cover
Contact Name
Abdul Khohar
Contact Email
abdulkhohar@uhamka.ac.id
Phone
+6281316463010
Journal Mail Official
komunika@uhamka.ac.id
Editorial Address
Jl. Limau II Kebayoran Baru Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 14117029     EISSN : 26211645     DOI : https://doi.org/10.22236/komunika.v8i2
Core Subject : Education, Social,
KOMUNIKA aims to encourage research in communication studies. Topics addressed within the journal include but not limited to: Political communication. Communication that employs message and political actor or related to power, government, and policy. Cross-cultural communication. Communication between people with a different culture (for instance race, ethnic, or socio-economic) Business communication. Idea or opinion exchange, information, instruction among people (personal or non-personal) through a various symbol to achieve company goal. Organizational communication. Discusses organizational behavior and explained about interactions between people within the organization. Health communication. Discusses a communication strategy to distribute health information within a community or society. The aim of health communication is persuading individuals or society in making a decision about health activity.
Articles 81 Documents
Peran Majelis Tabligh dalam Membangun Komunikasi Persuasif Kelompok Muallaf Pasca Konversi Agama di Dusun Tugunongko Kabupaten Ponorogo Alfiana Yuniar Rahmawati Alfi
KOMUNIKA Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Komunika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/komunika.v10i2.10972

Abstract

ABSTRAK Penyebaran misi kristenisasi dan pemurtadan umat menjadi fenomena yang akan terus terjadi. Masyarakat dengan dasar pondasi aqidah yang lemah menjadi sasaran utama untuk melancarkan gerakan misi yang berorientasi pada perekrutan jemaat sebanyak-banyaknya. Secara nyata, hal ini terjadi pada masyarakat di Dusun Tugunongko, Kabupaten Ponorogo. Sosialisasi misi kristenisasi dilakukan dengan upaya pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat untuk menjustifikasi tataran ekonomi baru dan keagamaan baru sebagai nilai dari misi tersebut. Majelis Tabligh sebagai lembaga dakwah Islam memiliki otoritas penuh untuk membentengi gerakan misi dan mengajak masyarakat untuk kembali kepada agama Islam. Proses pendekatan dilakukan melalui strategi komunikasi persuasif yang berorientasi pada pembentukan tataran kehidupan baru berlandaskan ajaran islam. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan gerakan Majelis Tabligh dilakukan dengan mengoptimalkan komponen komunikasi persuasif yang bersifat multiaspek. Upaya ini bertujuan untuk memperkuat aqidah sekaligus sebagai pembinaan umat demi mempertahankan eksistensi agama Islam di dusun Tugunongko. Kata Kunci: Komunikasi Persuasif, Majelis Tabligh, Kelompok Muallaf
Komunikasi Krisis Polri dalam Meningkatkan Reputasi dan Kepercayaan Masyarakat Setelah Tragedi Sepak Bola di Kanjuruhan: Pendahuluan, Metode Penelitian, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan, Daftar Pustaka Ahmad Rofiki Rahman; Arnia Astriani
KOMUNIKA Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Komunika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/komunika.v10i2.11042

Abstract

Polri menghadapi krisis kepercayaan setelah terjadinya tragedi sepak bola di Kanjuruhan. Masyarakat menilai instansi yang harus bertanggung jawab pertama adalah polisi karena polisi yang menembakkan gas air mata dengan sengaja ke tribun penonton yang tidak melakukan apa-apa. Menurut Lembaga Survei Indonesia (LSI) tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri mengalami penurunan drastis sebesar 19%, yang dimana tingkat kepercayaan sebelumnya mencapai 72% pada bulan Agustus 2022 dan menjadi 53% pada bulan Oktober 2022. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi komunikasi krisis yang dilakukan oleh Polri dalam meningkatkan reputasi dan kepercayaan masyarakat pasca tragedi sepak bola di Kanjuruhan Malang dengan menggunakan teori komunikasi krisis situasional dan teori pemulihan citra. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan sumber data primer yang berasal dari website resmi Polri yaitu www.humas.polri.co.id. BerdasarkanTeori Komunikasi Krisis Situasional dalam tragedi Kanjuruhan Malang termasuk kategori kelompok sengaja atau kelompok kesengajaan, hal ini karena masyarakat menilai bahwa bersenang-senang gas air mata ke arah tribun penonton yang tidak melakukan anarkis merupakan tindak kesengajaan dari Polri. Oleh karena itu, Polri berusaha mengembalikan reputasi dan kepercayaan masyarakat yang menurun secara drastis dengan menggunakan Image Restoration Theory .
Etnografi komunikasi Pengemudi Ojek Daring di Malang Windaningsih Windaningsih
KOMUNIKA Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Komunika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/komunika.v10i2.11460

