cover
Contact Name
Nurul Rochmah
Contact Email
nurul-rochmah@untag-sby.ac.id
Phone
+6285964020699
Journal Mail Official
jurnalextrapolasi@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Jl. Semolowaru 45
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Extrapolasi
ISSN : 16938259     EISSN : 2721978X     DOI : https://doi.org/10.30996/ep.v20i02
Core Subject : Engineering,
Focus and Scope Extrapolasi is published by Department of Civil Engineering Faculty of Technology, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. The Extrapolasi editorial is very open in accepting articles related to : Building Materials and Structures Constructions Technology Constructions Management, Road and Bridge Engineering Earthquake Engineering, Geotechnical Engineering, Hydraulic Structures and Drainage Structural Engineering, Surveying and Geo-Spatial Engineering Transportation Engineering.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 02 (2012)" : 8 Documents clear
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR TURNAROUND TERHADAP PEMBANGUNAN KAPAL BARU DENGAN METODE AHP Studi Kasus pada Turnaround di PT. PAL Indonesia (Persero) Surabaya Moetriono, Hary; Susanti, Nani Ari
EXTRAPOLASI Vol 5 No 02 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i02.816

Abstract

Salah satu kekhasan proyek yang ruang lingkupnya dinamis adalah proyek tersebut dapat berkurangataupun bertambah, bisa berurutan atau tidak. Sebagai contoh ketika saat pelaksanaan pekerjaan, ternyataunit yang diperiksa masih layak untuk digunakan, maka ditunda dulu pekerjaannya tersebut. Begitu pula bilapada suatu rangkaian unit produksi terdapat perbaikan yang harus didahulukan, walaupun tidak beradapada rangkaian unit yang pertama , maka harus dilakukan perbaikan terlebih dahulu. Tetapi dikarenakandari pihak perusahaan hanya menyediakan waktu yang sedikit, maka pengelolaan proyek pembangunankapal yang ruang lingkupnya dinamis tersebut harus dilakukan dengan cepat dan tepat. Dalam studi kasusini, penulis menemukan proyek yang mempunyai ruang lingkup dinamis proyek turnaround di sebuahperusahaan galangan kapal. Pada proyek turnaround, kinerja yang paling diutamakan adalah mutu dansafety, baik selama proyek berlangsung, maupun setelah selesai dan digunakan oleh user. Dengan dibantumetode AHP untuk melakukan pembobotan resiko, kemudian melakukan korelasi uji konsistensi, diperoleh10 (sepuluh) faktor yang mempengaruhi pembangunan kapal baru pada proyek turnaround, yaitu: masihterdapat item-item yang belum masuk schedule dan keterlambatan material yang dibeli dari luar negeri.Adapun respon resiko yang diambil untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan adalah dengan mitigateyaitu melibatkan engineer kontraktor pada tahap detil perencanaan dan perancangan, dan transfer yaitumengalihkan kerugian atas keterlambatan material kepada pihak asuransi.Kata kunci: turnaround, dinamis, pihak asuransi
STUDI KELAYAKAN PROYEK RELOKASI PABRIK PHOSPHATE KE INDONESIA (Studi Kasus Relokasi Pabrik Phosphate dari Taiwan Ke Indonesia) Penangsang, Sentjiaki
EXTRAPOLASI Vol 5 No 02 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i02.821

Abstract

Relokasi Pabrik Phosphate Taiwan ke Indonesia ini dimaksudkan untuk memanfaatkank peluangusaha, karena diprediksikan produk phosphate mempunyai pasar yang cukup baik dan prospetif. Suatuproyek relokasi, harus memenuhi berbagai persyaratan/tuntutan teknis dan financial agar dapat beroperasidengan baik dalam jangka panjang. Untuk itu dilakukan penelitian kelayakan proyek ini. Denganmemperhatikan factor produk phosphate yang dibuat, pemasaran, yuridis, teknis, rancangan manajementerapannya dan keuangan. Penelitian kelayakan proyek ini dilakukan dengan mencari sensitivitas proyeknyaatas nilai investasi, ratio pinjaman, bunga pinjaman perbankan, harga penjualan, nilai tukar mata uang local,optimasi produksi dan nilai ekonomis proyek. Untuk perhitungannya dan simulasi sensitivitas kelayakanproyek ini digunakan computer dengan program paket excel 97 microsoft office. Dari hasil penelitian yangtelah dilakukan dan rekomendasinya, proyek ini layak dan untuk pembangunannya investor perlumemperhatikan beberapa saran yang bersifat teknis maupun non teknis akan kemungkinan ditindaklanjutinya investasi ini. Kata kunci : relokasi, kelayakan, sensitivitas
ANALISIS CAMPURAN BETON BERPORI DENGAN AGREGAT BERGRADASI TERPISAH DITINJAU TERHADAP MUTU DAN BIAYA Widhiarto, Herry; Sujatmiko, Bambang
EXTRAPOLASI Vol 5 No 02 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i02.817

