cover
Contact Name
Abdul Khohar
Contact Email
abdulkhohar@uhamka.ac.id
Phone
+6281316463010
Journal Mail Official
komunika@uhamka.ac.id
Editorial Address
Jl. Limau II Kebayoran Baru Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 14117029     EISSN : 26211645     DOI : https://doi.org/10.22236/komunika.v8i2
Core Subject : Education, Social,
KOMUNIKA aims to encourage research in communication studies. Topics addressed within the journal include but not limited to: Political communication. Communication that employs message and political actor or related to power, government, and policy. Cross-cultural communication. Communication between people with a different culture (for instance race, ethnic, or socio-economic) Business communication. Idea or opinion exchange, information, instruction among people (personal or non-personal) through a various symbol to achieve company goal. Organizational communication. Discusses organizational behavior and explained about interactions between people within the organization. Health communication. Discusses a communication strategy to distribute health information within a community or society. The aim of health communication is persuading individuals or society in making a decision about health activity.
Articles 95 Documents
Komunikasi Partisipatif Masyarakat dalam Program Pemerintah Kota Bogor untuk Pengurangan Sampah Plastik Ramadanti, Firli Diyanira; Nuraryo , Imam
KOMUNIKA Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Komunika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/komunika.v12i2.20245

Abstract

This study explores the impact of participatory communication on the Bogor City Government's plastic waste reduction initiatives. Plastic waste poses a considerable challenge in Bogor, with daily generation reaching 779.81 tons in 2024, of which 15-20% is plastic. The research involved semi-structured interviews with five diverse individuals (students, workers, housewives, neighborhood leaders, and running club members) and an online survey of 56 respondents across different Bogor areas. Interview findings reveal that while residents are aware of waste's adverse effects and have personal efforts to reduce plastic, their engagement in government programs is hindered by unclear information regarding program specifics (such as location and timing) and inconsistent outreach. Questionnaire data supports these observations; most respondents learned about programs through neighborhood heads or official government social media, yet many could not participate due to inadequate information and invitations. Although a significant majority (82.1%) believe public participation is vital for program success, a large portion (62.5%) are unaware of how to submit feedback, and over half (51.8%) feel their input is not acted upon. The government's program implementation and public engagement are perceived as suboptimal, leading the community to desire regular meetings and stricter enforcement of regulations. In essence, a notable disconnect exists between government programs and public involvement due to ineffective participatory communication. Therefore, recommendations include strengthening clear information channels, leveraging neighborhood leaders' roles, developing accessible two-way communication mechanisms, improving implementation consistency and follow-up, launching creative educational campaigns, and fostering inter-stakeholder collaboration for sustainable waste management. 
Strategi Akomodasi Komunikasi Mahasiswa Asing dalam Interaksi Antarbudaya (Studi pada Mahasiswa Thailand Selatan di UHAMKA) Hariyati, Farida
KOMUNIKA Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Komunika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/komunika.v7i1.5561

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menentukan strategi akomodasi komunikasi yang dilakukan oleh Siswa Thailand Selatan karena hambatan yang dialami dalam menjalani interaksi sosial di lingkungan baru membuat komunikasi mereka tidak efektif. Hambatan yang muncul terkait dengan masalah identitas budaya, terutama bahasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berupaya menjelaskan fenomena secara mendalam melalui pengumpulan data. Informan yang terlibat dalam penelitian ini adalah siswa Thailand Selatan yang belajar di UHAMKA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan melakukan strategi konvergensi dan divergensi dalam berkomunikasi dengan lingkungan baik dengan sesama mahasiswa dari Indonesia, dosen, dan masyarakat tempat mereka tinggal dengan menggunakan bahasa Indonesia. Mereka mencoba menyesuaikan cara pengucapan kata, volume, dan kecepatan bicara sehingga mereka merasa nyaman dan membuat lebih mudah untuk memahami subjek menggunakan bahasa Indonesia. Ketika komunikasi verbal dianggap tidak berhasil, mereka juga menggunakan komunikasi non-verbal dengan gerakan untuk mengisyaratkan sesuatu untuk menarik perhatian orang lain untuk berkomunikasi.
Penggunaan Bahasa Verbal pada Kelompok Suporter Sepakbola Indonesia (Studi Etnografi Komunikasi pada Suporter The Jak Mania) Prasetyo, Martin
KOMUNIKA Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Komunika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/komunika.v7i1.5562