Abstract

Para pengemudi ojek daring memiliki cara yang unik untuk mendapatkan orderan. Mereka tidak hanya pasif menunggu distribusi order melalui aplikasi, tetapi mereka mencoba untuk menjemput bola dengan berbagai upaya. Salah satunya dengan menjalin komunikasi dengan komunitas pengemudi yang mereka miliki. Hal inilah yang menarik minat peneliti untuk mengkaji pola komunikasi pengemudi ojek daring Grab di Malang dalam upaya mendapatkan orderan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian yaitu study Etnografi komunikasi. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretif yang mengkhususkan pada penemuan berbagai pola komunikasi yang digunakan oleh manusia dalam sebuah masyarakat tutur. Hal ini dilakukan dengan mengamati tiga tahapan yaitu 1. Identifikasi peristiwa komunikasi yang terjadi secara berulang. (Recurrent Event) menunjukkan bagaimana identifikasi peluang pemesanan jasa ojek daring yang dilakukan dengan menandai dan berbagi informasi tentang pelanggan 2. Inventarisasi komponen komunikasi yaitu dengan adanya grup whatsapp dan penggunaan kode verbal dan nonverbal dalam proses interaksi dan komunikasi. Seperti adanya istilah suhu, longtrip, gacor, anyep dan sebagainya. Selain itu juga penggunaan kode nonverbal lambaian tangan, membunyikan klakson dan mengedipkan lampu juga digunakan. Ke-3 Menemukan pemolaan komunikasi dengan temuan bahwa Pola Komunikasi pengemudi ojek daring dilakukan secara langsung maupun menggunakan media sosial, baik saat mereka sedang berkumpul atau pada saat mereka sedang dalam perjalanan. Predikat ‘Suhu’ yang diberikan kepada pengemudi yang beruntung mendapatkan order longtrip menjadikan pengemudi tersebut melakukan role taking untuk menunjukkan performa terbaik mereka
Studi Netnongrafi Pesan Penerimaan Diri Dalam Lagu “Tutur Batin” di Kalangan Pendengar Perempuan Marpaung, Shintya Margaretha; Endang, Anis; Indria
KOMUNIKA Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Komunika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/komunika.v11i01.11548

Abstract

enelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana Studi Netnografi Pesan Penerimaan Diri Yang Disebarkan Dalam Bentuk Lagu Di Media Youtube Dengan Judul “Tutur Batin” Karya Yura Yunita Di Kalangan Pendengar Perempuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang memiliki tujuan yaitu menjelaskan suatu fenomena secara terperinci dan menjawab permasalahan yang diambil oleh peneliti. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian netnografi, yaitu sebuah pendekatan yang disebut sebagai etnografi dalam internet dengan cara melihat interaktifitas didalamnya dan melihat perilaku seseorang dari berbagai budaya dan komunitas dalam dunia maya. Netnografi adalah cara untuk melakukan penelitian antropologi melalui internet, menggunakan informasi yang tersedia secara publik di mana semua orang bebas berbagi melalui media sosial. Dalam melakukan penelitian, peneliti menggunakan teknik observasi non partisipan karena peneliti tidak ikut berpartisipasi didalam kehidupan penelitian, peneliti hanya mengamati pada kolom komentar di Musik Video Tutur Batin pada YouTube Yura Yunita dan Teknik Studi Pustaka. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa Penerimaan Diri Para Pendengar Perempuan setelah mendengarkan Lagu Tutur Batin adalah Mampu Menilai Diri sendiri dan mengoreksi kelemahan pribadi, sifat percaya diri dan mengasihi diri sendiri, mandiri dan berpendirian, jujur terhadap diri sendiri dan memanfaatkan kemampuan dengan bijaksana dan efektif.
Model Komunikasi Fasilitator Eksternal dalam Pelatihan Warga Binaan di Rumah Tahanan Negara Alamsyah, Feri Ferdinan; Aminuddin, Ahsani Taqwim; Amaliah, Desi
KOMUNIKA Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Komunika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/komunika.v11i2.12550

