cover
Contact Name
Nurul Rochmah
Contact Email
nurul-rochmah@untag-sby.ac.id
Phone
+6285964020699
Journal Mail Official
jurnalextrapolasi@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Jl. Semolowaru 45
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Extrapolasi
ISSN : 16938259     EISSN : 2721978X     DOI : https://doi.org/10.30996/ep.v20i02
Core Subject : Engineering,
Focus and Scope Extrapolasi is published by Department of Civil Engineering Faculty of Technology, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. The Extrapolasi editorial is very open in accepting articles related to : Building Materials and Structures Constructions Technology Constructions Management, Road and Bridge Engineering Earthquake Engineering, Geotechnical Engineering, Hydraulic Structures and Drainage Structural Engineering, Surveying and Geo-Spatial Engineering Transportation Engineering.
Articles 147 Documents
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR TURNAROUND TERHADAP PEMBANGUNAN KAPAL BARU DENGAN METODE AHP Studi Kasus pada Turnaround di PT. PAL Indonesia (Persero) Surabaya Moetriono, Hary; Susanti, Nani Ari
EXTRAPOLASI Vol 5 No 02 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i02.816

Abstract

Salah satu kekhasan proyek yang ruang lingkupnya dinamis adalah proyek tersebut dapat berkurangataupun bertambah, bisa berurutan atau tidak. Sebagai contoh ketika saat pelaksanaan pekerjaan, ternyataunit yang diperiksa masih layak untuk digunakan, maka ditunda dulu pekerjaannya tersebut. Begitu pula bilapada suatu rangkaian unit produksi terdapat perbaikan yang harus didahulukan, walaupun tidak beradapada rangkaian unit yang pertama , maka harus dilakukan perbaikan terlebih dahulu. Tetapi dikarenakandari pihak perusahaan hanya menyediakan waktu yang sedikit, maka pengelolaan proyek pembangunankapal yang ruang lingkupnya dinamis tersebut harus dilakukan dengan cepat dan tepat. Dalam studi kasusini, penulis menemukan proyek yang mempunyai ruang lingkup dinamis proyek turnaround di sebuahperusahaan galangan kapal. Pada proyek turnaround, kinerja yang paling diutamakan adalah mutu dansafety, baik selama proyek berlangsung, maupun setelah selesai dan digunakan oleh user. Dengan dibantumetode AHP untuk melakukan pembobotan resiko, kemudian melakukan korelasi uji konsistensi, diperoleh10 (sepuluh) faktor yang mempengaruhi pembangunan kapal baru pada proyek turnaround, yaitu: masihterdapat item-item yang belum masuk schedule dan keterlambatan material yang dibeli dari luar negeri.Adapun respon resiko yang diambil untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan adalah dengan mitigateyaitu melibatkan engineer kontraktor pada tahap detil perencanaan dan perancangan, dan transfer yaitumengalihkan kerugian atas keterlambatan material kepada pihak asuransi.Kata kunci: turnaround, dinamis, pihak asuransi
EVALUASI PENGENDALIAN WAKTU DAN BIAYA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH KOST DUA LANTAI DI KEPUTIH TEGAL TIMUR SURABAYA Kerthajaya, I Komang
EXTRAPOLASI Vol 7 No 01 (2014)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v7i01.957

Abstract

Perkembangan teknologi di bidang pelaksanaan pekerjaan proyek harus disertai dengan perkembangan di bidang Manajemen sebagai fungsi kontrol pada pelaksanaan proyek tersebut. Dalam hal ini, aplikasi Metode Konsep Nilai Hasil (Earned Value) diharapkan mampu memberikan alternatif penyelesaian permasalahan terhadap Evaluasi terhadap Biaya dan Waktu yang telah dikeluarkan pada Pelaksanaan Proyek.  Penelitian dilakukan pada setiap bulan mulai dari bulan ke 1 (Satu) ; bulan ke 3 (Tiga), dan bulan ke 5 (Lima) dengan dengan hasil evaluasi yang berbeda, sehingga menghasilkan kesimpulan yang berbeda untuk setiap bulannya.  Dapat disimpulkan bahwa evaluasi yang terbaik adalah apabila dilakukan sejak bulan ke 1 (Satu) dengan uraian sebagai berikut : a. Berdasarkan Cost Variance (CV) & Schedule Variance (SV) didapat hasil analisa :  Pekerjaan terlaksana lebih lambat dari jadual rencana, biaya lebih rendah dari pada rencana anggaran; b. Berdasarkan Cost Performance Index (CPI) & Schedule Performance Index (SPI) : Memperoleh Keuntungan & Mengalami Percepatan; c. Berdasarkan Estimasi to Completed (ETC) & Estimasi at Completion (EAC) : Memperoleh Keuntungan sebesar Rp. 1.779.576.730,67; d. Berdasarkan Estimate Temporary Cost (ETC) & Estimate All Cost (EAS) : Mengalami Percepatan Waktu selama 20,4 Minggu.Kata Kunci : Manajemen, Konsep Nilai Hasil
STUDI PERBANDINGAN PERENCANAAN STRUKTUR BAJA MENGGUNAKAN PROFIL BIASA DAN PROFIL KASTELA PADA PROYEK GEDUNG PGN DI SURABAYA Lukmansa, Indra
EXTRAPOLASI Vol 8 No 02 (2015)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v8i02.990

