cover
Contact Name
Akhmad Yanuar
Contact Email
yanuarfahmi20@gmail.com
Phone
+6282143172001
Journal Mail Official
yanuarfahmi20@gmail.com
Editorial Address
JL Letkol Istiqlah 109 penataban Banyuwangi
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL
ISSN : -     EISSN : 27156249     DOI : -
Core Subject : Health,
Professional health journal is an open access journal with a wide range (Scope) of fields of nursing including basic research in nursing, management nursing, emergencies, and critical nursing, medical-surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, maternity nursing, child nursing, nursing care , community nursing, family nursing education nursing, complementary, alternative medicine (CAM) in nursing, midwifery, medicine, and pharmacist
Articles 938 Documents
EFEKTIVITAS FOTOTERAPI DAN SINAR MATAHARI TERHADAP KADAR BILIRUBIN PADA NEONATUS: Efektivitas Fototerapi Dan Sinar Matahari Terhadap Kadar Bilirubin Pada Neonatus
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.666

Abstract

Latar Belakang :Hiperbilirubin merupakan suatu keadaan yang sering terjadi pada neonatus. Ikterus merupakan gambaran klinis berupa pewarnaan kuning pada kulit dan mukosa karena unconjugated bilirubin yang tinggi. Tingginya kasus ikterus neonatorum yang dirawat di rumah sakit kartinidengan persentase (15,09%) menyebabkan perlunya penanganan yang lebih intensif untuk menurunkan kadar bilirubin pada neonates.Tujuan: Untuk mengetahui Efektivitas fototerapi dan sinar matahari terhadap penurunan kadar bilirubin derajat III pada neonatus di Rumah Sakit Kartini Jakarta Tahun 2020. Metodologi :Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan melakukan pretest sebelum dan posttest setelah diberikan perlakuan.Populasinya yaitu neonatus dipoli anak RS Kartini Jakarta tahun 2020 pada bulan Januari sebanyak 30 neonatus. Pengambilan sampel menggunakan teknik qouta sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel semuanya sebanyak 30 neonatus dengan nilai kadar bilirubin >11 mg/dl. Sampel dalam penelitian ini yaitu 15 neonatus dilakukan fototerapi dan 15 neonatus dilakukan terapi sinar matahari. Hasil : Bahwa rata-rata kadar bilirubin pada kelompok intervensi fototerapi dari 13,107 turun sebesar 3,2 menjadi 9,900. Sedangkan kelompok intervensi terapi sinar matahari dari 12,213 turun sebesar 0,74 menjadi 11,473. Kesimpulan:Bahwa teknik fototerapi lebih efektif jika dibandingkan sinar matahari terhadap penurunan kadar bilirubin pada bayi. Saran :Diharapkan rumah sakit dapat memberikan pendidikan kesehatan yang diberikan kepada orang tua bayi baru lahir untuk mengetahui ciri-ciri bayi hiperbilirubin. Serta memberikan bimbingan kepada ibu tentang cara pencegahan atau meminimalisir kejadian ikterik pada bayi baru lahir
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Kunjungan Ibu Balita Ke Posyandu: Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Kunjungan Ibu Balita Ke Posyandu
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.667

Abstract

Kabupaten Garut pada tahun 2018 cakupan kunjungan balita ke posyandu hanya mencapai 48.446 dari 132.739 atau hanya mencapai 36,5% dari target yang ditetapkan yaitu 80%. Desa Sukasenang pada tahun 2018 jumlah sasaran balita sebanyak 2.333 yang datang ke posyandu sebanyak 373 atau hanya mencapai 16% dari target yang ditentukan yaitu 80%, artinya terdapat kesenjangan sebesar 64% Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kunjungan ibu balita ke posyandu di Desa Sukasenang Wilayah Kerja Puskesmas Sukasenang Kabupaten Garut Tahun 2019. Metodologi: penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita sebanyak 411 orang dan pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan proporsional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan model pertanyaan tertutup dan telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis menggunakan uji chi-square. Terdapat hubungan antara motivasi dengan nilai p-value 0,016, dukungan petugas kesehatan dengan nilai p-value 0,002 dan dukungan keluarga dengan nilai p-value 0,003 dengan perilaku kunjungan ibu balita ke posyandu. Ada hubungan antara motivasi tinggi, dukungan petugas kesehatan yang baik dan dukungan keluarga yang baik dengan perilaku kunjungan ibu balita ke posyandu. Diharapkan pihak puskesmas meningkatkan pelayanan di posyandu sebagai bentuk dukungan nyata kepada ibu balita.
The HUBUNGAN KOMPENSASI DAN PENGETAHUAN KADER DENGAN KEAKTIFAN DALAM PELAKSANAAN POSYANDU SIAGA MATERNAL PERINATAL: KEAKTIFAN DALAM PELAKSANAAN POSYANDU SIAGA MATERNAL PERINATAL
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.668

