cover
Contact Name
Rifki Sakinah Nompo
Contact Email
sentanijurnal@gmail.com
Phone
+6282399677431
Journal Mail Official
sentanijurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Youmakhe Jalan Masuk Pasar Baru Sentani Depan Lap. Futsal Kabupaten Jayapura
Location
Kab. jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Sentani Nursing Journal
ISSN : 2615286X     EISSN : 27985075     DOI : https://doi.org/10.52646/snj
Core Subject : Health,
Sentani Nursing Journal merupakan publikasi ilmiah berupa hasil-hasil peneitian dalam bidang ilmu keperawatan dan ilmu kesehatan
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2020): Agustus" : 10 Documents clear
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN KEPATUHAN MENCUCI TANGAN BERDASARKAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DI RUANG ICU DAN RUANG HCU SARAF RUMAH SAKIT UMUM JAYAPURA Rukiah Sembiring; Puji Rahayu; Connie L. Todingbua Todingbua
Sentani Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v3i2.43

Abstract

Latar Belakang: Mencuci tangan adalah proses membuang kotoran dan debu secara mekanis dari kulit kedua belah tangan dengan memakain sabun atau air. Tujuan cuci tangan adalah untuk menghilangkan kotoran dan debu secara mekanis daari permukaan kulit dan mengurangi jumlah mikroorganisme. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan pengetahuan perawat dengan kepatuhan mencuci tangan berdasarkan standar operasional prosedur di ruang ICU dan ruang HCU Saraf RSUD Jayapura. Metode Penelitian: adalah metode deskriptif korelasional . Banyaknya jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampel yaitu 35 responden dengan criteria inklusi dan ekslusi. Analisis data berdasarkan presentase dan dideskripsikan dalam table distribusi frekuensi. Hasil: analisis korelasi Spearman memiliki nilai rs=0.717, hal ini menunjukkan adanya keeratan hubungan antara pengetahuan perawat dengan kepatuhan. Tanda positif pada nilai rs menunjukkan bahwa pola hubungan linier, artinya semakin meningkat pengetahuan perawat akan disertai dengan meningkatnya kepatuhan. Nilai Sig.(2-tailed)=0.000 menunjukkan adanya kemaknaan hubungan antara dua variabel tersebut. Kesimpulan: Cuci tangan merupakan suatu tindakan kecil yang harus dilakukan sesudah dan sebelum melakukan tindakan keperawatan. Mencuci tangan adalah membersihkan tangan dari segala kotoran, dimulai dari ujung jari sampai siku dan lengan dengan cara tertentu sesuai kebutuhan. Perilaku cuci tangan adalah salah satu bentuk kebersihan diri yang penting.Kata Kunci : Pengetahuan, Kepatuhan, Cuci tangan
HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA PASIEN DENGAN PENANGANAN DIARE DI RUANG ANAK RSUD JAYAPURA Rita Rita; Nurhidayah Amir; Dewi Suhardi
Sentani Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v3i2.44

Abstract

Latar Belakang: Diare merupakan salah satu masalah kesehatan utama dinegara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Masih banyak orang tua balita yang belum cukup mampu memberikan penanganan yang baik dan tepat. Hal ini disebabkan karena pengetahuan orang tua tentang penanganan diare yang masih rendah. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan orang tua pasien dengan penanganan diare di Ruang Anak Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura. Metode: Menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasi pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh Anak yang menderita diare di Ruang Anak Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura sebanyak 60 penderita. Sampelnya menggunakan teknik sampling random sederhana dengan jumlah 52 penderita dari tanggal 02 Agustus sampai dengan 31 Oktober 2018. Analisa menggunakan kruskal-wallis. Hasil: Diperoleh bahwa pengetahuan orang tua pasien di Ruang Anak Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura berpengetahuan dalam kategori baik sebanyak 6 orang (11,5%), kategori cukup sebanyak 29 orang (55,8%) dan kategori kurang sebanyak 17 orang (32,7%). Penanganan diare yang dilakukan orang tua dalam kategori baik sebanyak 19 orang (36,5%), kategori cukup sebanyak 21 orang (40,4%) dan kategori kurang sebanyak 12 orang (23,1%). Kesimpulan: Terdapat hubungan pengetahuan orang tua pasien dengan penanganan diare di Ruang Anak Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura dengan signifikansi p-value 0,013.Kata Kunci: Pengetahuan, Penanganan Diare
TINGKAT KEPATUHAN PERAWAT DALAM IMPLEMENTASI FIVE MOMENTS CUCI TANGAN DI RSUD YOWARI KABUPATEN JAYAPURA Risma Pangaribuan; Viertianingsih Patungo; Sudarman Sudarman
Sentani Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v3i2.45