Abstract

Material konstruksi yang paling populer saat ini adalah baja, material ini merupakan komponen utama dari bangunan-bangunan di dunia, khususnya bangunan tinggi. Balok kastela merupakan balok tampang I atau WF dengan lubang atau bukaan pada badan, dimanfaatkan untuk duct work, instalasi perpipaan, dan lain-lain, menggantikan cara konvensional yaitu dengan menggantungkan pipa atau duct pada balok. Adapun tujuan penulisan tersebut adalah: Untuk mengetahui hasil perencanaan menggunakan balok baja kastela. Untuk mengetahui penggunaan antara balok baja kastela dan balok baja biasa, mana yang lebih ekonomis. Pada penelitian terdahulu yaitu pada Karya Ilmiah Tugas Akhir S1 (Strata 1) milik Indra Lukmansa, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Tahun 2013. Telah dibuat kesimpulan untuk Tugas Akhir S1. Dalam perencanaan struktur baja biasa untuk profil kolom menggunakan profil H 350.175.7.11 untuk lantai 1 dan 2, profil 300.150.6,5.9 untuk lantai 3 dan 4, dan 250.125.6.9 untuk lantai atap. Untuk profil balok menggunakan profil WF 300.150.6,5.9.  Keunggulan konstruksi baja antara lain: mempunyai kekuatan yang tinggi, keseragaman dan keawetan yang tinggi, sifat elastis, daktilitas baja cukup tinggi, dan beberapa keuntungan lain pemakaian baja sebagai material konstruksi adalah kemudahan penyambungan antarelemen yang satu dan yang lainnnya menggunakan alat sambung las atau baut. Langkah penyelesaian masalah: gambar prarencana, menghitung pembebanan bangunan, menghitung beban gempa, analisa pembebanan, dan control stabilitas. Dalam metode kastela tidak diperlukan penambahan elemen pada baja profil. Secara umum sudut yang digunakan minimum sebesar 45º dan maksimum sebesar 70º, sedangkan yang paling sering digunakan adalah sudut 45º dan 60º.  Dari hasil perencanaan maka telah didapatkan semua perencaan struktur baja menggunakan profil kastela. Yaitu untuk profil kolom menggunakan profil H 250.175.7.11. Untuk profil balok menggunakan profil WF 175.90.5.8. Dijadikan bentuk kastela menjadi profil 264.90.5.8. Sedangkan dilihat dari segi ekonomisnya. Biaya total menggunakan struktur baja kastela adalah Rp.1.307.358.000,-.  Sedangkan biaya total menggunakan struktur baja biasa adalah Rp. 1.791.453.000,-. Maka dari itu Selisih harga antara penggunaan struktur baja biasa dengan struktur baja kastela adalah Rp.484.095.000,-. Atau dengan perbandingan 1/1,4. Maka dapat disimpulkan kembali bahwa pekerjaan struktur baja kastela lebih ekonomis materialnya dibanding daripada baja biasa, jika ditinjau dari berat sendiri bangunan total. Hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan struktur baja kastela lebih ekonomis. Mengingat berat sendiri banguna sangat berpengaruh terhadap gaya yang dihasilkan dari berat bangunan itu sendiri, semakin besar berat bangunan, maka semakin besar pula gaya yang ditimbulkan.Kata kunci: Kastela, Profil H.
ANALISIS KETEBALAN DAN BIAYA PERKERASAN JALAN DI RUAS JALAN RAYA LAMONGAN – MOJOKERTO Sutriono, Bantot; Budimanto, Eko
EXTRAPOLASI Vol 5 No 01 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i01.807