Abstract

Latar Beakang: Berdasarkan evaluasi Sustainable Development Goal’s (SDG’s) pada tahun 2015 angka kematian ibu di Indonesia mencapai 305/100.000 KH sedangkan angka kematian neonatal pada tahun 2017 mencapai 15/1000 KH. Salah satu upaya untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi adalah dengan melakukan pemeliharaan kesehatannya. Mendasari permasalahan dalam bidang kesehatan, berbagai upaya telah di lakukan pemerintah, termasuk dengan penyelenggaraan posyandu, sebagai organisasi kesehatan yang melayani layanan kesehatan di tengah masyarakat. Posyandu dengan konsep siaga maternal dan perinatal mefokuskan pada layanan kesehatan ibu dan anak. Khususnya pada layanan pemeriksaan kehamilan dan persalinan.Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan kompensasi dan pengetahuan kader dengan keaktifan dalam pelaksanaan posyandu siaga maternal perinatal di Desa Mekarsari Kabupaten Garut tahun 2019. Metodologi: penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian menggunakan total sampling yaitu seluruh kader posyandu di Desa Mekarsari Kabupaten Garut sebanyak 35 orang. Instrument yang digunakan berupa kuesioner dengan model pertanyaan tertutup. Kuesioner ini telah di uji validitas dan reliabilitas dengan hasil uji dinyatakan valid dan reliabel dengan analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian: menunjukkan bahwa terdapat hubungan anatar variabel pengetahuan dengan niali p-value sebesar 0,009 dan variabel kompensasi dengan nilai p-value sebesar 0,003 terhadap Keaktifan dalam pelaksanaan posyandu siaga maternal perinatal. Kesimpulan dan saran: bahwa terdapat hubungan kompensasi dan pengetahuan kader dengan keaktifan dalam pelaksanaan posyandu siaga maternal perinatal. Diharapkan masyarakat khususnya ketua PKK agar terlibat dalam pengajuan anggaran dana desa pada waktu musrembangdes untuk pengajuan insentif atau kompensasi bagi kader sehingga kesejahteraannya meningkat
HUBUNGAN PERAN KADER DAN PERAN SUAMI DENGAN PERILAKU PEMANFAATAN KELAS IBU HAMIL : PERAN KADER DAN PERAN SUAMI DENGAN PERILAKU PEMANFAATAN KELAS IBU HAMIL
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.669

Abstract

Latar Beakang: Kabupaten Garut tahun 2018 jumlah kelas ibu hamil 1939 dari 67 puskesmas, jumlah peserta sebanyak 49.677 (79,5%) orang dari sasaran 62.514 dan jumlah fasilitator sebanyak 825 orang. Puskesmas Malangbong tahun 2017 jumlah kelas ibu hamil sebanyak 51 kelas, jumlah peserta sebanyak 234 dari sasaran 1447 orang dengan jumlah fasilitator sebanyak 11 orang. Sedangkan pada tahun 2018 mengalami peningkatan menjadi 56 kelas, jumlah peserta sebanyak 451 dari sasaran 1624 orang dengan jumlah fasilitator sebanyak 11, namun hal ini baru mencapai 27,8% dan masih dibawah target yaitu sebanyak 100%.Tujuan; untuk mengetahui hubungan peran kader dan peran suami dengan perilaku pemanfaatan kelas ibu hamil di Desa Cisitu Wilayah Kerja Puskesmas Malangbong Kabupaten Garut tahun 2019. Metodologi: penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang hamil sebanyak 46 orang pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument yang digunakan berupa kuesioner dengan model pertanyaan tertutup dan telah di uji validitas dan reliabilitas. Analisis data bersifat univariat dan bivariat. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian: bahwa terdapat hubungan antara peran kader dengan niali p-value sebesar 0,013 dengan perilaku pemanfaatan kelas ibu hamil sedangkan peran suami tidak berhubungan dengan nilai p-value sebesar 0,503.Simpulan dan saran: bahwa peran kader memiliki hubungan dengan perilaku pemanfaatan kelas ibu hamil. Diharapkan petugas kesehatan memberikan penyuluhan kepada ibu hamil dalam pemanfaatan kelas ibu hamil supaya ibu lebih mengetahui manfaatnya sehingga ibu lebih termotivasi
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA BAYI: ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA BAYI
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.670

