Articles
6 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 7 No. 1 (2024): Februari"
:
6 Documents
clear
IMPLEMENTASI SENAM ERGONOMIS UNTUK MENGATASI NYERI GOUT ARTHRITIS PADA IBU W DI KELUARGA BAPAK R DESA KALIERANG BREBES
Cahyani, Angelina Pramudya;
Priyatin, Wiwik;
Suciliyana, Yolinda
Sentani Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Jayapura Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52646/snj.v7i1, Februari.196
Latar belakang: Gout arthritis yaitu menumpuknya asam urat yang diidentifikasi suatu jenis penyakit dengan disertai rasa nyeri pada bagian tulang sendi, hal ini kerap kali didapati pada area bawah kaki. Gout arthritis juga bisa menyebabkan meningkatnya rasa sakit dan kematian akibat komplikasi. Ada beberapa cara mengurangi nyeri seperti senam ergonomis. Senam ergonomis merupakan suatu kegiatan penting dengan menggerakan persendian secara perlahan dan teratur untuk lansia. Pada saat melakukan senam ergonomis jantung akan merasakan sensasi pijatan yang akan membuat diafragma naik turun, akibatnya aliran darah yang menuju jantung maupun ke seluruh tubuh akan lancar dan terhindar dari sumbatan. Hal itulah yang akan mengurangi nyeri pada penderita gout arthritis. Tujuan: Penelitian ini diharapkan dapat memperoleh pengalaman dalam memberikan “Implementasi Senam Ergonomis Untuk Mengatasi Nyeri Pada Pasien Gout Arthritis Pada Ibu W di Keluarga Bapak R Desa Kalierang Brebes”. Hasil: Hasil dari implementasi keperawatan menyatakan bahwa senam ergonomis dapat menurunkan nyeri akibat gout arthritis. Dibuktikan dengan penurunan nyeri yang awalnya skala 5 menjadi skala 2, setelah melakukan senam ergonomis selama 3 kali seminggu. Kesimpulan: senam ergonomis yang dilakukan selama 3 kali seminggu dapat menurunkan nyeri pada penderita gout arthritis.
PEMBERIAN MODERN DRESSING TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI DESA RAKIT BANJARNEGARA
Ningrum, Lutfi Setia;
Astuti, Dwi;
Puspasari, Fida Dyah
Sentani Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Jayapura Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Diabetes mellitus atau yang lebih sering disebut penyakit kencing manis adalah gangguan metabolisme yang menyebabkan hormon insulin tidak mampu mengatur keseimbangan gula darah secara efektif, sehingga terjadi peningkatan konsentrasi gula darah. Ulkus diabetes juga merupakan salah satu gejala klinis dan perjalanan penyakit diabetes melitus disertai neuropati perifer yang disebabkan oleh adanya bakteri saprofit tersebut. Ulkus diabetik didefinisikan sebagai erosi kulit yang meluas dari lapisan dermis ke jaringan yang lebih dalam. Oleh karena itu, untuk memaksimalkan proses penyembuhan luka pada ulkus diabetikum maka diperlukan pemilihan metode perawatan luka dengan sesuai. Salah satu dari sekian banyak kemajuan perawatan luka yang terjadi akhir-akhir ini adalah metode balutan modern dressing yang tepat untuk penyembuhan luka. Bahan yang menggunakan ide moisture atau kelembapan untuk menutupi luka dikenal dengan istilah modern dressing atau pembalut luka modern. Tujuan: Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah menggambarkan pemberian modern dressing terhadap penyembuhan luka pada pasien diabetes mellitus. Metode: Metode pengumpulan data menggunakan analisa deskriptif dan studi kasus Hasil: Hasil penelitian yang dilakukan peneliti didapatkan hasil studi yang menghasilkan nilai skoring perkembangan penyembuhan luka diabetik selama 6 kali intervensi selama 2 minggu mendapatkan penurunan skor sebanyak 11 poin yaitu dari 36 menjadi 25. Kesimpulan: Perawatan luka dengan modern dressing efektif dalam penyembuhan luka diabetes mellitus
PEMBERIAN TERAPI BIRTH BALL TERHADAP PENURUNAN NYERI PINGGANG IBU HAMIL TRIMESTER 3 DI DESA PEKIRINGAN
Naa’ifatun, Arneta Ghinaa;
