berupaya menyelesaikan kontrak kerjanya sesuai bestek (gambar danperhitungan bangunan rencana) selalu dengan melibatkan banyak pekerja bangunan. Pekerja bangunan yangsedang melakukan kegiatan pembangunan tidak terlepas dari berbagai resiko seperti terjadi kecelakaankerja. Banyak pekerja bangunan yang mengalami kecelakaan yang diakibatkan kelalaian kerja,dan beberapa diantaranya diakibatkan kurangnya pengetahuan serta tidak memakai alat pelindung diri dalam bekerja.Penelitian ini bertujuan mengetahui upaya-upaya yang telah dilakukan untuk mencegah kecelakaankerja pada pekerja Saluran Kwarter Selatan oleh PT. Gemahripah Lohjinawi serta mengetahui biaya yangdikeluarkan dalam usaha pencegahan kecelakaan kerja pada pekerja Saluran Kwarter Selatan olehPT.Gemahripah Lohjinawi. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif (descriptive research) yaitupenelitian yang memberi gambaran dan penjelasan atas keadaan usaha pencegahan kecelakaan kerja padapekerja kontruksi PT. Gemahripah Lohjinawi. Berdasarkan hasil analisa yang ditemukan dapat diambilkesimpulan bahwa Upaya-upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja di perusahaan PT. Gemahripah Lohjinawi adalah menerapkan kebijakan SMK3 dengan membentuk P2K3 sedangkan upaya pencegahan kecelakaan dilapangan adalah dengan memasang rambu-rambu kecelakaan kerja, perlengkapan pemadam kebakaran,pemakaian alat pelindung diri (APD), dan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan pada pekerjabangunan proyek Saluran Kwarter Selatan. Kendala pemakaian alat pelindung diri yang umum dijumpai padapekerja bangunan PT. Gemahripah Lohjinawi antara lain: tidak leluasa pada waktu bekerja 12 responden atau25,00%, memberatkan 10 responden atau 20,8% menambah pengeluaran 15 responden atau 31,3%, statuspekerja yang belum berpengalaman 8 responden atau 16,7% serta lokasi kerja yang yang jauh sehinggaenggan membawa APD sebayak 3 responden atau 6,25%. Kemudian untuk pembiayaan upaya pencegahankecelakaan kerja ini pihak PT. Gemahripah Lohjinawi juga membayar panitia P2KP dan serta membeliatribut-atribut K3 guna mencgah kecelakan kerja seperti sarung tangan, sepatu booth, kacamata hitam,pakaian kerja dan lain-lain menghabiskan biaya total sebesar Rp. 84.641.250. dan mengikutsertakan pekerjapada jamsostek dengan biaya jaminan sebesar Rp. 2.189.356.Kata kunci : : Kecelakaan kerja, pencegahan, biaya
ANALISIS WAKTU DAN BIAYA KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN GEDUNG HIPERBARIK RUMAH SAKIT PARU JEMBER Witjaksana, Budi; Imron, Achmad
EXTRAPOLASI Vol 5 No 01 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i01.809

Abstract

Gedung Hiperbarik 3 lantai Rumah Sakit Paru Jember terletak di Jalan Nusa Indah Jember, jalanprotokol yang strategis, mudah di jangkau oleh setiap masyarakat yang membutuhkan. Areal tanah gedungyang direncanakan merupakan satu komplek dengan gedung Rumah Sakit Paru Jember yang lama, sehinggasecara operasional mempermudah para dokter menangani pasien antara gedung lama dan gedung Hiperbarik.Permasalahan yang dialami adalah pada waktu pelaksanaan waktu kontrak selama 100 hari, pekerjaan inimengalami keterlambatan selama 21 hari. Terhitung mulai terima SPK kontraktor bekerja selama 16 harimenyelesaikan pondasi, selanjutnya harus menunggu pemasangan mesin Hiperbarik dari Australia. Setelahmesin tersebut terpasang, struktur kolom baru dipasang. Sehingga mengakibatkan keterlambatan. Darikenyataan tersebut diperlukan penelitian yang bertujuan untuk (1) Mendapatkan lama waktu pelaksanaanpembangunan, (2) Mendapatkan besar biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan pembangunan. Dari hasildiagram network, maka dapat disimpulkan bahwa (1)pelaksanaan proyek pembangunan gedung hiperbarikrumah sakit paru Jember dapat dilakukan selama 99 hari. (2) Biaya proyek yang diperlukan untukpembangunan adalah sebesar Rp Rp3,23 Milyar. Biaya maksimum per minggu yang diperlukan pada saatkegiatan paling cepat sebesar Rp569,50 Juta, dengan jumlah tenaga kerja maksimum per minggu sebesar 257orang. Setelah dilakukan pergeseran jadwal aktivitas dan penambahan jumlah tenaga kerja, ternyata biayaproyek yang diperlukan pada saat kegiatan mengalami keterlambatan 21 hari sebesar Rp3,36 Milyar. Biayamaksimum per minggu yang diperlukan sebesar Rp387,50 Juta dan jumlah tenaga kerja maksimum perminggu sebesar 212 orang. Dengan demikian pelaksanaan proyek pembangunan gedung hyperbarik rumahsakit paru Jember saat kegiatan mengalami keterlambatan 21 hari, perlu dilakukan penambahan biaya sebesarRp132,73 Juta yang awalnya sebesar Rp3,23 Milyar menjadi sebesar Rp3,36 Milyar.Kata kunci : hiperbarik, keterlambatan, diagram network
ANALISA PENETAPAN HARGA SEWA DENGAN METODE FRONT DOOR APPROACH DAN ASPEK FINANSIAL PADA RUSUNAWA NGELOM TAHAP II KABUPATEN SIDOARJO ., Rahmawan; Daruningtyas, Waluyani Retna
EXTRAPOLASI Vol 5 No 01 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i01.814