Abstract

Latar Beakang: Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada bayi merupakan salah satu upaya pemenuhan kebutuhan gizi bayi sehingga dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal. PMT pada bayi di Kabupaten Garut tahun 2016 dengan sasaran 69.662 orang yang diberikan PMT dini sebanyak 66,72%, PMT pada bayi adalah pemberian makanan atau minuman yang mengandung zat gizi pada bayi uisa 6-12 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizi setelah pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Tujuan; untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberian makanan tambahan pada bayi di Desa Mulyajaya Kabupaten Garut tahun 2019. Metodologi: dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini seluruh ibu yang memiliki bayi usia lebih dari 6 bulan sampai 11 bulan sebanyak 124 orang, teknik sampel menggunakan total sampling. Instrument yang digunakan berupa kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitas. Analisis data bersifat univariat yaitu mendeskripsikan karakteristik setiap variable dan bivariat untuk mengetahui hubungan antara independent dengan variabel dependen. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian: menunjukkan bahwa terdapat hubungan anatara pengetahuan dengan niali p-value 0,000, peran bidan dengan nilai p-value 0,023, motivasi dengan nilai p-value 0,000 dan dukungan keluarga dengan nilai p-value 0,024 terhadap PMT pada bayi. Kesimpulan dan saran: bahwa ada hubungan antara pengetahuan, peran bidan, dukungan keluarga dan motivasi dengan PMT pada bayi. Diharapkan puskesmas lebih giat lagi memberikan PMT penyuluhan dalam kegiatan pelaksanaan posyandu dengan melibatkan ibu bayi sehingga pengalaman tersebut dapat meningkatkan motivasi ibu untuk mempraktekkan dan memberikan PMT
Intervensi Keperawatan Berbasis Komplementer Pada Pasien yang Mengalami Nyeri Asam Urat: Studi Kasus
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1sp (2023): Special Issue Outcome PDP
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.677

Abstract

Prevalensi asam urat di Indonesia mengalami peningkatan sebanyak 11,9%, di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kejadian asam urat cukup tinggi hingga mencapai 30% jauh melebihi prevalensi nasional. Sedangkan di kabupaten Lombok Timur kejadian asam urat sebanyak 30,046 orang. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan analisis deskriptif, lokasi penelitian studi kasus di wilayah kerja Puskesmas Labuhan Haji Desa Kertasari Kabupaten Lombok Timur, NTB. Responden yang dilibatkan ditentukan berdasarkan kriteria purposive sampling, dengan melibatkan 5 responden. Intervensi keperawatan berbasis komplementer terdiri dari kompres hangat dan aromaterapi lavender dilakukan selama 3 hari dengan durasi 20 menit setiap harinya. Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa sebelum diberikan kompres hangat dan aromaterapi lavender sebagian besar responden mengalami nyeri sedang (4-6) sebanyak 4 responden (80%) dan sebagian kecil mengalami nyeri berat (7-10) sebanyak 1 responden (20%), kemudian mayoritas skala nyeri setelah diberikan intervensi yaitu skala nyeri ringan sebanyak 4 responden (80%). Studi kasus ini berfokus pada penerapan evidence based nursing practice (EBNP) berupa terapi komplementer kompres hangat dan aromaterapi lavender pada penderita asam urat dapat disimpulkan bahwa terdapat penurunan skala nyeri penderita asam urat setelah diberikan kompres hangat dan aromaterapi lavender.
Hubungan Ketepatan Triase Dengan Keberharhasilan Penatalaksanaan Tindakan Keperawatan Kegawatdaruratan Ruang IGD Di Rumah Sakit Daerah Tulungagung
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.681

Abstract

Emergency is a critical situation that requires prompt action to save lives. Triage in the Emergency Department (ED) is a crucial step in managing patients with emergency conditions. Emergency nurses must possess triage skills both in the pre-hospital phase and within the hospital setting. The success of patient management in the hospital significantly depends on the accuracy of triage implementation. This research aims to determine the relationship between triage accuracy and the success of emergency nursing care management in the ED of Tulungagung Regional Hospital. The study employs a correlational analytic quantitative approach with a cross-sectional design, involving a sample of 52 nurses from both Type B and Type C Hospitals in Tulungagung. Data are analyzed through univariate and bivariate analyses using the Chi-Square Test. The results indicate that out of the total respondents (52 individuals), 38 (73.1%) successfully conducted accurate triage, and 42 (80.8%) succeeded in emergency care management. The statistical test results yield a p-value of 0.000 (Pvalue> 0.05), concluding that there is a significant relationship between triage accuracy and the success of emergency nursing care management in the ED of Tulungagung Regional Hospital. The precision of triage by nurses directly impacts the effectiveness of emergency care management
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian HIV/AIDS Pada Laki-Laki Di Wilayah Kerja Puskesmas Simpur Bandar Lampung Tahun 2023
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.686

