cover
Contact Name
Jufriadif Na`am
Contact Email
jcivil@upiyptk.ac.id
Phone
+6287895670026
Journal Mail Official
jcivil@upiyptk.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Putra Indonesia YPTK Padang Jl. Raya Lubuk Begalung Padang-25221
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Civil Engineering Collaboration
ISSN : 26155915     EISSN : 26155915     DOI : 10.35134/jcivil
Core Subject : Engineering,
Civil Engineering Collaboration is an open-access peer reviewed journal that mediate the result of study, research and development of science and technology in Civil Engineering with scope: 1. Civil and Structural Engineeering 2. Earthquake Engineering 3. Surveying and Geo-Spatial Engineering 4. Road and Bridge Engineering 5. Constructions Management 6. Geotechnical Engineering 7. Transportation Engineering 8. Water Resources Engineering 9. Building Constructions.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 (2023) No. 1" : 5 Documents clear
ANALISIS RISIKO PADA PELAKSANAAN PROYEK REVITALISASI KAWASAN DANAU AYAMARU KABUPATEN MAYBRAT Netaneel Alvinus Solossa
Civil Engineering Collaboration Vol. 8 (2023) No. 1
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v8i1.54

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara yang kaya akan keanekaragaman bentang alam salah satunya perairan umum daratan yaitu danau. Danau Ayamaru merupakan Danau karst yang terletak di wilayah Provinsi Papua Barat dan memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan masyarakat disekitarnya. Namun kondisi Danau Ayamaru semakin memprihatinkan karena terjadi kekeringan dan penurunan debit air yang signifikan. Oleh karena itu perlu dilakukan revitalisasi untuk mengembalikan fungsi Danau Ayamaru dengan cara membangun bendung di area DAS. Namun dalam pelaksanaannya, kegiatan revitalisasi rentan terhadap risiko sehingga perlu dilakukan analisis risiko pada pelaksanaan proyek ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi faktor risiko pada pelaksanaan proyek kemudian melakukan penilaian risiko unuk mendapatkan risiko dominan dan melakukan respon risiko sebagai upaya mitigasi terhadap risiko dominan yang ada serta menentukan pihak yang menaggung risiko dominan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Angket kuesioner akan disebarkan kepada 24 responden yang terdiri dari pihak konsultan dan kontraktor namun sebelumnya divalidasi terlebih dahulu oleh tiga orang pakar. Setelah divalidasi maka akan dilakukan identifikasi risiko dan penilaian risiko dengan skala likert’s untuk mendapatkan risiko dominan dan selanjutnya dilakukan analisis menggunakan skala penerimaan risiko. Risiko dominan yang telah didapatkan kemudian divalidasi kembali oleh tiga orang pakar untuk mendapatkan hasil akhir berupa respon risiko serta pihak yang bertanggung jawab untuk menaggung risiko dominan yang ada baik dari pihak kontraktor maupun konsultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 8 faktor risiko yang teridentifikasi yaitu faktor risiko politik, lingkungan, ekonomi, alami, proyek, teknis, manusia dan keselamatan. Selain itu didapatkan 7 risiko dominan dari hasil penelitian ini yaitu rumitnya masalah perizinan, kesalahan estimasi waktu, pekerja tidak kompeten, budaya pekerja, kemampuan komunikasi pekerja, keterbatasan jumlah tenaga kerja, dan gangguan keamanan di lokasi proyek
INVENTARISASI RUANG INFORMAL PERKOTAAN DI KAWASAN PUSAT PEMERINTAHAN KOTA BANDUNG Harry Soeherman; Yohanes Karyadi Kusliansjah; Yasmin Suriansyah
Civil Engineering Collaboration Vol. 8 (2023) No. 1
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v8i1.55

Abstract

Informalitas di perkotaan memiliki keterkaitan terhadap berbagai unsur, dapat berupa sosial, ekonomi, politik, pemerintahan, psikologi, kemasyarakatan dan tentunya unsur fisik kota itu sendiri. Salah satu unsur fisik dari informalitas perkotaan adalah ruang dan tempat yang menjadi wadah eksistensi perilaku dan kegiatannya yang disebut sebagai ruang informal (informal space). Kota Bandung sebagai salah satu kota metropolitan, telah berkembang dengan pesat baik secara ekonomi, social dan lain-lain. Penambahan dan mobilitas penduduk menyebabkan meningkatnya kebutuhan ruang interaksi baik secara formal dan informal. Kawasan Pusat Pemerintahan Kota Bandung sebagai suatu tempat yang memiliki karakter formal dan berwibawa tentunya harus bersih dari kondisi informalitas yang akan mengganggu keberadaan kawasan tersebut. Namun pada kenyataannya, keberadaan ruang informal di kawasan tersebut tidak dapat dihilangkan dan cenderung semakin bertambah, baik jumlah lokasi maupun luasannya. Pembahasan tulisan ini mengkhususkan pada inventarisasi keberadaan ruang-ruang informal perkotaan yaitu di kawasan pusat pemerintahan kota Bandung. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui keberadaan dan jenis kegiatan informalitas di ruang-ruang sekitar kawasan pusat pemerintahan kota bandung. Metode yang digunakan yaitu studi literatur tentang ruang informal dan survei lapangan dengan cara merekam pada periode waktu dimana terjadi interaksi masyarakat dalam menggunakan ruang kota sebagai kegiatan informal. Melalui pembahasan ini dapat disimpulkan bahwa ruang informalitas di kawasan pusat pemerintahan kota Bandung cukup beraneka ragam ditinjau dari jenis kegiatannya dan secara sebaran fisik menempati area-area ruas jalan protokol yang seharusnya bersih dari kegiatan informal
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA PROYEK PEMBANGUNAN TALUD KABUPATEN JAYAPURA yeny; Ambrosius Koesmargono
Civil Engineering Collaboration Vol. 8 (2023) No. 1
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v8i1.56