Abstract

Kabupaten Sidoarjo merupakan daerah dengan tingkat perkembangan ekonomi yang cukup pesat. Halini dikarenakan Kabupaten Sidoarjo merupakan wilayah penyangga bagi Kota Surabaya. Salah satu upayameningkatkan kualitas lingkungan dan mengurangi lingkungan kumuh adalah dengan membangunlingkungan dan menyediakan tempat tinggal yang layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Tujuandari penelitian ini adalah Mengetahui dan menganalisa tarif sewa yang akan dikenakan berdasarkan frontDoor approach pada rusunawa Ngelom Tahap II di Kabupaten Sidoarjo serta mengetahui kondisi finansialrusunawa Ngelom Tahap II di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode frontdoor approachdimana perhitungan dimana besaran nilai terhadap biaya –biaya seperti biaya modal pembangunan, biayapemeliharaan, biaya operasional serta biaya penggantian alat atau sarana terhadap real estate, apartemen atauhunian sewa yang akan diluncurkan di pasaran dihitung dan dipertimbangkan sebagai pedoman penetapanharga sewa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah : 1) Penetapan harga sewa berdasarkan metode FrontdoorApproach dan didasarkan pada keseimbangan antara pendapatan sewa dengan pengeluaran, serta denganmemperhatikan faktor kekosongan gedung sebesar 5%, diperoleh harga sewa sebesar Rp. 225.000 per unitsarusun per bulan. 2) Berdasarkan hasil analisis terhadap aspek finansial yang ditinjau dari kriteria penilaiandengan metode Payback Period (PP), diketahui bahwa pembangunan Rusunawa Ngelom Tahap II diKabupaten Sidoarjo tidak mendapatkan keuntungan untuk dilaksanakan karena PP sebesar 325 tahun lebihbesar dari waktu pengembalian yang disyaratkan yaitu 40 tahun (358 > 40). Untuk Net Present Value (NPV)dengan nilai (- 23.466.784.153) dan dari hasil analisis Profitability Index (PI), dapat diketahui bahwapembangunan rusunawa Ngelom Tahap II sebenarnya belum menguntungkan untuk dilaksanakan karenanilai PI = -0,64 < 1.Kata kunci : Penetapan Sewa, Rusunawa, Aspek Finansial
ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN SCAFFOLDING/ ALAT PERANCAH KONSTRUKSI UNTUK PENGEMBANGAN PERUSAHAAN GENERAL CONTRACTOR PT. SANTOSO SHAFANARA ., Hudhiyantoro; Sudarmadi, Trisunu
EXTRAPOLASI Vol 5 No 01 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i01.810