Abstract

Five moments for hand hygiene atau five moments cuci tangan merupakan salah satu upaya pencegahan penularan infeksi dari setiap tindakan yang dilakukan oleh petugas kesehatan. Angka kejadian infeksi di rumah sakit (infeksi nosokomial) ini disebabkan adanya faktor endogen (umur, jenis kelamin, penyakit penyerta, daya tahan tubuh, kondisi-kondisi lokal) atau faktor eksogen (lama penderita dirawat, kelompok yang merawat, alat medis, lingkungan). Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kepatuhan perawat dalam implementasi five moments cuci tangan di RSUD Yowari Kabupaten Jayapura. Metode enelitian yaitu penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode pendekatan non participant observation. Kuesioner menggunakan lembar observasi five moments for hand hygiene dari WHO. Jumlah sampel 30 orang. Penelitian ini dilakukan di Ruang Rawat Bedah dan Ruang ICU, pada bulan November 2019. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan perawat dalam implementasi five moments cuci tangan pada kategori patuh 5 orang (16.7%) dan tidak patuh 25 orang (83.3%). Selain itu juga peneliti menemukan bahwa implementasi five moments cuci tangan masih rendah terutama pada moments pertama (sebelum kontak dengan pasien), kedua (sebelum melakukan prosedur aseptik), dan kelima (setelah menyentuh peralatan disekitar lingkungan). Kesimpulan penelitian yaitun tingkat kepatuhan perawat sebagian besar berada pada kategori tidak patuh, sehingga masih perlunya peningkatan pengetahuan dan kebiasaan five moments cuci tangan pada setiap perawat. Rumah sakit juga dapat memicu peningkatan kebiasaan ini dengan menggunakan sistem reward sebagai daya tarik bagi para perawat dalam menjalankan kepatuhan dalam melakukan five moments cuci tangan.Kata Kunci: Kepatuhan, Perawat, Five Moments Cuci Tangan
PENGALAMAN KELUARGA MENJALANKAN TUGAS DALAM KESEHATAN SEBAGAI PENGAWAS MINUM OBAT (PMO) PADA BALITA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SENTANI Viertianingsih Patungo
Sentani Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v3i2.46

Abstract

TB paru merupakan penyakit infeksi yang dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Balita penderita TB paru tercatat memiliki insidensi tinggi di puskesmas Sentani setiap bulannya. Kemampuan keluarga dalam memberikan asuhan kesehatan akan mempengaruhi tingkat kesehatan keluarga dan individu. Kesanggupan keluarga melaksanakan perawatan atau pemeliharaan kesehatan dapat dilihat dari lima tugas kesehatan keluarga yang dilaksanakan misalnya dalam menjalankan tugas dalam kesehatan sebagai PMO pada balita penderita TB Paru. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperoleh gambaran yang mendalam tentang pengalaman keluarga menjalankan tugas keluarga dalam kesehatan sebagai PMO pada balita penderita TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Sentani Kabupaten Jayapura. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan dipilih dengan teknik snowball sampling, dengan wawancara secara terstruktur mengenai pengalaman keluarga merawat anggota keluarganya yang masih balita dan menderita TB Paru. Sampel sebanyak lima orang yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dalam penelitian ini diperoleh lima tema yaitu tugas keluarga mengenal masalah kesehatan yang terjadi pada balita penderita TB paru, tugas keluarga mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi masalah kesehatan TB pada balita, tugas keluarga merawat anggota keluarga yaitu balita yang menderita TB paru, tugas keluarga memodifikasi lingkungan yang sehat sesuai kondisi kesehatan anak yang menderita TB paru, serta tugas keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada. Disimpulkan bahwa keluarga belum menjalankan dengan maksimal kelima tugas keluarga dalam kesehatan sebagai PMO pada balita penderita. Disarankan agar keluarga sebagai orang terdekat dengan anak yang berperan sebagai PMO balita penderita TB paru untuk menjalankan tugasnya dengan baik dan bagi perawat komunitas khususnya di Puskesmas Sentani agar dapat meningkatkan pelayanan terhadap penderita TB Paru khususnya pada anak balita dengan mengadakan kunjungan lapangan sekaligus memberikan informasi langsung tentang anak yang beresiko terkena TB terutama apabila terdapat kontak pasien TB menular (pasien dewasa atau anak BTA positif) dalam lingkungan mereka.
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TENTANG IMUNISASI PADA ANAK USIA 0-5 TAHUN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU DI PUSKESMAS SENTANI Natalia Lisma Br Sembiring; Vivi Hermalina Barends; Enos Supriyanto
Sentani Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v3i2.79