Abstract

Pembangunan Talud di Daerah Kertosari dibagi menjadi 4 segmen dengan tinggi talud 2M, panjang talud segmen 1 STA 0+000 – STA 1+600, segmen 2 dengan tinggi talud 2M, panjang talud STA 0+00 – STA 0+200, segmen 3 dengan tinggi talud 3M, panjang talud STA 0+000 – STA 0+200, segmen 4 dengan tinggi talud 3 M,panjang talud STA 0+000 – STA 0+200. Pada talud bambar dengan tinggi talud 2 M,panjang talud STA 0+000 – STA 0+238 dan Proyek Talud ganevo dengan tinggi talud 2 M, panjang talud ST 0+00 – STA 0+300 berlokasi di kabupaten Jayapura adalah salah satu kegiatan proyek konstruksi dalam menunjang pembangunan infrastruktur di Papua. Metode House of Risk pada dasarnya adalah kebutuhan akan manajemen risiko untuk mengidentifikasi risiko yang terjadi terhadap tindak pencegahan risiko, menentukan penyebab risiko yang menjadi prioritas serta diberi penanggulangan risiko. Metode House of Risk memiliki 2 tahapan analisa yaitu Metode House of Risk 1 dan Metode House of Risk 2. Untuk tahapan analisa HOR 1 dapat dipakai untuk mengidentifikasi penyebab risiko (Risk Agent) yang akan diberikan prioritas dan diberikan tindak pencegahan pada risiko yang akan diutamakan. Maksud dari analisa HOR 2 untuk membantu manajemen dan memberikan prioritas penangan risiko yang lebih efektif.
Implementasi Konsep Wellness Architecture pada Amanjiwo Indra Suhartono; Yohanes Basuki Dwisusanto; P. Herman Wilianto
Civil Engineering Collaboration Vol. 8 (2023) No. 1
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v8i1.57

Abstract

Pengetahuan dan perhatian masyarakat terhadap kesehatan pada masa kini telah meningkat. Hal ini ditunjukan dengan peningkatan ketertarikan terhadap wellness dan produknya. wellness berarti kondisi kesehatan fisik, mental dan sosial yang baik dan bukan hanya sekedar terbebas dari penyakit. Pertumbuhan industri pariwisata wellness meningkat pesat jauh diatas industri pariwisata secara umum. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana hotel-hotel tersebut mengimplementasikan konsep wellness dalam bentuk fasilitas hotel secara fisik. Kajian mengenai arsitektur dan kaitannya dengan wellness dapat dikaji karena manusia hidup dalam ranah lingkungan binaan yang memiliki pengaruh terhadap kesehatan fisik, mental, dan sosial. Penelitian ini akan mengkaji tataan massa pada hotel yang memiliki kaitan dengan konsep wellness dan kaitan rancangan  dengan wellness individu. Tiga hotel yang dimiliki oleh Aman grup yang ada di Indonesia akan menjadi kasus studi karena Aman Grup terkenal dengan wellness-nya. Hotel tersebut adalah Amanjiwo yang ada di Magelang. Hotel ini akan dibandingkan implementasi wellness mereka dari aspek tataan bangunan. Amanjiwo telah mendukung wellness dari segi visual, audial, termal, penciuman, dan kinestesia.
Kajian Pelaksanaan Standar Keselamatan Kerja di Era New Normal Pada Proyek Jalan di Kabupaten Maluku Tenggara Fauzan A. Sangadji
Civil Engineering Collaboration Vol. 8 (2023) No. 1
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v8i1.58

Abstract

The impact of the Covid 19 pandemic was very large for business people, especially construction services. The implementation of work safety has also begun to change following the new normal era standards from the Indonesian government's covid task force. The application of work safety in the new normal era itself has not been well socialized to construction service business actors. This study intends to see how big the implementation of work safety in the new normal era is according to the Covid task force standards and other preventive measures according to the latest research. This study used a questionnaire distributed to one of the road projects in Southeast Maluku district. Questionnaires and interviews were carried out to see how the new normal era standards were implemented in the project. The results of the questionnaire were then tested using validity and reliability tests to see whether the data collected was valid and reliable or not. Then the results of the data are taken for the mean value of the total filling to see how big the variable is applied. Based on the research results, it was found that the provision of job insurance or health insurance is the biggest priority for construction service actors to prevent and maintain the health of workers in the project.

Page 1 of 1 | Total Record : 5