Abstract

Penurunan kinerja perkerasan jalan ditunjukkan dengan terjadinya kerusakan, yang mengganggufungsi jalan dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jalan. Faktor penyebab terjadi kerusakanpermukaan jalan adalah beban lalu lintas harian rata-rata (LHR) dan kualitas jalan tersebut. Cara untukmemperlambat penurunan kinerja jalan adalah dilakukan pemeliharaan jalan secara berkesinambungan,sehingga jalan tersebut masih memiliki tingkat pelayanan yang baik. Tujuan penelitian ini adalah (1)Mendapatkan cara yang tepat harus dilakukan untuk menyelesaikan kerusakan lapisan perkerasan jalan diruas jalan raya Lamongan – Mojokerto, (2) Mendapatkan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikankerusakan lapisan perkerasan jalan tersebut. Hasil penelitian adalah (1) Cara tepat yang harus dilakukanuntuk menyelesaikan kerusakan lapisan perkerasan jalan tersebut adalah dengan memberikan tebal lapisantambahan (overlay). Tebal lapisan tambahan 5 cm tersebut ditambahkan di lapisan ATB, yang awalnya 8 cmmenjadi 13 cm. Hal ini dilakukan jika lebih 10% dari panjang jalan adalah berupa retak, maka diperlukanpeningkatan struktur, dan berdasarkan analisis dan perhitungan, didapat tebal lapisan tambahan sebesar 5 cmuntuk umur rencana 5 tahun. (2) Setelah dilakukan perhitungan diperlukan biaya Rp21,304 Milyar. Biladibandingkan dengan lapisan ATB awal yaitu 8 cm diperlukan biaya sebesar Rp18,594 Milyar. Jadi adatambahan biaya sebesar Rp2,710 Milyar untuk perbaikan perkerasan jalan. Hal tersebut disebabkan karenaada peningkatan pertumbuhan LHR sebesar 2,5%.Kata kunci : LHR, overlay, perkerasan jalan
EVALUASI PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR DISBUDPARPORA KABUPATEN SAMPANG Ariani, Ghorizah
EXTRAPOLASI Vol 6 No 02 (2013)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v6i02.839

Abstract

Dengan adanya potensi-potensi sumber daya kebudayaan, kepariwisataan, kepemudaan dan olahragayang ada dan peninggalan sejarah serta kekayaan budaya merupakan potensi yang kuat untuk pengembangankepariwisataan di Kabupaten Sampang. Untuk itu diperlukan pengembangan gedung kantor Disbudparpora.Kantor tersebut berfungsi sebagai tempat koordinasi untuk mencapai daya guna dan hasil gunapengembangan kebudayaan, kepariwisataan, kepemudaan dan olahraga di Kabupaten Sampang. Pembangunan gedung kantor Disbudparpora dilakukan di Jalan KH Wahid Hasyim 23 Sampang. Desainrencana anggaran biaya pembangunan gedung ini diperoleh biaya kurang lebih Rp1,067 milyar dandiselesaikan selama 20 minggu atau 135 hari. Durasi ini kami evaluasi dengan membuat jadwal ulang melaluiNetwork Planning.. Tujuan evaluasi ini adalah (1) Mendapatkan lama waktu penyelesaian pekerjaan darihasil evaluasi pekerjaan, (2) Mendapatkan pekerjaan yang bisa dikurangi durasinya, (3) Mendapatkandistribusi biaya terbesar setelah dijadwal ulang. Dengan menggunakan metode CPM, yaitu diagram networkdan peta waktu didapatkan hasil evaluasi adalah (1) Hasil evaluasi jadwal pelaksanaan pekerjaanpembangunan Gedung Kantor Disbudparpora Kabupaten Sampang dapat lebih cepat diselesaikan dalam 119hari, lebih cepat 16 hari atau 11,85% dari waktu yang dijadwalkan selama 135 hari. (2) Biaya total pekerjaanadalah sebesar Rp 1.067.848.290,71 dan pekerjaan yang bisa dikurangi durasinya adalah Pekerjaan pasangandan beton struktur, Pekerjaan Kusen, pintu dan jendela, Pekerjaan Atap dan plafond (3) Distribusi biayaterbesar ada pada minggu ke-17 sebesar Rp. 127.665.589.Kata kunci : diagram network, peta waktu, metode CPM.
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PEMBANGUNAN PERUMAHAN DI TABANAN BALI Parwata, I Wayan
EXTRAPOLASI Vol 8 No 01 (2015)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v8i01.981

