cover
Contact Name
Nur Sahid
Contact Email
pengabdianseni@isi.ac.id
Phone
+6289649387947
Journal Mail Official
pengabdianseni@isi.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Seni Indonesia Yogyakarta Gedung Concert Hall ISI Yogyakarta Jalan Parangtritis KM. 6,5 Yogyakarta 55188 email: pengabdianseni@isi.ac.id HP/WA +62 818-270-415 atau +62 896-4938-7947
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Seni
ISSN : -     EISSN : 27744787     DOI : https://doi.org/10.24821/jps.v2i1
Jurnal Pengabdian Seni merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Dipublikasikan kali pertama pada tahun 2020, Jurnal Pengabdian Seni adalah jurnal hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya baik secara online maupun cetak. Jurnal Pengabdian Seni memiliki versi online dan cetak dengan jadwal publikasi dua kali setiap tahunnya yakni Mei dan November. Aim dan Scope jurnal ini adalah bidang Seni dan budaya.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2020): NOVEMBER 2020" : 8 Documents clear
Penerapan Teknik Ecoprint pada Dedaunan Menjadi Produk Bernilai Jual Dwita Anja Asmara
Jurnal Pengabdian Seni Vol 1, No 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jas.v1i2.4706

Abstract

Penyuluhan seni teknik ecoprint yang dilaksanakan terhadap ibu-ibu kelompok Program Keluarga Harapan (PKH) Dusun Bibis, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul merupakan salah satu bentuk kegiatan yang perlu dilaksanakan secara rutin antara ISI Yogyakarta dan mitra, karena memberikan dampak positif bagi mitra. Pada mulanya, kelompok ibu-ibu ini dalam kesehariannya tidak produktif, setelah mendapatkan penyuluhan ecoprint, rutinitas sehari-hari menjadi lebih kreatif. Penyuluhan ini dilakukan secara bertahap dengan menggunakan metode tatap muka langsung dengan teknik ceramah, diskusi, pemberian slide, dan praktik. Karena teknik ecoprint merupakan teknik yang sederhana, praktis, cepat dibandingkan teknik batik, serta bahan dan alat yang digunakan sederhana, ibu-ibu kelompok PKH bisa dengan cepat menyerap ilmu pelatihannya. Selain itu, bahan yang digunakan sudah tersedia di lingkungan sekitar tempat tinggal, yakni berbagai dedaunan. Hasil penyuluhan ecoprint ini mampu mewujudkan berbagai jenis produk, di antaranya: masker, jilbab, scarf, kain panjang, dan baju. Di penghujung penyuluhan ini, ibu-ibu PKH sebagai peserta penyuluhan memamerkan hasil karya mereka di Balai Kelurahan Bangunjiwo. The ecoprint technical art counseling carried out to the mothers of the Bibis Hamlet Family Hope Program (PKH), Bangunjiwo, Kasihan, Bantul group is one form of activity that needs to be carried out regularly between ISI Yogyakarta and partners, because it has a positive impact on partners. At first, this group of mothers was not productive on a daily basis, after receiving ecoprint counseling, their daily routine became more creative. This outreach is carried out in stages using face-to-face methods with lecture, discussion, slide presentation, and practice techniques. Because the ecoprint technique is a simple, practical, fast technique compared to the batik technique, and the materials and tools used are simple, PKH group women can quickly absorb the knowledge of the training. In addition, the materials used are readily available in the environment around the residence, namely various leaves. The results of this ecoprint counseling are able to realize various types of products, including: masks, headscarves, scarves, long cloths, and clothes. At the end of this counseling session, PKH women as extension participants displayed their work at the Bangunjiwo Village Hall.
Pelatihan Gending Gerejawi Kepada Kelompok Sabda Laras Gereja Kristen Muria Indonesia Yogyakarta Setya Rahdiyatmi Kurnia Jatilinuar; Bagas Arga Saputra
Jurnal Pengabdian Seni Vol 1, No 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jas.v1i2.4711