Abstract

Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bahasa verbal dipergunakan oleh kelompok suporter The Jak Mania. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivime dan teori speech code. Teori ini digunakan untuk menjawab tentang keberadaan kode bicara dalam kelompok suporter The Jak Mania yang memiliki ciri khas yang membedakannya dengan kelompok lain. Pendekatan yang digunakan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data meggunakam: observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suporter The Jak Mania sesungguhnya tidak menciptakan bahasa atau kode khas secara resmi, tetapi bahasa atau kode khas itu dibentuk oleh para pendiri, ketua umum, leader dan anggota untuk mempermudah mereka dalam berkomunkasi, sehingga menjadi efektif. Bahasa atau kode khas itu sering digunakan dan bisa bertahan, karena mereka memahami maknanya yang telah disepakati bersama. Dalam membuat bahasa dan kode khas tersebut, suporter The Jak Mania membuatnya dengan makna yang kreatif, inovatif dan mempunyai nilai motivasi.
Implikasi Konvergensi Media Terhadap Kompetensi Reporter Tempo.co Dhiya , Nadhira
KOMUNIKA Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Komunika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/komunika.v7i1.5563

Abstract

Seiring dengan perkembangan industri media yang diwarnai dengan pertumbuhan media daring membuat konvergensi menjadi isu penting. Media konvensional mulai mengembangkan platform digital. Dulu, media cetak, audio, dan audio-visual memiliki newsroom yang terpisah-pisah. Kini, pada era digital konvergensi media mulai muncul, seperti di Grup Tempo. Penelitian ini mengkaji bentuk-bentuk konvergensi yang diterapkan di Grup Tempo dan implikasinya terhadap kompetensi reporter Tempo.co. Peneliti menggunakan paradigma konstruktivis dan teori determinisme teknologi dan teori new media dan konvergensi media. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik komparatif konstan. Metodenya studi kasus. Hasilnya menunjukkan, bentuk-bentuk konvergensi yang diterapkan di Tempo.co adalah konvergensi pada tingkat newsroom. Setelah tiga kali mencoba, Tempo.co memutuskan untuk menurunkan kadar konvergensi yang semula model newsroom 3.0 menjadi newsroom 1.0. Penerapan sistem konvergensi ini berimplikasi terhadap kompetensi wartawannya, khususnya di tingkat reporter.
Nilai Kemanusiaan dalam Akun Instagram Komunitas Manusaya @manusaya.project sebagai Dukungan Kepada Anak-Anak LPKA Salemba Jakarta (Analisis Isi Kualitatif) Dwi Putri Mawardah, Rizka
KOMUNIKA Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Komunika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/komunika.v7i1.5564