Abstract

Kebutuhan akan rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar (home needs) bagi manusia setelah pangan dan sandang, dimana setiap manusia akan memprioritaskan kebutuhan dasar tersebut dan berusaha untuk memenuhinya dengan memperhatikan selera dan kemampuan yang ada. Provinsi Bali yang mayoritas penduduknya adalah pendatang, menjadikan peluang bisnis properti khususnya pembangunan perumahan. Dengan demikian pembangunan perumahan memerlukan rancangan dan rencana yang matang untuk mencapai tujuan guna meminimalkan risiko dan mengoptimalkan pendanaan. Karena investasi pada pembangunan proyek ini memerlukan biaya yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kelayakan investasi pembangunan perumahan di Tabanan Bali yang ditinjau dari aspek pasar, aspek teknis, dan  aspek finansial.  Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Jenis data dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Sumber data yang digunakan pada studi kelayakan dalam penelitian ini berupa data sekunder. Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari berbagai sumber untuk mencari data mengenai beberapa aspek financial yang meliputi Net Present Value (NPV), Internal Rate of Returns (IRR), Profitability Indeks (PI), dan Payback Period (PP).   Kesimpulan dalam penelitian ini adalah: 1) Proyek perumahan yang berlokasi di Kabupaten Tabanan menunjukkan bahwa telah layak jika ditinjau dari aspek pemasaran. 2). Proyek pembangunan perumahan yang berlokasi di Kabupaten Tabanan layak ditinjau dari aspek teknis. 3) Ditinjau dari aspek financial menunjukkan bahwa proyek perumahan yang berlokasi di Kabupaten Tabanan dikatakan layak dengan indikator sebagai berikut : a) Net Present Value dengan nilai positif yaitu sebesar Rp. 6.167.703.024,-. b) Internal Rate of Return lebih tinggi dari tingkat suku bunga 12% yaitu 24,72%. c) Profitability Index menghasilkan nilai positif yaitu 124,93%. d) Payback Period terjadi pada tahun ke 2 bulan ke 4.Kata Kunci : Aspek Pasar, Aspek Teknis, dan Aspek Finansial 
STUDI GAP ANALYSIS OHSAS 18001:2007 TERHADAP SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN FLY OVER PASAR KEMBANG SURABAYA Cahyanti, Nilamsari
EXTRAPOLASI Vol 6 No 01 (2013)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v6i01.830