Abstract

Kelompok Karawitan Sabda Laras merupakan sekelompok jemaat Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Yogyakarta yang mengupayakan realisasi dari inkulturasi dalam lingkungan gereja. Namun, tidak adanya pelatih tetap sejak tahun 2017 berdampak pada jumlah anggota yang tidak bertambah tetapi justru berkurang, dan hingga saat ini belum ditemukan strategi atau metode untuk menyemarakkan/memajukan grup. Pelatihan bagi kelompok Karawitan Sabda Laras diperlukan untuk meningkatkan kemampuan menabuh gamelan dengan lagu gerejawi. Pelatihan dilakukan melalui program Penyuluhan Seni ISI Yogyakarta, yang diselenggarakan pada bulan Maret-Agustus 2020. Pelatihan awalnya diselenggarakan dengan tatap muka, namun karena pandemi covid-19 maka pelatihan dilanjutkan secara daring. Materi yang diberikan yaitu lagu S’mua Baik”, “Betapa Kita Tidak Bersyukur”, dan “Angkatlah Hati-Mu pada Tuhan”. Materi ini diberikan untuk menambah vocabulary lagu-lagu gerejawi. Materi diberikan melalui grup whatsapp dengan media video (link youtube) dan google site. Hasil pelatihan ini antara lain menambah kemampuan dan pengetahuan mengenai teknik tabuhan instrumen dan garap, terutama dalam hal menggubah lagu gerejawi dengan menggunakan media gamelan dan beberapa variasi tabuhan sebagai bagian dari aransemen lagu. Selain itu, peserta dapat menguasai lagu “S’mua Baik”, “Betapa Kita Tidak Bersyukur”, dan “Angkatlah Hati-Mu pada Tuhan”. The Karawitan Sabda Laras group is a group of members of the Indonesian Muria Christian Church (GKMI) Yogyakarta which strive for the realization of inculturation within the church environment. However, the absence of a permanent coach since 2017 has an impact on the number of members who have not increased but instead decreased, and until now there has been no strategy or method to enliven / advance the group. Training for the Karawitan Sabda Laras group is needed to improve the ability to beat the gamelan with ecclesiastical songs. The training was carried out through the ISI Yogyakarta Art Counseling program, which was held in March-August 2020. The training was initially held face-to-face, but due to the Covid-19 pandemic the training was continued online. The materials given were the songs S'mua Baik "," How We Are Not Grateful ", and" Raise Your Heart to God ". This material is given to add to the vocabulary of ecclesiastical songs. The material is given through the whatsapp group with video media (link youtube) and google site. The results of this training, among others, increase the ability and knowledge of the technique of instrument beats and work on, especially in terms of composing ecclesiastical songs using gamelan media and several variations of wasps as part of song arrangement. In addition, the participants were able to master the songs "S'mua Baik", "How We Are Not Grateful", and "Raise Your Heart to God".
Pengembangan Potensi Seni Batik dan Seni Pertunjukan di Desa Kebon, Bayat, Klaten, Jawa Tengah Anna Galuh Indreswari; Warsana Warsana
Jurnal Pengabdian Seni Vol 1, No 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jas.v1i2.4707