Abstract

Latar belakang: Promosi kesehatan tidak hanya proses penyadaran masyarakat atau pemberian dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan saja, tetapi disertai dengan upaya-upaya memfasilitasi perubahan perilaku. Peran perawat berdasarkan UU RI Nomor 38 tahun 2014, sebagai penyuluh dan konselor, melakukan pengkajian keperawatan secara holistik ditingkat individu dan keluarga serta ditingkat kelompok dan masyarakat, melakukan pemberdayaan masyarakat, melaksanakan advokasi dalam perawatan pelayanan kesehatan masyarakat, menjalin kemitraan dalam perawatan kesehatan masyarakat dan melakukan penyuluhan kesehatan dan konseling. Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada pengaruh promosi kesehatan tentang imunisasi pada anak usia 0-5 tahun terhadap peningkatan pengetahuan ibu di Puskesmas Sentani. Jenis Penelitian: Menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan Pra-Eksperimen (pra-experiments design) dengan One group Pretest-Postest. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1.347 orang ) dengan jumlah sampel sebanyak 93 responden yang diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Hasil: Uji paired sample T-Test sebesar -10.869 sehingga bisa diambil kesimpulan untuk menerima Ha karena p value < α yaitu 0,000<0,05. Kesimpulan: Terdapat pengaruh promosi kesehatan tentang imunisasi pada anak usia 0-5 tahun terhadap peningkatan pengetahuan ibu di Puskesmas Sentani. Kata kunci: Promosi Kesehatan, Imunisasi, Anak, Pengetahuan
PENGARUH RELAKSASI PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH TINGGI PADA LANSIA Maharani Tri Puspitasari
Sentani Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v3i2.83

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit-penyakit kardiovaskuler yang menyebabkan kematian tertinggi di Indonesia. Relaksasi progresif merupakan intervensi untuk mengendalikan hipertensi yang tidak menimbulkan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh relaksasi progresif terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada lansia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Kabupaten Jombang. Desain penelitian ini menggunakan (Pre-Experimental) dengan pendekatan one-group pra test-post test desaign. Variable dependennya adalah tekanan darah tinggi, sedangkan variable independennya adalah relaksasi progresif. Pengambilan sample dengan menggunakan teknik Purposive Sampling, jumlah populasi sebanyak 32 responden dan jumlah sampel sebanyak 20 responden. Untuk menguji pengaruh relaksasi progresif antar variabel menggunakan uji statistic wilcoxon tingkat kemaknaan α = 0,05. Berdasarkan uji statistik wilcoxon dengan tingkat signifikan α = 0,05, untuk tekanan darah setelah observasi hari ketiga didapatkan nilai signifikan ρ =0,000 (α<0,05) sehingga Ho ditolak, berarti ada pengaruh relaksasi progresif terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi. Disimpulkan ada pengaruh pemberian relaksasi progresif terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada lansia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Kabupaten Jombang. Sehingga relaksasi progresif dapat digunakan sebagai intervensi untuk menurunkan tekanan darah tinggi pada lansia. Kata Kunci: Lansia, Relaksasi Progresif, Tekanan Darah Tinggi
HUBUNGAN FREKUENSI BABY SPA DENGAN KUALITAS TIDUR BAYI USIA 3-12 BULAN (Di BPM Ny. Farochah Kalami, SST Desa Pulo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang) Tri Mei Wulandari; Harnanik Nawangsari; Dovi Dwi M
Sentani Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v3i2.103

Abstract

Tidur merupakan masalah yang sering dikeluhkan pada bayi yang berusia di bawah satu tahun. Tetapi masalah yang dialami adalah bayi yang sulit tidur dimalam hari dan jika tidak ditangani dengan serius ada gangguan perilaku. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti dengan metode wawancara dengan 10 ibu yang memiliki bayi usia 3-12 bulan 7 ibu bayinya sering rewel, dan 3 orang tua mengatakan bayinya tidur lebih lelap karena sering dilakukan baby spa. Tujuan penelitian adalah Mengetahui Hubungan Frekuensi Baby Spa dengan kualitas tidur bayi usia 3-12 bulan. Jenis penelitian ini adalah “Cross Sectional” dengan rancangan “Analitik Correlational”. Populasi penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi usia 3-12 bulan di BPM Ny. Farochah Kalami, SST Desa Pulo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Sampel penelitian sebagian ibu yang memiliki bayi usia 3-12 bulan, diambil secara “Simple Random Sampling”. Variabel independent adalah Frekuensi Baby Spa dan variabel dependent adalah Kualitas tidur bayi. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan Editing, Coding, Scoring, Tabulating dan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi baby spa sebagian besar dilakukan secara rutin yaitu 24 responden (60,0%) kualitas tidur bayi menunjukkan bahwa sebagian besar mengalami nyenyak yaitu 23 responden (57,5%). Uji statistik Chi-Square menunjukkan bahwa nilai signifikan p value = 0,006 < α (0,05), sehingga H1 diterima. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan frekuensi baby spa dengan kualitas tidur bayi usia 3-12 bulan di BPM Ny. Farochah Kalami, SST Desa Pulo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Kata kunci : Bayi Usia 3-12 bulan, Frekuensi Baby Spa, Kualitas Tidur.
PENGARUH KOMPRES RIMPANG BANGLE (Zingiber Purpureum Roxb.) TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PENDERITA OSTEOARTHRITIS (Dusun Lebak Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro) Hartini Hartini; Hariyono Hariyono; Ucik Indrawati
Sentani Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v3i2.105

