cover
Contact Name
Desrika Talib
Contact Email
desrikatalib@umgo.ac.id
Phone
+6285394032544
Journal Mail Official
desrikatalib@umgo.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H. Mansoer Pateda, Ds. Pentadio Timur, Telaga Biru, Gorontalo
Location
Kab. gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP)
ISSN : -     EISSN : 27209873     DOI : doi.org/10.31314/tulip
Core Subject : Social,
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) is a Journal published by Tourism Department of Universitas Muhammadiyah Gorontalo Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP), with E-ISSN 2720-9873 (Online) is a Peer-reviewed journal published twice in June and December by Tourism Department, Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Tulip aims to disseminate and provide information to the parties concerned in the study of Tourism. Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) is a scientific journal in the field of tourism studies. The manuscript can be a research paper, review articles, as well as conceptual, technical, and methodological papers on all aspects, includes research findings, experimental design, analysis, and recent application in tour and travel studies. The scope of these areas includes tourism planning, geography, tourism management, destination, traveling, environment, economics, gastronomic, heritage, and culture. Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) has been reexamined by peer victims. Unacceptable in this regard will be the right of the Editorial Board based on the words of colleagues
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019): DESEMBER 2019" : 5 Documents clear
EVALUASI KETERPENGARUHAN KOMPONEN PERIWISATA DI DAYA TARIK PARIWISATA ARUNG JERAM PAPUALANGI Srilian Laxmiwaty Dai; Deswita Natarisa Mamonto
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 2, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.2.2.114-129.2019

Abstract

Dalam penelitian tentang Evaluasi Keterpengaruhan Komponen Pariwisata Didaya Tarik Pariwisata Arung Jeram Papualangi penulis menggunakan pendekatan kualitatif dimana penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif yaitu memberikan gambaran ataupun penjelasan yang tepat mengenai permasalahan yang dihadapi dan didukung dengan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pelaksanaan Evaluasi Keterpengaruhan Komponen Pariwisata Didaya Tarik Pariwisata Arung Jeram Papualangi telah berjalan sesuai dengan sistem yang ada, namun terdapat masalah-masalah yang membawa dampak negatif sehingga pada pelaksanaannya masih belum optimal dalam mengembangkan pariwisata Tana Toraja, khususnya pembangunan infrastruktur, sarana dan prasana. Faktor yang mempengaruhi perkembangan pariwisata adalah faktor pendukung yaitu objek wisata yang sudah terkenal, partisipasi masyarakat dan koordinasi yang baik dengan pihak terkait. Sedangkan faktor penghambat yaitu keterbatasan dana, lokasi geografis objek wisata serta minimnya dan tidak terpusatnya informasi.
PERAN MASYARAKAT LOKAL DALAM PENGELOLAAN DAYA TARIK WISATA ALAM ARUNG JERAM PAPUALANGI KABUPATEN GORONTALO UTARA Derika Talib; Nur Fadhliyah Usu
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 2, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.2.2.130-148.2019

Abstract

Saat ini kegiatan pariwisata di Indonesia mengalami perkembangan yang pesat, hal ini dapat dilihat dari berbagai macam daerah-daerah yang ada di Indonesia dalam mengembangkan destinasi-destinasi wisata yang ada di daerahnya masing-masing. Dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 yang menyebutkan bahwa keberadaan daya tarik wisata pada suatu daerah akan sangat menguntungkan, diantaranya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), kemudian meningkatkan rasa cinta lingkungan serta melestarikan alam dan budaya setempat.  Keberadaan sektor pariwisata dalam suatu wilayah dapat memberikan dampak positif maupun negative. Namun, pada dasarnya tergantung pada manajemen dan tata pengelolaan kepariwisataan yang diperankan oleh segenap pemangku kepentingan baik dari unsur pemerintah, swasta maupun masyarakat yang ada pada wilayah tersebut. Pencapaian tujuan dan misi pembangunan kepariwisataan yang baik, berkelanjutan (sustainable tourism) dan berwawasan lingkungan akan dapat terlaksana manakala dalam proses pencapaiannya dapat dilakukan melalui tata kelola kepariwisataan yang baik. (good tourism governance). Prinsip dari penyelenggaraan tata kelola kepariwisataan yang baik adalah adanya koordinasi dan sinkronisasi program antar pemangku kepentingan yang ada serta dilibatkannya partisipasi aktif yang sinergis (terpadu dan saling menguatkan) antara pihak pemerintah, swasta atau industri pariwisata dan masyarakat setempat yang terkait.
IMPELEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH KAB. GORONTALO UTARA TERHADAP WISATA BUDAYA RITUAL MANDI SAFAR Febrianto Hakeu; Sri Sunarti
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 2, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.2.2.97-113.2019

