Nusantara: Journal for Southeast Asian Islamic Studies
Nusantara Journal for Southeast Asian Islamic Studies(p-ISSN 1411-8084) is a journal published semesterly (published firstly in 1998) by Institute for Southeast Asian Islamic Studies (ISAIS) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. It specializes in Southeast Asian Islamic Studies, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contribution from scholars of related disciplines. Papers must be double-space and on one side of the paper only. Length should be 25 to 35 pages for articles and five or less for book review and conference reports. Cite all bibliographical information in endnotes. Do not use footnotes or a bibliography. All articles published do not necessarily represent the views of the journal, or other institutions to which affiliated. They are solely the views of authors
Articles
104 Documents
MEMBACA ISLAM INDONESIA DI MASA ORDE BARU
Johansyah Johansyah
Nusantara Journal for Southeast Asian Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/nusantara.v14i1.7139
Hubungan Islam dengan pemerintah pada masa-masa awal pemerintahan terlihat kurang kompromi, namun dipenghujung kekuasannya, Orde Baru mulai melunak dengan Islam. Tulisan ini lebih lanjut, melihat kebijakan pemerintah Orde Baru terhadap Islam, tentang kebijakan pemerintah Orde Baru terhadap Islam dan faktor-fakktor apakah yang mendorong bagi semakin membaiknya hubungan Islam dan pemerintah. Islam yang bersifat substansialistik di masa Orde Baru telah meninggalkan kesan bahwa para praktisi politik Islam yang terlibat dalam proses penyelenggaraan negara pada dasarnya telah terkena politik kooptasi. Yang menyedihkan adalah adanya pandangan bahwa Islam telah dijadikan sebagai alat legitimasi rezim melalui proses-proses yang dianggap sebagai politisasi agama. Kesan demikian tidak dapat dihindari terutama karena semua itu berlangsung di dalam sebuah kehidupan politik yang tidak demokratis.
POTRET KEBEBASAN BERKEYAKINAN DI INDONESIA Sebuah Refleksi Masa Depan Kebangsaan Indonesia
Siti Musdah Mulia
Nusantara Journal for Southeast Asian Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/nusantara.v14i2.7152
Tulisan ini menjelaskan tentang potret kebebasan berkeyakinan di Indonesia dalam rangka menatap masa depan kebangsaan Indonesia. Pembahasan ini terdiri dari kebebasan berkeyakinan dalam perspektif legal dan dokumen HAM. Konstitusi Indonesia dan sejumlah undang-undangnya secara tegas menyatakan kebebasan berkeyakinan merupakan hak asasi manusia yang paling mendasar dan tidak boleh dikurangi sedikitpun (non-derogable). Negara menjamin pemenuhan, perlindungan, dan pemajuan kebebasan tersebut, baik sebagai hak asasi yang mendasar bagi setiap manusia, maupun sebagai hak sipil bagi setiap warga negara. Upaya pemenuhan dan perlindungan terhadap hak kebebasan berkeyakinan di Indonesia yang masyarakatnya dikenal sangat heterogen dalam hal agama dan keyakinan menjadi sangat relevan dan signifikan. Sebab, akan membawa kepada tumbuhnya rasa saling menghargai dan menghormati di antara warga negara yang berbeda agama, dan pada gilirannya membawa kepada timbulnya sikap toleransi dan cinta kasih di antara mereka. Toleransi beragama dan perasaan cinta kasih merupakan faktor dominan bagi terwujudnya keadilan sosial seperti diamanatkan dalam Pancasila, dan terciptanya kerjasama kemanusiaan menuju perdamaian dunia, sebagaimana tercantum dalam cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia.