Abstract

Pendahuluan : Osteoarthritis merupakan penyakit tersering yang menyebabkan timbulnya nyeri dan disabilitas gerakan. Osteoarthritis lebih banyak ditemukan pada perempuan jika dibandingkan dengan laki-laki yaitu 68,67%. Osteoarthritis dapat menyerang semua sendi, namun predileksi yang tersering adalah pada sendi-sendi yang menanggung beban berat badan seperti panggul, lutut, dan sendi tulang belakang bagian lumbal bawah. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kompres rimpang bangle terhadap penurunan intensitas nyeri osteoarthritis di Dusun Lebak. Metode : Desain penelitian Quasi eksperimen dengan one group pre test – post test desain jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebagian penderita oesteoarthritis di Dusun Lebak sejumlah 60, sampel 56 responden, menggunakan simple random sampling. Variabel independent kompres rimpang bangle (zingiber purpureum roxb.) dan variabel dependen penurunan intensitas nyeri osteoarthritis, pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Uji statistiknya menggunakan uji statistic Wilcoxon. Hasil : Hasil penelitian tingkat intensitas nyeri osteoarthritis sebelum diberikan kompres rimpang bangle (zingiber purpureum roxb.) adalah sebagian besar nyeri berat sejumlah 46 responden (82,1%) . Tingkat intensitas sesudah diberikan kompres rimpang bangle (zingiber purpureum roxb.) adalah sebagian besar Nyeri sedang sejumlah 36 responden (63,4%). Berdasarkan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai signifikansi p=0,000 < α (0,05) , sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan : Kesimpulan ada pengaruh kompres rimpang bangle (zingiber purpureum roxb.) terhadap penurunan intensitas nyeri pada penderita osteoarthritis di Dusun Lebak Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro. Saran : Dengan adanya penggunaan kompres rimpang bangle (zingiber purpureum roxb) diharapkan dapat membantu mengurangi intensitas nyeri pada penderita osteoarthritis di Dusun Lebak. Kata Kunci : Osteoarthritis , Rimpang Bangle, Intensitas Nyeri
LITERATURE REVIEW: DISTRAKSI AUDIOVISUAL DAPAT MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PEMASANGAN INFUS PADA ANAK USIA PRASEKOLAH SP. Intan Zahra; Diah Ayu Agustin
Sentani Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v3i2.110

Abstract

Anak yang dirawat di rumah sakit membutuhkan perawatan yang kompeten untuk meminimalisasi efek negatif dari hospitalisasi dan mengembangkan efek positif. Kejadian diare di indonesia masih terbilang tinggi. Masalah keperawatan yang sering muncul pada anak diare adalah kehilangan cairan dan elektrolit yang dapat mengancam jiwa, sehingga dibutuhkan upaya pencegahan dengan cara pemasangan infus. Pemasangan infus dapat menimbulkan nyeri, yang bila tidak diatasi dapat membuat anak menjadi tidak kooperatif dan menolak prosedur sehingga dapat menghambat proses penyembuhan. Oleh karena, dibutuhkan teknik untuk mengurangi nyeri, salah satunya teknik distraksi audiovisual. Hasil didapatkan 5 jurnal sejenis dan 1 jurnal pembanding. Kesimpulan teknik distraksi audiovisual dapat menurunkan skala nyeri yang dirasa oleh anak-anak prasekolah pada saat pemasangan infus.
LITERATURE REVIEW :BERMAIN PUZZLE DAPAT MENURUNKAN KECEMASAN HOSPITALISASI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH Eva Wulandari; Silvana Evi Linda Linda
Sentani Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hospitalisasi pada anak dapat menimbulkan kecemasan dan stress dimana hal itu diakibatkan karena adanya perpisahan, kehilangan kontrol, ketakutan mengenai kesakitan pada tubuh, serta nyeri dimana kondisi tersebut belum pernah dialami sebelumnya. Tingkat kecemasan anak yang sedang menjalani hospitalisasi dapat diatasi dengan pemberian terapi bermain Tujuan memperoleh gambaran kajian literatur tentang pengaruh terapi bermain puzzle terhadap tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah akibat hospitalisasi. Hasil didapatkan 5 jurnal sejenis dan 1 jurnal pembanding dengan intervensi yang berbeda. Kesimpulan pemberian terapi bermain puzzle dan mewarnai gambar sangat efektif bila digunakan dan dilakukan secara bersamaan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10