Abstract

Instagram adalah salah satu media baru yang termasuk dalam media sosial. Instagram merupakan media sosial yang efektif dalam penyampaian pesan, karena jutaan orang sudah mempunyai akun Instagram dan aktif menggunakannya. Salah satu akun Instagram yang menyampaikan pesan khusus adalah @manusaya.project. Akun ini mengunggah foto disertai teks foto yang mengandung Nilai Kemanusiaan untuk mengajak masyarakat, agar tidak memberikan stigma kepada anak-anak LPKA Salemba, Jakarta yang sedang berhadapan dengan hukum. Penelitian ini menggunakan paradigma kontruktivisme dan teori isi media untuk memahami bagaimana akun Instagram@manusaya.project menyampaikan nilai kemanusiaan dalam teks foto yang diunggah. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif, jenis penelitian deskriptif dan metode analisis isi kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan terhadap teks, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis isi kualitatif sebagai metode utama dalam memahami nilai kemanusiaan pada akun instagram @manusaya.project. Hasil penelitian menunjukkan adanya nilai kemanusiaan dalam akun Instagram @manusaya.project yang disampaikan melalui teks foto yang diunggah. Adapun unsur-unsur dalam nilai kemanusiaan, meliputi kebenaran, kedamaian, cinta kasih, kebajikan dan tanpa kekerasan.
Terorisme, Komodifikasi Rasa Takut dalam Infotainment: Melihat Kasus Bom Sarinah dengan Pandangan Ekonomi Politik Media Massa Qusnul Khotimah , Wininda
KOMUNIKA Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Komunika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/komunika.v7i1.5565

Abstract

Fokus penelitian ini adalah komodifikasi terorisme di media massa. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kajian teks dan studi pustaka. Peneliti melihat bahwa media massa tidak hanya menjadikan terorisme sebagai topik utama dalam berita konvensional. Munculnya infotainment menjadikan informasi tentang terorisme sebagai suguhan yang menghibur, bahkan peristiwa yang menegangkan menjadi tontonan yang menarik. Melalui infotainment, kasus teror pemboman Sarinah dikomodifikasi sebagai informasi yang menjual keharuan dan ketakutan menjadi tontonan yang menyenangkan dan menghibur. Dengan demikian tontonan ini diharapkan dapat meningkatkan rating TV (baca: menghasilkan laba yang besar). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa infotainment dapat membuat kasus terorisme dikaitkan dengan selebritas. Kontennya juga tidak berupa ulasan jurnalisme yang mendalam, karena informasinya hanya berkisar di sekitar orang-orang terdekat selebritas dan satu atau dua ahli yang mengomentari kasus pemboman Sarinah. Hal ini menjadi nilai baru dalam menyampaikan berita terorisme.
Desakralisasi Figur Ustadz dalam Sinetron (Analisis Isi terhadap Figur Ustadz Kemed dalam Sinetron Dunia Terbalik di RCTI) Amanda, Anisa Tri
KOMUNIKA Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Komunika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/komunika.v7i1.5566

Abstract

Seorang guru (ustadz) dalam Islam adalah seorang yang berilmu dan alim. Perannya digambarkan sebagai orang suci yang dapat membimbing umat. Ustadz Kemed, yang bertindak sebagai pemimpin agama dalam sinetron Dunia Terbalik digambarkan sebagai guru palsu, karena ia tidak memiliki pengetahuan spiritual yang memadai. Seperti yang terlihat dalam beberapa episode, ketika Kemed memimpin sholat dan berkhotbah, ia mengutip ayat dari google di ponselnya, bukan dari Al-Quran. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan teori konstruksi realitas sosial dan model komunikasi Tubs and Moss. Pendekatan yang digunakan kualitatif-deskriptif dengan metode analisis isi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasilnya menunjukkan, deskripsi sosok Ustadz Kemed di sinetron tidak dibangun sebagai guru seperti dalam ajaran Islam yang sebenarnya. Dalam sinetron ini banyak penggambaran yang mendesakralisasi figur ustadz
Keberhasilan Petisi Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual terhadap Anak melalui Change.org Kustriana , Utin
KOMUNIKA Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Komunika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/komunika.v7i1.5567