Abstract

Rumah Tahanan Negara juga merupakan tempat pembinaan bagi warga di dalamnya yang sedang menjalani proses hukuman. Cemas, stres, serta takut pada proses hukuman yang dihadapi, dan proses adaptasi di rutan menyebabkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengalami masalah psikologis. Negara berusaha meminimalisir tingkat stres WBP sekaligus menjadikannya lebih produktif, meski masih menjalani masa hukumannya dengan pendidikan/pembinaan. Selain itu, hak mendapatkan pendidikan dan pengajaran bagi WBP tertuang dalam beberapa aturan perundang-undangan. Tujuan dari penelitian ini ialah mengembangkan model komunikasi Fasilitator Eksternal dalam menyukseskan upaya pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan di Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Depok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis studi kasus yang mengacu pada metode, data, dan triangulasi sumber penelitian. Hasil penelitian ini diketahui bahwa model komunikasi Three Way Fit dalam penelitian ini kemudian menjadikan fasilitator dalam program pembinaan WBP di Rutan Kelas 1 Depok untuk lebih berkomitmen, disiplin dan penuh persiapan dalam setiap tugasnya. Petugas Rutan pun dituntut untuk mengetahui apa kebutuhan dan luaran yang diharapkan dari pelatihan yang dilakukan. Kedua pihak ini akan menentukan materi program dan luaran kegiatan benar-benar bermanfaat untuk warga binaan pemasyarakatan di Rutan tersebut.
Demografi Jurnalis serta Komunikasi dan Kolaborasi melalui Perangkat Digital dalam Kerja Jurnalistik di Kota Medan Masril, Munzaimah; Tobing, Anggun A.; Hanim, Farida
KOMUNIKA Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Komunika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/komunika.v11i01.12620