KORELASI HUKUM PIDANA ISLAM DENGAN HUKUM POSITIF INDONESIA TENTANG SANKSI TERHADAP PEMBAKARAN HUTAN DAN LAHAN Studi Terhadap Fenomena Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Riau
Aslati Aslati;
Silawati Silawati
Nusantara Journal for Southeast Asian Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/nusantara.v15i1.10611
Fenomena kabut asap di Provinsi Riau terjadi hampir tiap tahun dalam kurun waktu 5 tahun terakhir yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan. Kondisi ini menimbulkan dampak yang signifikan sesungguhnya bukan saja terhadap manusia namun juga terhadap lingkungan dan semua makhluk hidup. Kerugian yang ditimbulkan akibat pembakaran hutan dan lahan adalah berupa materil dan immaterial. Kebakaran hutan dan lahan tersebut terindikasi disebabkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Tujuan Penelitian adalah mengetahui pandangan hukum Islam serta hukum Posistif di Indonesia tentang fenomena kebakaran hutan dan lahan serta bagaimana sanksi hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Metode penlitian menggunakan analisis deskriftif kualitatif dengan pendekatan teori kritis, sosiologis dan hukum. Hasil penelitian bahwa Islam memandang pembukaan lahan dibenarkan namun jika ditempuh dengan cara dibakar dan menimbulkan kebakaran hutan yang luas dan menyebabkan kerugian materil dan immaterial maka secara hukum tidak dibenarkan. Hal ini sejalan dengan fatwa MUI tahun 2016 tentang pembakaran hutan dan lahan secara sengaja dan menimbulkan dampak negatif maka hukumnya haram. Menurut hukum positif yang berlaku di Indonesia jelas dituangkan dalam KUHP serta sanksi hukumnya.
TEKS KHUTBAH JUMAAT NEGERI JOHOR 2017-2018: Analisis Tajuk Dan Status Hadith Dalam Teks
Munirah binti Zakaria
Nusantara Journal for Southeast Asian Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/nusantara.v15i2.10616
Teks khutbah negeri Johor merupakan satu platform penting dalam memberi peringatan serta nasihat kepada masyarakat Islam yang berada di Johor. Ia merupakan medium terbaik bagi menyampaikan pesanan kepada umat Islam berkenaan isu akidah, Syariah dan akhlak serta isu-isu semasa yang berlaku di negeri Johor. Kajian ini memfokuskan kepada dua aspek, iaitu; bentuk pemilihan tajuk khutbah dan status hadith yang digunakan untuk menyokong tajuk khutbah. Kedua-dua kaedah kualitatif dan kuantitatif diimplementasikan bagi menjawab objektif serta persoalan berkaitan penyelidikan. Selain kaedah analisis kandungan, kaedah takhrij hadith juga digunakan dalam kajian ini bagi menentukan status hadith, manakala analisis deskriptif diperoleh menggunakan perisian Statistical Packages for Social Sciences [SPSS 26.0]. Hasil kajian mendapati tajuk-tajuk teks khutbah sepanjang tahun 2017-2018 bersifat mendidik selain memberikan input-input penting berkaitan isu-isu agama dan membahaskan topik semasa yang berlaku di negeri Johor dengan sokongan dalil ayat al-quran dan hadith yang betepatan dengan tajuk. Namun begitu, penggunaan hadith dhaif di dalam teks khutbah perlu diberi perhatian oleh penulis supaya maklumat yang disampaikan tidak mengelirukan masyarakat.
KONSEP AL-IJARAH PADA SISTEM SEWA MENYEWA Studi pada Rumah Kos di Kota Pekanbaru-Riau
Moh Said MH;
Muhammad Tawwaf;
Syafiah Syafiah
Nusantara Journal for Southeast Asian Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/nusantara.v16i1.10652
Sistem sewa menyewa rumah-rumah kos, merupakan salah satu usaha bisnis yang dibenarkan dalam sistem hukum ekonomi syariah bilamana aturan-aturannya sesuai dengan konsep al-ijarah. Sistem sewa menyewa rumah-rumah kos di wilayah Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru dengan segala dampak sosial ekonomi terhadap kehidupan masyarakat setempat, sangat signifikan dan positif. Namun demikian, dari aspek implementasi konsep al-ijarah, belum terwujud sebagaimana mestinya, karena sistemnya terutama dalam menentukan adanya kewajiban-kewajiban dan hak-hak masing-masing pihak tidak diwujudkan dalam bentuk transaksi tertulis yang disepakati, sehingga para pemilik rumah-rumah kos lebih banyak harus menanggung tanggung jawab berupa resiko kerugian bilamana terjadi dikemudian hari misalnya berupa musibah atau kerusakan-kerusakan berbagai fasilitas rumah-rumah kos.
