Articles
6 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 6 No. 2 (2023): Agustus"
:
6 Documents
clear
GAMBARAN PERAWATAN LUKA DENGAN LIDAH BUAYA (ALOE VERA BARBANDENSIS) PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI PUSKESMAS KALIMANAH
Askariyah, Inayah Toyibah;
Julianto, Eko;
Puspasari, Fida Dyah
Sentani Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Jayapura Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52646/snj.v6i2, Agustus.193
Latar belakang : Di Indonesia, hal yang menyebabkan seseorang mati dalam urutan ketiga setelah stroke dan penyakit jantung koroner adalah diabetes disertai dengan komplikasi. Komplikasi diabetes salah satunya adalah ulkus, dalam melakukan perawatan luka ulkus diabetik di era modern ini dapat menggunakan aloe vera (lidah buaya). Tujuan : Untuk mendeskripsikan perawatan luka dengan lidah buaya (aloe vera) pada pasien diabetes mellitus. Metode : ini menggunakan metode studi kasus dengan responden penderita diabetes mellitus tipe 2 yang memiliki luka di kaki. Menggunakan instrumen yaitu lembar observasi, lembar wawancara dan lembar studi dokumentasi asuhan keperawatan. Hasil : Hasil studi kasus didapatkan hasil pemberian gel lidah buaya (Aloe vera Barbandensis) mengalami perubahan dilihat prosedur perawatan luka yang dilakukan menujukan keefektifan tindakan keperawatan luka pada responden dari skor 27 menjadi 11 Kesimpulan : Berdasarkan hasil pemberian gel lidah buaya (Aloe vera Barbandensis) efektif untuk menyembuhkan luka.
GAMBARAN PERAWATAN LUKA DENGAN SALEP VIRGIN COCONUT OIL (VCO) PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DIWILAYAH PUSKESMAS PADAMARA
Achiyat, Hikmah Destian Nur;
Julianto, Eko;
Puspasari, Fida Dyah
Sentani Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Jayapura Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52646/snj.v6i2, Agustus.194
Latar Belakang : Diabetes Mellitus (DM) adalah kondisi jangka panjang yang disebabkan oleh tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan baik atau pankreas tidak memproduksi cukup. Salah satu bakteri yang sering menimbulkan infeksi pada luka DM adalah stapylococcus aureus. Perawatan luka merupakan salah satu tindakan keperawatan yang bertujuan untuk memberikan lingkungan yang kondusif agar luka dapat teratasi dengan baik. Penanganan luka diabetes mellitus dapat dilakukan dengan pemberian salep Virgin Coconut Oil (VCO). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemberian salep Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap pasien yang menderita luka diabetes mellitus. Metode: Karya tulis ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif dengan rancangan studi kasus. Strategi penelitian kasus ini adalah dengan melakukan pemberian salep Virgin Coconut Oil (VCO) Pada satu pasien yang menderita luka Diabetes Mellitus. Hasil : Hasil studi kasus menunjukkan didapatkan hasil pemberian salep Virgin Coconut Oil (VCO) pada pasien luka diabetes mellitus mengalami perubahan dilihat bahwa penerapan prosedur perawatan luka yang dilakukan menunjukkan keefektifan tindakan perawatan luka pada responden dari skor 26 menjadi 12. Rekomendasi diharapkan penerapan perawatan luka dengan pemberian salep Virgin Coconut Oil (VCO) dapat diaplikasikan dalam implementasi keperawatan dengan baik. Kesimpulan : Berdasarkan hasil pemberian salep Virgin Coconut Oil (VCO) efektif untuk penyembuhan luka diabetes mellitus.