Abstract

Change.org adalah situs petisi global yang juga tersedia dalam bahasa Indonesia. Melalui situs ini publik dapat menyusun petisi untuk mendorong perubahan sosial. Studi ini meneliti keberhasilan petisi untuk ratifikasi UU Penghapusan Kekerasan Seksual melalui Change.org. Peneliti menggunakan paradigma konstruktivisme dan teori determinisme teknologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan studi literatur. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis data kualitatif. Penelitian ini menemukan bahwa petisi untuk Rencana Penghapusan Kekerasan Seksual yang akan dihapus melalui situs web Change.org berhasil disahkan. Para penggagas petisi berhasil mengumpulkan sekitar 70 ribu pendukung, sehingga para pembuat keputusan menjadikannya pertimbangan penting. Untuk mendapatkan banyak dukungan, para penggagas petisi mendistribusikannya melalui email. Ia menggunakan kalimat yang sederhana dan jelas agar mudah dipahami. Dia juga menggunakan kalimat netral dan tidak menghakimi. Selain itu, para inisiator petisi menggunakan media lain untuk menjangkau sebanyak mungkin audiens, termasuk mereka yang tidak menggunakan media sosial. Kasus pelecehan seksual terhadap seorang siswa SMP di daerah Bengkulu oleh 14 remaja pada tahun 2016 menjadi faktor pendorong bagi banyak orang untuk mendukung petisi ini.
Dilema Independensi dan Ketahanan Bisnis Media Lokal dalam Perspektif Konvergensi Media Kusumo, Herlambang Jati; Agustia Leriani , Olla; Valiant Putra Alfa , Ditto; Zahra Saharani, Widya
KOMUNIKA Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Komunika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/komunika.v13i1.21153

Abstract

Mass media, as the fourth pillar of democracy, faces pressure from digital disruption, declining advertising revenue, and government budget efficiency policies. These conditions place local media in a dilemma between sustaining their business operations and maintaining editorial independence. This study aims to analyze how the media respond to these challenges through media convergence and digital transformation. This research employs a qualitative comparative approach focusing on Harian Jogja and Tribun Jogja. A comparative analysis was conducted to identify patterns of adaptation, business strategies, and practices of journalistic independence in both media outlets. The findings indicate that media convergence has become a key survival strategy amid changes in the media industry ecosystem. Both media outlets have developed digital platforms and social media, restructured newsroom operations, and encouraged journalists to work across multiple platforms. However, differences in adaptive orientation are evident. Harian Jogja emphasizes a balance between digital speed and content depth while developing business diversification grounded in the local context. In contrast, Tribun Jogja is more oriented toward optimizing digital networks, audiovisual content, and traffic-based strategies. Both media outlets strive to safeguard independence through the separation of advertising and news content, adherence to journalistic codes of ethics, and the strengthening of newsroom governance, despite increasing economic pressures. This study affirms that media convergence at the local level is not merely a technological adaptation, but a survival strategy aimed at balancing economic sustainability and journalistic ideals
Representasi Nilai Edukatif Pada Karakter Anak dalam Konten YouTube Kimbab Family Aryo Lintang Bimo , Yafi'; Zulaikha; Sugeng Widiarto , Didik
KOMUNIKA Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Komunika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/komunika.v13i1.21330

Abstract

The development of digital media, especially YouTube, should be able to become a place for conveying information as well as learning and also to provide positive show for audience, one of wich Kimbab Family YouTube content. That family content present positive activities between parents and children. The purpose of this study is to analyze and describe the Kimbab Family YouTube content by selecting content that representation educative value on child character using Roland Barthes' semiotics. This study uses a qualitative approach with a case study method against three videos that show the daily activities of the children. Data collection was carried out through observation and documentation, which was then analyzed descriptively. The results show that family content represents educative values through children's characters who are communicative, help each other and cooperation, as well as brave and independent. Communicative are displayed through the children interactions with people you just met, with feel politely and actively respond through two-way communication. Mutual assistance and cooperation are displayed when family members are each compact and help another at the timewhen doing something together. brave and independent are displayed shown through children who are given trust by their parents to try new things independently without supervision. This research provides conclusions that Kimbab Family YouTube content has the potential to be inspiring and usefull content, as well as the children characters shown are able to be good examples in learning children's character in this modern era. 

Page 9 of 10 | Total Record : 95