TRADISI DOA PADANG DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Kajian Antropologis
Petra Yuhendri
Nusantara Journal for Southeast Asian Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/nusantara.v16i2.13635
Tradisi doa padang merupakan usaha yang dilakukan para petani memohon dan meminta kepada sang pencipta agar diberikan keselamatan tahun berupa tanah yang subur, terhindar dari bencana alam, hama penyakit dan dapat memberikan hasil panen padi yang berlimpah pada masyrakat desa jaya kopah kecamatan kuantan tengah kabupaten kuantan singingi. Disebut tradisi doa padang karena prosesi doa dilakukan ditanah lapang yang masyarakat menyebutnya dengan padang. Tulisan ini berupaya menggali lebih dalam tentang proses pelaksanaan tradisi doa padang dan urgensi doa padang bagi masyarakat desa Jaya Kopah. Sehingga tradisi ini masih terus dilaksanakan dan dapat bertahan hingga sekarang. Tradisi tradisi doa padang merupakan wujud pewarisan tradisi nenek moyang dengan adanya dorongan dari para ninik mamak bertujuan berdoa kepada Allah SWT agar diberikan keselamatan tahun pada persawahan atau padi para petani seperti tanah menjadi subur, terhindar dari bencana alam, penyakit, hama padi dan mendapatkan hasil panen yang belimpah. Selain itu, berarti masyarakat masih menjaga dan mempertahankan tradisi nenek moyang dan melengkapi kegiatan tahunan mereka. Temuan penelitian ini selanjutnya tentang solidaritas masyarakat yang dapat dilihat dari antusias masyarakat dalam bekerja sama dalam segala hal demi kelancaraan pelaksanaan doa padang seperti gotong royong, memotong dan memasak sapi, membuat jambar godang serta mempererat hubungan tali silaturrahmi.
TAFSIR PASE DALAM PUSARAN TAFSIR NUSANTARA Konstruksi Metodologi pada Surat al-Fatihah dan Juz`Amma
Parluhutan Siregar;
Rahman Rahman;
Ibn Hajar;
Arik Maghfirotul Mukarom
Nusantara Journal for Southeast Asian Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/nusantara.v17i1.13865
Penelitian ini mencoba mendedahkan tentang “Tafsir Pase” yang merupakan salah satu tafsir lokal terhadap al-Qur`an. Tafsir ini lahir dari rahim Aceh pada era pra kemerdekaan, yang dilatar belakangi oleh kondisi sosial yang tidak stabil (konflik). Kondisi tersebut berimplikasi terhadap corak tafsir ini, sehingga kandungannya memuat ide-ide pemberdayaan masyarakat Aceh sehingga diharapkan dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan sesama warga Aceh. Tafsir Pase disusun oleh tim yang terdiri dari lima orang yaitu Drs. T.H. Thalhas, SE, Drs H. Hasan Basri, Drs. Zaki Fuad, MA, Drs. A. Mufakhir Muhammad, MA, dan Drs. H. Mustafa Ibrahim. Kata “Pase” sendiri yang digunakan sebagai nama tafsir ini, diambil dari salah satu nama kerajaan tertua di Aceh. Dan yang menarik dari tafsir ini adalah adanya usaha penulis untuk memadukan unsur-unsur al-Qur`an dengan nuansa sosio kultural disamping memasukkan kajian ‘ulum al-Qur`an dalam pendahuluan tafsirnya
ISLAMISASI DI KUNTU Dampak Perjuangan Dakwah Syekh Burhanudin
Asmal May;
Ellya Roza;
Yasnel Yasnel
Nusantara Journal for Southeast Asian Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/nusantara.v17i2.16299