Abstract

Abstract HIV/AIDS is one of the top-ranking infectious diseases that can lead to death. One of the five nations with a sizable number of cases is Indonesia. Out of Indonesia's 250 million people, the LGBT community numbers about 7.5 million. With 248 instances recorded, data from the Bandar Lampung City Health Office on HIV/AIDS cases at the Simpur Community Health Center, broken down by gender, reveals that men are more likely to contract the disease than women. The goal of this study is to examine the risk variables connected to the development of HIV/AIDS in men within the Simpur Community Health Center's service area in Bandar Lampung in 2023. A case-control strategy is used in the quantitative research methodology. There are 180 men in the study population, making 153 guys in the sample. Purposive sampling is the method of choice for sampling, while univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (logistic regression) studies are employed for data analysis. According to the findings of the univariate analysis, 66.7% of people do not have HIV/AIDS while 33.3% have. HIV/AIDS and occupation (p-value=0.003), knowledge (p-value=0.005), marital status (p-value=0.0001), and sexual history (p-value=0.017) all show positive correlations in the bivariate analysis. Traumatic experiences have the highest impact on the likelihood of developing HIV/AIDS (p-value < 0.0001) and an odds ratio (OR) of 38613. Families, close friends, and healthcare professionals are urged to offer ongoing support, care, education, and counseling to HIV/AIDS patients in order to keep them motivated and stop the spread of the disease Keywords: HIV, AIDS, Knowledge
Adolescent Life Skills Patterns Regarding Reproductive Health
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.688

Abstract

Introduction: Adolescence is a stage of change that develops rapidly both in terms of physical, psychological, and intellectual changes that affect the attitudes and behaviors of adolescents in everyday life. Adolescence is prone to various reproductive health problems. The sophistication of technology and information that is easily accessible to adolescents is an influential factor in adolescent behavior patterns. However, this must be balanced with good knowledge, in order to direct adolescents in a positive direction. Knowledge of reproductive health is important for adolescents in adapting to changes during the transition. Adolescent independence determines attitudes in decision making that have an impact on their health status. The purpose of this study was to determine the pattern of adolescent life skills about reproductive health at SMAN 1 Godean Sleman Yogyakarta. Method: This research is a quantitative, descriptive research. The population of this study was class X students at SMAN 1 Godean Yogyakarta totaling 112 with total sampling techniques. The research instrument is an adolescent life skills questionnaire on reproductive health with 10 question indicators. Data analysis using frequency distribution. Result: The results showed that adolescents who were classified in the capable category amounted to 65 respondents (58%) and adolescents who were not capable amounted to 47 respondents (42%). Conclusions Discussion/ Suggestion: It can be concluded that most adolescents have good life skills related to reproductive health. Recommended for adolescent to actively seek health information, both physical health and mental health, so that adolescent have good life skill and are skilled decisions making.
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Histerektomi Di Instalasi Bedah Sentral Rsud Dr Saiful Anwar Malang Nurit Paramita Sandi; Achmad Dafir Firdaus; Reny Tri Febriani
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1sp (2023): Special Issue Outcome PDP
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.690

Abstract

Introduction: Hysterectomy surgery can cause various kinds of anxiety for patients. Family support can help patients deal with the stress and anxiety of hysterectomy surgery. This study aims to determine the relationship between family support and anxiety levels in preoperative hysterectomy patients at the Central Surgical Installation of RSUD dr Saiful Anwar Malang. Methods: Research method descriptive analytic with cross-sectional approach l. The population and sample of this study were 33 respondents with total sampling techniques. The research instrument was a questionnaire on family support and preoperative anxiety levels using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Results: The results showed that most respondents (84.8%) had family support, and 42.4% had anxiety levels in the mild and moderate categories in preoperative hysterectomy patients. Analysis with the Spearman Rank test with α = 0.05 obtained p value = 0.030 or p < 0.05 showed that there was a relationship between family support and anxiety levels in preoperative hysterectomy patients at the Central Surgical Installation of RSUD dr Saiful Anwar Malang with. Conclusion: Family support affects the anxiety of pre-hysterectomy patients because family support can help patients deal with the stress and anxiety caused by hysterectomy surgery. The better the family support, the lower the anxiety levels of patients after preoperative hysterectomy.