Abstract

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi mutu beton salah satu diantaranya distribusi susunan butiragregat (gradasi), agregat bergradasi baik dalam campuran beton dapat menghasilkan beton yang berkualitasyaitu mudah dikerjakan (workability), awet (durability), kuat (strenght) dan ekonomis. Terkait denganagregat bergradasi baik peneliti ingin menganalisis bagaimana jika menggunakan agregat bergradasi terpisah (gap grading ) yaitu agregat yang memiliki satu atau dua jenis butiran. Fakta dari beberapa sumberagregat yang memiliki susunan butir gap grading, bila dipakai dalam campuran beton akan menghasilkanbeton yang kropos dan berpori. Penelitian ini untuk mengetahui mutu beton dan menganalisis hubunganporositas, resapan terhadap mutu beton serta biaya kebutuhan material beton berpori bila dibandingkandengan beton normal berdasarkan berat volume beton. Metode penelitian eksperimental yaitu denganmelakukan pengamatan dan pengukuran dilaboratorium dengan 75 benda uji, analisis campuran betonmengacu pada beton normal dan Standar Nasional Indonesia ( SNI ). Berdasarkan hasil penelitian dananalisa dapat disimpulkan bahwa : 1.)Kuat tekan beton berpori variasi BP-C sebesar 20,48 Mpa, sedangkankuat tarik belah beton pada variasi BP-C sebesar 5,92 MPa lebih rendah dari beton normal pada umur 28 hari.Dengan demikian Mutu beton tidak mencapai kuat tekan rata-rata yang ditargetkan yaitu 30 Mpa.2.)Porositas dan resapan beton berpengaruh pada mutu beton, semakin besar nilai porositas menyebabkanmeningkatnya resapan dan menurunya mutu beton, begitu pula sebaliknya. Hal ini dapat dibuktikan dari hasilpenelitian ini bahwa variasi PB-C nilai porositas 21,42 % dan nilai resapan 3,91 %, diperoleh kuat tekansebesar 20,48 MPa, sedangkan porositas beton normal 14,70 % dan nilai resapan 3,62 %, diperoleh kuattekan sebesar 31,71MPa. 3.)Biaya kebutuhan material beton berpori sebesar Rp 567,057.00/mJurnal Teknik Sipil Untag Surabaya 24 3 atau lebihrendah 12,12 %, jika dibanding dengan beton normal sebesar Rp 645,925.00/m3. berdasarkan berat volumebeton, sehingga berat volume padat beton berpori yang diperoleh dari hasil pengujian sebesar 2089 kg/m3tidak mencapai berat beton normal (2400 kg/cm3)Kata kunci : beton berpori, kuat tekan, kuat tarik, porositas
ANALISIS LIMBAH BATUBARA (FLY ASH) SEBAGAI ALTERNATIF SEMEN UNTUK BETON PADA PERISAI SINAR PENGION COBALT – 60 DITINJAU DARI SEGI BIAYA ., Hudhiyantoro; ., Hariyadi
EXTRAPOLASI Vol 5 No 02 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i02.822

Abstract

Berbagai penelitian dan percobaan dibidang beton dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkankualitas beton, teknologi bahan dan teknik-teknik pelaksanaan.Penelitian dan percobaan tersebutdimaksudkan untuk menjawab tuntutan yang semakin tinggi terhadap pemakaian beton serta mengatasikendala-kendala yang sering terjadi pada pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Khususnya beton yangberfungsi sebagai perisai terhadap sinar pengion. National Council on radiation and Measurement ( NCRPno.49 ) mensyaratkan densitas beton minimal 2,35 gr / cm3. Salah satu cara untuk meningkatkan kekuatanbeton dan densitas adalah meningkatkan pemadatannya, yaitu meminimumkan pori atau rongga yangterbentuk di dalam beton. Penggunaan bahan tambah (admixture) dapat membantu memecahkanpermasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kuat tekan dan densitas padabeton normal dan beton berbahan fly ash 10 % ( sebagai pengganti semen) , serta untuk mengetahui adakahperbedaan ketebalan pada dua varian beton terhadap sinar pengion Cobalt – 60 berenergi 1, 25 Megaelectron Volt ( MeV ) sebagai proteksi pada radiasi. Penghematan biaya yang dihasilkan dengan komposisipenggantian semen dengan abu terbang (Fly Ash) sebanyak 10% dari berat semen, penambahanSuperplasticizer Sika Viscocrete sebanyak 1% dan faktor air semen ditentukan sama pada semua variasicampuran. Sampel yang digunakan adalah berbentuk silinder (diametr 15 cm x tinggi 30 cm), mutu betonyang direncanakan 40 MPa pada umur 28 hari. Sampel diuji pada umur 28 hari, dengan terlebih dahuludilakukan perawatan sebelum pengujian. Jumlah sampel sebanyak 24 sampel, terdiri dari 2 variasi danmasing-masing variasi sebanyak 12 sampel. Hasil penelitian membuktikan bahwa beton dengan fly ash 10 %mempunai kuat tekan sebesar 42,83 MPa serta densitas sebesar 2,42 kg / m3 . Pada Uji sinar pengionCobalt-60 berenergi 1,25 Mev, beton dengan fly ash 10 % pada ketebalan 60 cm mampu menahan sinarpengion tersebut dan menghasilkan penghematan biaya Rp 9.571.725,-.Kata Kunci : Beton, kuat tekan, densitas , superplasticizer, .fly ash. dan sinar pengion Cobalt - 60
PERSEPSI KONTRAKTOR TERHADAP STANDAR KUALITAS PEKERJAAN BETON BERTULANG PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG DI KABUPATEN SUMENEP ., Rahmawan
EXTRAPOLASI Vol 5 No 02 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i02.818