Abstract

AbstractThis article aims to determine the Shafar Bathing Ritual Process in Kec. Atinggola Buata Village, North Gorontalo Regency, and knowing the Implementation of Regional Government Policies in the Cultural Tourism sector towards Shafar Bathing Rituals in North Gorontalo District, and formulating solutions to the identified constraints. This article is analyzed based on a descriptive qualitative approach. The results of the analysis of this article are 1) Shafar's bathing ritual starts from the morning at 06.30 WIB with the recitation of Al-Quran verses (Surah Al-Kahfi, Surah Yasin), and the traditional event of bathing Shafar then ends with eating together. 2) Tourism development in Atinggola District is quite good, seen from the policy of the District Government. North Gorontalo and 3) In implementing tourism development, the Tourism and Culture Office always tries to develop tourism in Atinggola District, namely by carrying out tourism promotion programs, tourism destination development programs, and tourism partnership programs. The tourism promotion program is carried out by organizing the Shafar bathing ritual which is carried out once a year in addition to tourism promotion via the internet. While the tourism partnership program, the Tourism and Culture Office collaborates with several related agencies to help develop tourism in Atinggola District.
RESPON MASYARAKAT LOKAL TERHADAP PENGEMBANGAN WISATA HUTAN PINUS SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI DESA DULAMAYO KABUPATEN GORONTALO Sri Sunarti; Siti Mulghima Olii
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 2, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.2.2.149-163.2019

Abstract

Salah satu Kecamatan yang berada di Kabupaten Gorontalo, yang memiliki pesona alam yang sangat indah dan sangat beragam akan bentuknya yaitu Kecamatan Telaga Jaya, khususnya Desa Pilohayanga yang memanfaatkan Sumber Daya Alam atau Hutan Pinus untuk pembangunan wisata alam. Tempat ini dinamakan Wisata Pinus Ecopark. Wisata Pinus ini memiliki suasana yang asri dan sejuk, dengan pepohonan pinus yang rindang ini memberikan oksigen yang sangat baik untuk pengunjung. Bukan hanya itu, fasilitas yang tersedia di tempat wisata ini juga menjadi nilai tambah  yang  dapat  dinikmati  oleh  pengujung. Dengan adanya objek-objek foto yang sangat Instagramable, seperti Hiasan payung, Jembatan kayu, Pondokan atau Saung, Ayunan santai dan lain-lain.
STRATEGI PENGEMBANGAN PASAR SROWOLAN SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA Anggraeni M.S Lagalo
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 2, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.2.2.86-96.2019

Abstract

Marketing plan yang di rancang dalam penelitian ini bertujuan sebagai pedoman stakeholder dalam menentukan langkah-langkah strategis program-program pengembangan pasar. Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya. Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia, dan umumnya terletak dekat kawasan perumahan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar. Beberapa pasar tradisional yang "legendaris" antara lain adalah pasar Beringharjo di Yogyakarta, pasar Klewer di Solo, pasar Johar di Semarang, serta Pasar Srowolan yang memiliki nilai sejarah perjuangan pada masa penjajahan kolonial belanda.

Page 1 of 1 | Total Record : 5