Abstract

Proses digitalisasi dan penetrasi internet yang mengarah pada percepatan perkembangan media online pada gilirannya mengarah pada disrupsi (disruption) teknologi yang menantang model bisnis media cetak konvensional. Penggunaan media online memang lebih populer daripada media cetak karena dapat memudahkan penggunanya dalam mengakses dan menyumbangkan ide serta pendapat tanpa batas. Dalam beberapa tahun terakhir, jurnalis di Kota Medan melakukan adaptasi terhadap perubahan tersebut dan kerap menggunakan perangkat smartphone dalam kerja jurnalistik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk komunikasi dan kolaborasi yang dilakukan oleh jurnalis di Kota Medan dalam proses adaptasi terhadap digitalisasi industri media. Penelitian ini bersifat deskriptif dan dilakukan terhadap 60 orang jurnalis di Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jurnalis di Kota Medan sudah memiliki kemampuan yang cukup baik untuk melakukan komunikasi dan kolaborasi dengan menggunakan perangkat digital. Para jurnalis sudah memiliki kemampuan untuk membangun konten digital, mengintegrasikan dan mengelaborasikan data digital, memiliki kesadaran akan copyright dan perizinan, serta membangun engagement dengan khalayak. Saat ini jurnalis di Kota Medan didominasi oleh generasi milenial yang berusia 25-39 tahun. Generasi ini merupakan generasi yang lahir dan tumbuh pada masa transisi elektronik ke digital, sehingga meskipun bukan native era digital namun masih bisa beradaptasi dengan perubahan yang muncul dalam digitalisasi
Interpretasi Khalayak Terhadap Rasisme Beda Etnis dalam Film Bidadari Mencari Sayap Ariska, Cynthia; Briandana, Rizki; Jamil, Achmad
KOMUNIKA Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Komunika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasisme tanpa disadari sering terjadi di Indonesia karena Indonesia memiliki keberagaman etnis dan agama. Ragam etnis dan agama dalam pernikahan juga digambarkan pada film Bidadari Mencari Sayap yang mengisahkan pasangan suami istri menikah dari etnis dan agama  yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interpretasi khalayak terkait rasisme beda etnis pada film Bidadari Mencari Sayap. Konsep decoding dan encoding Stuart Hall digunakan untuk melihat text media yang diinterpretasi oleh khalayak. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis resepsi dengan paradigma kontruktivis. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam. Terdapat delapan informan yang dipilih berdasarkan kriteria yang telah dikelompokan berdasarkan etnis dan latar belakang budaya berbeda. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerimaan rasisme beda etnis memiliki arti yang berbeda. Temuan menghasilkan dominasi posisi hegemoni dominan oleh pihak perempuan, posisi negosiasi tidak ada dan juga dominasi posisi oposisi oleh pihak laki-laki. Penelitian ini menyoroti bahwa perbedaan etnis dan agama tidak menjadi masalah bagi sebagian khalayak, dimana akulturasi budaya yang ada di Indonesia menyebabkan toleransi keberagaman dapat diterima di masyarakat, selama tidak adanya pergeseran pada keyakinan masing-masing.
Representasi Manusia Sampah Sebagai Subaltern pada Cerita Anak: Analisis Wacana Multimodal dalam Buku Poupelle of Chimney Town Syafuddin, Khairul; Lusianawati, Hayu; Rafi'i
KOMUNIKA Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Komunika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/komunika.v11i01.12758