Abstract

Sumber daya manusia dalam hal ini kontraktor sebagai penyelenggara proyek mempunyai latarbelakang yang berbeda dengan pemilik proyek dan sumber daya manusia merupakan sumber daya utamadalam suatu proyek kontruksi. Perbedaan latar belakang antara penyelenggara proyek (kontraktor) denganpemilik proyek (pemerintah Kabupaten Sumenep) akan mengakibatkan timbulnya permasalahan terkaitsasaran proyek yang diinginkan oleh pemilik proyek khususnya pada pekerjaan beton bertulang. Sehinggadengan perbedaan latar belakang tersebut, sangat diperlukan suatu penelitian yang mampu memberikangambaran mengenai persepsi kontraktor sebagai penyelenggara proyek terhadap standar kualitas pekerjaanbeton bertulang pada pembangunan gedung di Kabupaten Sumenep. Beton bertulang adalah beton yangditulangi dengan luas dan jumlah tulangan yang tidak kurang dari nilai minimum, yang disyaratkan denganatau tanpa prategang, dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja bersama-samadalam menahan gaya yang bekerja. Pemecahan masalah dalam penelitian ini menggunakan metodediskriptif. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sample. Uji validitas dilakukan dengan metodekorelasi Product Moment dan uji reliabilitas dilakukan dengan metode Alpha Cronbach’s. Analisis datayang digunakan adalah analisis diskriptif dan analisis faktor. Hasil analisis faktor menyatakan nilai ujiBarlett’s Test of Sphericity sebesar 567,012 dan nilai KMO sebesar 0,719 (memenuhi syarat kecukupandata) dengan signifikansi 0,000 dan persepsi kontraktor terhadap standar kualitas pekerjaan beton bertulangterdiri dari 5 faktor. Standar kualitas yang paling dominan terdiri dari variabel air, variabel tempatpenyimpanan, variabel campuran beton, variabel cetakan dan acuan, variabel tulangan dan variabelpemadatan. Diharapkan kontraktor meningkatkan pemahaman terhadap standar kualitas pekerjaan betonbertulang pada proyek pembangunan gedung. Penelitian ini bisa dikembangkan untuk mengetahui kualitaspekerjaan beton bertulang ditinjau dari pelaksanaan di lapangan. Kata kunci : kontraktor, beton bertulang, analisis faktor.
NALISIS BIAYA PROYEK DENGAN METODE EARNED VALUE DALAM PROSES KINERJA (Studi Kasus Pada Proyek Pembangunan Universitas Katholik Widya Mandala Pakuwon Citi-Surabaya) Witjaksana, Budi; Reresi, Samuel Petrik
EXTRAPOLASI Vol 5 No 02 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i02.819