Sebagaimana diketahui bersama bahwa masyarakat Kuntu, Riau, memiliki kepercayaan dan agama Hindu-Budha. Setelah Islam datang, besama Syekh Burhanuddin sabagai juru dakwahnya, maka proses Islamisasi mengalami perkembangan yang cukup pesat. Ada kesan tersendiri terhadap masyarakat Kuntu, bahwa Islam itu lebih berkenan di hati masyarakat dibanding dengan keyakinan mereka dahulu. Ajaran Islam yang diperkenalkan oleh Syekh Burhanuddin mendapat sambutan positif dari masyarakat Kuntu. Salah satunya terlihat pada rasa kekaguman dan rasa hormat terhadap sang tokoh yang telah menyebarkan agama Islam selama 20 tahun di Riau hingga wafat dan dikebumikan di Kuntu, Kampar Kiri pada tahun 1191 Masehi. Dampak Islamisasi terhadap sosio-budaya masyarakat Kuntu Kampar di antaranya adalah terbinanya kehidupan yang religius sehingga kehidupan beragama masyarakat masih belum terpengaruh oleh budaya asing yang sedang marak masuk dan berkembang di Riau.
KALIGRAFI DAN PERADABAN ISLAM Sejarah dan Pengaruhnya bagi Kebudayaan Islam di Nusantara
Ahmad Ghozali Syafi’i;
Masbukin Masbukin
Nusantara Journal for Southeast Asian Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/nusantara.v17i2.16300
Kaligrafi merupakan salah satu kesenian Islam yang mendapat perhatian besar dari kalangan umat Islam. Pada dasarnya kaligrafi adalah seni tulisan indah (khat) yang diambil dari beberapa ayat dari Alquran yang kemudian diambil dan disusun berdasarkan nama dan susunan yang ada dalam Alquran tersebut. Dalam sejarahnya, kaligrafi memberikan ruang yang sangat luas bagi umat Islam, terutama di Indonesia atau Nusantara sebagai media dakwah dan seni sekaligus. Adapun pengaruh kaligrafi atas pengembangan bagi peradaban manusia itu sendiri, di Nusantara adalah; Pertama, Kaligrafi sebagai Media Ibadah dan Dakwah; Kedua, Kaligrafi sebagai Sarana Penyaluran Kreatifitas; Ketiga, Kaligrafi sebagai Pengungkapan Rasa Hormat terhadap Tokoh; Keempat, Kaligrafi sebagai Media Komunikasi; Kelima, Kaligrafi sebagai Alat Meningkatkan. Solidaritas Kelompok; danKeenam, Kaligrafi sebagai Profesi
ADA MAGIS DALAM BEROBAT Pengobatan Tradisional Buang Temas Di Kabupaten Kepulauan Meranti
Syahrizan Syahrizan;
Khatimah Khatimah;
Khairiah Khairiah
Nusantara Journal for Southeast Asian Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/nusantara.v17i2.16340
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kehidupan masyarakat yang melakukan pengobatan buang temas dibandingkan pengobatan modern pada saat ini. Prilaku masyarakat Desa Kayu Ara dipengaruhi dari ajaran nenek moyang mereka terdahulu. Jenis penelitian adalah field research (lapangan) dan metode yang digunakan yaitu metode kualitatif. Berdasarkan analisis data yang diperoleh, cara pelaksanaan pengobatan ini menggunakan bahan-bahan yang tidak lazim dalam pengobatan modern, seperti menggunakan beras warna kuning dan hitam, sirih, pinang dan lainnya. Penelitian ini mendapati bahwa dan unsur-unsur magis yang peneliti dapatkan, yaitu magi perbuatan seperti membuat mozaik yang berbentuk manusia dengan beras kuning dan hitam, memutar talam di atas pasien, menyemprot parfum dan menabur bertih di depan pintu rumah orang yang terkena penyakit.