Abstract

Tujuan adanya P3Wilsen di Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten ini adalah melihat potensi objek wisata dan seni di daerah tersebut. Objek wisata banyak dikunjungi baik oleh masyarakat di Klaten maupun dari daerah luar, seperti Bukit Pertapan dan Taman Bunga. Objek-objek wisata tersebut menarik wisatawan karena mempunyai landscape yang menarik terutama untuk fotografi. Pengabdian ini lebih menitikberatkan pada potensi seni yang dimiliki oleh Desa Kebon, terutama Batik, Karawitan dan Seni Tari. Kesenian-kesenian tersebut telah lama ada di Desa Kebon tetapi memerlukan perhatian khusus supaya lebih maju dan berkembang. Hal inilah yang menjadi latar belakang diadakannya P3Wilsen di Desa Kebon, Bayat, Klaten. Suatu pengabdian supaya dapat berhasil dengan baik selain memerlukan tujuan yang jelas juga beberapa metode pendekatan. Metode pendekatan dalam pengabdian ini berguna untuk membantu memecahkan permasalah yang ada. Metode pendekatan yang digunakan meliputi, yaitu; metode diskusi, ceramah dan eksperimen. Metode-metode ini diterapkan supaya membantu proses belajar dan memperoleh hasil maksimal. Pelaksanaan P3Wilsen selama satu bulan telah menghasilkan produk-produk seni dalam masyarakat Bayat, khususnya Desa Kebon, di rumah batik Kebon Indah. Hasil yang didapat adalah berbagai macam motif batik dan cara-cara pewarnaan. Cara pewarnaan secara sintetis diperoleh melalui pembelajaran dalam pengabdian ini. Pengabdian ini juga menghasilkan produk seni lainnya yaitu Karawitan dan Seni Tari. Seni Tari yang berhasil dihasilkan adalah Tari “Batik Kenes”. Tarian “ Batik Kenes” menjadi ciri khas seni tari Desa Kebon selain motif batik ciri khasnya juga. Motif batik ciri khas hasil P3Wilsen mempunyai nama Sindhu Mlati.The purpose of P3Wilsen in Kebon Village, Bayat District, Klaten Regency is to find out the potential tourism and arts spots in the area. The tourism there is often visited by both the local people from Klaten or from the area outside; Bukit Pertapan and Taman Bunga. Those spots are appealing to the tourists in regard to scenic photography. This P3Wilsen service focuses on the arts potential that Kebon Village has, especially in Batik, Karawitan (traditional Java instruments), and Dance Arts. These arts have been around for a good while in Kebon Village but they still need extra attention to improve and grow even more. These are the considerations for conducting P3Wilsen in Kebon Village, Bayat, Klaten. This service should have a clear purpose to ensure a successful project to be attained and this needs good approach methods. The methods used here will serve as a support to solve the problems present in the field. The methods are: discussion, lectures, and experiments. These methods are applied to help participants absorb the lesson and get the maximum results. P3Wilsen that is conducted in one month has produced a number of art products in Bayat society, especiallh in Kebon Village, at Kebon Indah Batik House. The results gained are the various Batik patterns and its coloring methods. The coloring is done synthetically and is taught through the lesson from this P3Wilsen service. This service also produces other art products such as Karawitan and Dance Arts. The dance art produced is “Batik Kenes” dance and this dance will become Kebon village’s trademark aside from the batik pattern. The unique batik pattern produced through P3Wilsen is named: Sindhu Mlati.
Penyuluhan Seni Branding dan Identitas Kelompok Seni “Adhikari Creations” Tegar Andito; Agni Saraswati; Elatulada Catur Tama
Jurnal Pengabdian Seni Vol 1, No 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jas.v1i2.4712