Abstract

Proyek Pembangunan Fly Over Pasar Kembang Surabaya adalah Proyek Pembangunan Fly Overyang membentang pada Jalan Pasar Kembang dan Jalan Diponegoro, memiliki panjang 775 m dengan lebar17 m, meliputi lebar lajur 2 x (3,5x2) m, lebar pemisah tengah 1,5 m dan lebar trotoar 2 x 0,75 m denganempat lajur. Tujuan dibangunnya Fly Over Pasar Kembang Surabaya adalah untuk mengatasi kemacetanpada persimpangan Jalan Diponegoro, Banyu Urip dan Pasar Kembang, serta meningkatkan mutu pelayananmasyarakat pengguna jalan. Pelaksanaan proyek Fly Over Pasar Kembang Surabaya dihadapkan pada tigatujuan, yaitu: Biaya, Waktu, dan Mutu. Ketiga tujuan ini dapat diartikan sebagai sasaran proyek yang tepatbiaya, tepat waktu, dan tepat mutu. Dalam usaha mencapai ketiga sasaran proyek tersebut maka pada setiapawal masing-masing pekerjaan yang terkandung di dalam proses pembangunan Fly Over Pasar KembangSurabaya perlu dilakukan penelitian penggunaan sistem Manajemen K3, dengan tujuan (1) Mengetahuiproses penerapan sistem Manajemen K3 pada proyek pembangunan Fly Over Pasar Kembang Surabaya, (2)Mendapatkan elemen yang terkait dengan OHSAS 18001:2007. Dari hasil analisis didapatkan bahwa (1)Proses monitoring dan evaluasi SMK3 pelaksanaan konstruksi Fly Over Pasar Kembang, bertujuan hanyauntuk mengukur tingkat penyelenggaraan SMK3 dalam pemenuhan syarat-syarat keamanan, keselamatan dankesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi yang dilakukan kepada pihak pengguna jasa (Satker), PPKdan pihak penyedia jasa. Dengan melakukan penyesuaian hasil proses monitoring dan evaluasi SMK3 kedalam elemen Manajemen K3 OHSAS 18001:2007, pelaksanaan SMK3 lebih menguntungkan.Keuntungannya adalah elemen-elemennya dapat dipakai untuk menetapkan kebijakan K3, perencanaan,tujuan dan program K3. (2) Melalui perhitungan Gap Analysis menggunakan Radar Chart, didapatkanelemen Manajemen K3 OHSAS 18001:2007 yang terkait dengan hasil proses monitoring dan evaluasi SMK3adalah elemen Kebijakan K3 (klausul 4.2) dengan nilai 94,00%, Perencanaan (klausul 4.3) dengan nilai96,30%, Implementasi dan Operasi (klausul 4.4) dengan nilai 96,30%, Pemeriksaan dan Perbaikan (klausul4.5) dengan nilai 93,34% dan Kajian Manajemen (klausul 4.6) dengan nilai 93,33%. Hal tersebutmenunjukkan baik sekali dan sesuai dengan penerapan sistem manajemen K3 yang dilakukan melaluimonitoring dan evaluasi.Kata kunci : fly over, gap analysis, OHSAS
EVALUASI MANFAAT PROGRAM SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT (SLBM) DI KABUPATEN BANGKALAN Setiawan, Andi
EXTRAPOLASI Vol 7 No 02 (2014)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v7i02.972

Abstract

Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) adalah salah satu program yang dilaksanakan di daerah dengan bantuan dari Pemerintah Pusat. Target Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) adalah mengembangkan kemampuan masyarakat dan pemerintah daerah serta mempersiapkan mereka dalam menjalankan peran dan wewenang baru yang dilimpahkan kepada daerah, sehubungan dengan desentralisasi pemerintah melalui pembangunan prasarana dasar.  Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) telah dilaksanakan di Kabupaten Bangkalan pada tahun 2010. Dengan berakhirnya program ini perlu dilakukan evaluasi sejauhmana manfaat Program SLBM di dalam pelaksanaannya membawa hasil sesuai tolok ukur yang telah ditentukan.  Jenis penelitian Evaluasi Manfaat Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) di Kabupaten Bangkalan adalah bersifat evaluatif dengan pengambilan sampel penelitian yang dilaksanakan pada penerima Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) Tahun 2010.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel: keikutsertaan masyarakat dalam pembangunan desa, kesadaran masyarakan untuk menghilangkan kebiasaan masyarakat Buang Air Besar Sembarangan (BABS), dan Pengelolaan air limbah permukiman melalui pengembangan kapasitas kelembagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) memiliki hubungan yang kuat dan signifikan terhadap Keberhasilan Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) di Kabupaten Bangkalan dimana masing-masing nilai korelasi yang dihasilkan lebih besar dari r tabel = 0,254.Kata kunci: Kesejahteraan, Kesehatan, Kelembagaan SDM
ANALISIS PERPANJANGAN RUNWAY BANDAR UDARA INTERNASIONAL ADI SOEMARMO SOLO JAWA TENGAH Hudhiyantoro, Hudhiyantoro; Moetriono, Hary; Suryani, Any
EXTRAPOLASI Vol 18 No 1 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v18i1.5209