Abstract

Penggunaan strategi yang baru dalam hal pemakaian sendiri alat perancah untuk digunakan dalampekerjaan konstruksi adalah ide pemikiran awal untuk inovasi perusahaan dalam rencana pengembanganinvestasi perusahaan. Investasi jangka panjang memerlukan biaya modal yang cukup besar dalampelaksanaannya, maka diperlukan perhitungan yang seksama sehingga tidak menimbulkan kerugian dalampengambilan keputusan. Dalam melakukan perluasan usaha, perusahaan memerlukan alat untukmenganalisis, yaitu dengan menggunakan studi kelayakan. Studi kelayakan merupakan proses perencanaandan pengambilan keputusan mengenai pelaksanaan proyek dan merupakan dasar pertimbangan untukmemutuskan apakah investasi dalam proyek tertentu dapat dilaksanakan atau tidak. Tujuan dari penelitian iniadalah : 1) Mengetahui pendapatan yang diperoleh dari alat perancah pada PT. Santosa Shafanara apabiladipakai sendiri. 2) Mengetahui pendapatan yang diperoleh dari alat perancah pada PT. Santoso Shafanaraapabila disewakan semua. 3) Mengetahui pendapatan yang diperoleh dari alat perancah pada PT. SantosoShafanara apabila sebagian dipakai sendiri dan sebagian disewakan. 4) Mengetahui persentase perbandingansewa dan dipakai sendiri yang optimal. 5) Menganalisa usaha pengembangan perusahaan PT. SantosoShafanara ditinjau dari analisa investasi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptifkuantitatif. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah 1) pendapatan perusahaan dari dipakaisendiri untuk proyek sebesar 31.72% atau Rp. 32.675.000 rupiah 2) dengan cara menyewakan mendapat nilaisebesar 55.25% atau Rp. 56.910.000 rupiah 3) dengan cara separuh sewa dan separuh dipakai sendiri sebesar13.03% atau Rp. 13.418.000 rupiah. 4) Dari analisa kriteria investasi terhadap PP = 0,312 tahun, nilai NPV=2.365.306.406 nilai IRR=4,28 % dan PI sebesar 10,65 (10.67 >1). Dari semua hasil analisa kriteria kelayakaninvestasi dengan metode PP, NPV, IRR dan PI maka untuk pengembangan perusahaan PT. Santoso ShafanaraGeneral Contractor sangat layak untuk dilaksanakan.Kata kunci : Perancah, Pendapatan, Kelayakan
ANALISIS PERPANJANGAN LANDAS PACU (RUNWAY) DAN KOMPARASI BIAYA TEBAL PERKERASAN (Studi Kasus pada Bandar Udara Abdulrachman Saleh Malang) Moetriono, Hary; ., Suharno
EXTRAPOLASI Vol 5 No 01 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i01.811

Abstract

Runway merupakan elemen kunci infrastruktur bandar udara. Oleh karena itu perlu dilakukanperencanaan yang matang untuk mempertahankan fungsi dari fasilitas bandara tersebut selama umur rencana. Beberapa metode perencanaan perkerasan struktural yang paling banyak digunakan meliputi metode USCorporation Of Engineer yang lebih dikenal dengan metode CBR, metode FAA (Federal AviationAdministration), metode LCN dari Inggris, metode Asphalt Institute dan metode Canadian Departement OfTransportation. Akan tetapi tidak semua metode yang ada layak digunakan untuk setiap kondisi, karena ituperlu dilakukan analisa dan kajian yang seksama mengenai biaya yang berpengaruh pada keuntungan dankerugian atau akurasi dari masing-masing metode tersebut sesuai dengan kondisi Indonesia. tujuan daripenelitian ini adalah sebagai berikut: 1) mengetahui panjang runway optimal yang dibutuhkan padaperencanaan Bandara Abdulrachman Saleh Malang .2) mengetahui tebal perkerasan perpanjangan runwayyang dibutuhkan dengan menggunakan metode CBR,FAA dan LCN 3) mengetahui biaya yang dibutuhkanuntuk membangun perpanjangan runway. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsianalisis. Dari penelitian ini diperoleh beberapa kesimpulan 1) Panjang runway pesawat kritis Air Bus A319setelah dikoreksi terhadap elevasi, suhu, dan slope berdasarkan Aeroplane Reference Field Length (ARFL)adalah 2528 m, 2) Tebal perkerasan struktural total runway yang dihasilkan dari metode CBR adalah 68 cm,metode FAA adalah 68 cm sedangkan metode LCN adalah 73 cm karena perbedaan dari metode CBR, FAAdan LCN adalah tebal perkerasan yang berbeda karena dari segi parameter yang digunakan dimana metodeCBR, dan LCN hanya berdasarkan pesawat rencana saja sedangkan metode FAA berdasarkan lalu lintaspesawat campuran. 3) Estimasi biaya pembangunan perpanjangan runway dari hasil perhitungan perkerasanlentur dengan metode CBR, FAA dan LCN diperoleh biaya terendah memakai metode perkerasan lenturFAA yaitu Rp. 4.212.004.400 rupiahKata kunci : Runway, Perkerasan, Biaya

Page 1 of 1 | Total Record : 8