Abstract

Adhikari Creations adalah sebuah UMKM kerajinan tangan yang memproduksi produk-produk sablon manual dengan diterapkan pada bantal, wall art, planter, dan bucket dengan visual yang umumnya berupa decorative quotes. Segmentasi pasar dari produk-produk Adhikari Creations adalah penggemar decorative quotes di mana umumnya adalah masyarakat menengah ke atas. Selain melayani pesanan perorangan, sejumlah pelanggan korporat juga menjadi pelanggan tetap dari Adhikari Creaton. Dalam mempromosikan produknya, Adhikari Creations memanfaatkan sosial media Instagram sebagai media utamanya. Walaupun sudah dikenal masyarakat, Adhikari Creations masih belum memiliki logo yang konsisten. Pemosisian diri sebagai white label company dan penitikberatan pada produksi membuat penanganan branding tidak menjadi prioritas. Selain itu, penggunaan logo yang tidak konsisten juga disebabkan oleh ketiadaan dokumen standar sistem identitas untuk menjaga konsistensi identitas. Walaupun memposisikan diri sebagai white label company, namun branding dan identitas tetap diperlukan konsistensinya untuk keperluan-keperluan yang berkaitan dengan perangkat teknis administratif seperti stempel, kop surat, maupun nota. Dari permasalahan tersebut, pengabdian masyarakat ini menawarkan solusi berupa penyuluhan seni mengenai pentingnya branding dan identitas, serta pendampingan dalam redesain logo untuk menghasilkan logo yang dapat digunakan secara konsisten. Adhikari Cretions is a handicraft home industry that produces manual screen print products showing decorative quotes that applied on pillows, wall art, planters, and buckets. Market segmentation of Adhikari Creations are decorative quotes enthusiast, upper middle class, and some corporates. To promote its products, Adhikari Creations shows their products mainly on Instagram. Although it already well known amongst certain groups of people, Adhikari Creations do not have consistent logo. Adhikari Creations positioned itself as white label company, so for it, branding is least priority. Beside those things, the lack of document for branding system standards causes this inconsistency. Although branding and identity can be prioritized less, especially for white label companies, it still important for some administrative purpose e.g. header for letters, stamp, and invoices. From that problems, this community service offers solution in form of art counseling about importance of branding and identity, also accompaniment in logo redesign to make a new logo that will be used consistently.
Seni Jumputan di Perumahan Karangjati Indah II, Kelurahan Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul Isbandono Hariyanto
Jurnal Pengabdian Seni Vol 1, No 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jas.v1i2.4708

Abstract

Kelompok Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ibu-ibu Perumahan Karangjati  Indah II, Kelurahan Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul beranggotakan 43 ibu rumah tangga yang berdomisili di RT 13. Pada awalnya kegiatan ibu ibu PKK hanya diisi dengan kegiatan arisan yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi di antara ibu ibu dalam lingkungan perumahan yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, kegiatan PKK tidak hanya diisi dengan arisan saja tetapi berkembang pada kegiatan pemberdayaan manusia terutama pembinaan keterampilan bagi para anggotanya, sehingga dipandang perlu diadakan pelatihan seni jumputan untuk menambah keterampilan anggotanya. Kegiatan penyuluhan seni ini dilaksanakan dengan beberapa metode, seperti ceramah, diskusi, dan tanya jawab tentang permasalahan yang dialami peserta dalam proses pembuatan kain jumputan, serta memberikan contoh secara langsung pembuatan jumputan kepada para peserta pembinaan. Hasil yang dicapai dalam penyuluhan seni ini, yaitu  mengetahui tentang berbagai macam keteknikan dalam seni jumputan, mengetahui alat dan bahan baku dalam pembuatan jumputan hingga menjadi sebuah produk. The Family Welfare Development group (PKK) of the women of Karangjati Indah II Housing, Bangunjiwo Village, Kasihan District, Bantul Regency, has 43 housewives who live in RT 13. Initially, the activities of PKK mothers were only filled with arisan activities aimed at strengthening the relationship between mothers in a residential environment who came from various regions in Indonesia. Over time, PKK activities are not only filled with arisan but develop in human empowerment activities, especially skills development for its members, so it is deemed necessary to hold training in the art of jumputan to increase the skills of its members. This art extension activity is carried out by several methods, such as lectures, discussions, and questions, and answers about the problems experienced by participants in the process of making jumputan fabrics, as well as providing direct examples of making jumputan to the coaching participants. The results achieved in this art counseling, namely knowing about various kinds of techniques in the art of jumputan, knowing the tools and raw materials in making jumputan to become a product.
Menumbuhkan Jiwa Wirausaha dengan Penyuluhan Seni Sablon dan Cukil di Panti Asuhan “Amanah” Jetis, bantul, Yogyakarta Retno Purwandari; Zahra Azkia Putri Yantari
Jurnal Pengabdian Seni Vol 1, No 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jas.v1i2.4703