Abstract

AbstractSolo City is one of the cities that has the largest airport in Central Java, namely Adi Soemarmo International Airport. Adi Soemarmo Airport has a runway length of 2600 m x 45 m. To make the city of Solo a hub in Java, where major cities outside Java, especially East and West Indonesia can land directly in Solo, Adi Soemarmo Airport requires development. Adi Soemarmo Solo Airport development is planned to add flight routes and international passengers (Source: http://www.dephub.go.id).Based on the results of calculations that refer to the International Civil Aviation Organization (ICAO) standard with Boeing 777-300ER and 747-100 planes, a runway length of 3,700 m is needed. For runway capacity, the annual demand of 31,676 operations per year is smaller than the annual service volume of 210,000 operations per year so that the runway capacity has not been exceeded.To determine runway pavement thickness using planes with the largest single wheel load, namely B747-100 so that B-777-300ER is not used. For pavement thickness using Equivalent Aircraft Method from FAA with CBR Method Flexible Pavement B-747-100 graph calculation. Results:The total pavement thickness is 31 in ? 89 cm, Surface thickness (P-403 HMA) of 5 in ? 13 cm, Base course thickness (P-304 Cement Treat Base) is 6 in ? 15 cm, The thickness of the subbase course (P-154 sub-course) is 24 in ? 61 cm. For the calculation of drainage, the result is a closed channel (pipe) with an inlet dimension of 0.25 m x 0.25 m with a distance between 50 m inlet. AbstrakKota Solo merupakan salah satu kota yang memiliki bandara terbesar di Jawa Tengah yaitu Bandara Internasional Adi Soemarmo. Bandara Adi Soemarmo memiliki panjang landasan pacu 2600 m x 45 m. Untuk menjadikan Kota Solo sebagai hub di Jawa yang kota-kota besar di luar Jawa khususnya Indonesia Timur dan Barat dapat mendarat langsung di Solo, Bandara Adi Soemarmo membutuhkan pembangunan. Pembangunan Bandara Adi Soemarmo Solo direncanakan untuk menambah rute penerbangan dan penumpang internasional (Sumber: http://www.dephub.go.id).Berdasarkan hasil perhitungan yang mengacu pada standar International Civil Aviation Organization (ICAO) dengan pesawat Boeing 777-300ER dan 747-100, dibutuhkan panjang landasan sepanjang 3.700 m. Untuk kapasitas runway, kebutuhan tahunan sebesar 31.676 operasi per tahun lebih kecil dari volume layanan tahunan sebesar 210.000 operasi per tahun sehingga kapasitas runway belum terlampaui.Untuk menentukan ketebalan perkerasan runway menggunakan pesawat dengan beban roda tunggal terbesar yaitu B747 -100 sehingga B-777-300ER tidak digunakan. Untuk ketebalan perkerasan menggunakan Metode Pesawat Udara Ekuivalen dari FAA dengan metode CBR Metode Perkerasan Fleksibel B-747-100 perhitungan grafik. Hasil:Ketebalan total perkerasan jalan adalah 31 inci ? 89 cm, Ketebalan permukaan (P-403 HMA) 5 in ? 13 cm,Ketebalan lapisan dasar (P-304 Cement Treat Base) adalah 6 inci ? 15 cm, Ketebalan dari subbase course (P-154 sub-course) adalah 24 inci ? 61 cm. Untuk perhitungan drainase didapatkan saluran tertutup (pipa) dengan dimensi inlet 0,25 m x 0,25 m dengan jarak inlet antara 50 m.
STUDI KELAYAKAN PROYEK RELOKASI PABRIK PHOSPHATE KE INDONESIA (Studi Kasus Relokasi Pabrik Phosphate dari Taiwan Ke Indonesia) Penangsang, Sentjiaki
EXTRAPOLASI Vol 5 No 02 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i02.821

Abstract

Relokasi Pabrik Phosphate Taiwan ke Indonesia ini dimaksudkan untuk memanfaatkank peluangusaha, karena diprediksikan produk phosphate mempunyai pasar yang cukup baik dan prospetif. Suatuproyek relokasi, harus memenuhi berbagai persyaratan/tuntutan teknis dan financial agar dapat beroperasidengan baik dalam jangka panjang. Untuk itu dilakukan penelitian kelayakan proyek ini. Denganmemperhatikan factor produk phosphate yang dibuat, pemasaran, yuridis, teknis, rancangan manajementerapannya dan keuangan. Penelitian kelayakan proyek ini dilakukan dengan mencari sensitivitas proyeknyaatas nilai investasi, ratio pinjaman, bunga pinjaman perbankan, harga penjualan, nilai tukar mata uang local,optimasi produksi dan nilai ekonomis proyek. Untuk perhitungannya dan simulasi sensitivitas kelayakanproyek ini digunakan computer dengan program paket excel 97 microsoft office. Dari hasil penelitian yangtelah dilakukan dan rekomendasinya, proyek ini layak dan untuk pembangunannya investor perlumemperhatikan beberapa saran yang bersifat teknis maupun non teknis akan kemungkinan ditindaklanjutinya investasi ini. Kata kunci : relokasi, kelayakan, sensitivitas

Page 1 of 15 | Total Record : 147