Abstract

Kondisi kelas sosial dalam sebuah masyarakat tidak dapat terlepas dari pengamatan kelompok kapitalis untuk dikomodifikasi menjadi sebuah komoditas. Praktik komodifikasi ini sangat menguntungkan pihak kapitalis sebagai pemilik modal dari sisi materiil. Hal ini dapat mereka lakukan melalui praktik representasi kelas sosial menjadi sebuah komoditas tontonan dan hiburan untuk dinikmati khalayak. Salah satu produk dari industri ini adalah cerita anak yang berjudul Poupelle of Chimney Town: Petualangan Poupelle di Kota Cerobong Asap. Kisah fiksi tersebut merepresentasikan kehidupan manusia pinggiran, khususnya subaltern dari kelas sosial bawah. Hal ini sekaligus menjadi sebuah kritik sosial yang dikemas dalam bentuk cerita anak yang dapat menumbuhkan kesadaran kelas bagi khalayak. Penelitian ini menggunakan teori representasi yang ditawarkan oleh Stuart Hall. Di mana narasi dan visual yang ditampilkan dilihat memiliki kepentingan politis dalam merepresentasikan kehidupan masyarakat miskin di era modern. Metode yang digunakan adalah analisis wacana multimodal dengan pendekatan kualitatif. Peneliti menggunakan teknik observasi dan dokumentasi untuk mengumpulkan data primer. Adapun teknik validitas data yang digunakan peneliti adalah triangulasi teori guna mendapatkan hasil penelitian yang lebih objektif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa cerita anak tersebut membangun representasi dari masyarakat subaltern di era modern. Di mana dalam kelompok subaltern terdapat kekuasaan yang juga dimiliki oleh setiap individu. Hal ini menunjukkan bahwa dalam realita di masyarakat, kelompok yang termarjinalkan sekalipun tetap memiliki power untuk menunjukkan posisi sosialnya. Selain itu, cerita ini juga menunjukkan bahwa cerita anak dapat dibuat berdasarkan narasi dari masalah sosial modern.
Konstruksi Realitas Gerakan Feminisme pada Komunitas Magnalene.co dalam Menyuarakan Hak Perempuan Fachrul, Zikri; Hermawandi, Yandi; Rosvita Dewi Ningindah, Salma
KOMUNIKA Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Komunika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini  dilatarbelakangi adanya   bentuk  realitas  sosial  yaitu  gerakan   feminisme  yang  terjadi  oleh  komunitas  Magdalene.co  dalam  menyuarakan  hak-hak  perempun  yang  dilihat  dari  segi  pekerjaan, pendidikan, pelecehan  seksual, serta  permasalahan  tentang  perempuan  lainnya. Tujuan penelitian  ini  untuk  menjelaskan gerakan feminisme pada komunitas magnalene.co dalam menyuarakan hak perempuan dilihat dari segi eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Metode penelitian  ini  menggunakan  metode  deskriptif dengan pendekatan  kualitatif. Teknik  pengumpulan data  yang digunakan observasi, wawancara  mendalam, dokumentasi, dan studi  kepustakaan.  Teori  pada penelitian  ini  menggunakan  teori  Konstruksi  Realitas  Sosial   Peter  Ludwig   Berger  dan  Thomas   Luckmann  dengan  proses  dialektika  dari  Eksternalisasi, Objektivasi, dan  Internalisasi.  Subjek penelitian ini adalah anggota komunitas Magdalene.co dalam menyuarakan hak-hak perempuan dalam kehidupan sosial maupun dalam media Magdale.co melalui tindakan dan interaksi individunya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa eksternalisasi konstruksi realitas dalam gerakan feminisme dipengaruhi oleh lingkungan kerja dan kesadaran akan ketidakadilan pada diri perempuan. Dalam komunitas Magdalene.co, terlihat adanya penulisan yang menyuarakan hak-hak perempuan dengan bahasa inklusif serta kritik terhadap ketimpangan gender dan diskriminasi. Objektivasi terjadi melalui upaya komunitas ini untuk mendapatkan perhatian publik dan mempengaruhi opini masyarakat melalui publikasi artikel yang membahas isu-isu feminisme. Proses internalisasi terjadi ketika anggota komunitas Magdalene.co mengadopsi nilai-nilai feminisme dan mengintegrasikannya ke dalam identitas mereka, memperjuangkan kesetaraan gender dan keadilan sosial. Hal ini mempengaruhi cara berpikir, sikap, dan tindakan mereka terkait isu-isu perempuan.
Strategi Komunikasi Organisasi dan Muhammadiyah dalam Penanganan Pandemi Covid-19 Varian Omicron Atmaja, Machhendra Setyo; Ayuna, Novianty Elizabeth; Yuliasari, Ika
KOMUNIKA Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Komunika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/komunika.v11i01.12881

Abstract

Merebaknya pandemi Covid-19 mendorong respon Muhammadiyah dengan membentuk MCCC pada tanggal 5 Maret 2020. MCCC menerapkan serangkaian strategi komunikasi untuk membantu penanganan penyebaran pandemi Covid-19, khususnya pada kasus Omicron. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategi komunikasi organisasi yang dilakukan oleh MCCC dalam penanganan Covid-19 pada saat varian omicron masuk ke Indonesia. Teori pada peneltian ini menggunakan pandangan Pace dan Faules (2013) untuk melihat bentuk dari komunikasi organisasi dari MCCC itu sendiri. Sementara itu, pandangan Cutlip, Center, & Broom (2016) penulis gunakan untuk memperdalam strategi komunikasi yang dilakukan oleh MCCC. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model deskriptif analisis. Temuan dari penelitian ini ialah strategi komunikasi organisasi MCCC dalam penanganan Covid-19 telah menggunakan 7c Cutlip, Centre, & Broom, dimana MCCC telah menerapkan : 1) credibility, 2) context, 3) clarity, 4) continuity and consistency, 5) channel, 6) capability of the audience, 7) content. Penerapan strategi komunikasi organisasi tersebut didukung dengan iklim komunikasi organisasi yang mengedepankan urusan kemanusiaan di internal Muhammadiyah, sehingga lebih kompak dan terkonsolidasi dengan baik.