Ajiningtyas, Eko Sari;
Astuti, Dwi
Sentani Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Jayapura Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Latar belakang: Kehamilan merupakan kondisi seorang perempuan mengandung janin di dalam rahimnya dimana janin tersebut terus berkembang selama kurang lebih 9 bulan 7 hari hingga janin tersebut dilahirkan. Kehamilan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman seorang ibu dikarenakan banyaknya terjadi perubahan. Ketidaknyamanan wanita hamil yang sering dikeluhkan adalah nyeri khususnya pada bagian pinggang dimana puncak ibu hamil mengalami nyeri pinggang terjadi pada trimester 3. Menurut bidan Desa Pekiringan wilayah kerja Puskesmas Karangmoncol bulan Desember tahun 2022, terdapat 10 ibu hamil yang mengalami nyeri pinggang dimana 6 diantaranya mengalami nyeri pinggang pada usia kehamilan trimester 3. Dari sekian banyak teknik non farmakologi yang dilakukan untuk manajemen nyeri ada satu metode yang efektif digunakan tetapi masih jarang dilakukan di Indonesia, yaitu latihan birth ball. Birth ball atau bola kelahiran merupakan sebuah bola terapi yang digunakan oleh ibu pada saat hamil, melahirkan, dan setelah melahirkan dengan tujuan sebagai perangsang nyeri. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi birth ball terhadap penurunan skala nyeri pinggang ibu hamil dengan usia kehamilan trimester 3 di Desa Pekiringan. Metode penelitian: penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan responden ibu hamil usia kehamilan trimester 3 yang mengalami nyeri pinggang dan berfokus pada pemberian terapi birth ball untuk menurunkan nyeri pinggang. Penelitian ini dilakukan di Desa Pekiringan selama 3 hari pada tanggal 24-26 April 2023. Hasil: hasil studi kasus diperoleh yaitu terjadi penurunan skala nyeri pinggang sebanyak 4, bermula skala nyeri 8 atau nyeri berat menjadi skala nyeri 4 atau nyeri sedang. Kesimpulan: pemberian terapi birth ball dapat menurunkan nyeri pinggang pada ibu hamil usia kehamilan trimester 3.
PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA SECTIO CAESAREA DENGAN PEMBERIAN IKAN GABUS PADA IBU Y DENGAN POST SECTIO CAESAREA DI WILAYAH PURBALINGGA
Kinanti, Titah Putri;
sulistyowati, P;
Suciliyana, Yolinda
Sentani Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Jayapura Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52646/snj.v7i1, Februari.201
Latar belakang: Luka sectio caesarea merupakan sayatan dinding perut dan Rahim yang disebabkan oleh operasi yang membantu mengeluarkan anak melalui daerah tengah sehingga membutuhkan perawatan luka untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah infeksi pada luka. Dari data WHO prevelensi sectio caesarea mengalami peningkatan pada tahun 2018 berkisar antara 5 hingga 15% per 1000 kelahiran hidup di dunia. Peningkatan ini juga terjadi di kabupaten purbalingga dikutip dari (LKPJ-SKPD-Thn.2019-RSUD-Dr-R-Goeteng-Taroenadibrata-New_compressed (1).Pdf, n.d.) sekitar 34% pada tahun 2018 dan di tahun 2019 mencapai sebesar 47,74%. Perawatan luka dengan mengkonsumsi olahan ikan gabus pada ibu post sectio caesarea dapat membantu pembentukan jaringan baru sehingga mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan: Untuk mengetahui percepatan penyembuhan luka sectio caesarea dengan pemberian ikan gabus pada ibu post sectio caesarea. Metode: Metode penelitian studi kasus pada ibu Y, pada tanggal 25 Maret 2023, di wilayah Purbalingga, menggunakan ikan gabus sebagai instrument penelitian. Hasil: Berdsarkan data yang didapatkan selama 8 hari mengkonsumsi ikan gabus dengan 4 kali observasi luka tampak membaik dengan sedikit perubahan luka mengalami penyatuan dan juga tidak mengalami tanda-tanda infeksi, dimana luka mengalami percepatan penyembuhan di hari ke 13, secara teori luka akan menyatu atau membaik pada hari ke 21. Kesimpulan: perawatan luka dengan mengkonsumsi ikan gabus pada ibu post sectio caesarea mengalami percepatan penyembuhan luka