Abstract

Nowadays construction projects grow bigger and more complicated both of physical aspects and costaspects, so it takes a project management from the initial phase to project completion phase. In each project.control measure is required in terms of cost and time. The earned value method combines elements ofschedule, cost, and job performance. Earned value analysis will be applied to development projects ofCatholic University Widya Mandala Pakuwon City Surabaya. The purpose of finding out its performance ismonitoring and controlling the project, so that when there is any deviation, certain action can be taken soon. This research based on the weekly report of the project work continuously for more than 11 (eleven) months.The advantage of this method is it’s able to describe the relationship between progresses with the allocatedbudget. Based on the analysis result on each review, the performance of the project will be known everyweek. Where at the end of the review, the project experienced schedule posponement. From the calculationresult that has been done, the project cost of the remaining work at the 42 weeks is Rp. 6.241.228.702,00 andthe total cost of the project at 42 weeks is Rp.10.864.777.052,29. It is recommended that in the research, datacollection process about direct costs and indirect costs must be surveyed in detail.Keywords : earned value, cost
ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN RUMAH SEDERHANA (Studi Kasus : Perumahan Graha Arya Wiraraja, Perumahan Satelit Permai, Perumahan Griya Mapan, Perumahan Batu Kencana di Kabupaten Oetomo, Wateno; Lestari, Agustin Dwi
EXTRAPOLASI Vol 5 No 02 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i02.815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor harga, fisik bangunan, fasilitas, desain,lokasi terhadap keputusan pembelian rumah sederhana di Kabupaten Sumenep. Di samping ini penelitian inijuga bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor mana yang mempunyai pengaruh dominan terhadapkeputusan pembelian rumah sederhana di Kabupaten Sumenep.Jumlah sampel yang digunakan analisis inisebanyak 170 orang yang menyebar di empat lokasi perumahan yaitu 17 responden dari Perumahan GrahaArya Wiraraja, 66 responden dari Perumahan Satelit Permai, 29 responden dari Perumahan Griya Mapan,58 responden dari Perumahan Batu Kencana. Penarikan sampel dilakukan dengan metode Sampel RandomSampling (sederhana). Untuk mengetahui pengaruh faktor harga, fisik bangunan, fasilitas, desain, lokasiterhadap keputusan pembelian rumah sederhana di empat perumahan tersebut, digunakan SEM melaluiProgram Amos 20.0. Teknik analisis SEM untuk menguji 9 ( Sembilan ) hipotesis dengan α = 0,05.NilaiLoading Factor P (Regression Weights) pengujian hipotesis dari 9 hipotesis hanya 4 hipotesis yangberpengaruh signifikan bila dibandingkan dengan taraf nyata α = 0,05 yaitu Harga terhadap Lokasi, Hargaterhadap Keputusan Pembelian, Fasilitas terhadap Keputusan Pembelian, Lokasi terhadap KeputusanPembelian.Koefisien determinasi hasil Amos adalah sebesar 0,759. Hal ini menunjukkan variasi variabelvariabelbebas (eksogen) dapat menjelaskan 75,9% terhadap variabel terikat (endogen) atau variabelkeputusan pembelian. Sedangkan sisanya 24,1% dijelaskan variabel-variabel eksogen lain yang tidak diteliti.Kata kunci : keputusan membeli, harga, fisik bangunan, fasilitas, desain, lokasi
VALUE ENGINEERING PEKERJAAN PONDASI PADA PROYEK PABRIK SEMEN BOSOWA BANYUWANGI Wicaksana, Budi; Zakaria, Rayandra Nusdjalin
EXTRAPOLASI Vol 5 No 02 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i02.820

Abstract

Pada era globalisasi sekarang ini semuanya makin kompetitif, peserta tender makin banyak apalagidengan globalisasi maka kontraktor dari luar negri mulai masuk ke Indonesia bersaing dengan kontraktorlokal. Mereka tentunya masuk ke negeri orang berbekal dengan pengalaman dan teknologi tinggi sertaperalatan yang modern. Hal ini mau tidak mau kontraktor lokal harus bisa meningkatkan kemampuannyauntuk bersaing dengan kontraktor internasional, tentunya ini tidak lepas dari kemampuan Sumber DayaManusia, penguasaan teknologi yang berkembang dengan cepat maupun peralatan-peralatan canggih jugamaterial-material modern yang dapat meningkatkan kecepatan penyelesaian proyek dimana pada akhirnyadapat mengurangi biaya overhead dan meningkatkan mutu yang dihasilkan karena penggunaan alat yangpresisi serta mudah dioperasikan. Tingkat kompetitif yang tinggi maka setiap kontraktor dituntut untukmelakukan inovasi dan harus kreatif mencari alternatif yang dapat menurunkan biaya tanpa mengurangi mutuserta fungsi konstruksi yang dikerjakan. Sehingga untuk mengikuti tender bebas diharapkan harga yangditawarkan bisa bersaing dengan kontraktor lainnya dimana tujuan akhir adalah menjadi pemenang tender,meningkatkan omzet produksi perusahaan sesuai target yang ditentukan. Pada Proyek Semen BosowaBanyuwangi penggunaan tiang bor pile dikombinasi dengan mini pile 20 x 20 adalah yang palingmenguntungkan dibanding dengan menggunakan pondasi tiang pancang spoon pile atau pondasi bor pileuntuk seluruh bangunan dengan pertimbangan : aspek biaya, aspek kualitas, waktu pelaksanaan relatif lebihlambat, metode bor pile sudah teruji, peralatan kerja yang digunakan, penempatan material yang tidakmemerlukan tempat luas, bentuk konstruksi fleksibel.Kata kunci: Value engineering, Pondasi

Page 1 of 1 | Total Record : 8