IMPLEMENTASI JUS PARE TERHADAP KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS PADA IBU S KELUARGA BAPAK S DESA SINDURAJA PURBALINGGA
Faridah, Yulia Sari;
Priyatin, Wiwik;
Suciliyana, Yolinda
Sentani Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Jayapura Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52646/snj.v6i2, Agustus.195
Latar Belakang: Diabetes mellitus merupakan penyakit kronik yang terjadi akibat pankreas tidak bisa membentuk insulin yang cukup. Diabetes melitus dapat diobati dengan terapi obat maupun non obat. Salah satu pengobatan nonfarmakologi dapat diterapkan dengan konsumsi jus buah pare. Pare adalah tanaman yang dapat dipergunakan sebagai obat tradisional untuk membantu menurunkan kadar gula darah. Pare mengandung charatin (zat kimia), polipeptida P-insulin, dan lektin. karena kandungan saponinnya memiliki efek hipoglikemik. Proses Penurunan Glukosa oleh buah pare dengan cara meningkatkan pemanfaatan glukosa pada otot skelet dan jaringan perifer, sehingga menghambat penyerapan glukosa pada usus halus. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui Bagaimana Implementasi Jus Pare terhadap Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes mellitus di Desa Sinduraja Purbalingga. Hasil: Hasil dari impementasi keparawatan menyatakan bahwa jus pare dapat menurunkan kadar glukosa darah. setelah di lakukan pemberian jus pare selama 3 hari pada Ibu S di keluarga Bapak S dengan hiperglikemia. Hal ini dibuktikan dari pengukuran kadar glukosa darah pada hari pertama dengan hasil 426mg/dL lalu menurun menjadi 338mg/dL, hari kedua dengan hasil 405mg/dL menjadi 338mg/dL, dan hari ketiga dengan hasil 360mg/dL menjadi 309mg/dL. Kesimpulan: Jus pare berpengaruh untuk menurunkan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
PENGARUH PERAWATAN LUKA DENGAN ZINC CREAM PADA PASIEN POST OP FRAKTUR
Pratama, Lingga Prida Putra;
Astuti, Dwi;
Puspasari, Fida Dyah
Sentani Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Jayapura Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang : Fraktur adalah gangguan dari kontinuitas yang normal dari suatu tulang. Jika terjadi fraktur, maka jaringan lunak disekitarnya juga sering kali terganggu. World Health Organization (WHO), melaporkan bahwa prevalensi patah tulang 4,9% dengan sekitar 25 juta patah tulang tercatat pada tahun 2018. Fraktur dapat disebabkan karena kecelakaan, cedera dan gangguan metabolik. Penanganan pada post op fraktur salah satunya dapat dilakukan dengan pemberian zinc cream. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh zinc cream terhadap pasien post op fraktur. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskrptif kualitatif dengan pendekatan asuhan keperawatan dengan melakukan asuhan keperawatan sebagai unit analisis. Metode pengambilan data dengan wawancara, observasi, pemeriksaan fisik. Hasil : Hasil dari implementasi keperawatan 1 minggu 3 kali pertemuan menyatakan bahwa zinc cream berpengaruh terhadap penyembuhan post op fraktur Kesimpulan : Berdasarkan hasil studi kasus terdapat pengaruh setelah pemberian perawatan luka dengan zinc cream pada pasien post op fraktur di Desa Pagedangan
PENGARUH TERAPI RELAKSASI DZIKIR TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASIEN GASTRITIS
Setiowati, Dian Mega;
Astuti, Dwi;
Puspasari, Fida Dyah
Sentani Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Jayapura Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang : Gastritis adalah penyakit yang kita sering temui di masyarakat. Gastritis disebut dengan istilah serangkaian kondisi inflamasi mukosa lambung. Maka dari itu kondisi dapat diklasifikasikan dengan berjalannya waktu (akut ataupun kronis). Penanganan kuratif penyakit gastritis terlebih dahulu dilakukan secara non-farmakologis. Salah satu penanganan non-farmakologis adalah dengan menggunakan terapi relaksasi dzikir. Dzikir memiliki efek medis dan psikologis pada tubuh, dimana kejadian ini, hati dan pikiran akan merasa lebih tenang dari sebelumnya, Dzikir juga akan merangsang sel tubuh yang mengubah getaran suara menjadi gelombang yang dapat diserap tubuh. Ini akan mengurangi sensitivitas reseptor nyeri dan memicu pelepasan opioid alami endogen di otak. Opioid ini sepenuhnya mematikan reseptor rasa nyeri. Metode : Karya tulis ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus. Strategi penelitian kasus ini adalah dengan melakukan pemberian teknik relaksasi dzikir pada satu pasien Gastritis yang sedang mengalami nyeri untuk menurunkan intensitas nyeri. Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Terapi Relaksasi Dzikir Terhadap Intensitas Nyeri Pada Pasien Gastritis. Hasil : Hasil dari implementasi keperawatan menyatakan bahwa teknik relaksasi dzikir efektif terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien Gastritis, didapatkan data sebelum diberikan terapi relaksasi dzikir responden menunjukan intensitas nyeri dengan skala 6. Setelah diberikan terapi relaksasi dzikir 2 kali sehari dengan waktu 15 menit selama 3 hari, responden menunjukan skala intensitas nyeri menurun menjadi skala 1. Kesimpulan: Terapi relaksasi dzikir berpangaruh untuk menurunkan skala intensitas nyeri pada pasien Gastritis.