PEMBERIAN BALURAN BAWANG MERAH PADA AN. A DENGAN DIAGNOSA MEDIS FEBRIS DI DESA WANOGARA KULON
Sulistiyowati, Desti Imas;
Ajiningtya, Eko Sari
Sentani Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Jayapura Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Febris adalah suatu keadaan suhu tubuh diatas normal akibat peningkatan pusat pengatur suhu yang terletak dihipotalamus. Febris pada anak dibutuhkan perlakukan khusus dan penanganan tersendiri yang berbeda bila dibandingkan dengan orang dewasa.salah satu tindakan nonfarmakologis dalam upaya penurunan febris pada anak adalah denganpemberian baluran bawang merah. Efek hangat dari bawang merah bekerja dengan cara penggunaan energi panas melalui metode konduksi dan evaporasi, yaitu perpindahan panas dari suatu objek lain dengan kontak langsung. Tujuan: mengetahui efektivitas pemberian baluran bawang merah pada anak dengan diagnosa medis febris di Desa Wanogara Kulon. Metode: penelitian ini menggunakan studi kasus dengan responden anak dengan diagnosa medis febris, berfokus pada pemberian baluran bawang merah sebagai terapi komplementer pada anak dengan febris. Penelitian ini dilakukan di Desa Wanogara Kulon selama 3 hari dimulai pada tanggal 15-17 Maret 2023. Hasil: setelah diberikan intervensi baluran bawang merah selama 3x15 menit tubuh anak menurun, didapatkan hasil awal suhu tubuh 38,2oC menurun menjadi 37,0oC. Kesimpulan: pemberian baluran bawang merah pada anak yang mengalami febris dapat menurunkan suhu tubuh anak. Pemberian baluran bawang merah dapat menjadi alternatif untuk menurunkan suhu tubuh anak saat febris. Kata kunci: Febris, baluran bawang merah
PEMBERIAN JUS JAMBU BIJI MERAH TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2
Hanani, Anis Nur;
Astuti, Dwi;
Puspasari, Fida Dyah
Sentani Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Jayapura Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52646/snj.v7i1, Februari.252
Latar Belakang: Diabetes adalah kondisi kronis yang terjadi ketika tubuh tidak dapat menghasilkan cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin, dan didiagnosis dengan mengamati peningkatan kadar glukosa dalam darah. Diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia, terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Penanganan kuratif penyakit diabetes mellitus terlebih dahulu dilakukan secara non-farmakologis. Salah satu penanganan non-farmakologis adalah dengan menggunakan jus jambu biji merah. Buah Jambu biji mengandung Pectin dan Flavonoid yang sifatnya hipokolesterolemik dan hipoglikemik yang dapat menurunkan kadar kolesterol maupun menurunkan kadar glukosa darah. Metode: Karya tulis ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif dengan rancangan studi kasus. Strategi penelitian kasus ini adalah dengan melakukan pemberian jus jambu biji merah pada 1 (satu) pasien yang mengalami hiperglikemia untuk menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian jus jambu biji merah terhadap penurunan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Hasil: hasil dari implementasi keperawatan menyatakan bahwa teknik pemberian jus jambu biji merah efektif terhadap penurunan glukosa darah pada Diabetes mellitus tipe 2, didapatkan data sebelum diberikan jus jambu biji merah responden menunjukan nilai glukosa darah senilai 326 Mg/dL. Setelah diberikan jus jambu biji merah 3 kali sehari selama 3 hari, responden menunjukan glukosa darah menurun 202 Mg/dL. Kesimpulan: pemberian jus jambu biji merah efektif dan dapat menurunkan glukosa darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2.