Abstract

Panti asuhan “Amanah” merupakan panti asuhan yang berdiri sebagai bentuk respon terhadap kondisi sosial masyarakat setempat, yakni di daerah Ganten, Trimulyo, Jetis, Bantul, Yogyakarta. Panti asuhan ini terbentuk untuk mewadahi anak-anak korban gempa bumi di Yogyakarta 2016. Seiring berjalannya waktu, panti asuhan ini berkembang cukup baik yang dari tahun ke tahun sudah mampu mengantarkan anak-anak asuhnya ke jenjang lebih baik, bahkan tidak hanya anak yatim/yatim piatu, para lansia pun turut dikelola oleh yayasan ini. Menjawab permintaan yayasan yang menginginkan anak asuhnya memiliki keterampilan sablon, program penyuluhan sablon dan cukil ini pun terlaksana. Pelaksanaan penyuluhan sablon dan cukil dilaksanakan secara bertahap dari mulai pendekatan kepada mitra, persiapan serta pengenalan bahan dan alat, pelatihan, dan evaluasi telah mampu menyajikan hasil pelatihan yang cukup memuaskan, yakni berupa karya sablon di kaos, totebag, kayu, dan karya cukil berupa hiasan dinding. Karya pelatihan dipamerkan di ruang pamer sebagai salah satu hasil penyuluhan selain produk sablon dan cukil. Selain itu, anak-anak diajarkan berwira usaha dengan mencoba memamerkan hasil karya dan menjualnya, hasilnya beberapa produk laku terjual. Harapan besar, penyuluhan ini melatih keterampilan untuk menumbuhkan jiwa berwirausaha. The “Amanah” orphanage is an orphanage that was established as a response to the social conditions of the local community, namely in the Ganten, Trimulyo, Jetis, Bantul, Yogyakarta areas. This orphanage was formed to accommodate children who were victims of the 2016 Yogyakarta earthquake. Over time, this orphanage has developed quite well which from year to year has been able to take foster children to a better level, not only orphans, the elderly are also managed by this foundation. Answering the foundation's request that its foster children have screen printing skills, this screen printing and cukil extension program was implemented. The implementation of screen printing and cukil counseling is carried out in stages starting from the approach to partners, preparation and introduction of materials and tools, training, and evaluation that have been able to present satisfactory training results, namely in the form of screen printing work on t-shirts, tote bags, wood, and cukil works a wall decoration. Training works are exhibited in the exhibition room as one of the results of counseling besides screen printing and cukil products. In addition, children were taught entrepreneurship by trying to showcase their work and sell it, the result was that several products were sold. High hopes, this counseling trains skills to foster an entrepreneurial spirit. Keywords: screen printing, cukil, "Amanah" orphanage
Seni Tata Taman Pendukung Perintisan Desa Wisata di Desa Sidoagung, Kecamatan Godean, Sleman, DIY artbanu wishnu aji
Jurnal Pengabdian Seni Vol 1, No 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jas.v1i2.4705

Abstract

Budi daya ikan di kawasan Godean memang bukan fenomena baru, tetapi kemampuannya untuk menarik wisatawan dan pengunjung belum pernah dieksplorasi secara menyeluruh. Beberapa generasi muda di Desa Sidoagung memiliki ide untuk mengembangkan kawasan budi daya ikan mentah menjadi restoran keluarga dengan area bermain untuk anak-anak. Ketidakmampuan mereka dalam mendesain mendorong Jurusan Desain Institut Seni Indonesia untuk membantu mereka dengan pelatihan singkat tentang bagaimana mendesain area taman berdasarkan partisipasi masyarakat. Dengan pendekatan desain berbasis komunitas, pelatihan diadakan dengan cara temu komunitas dan mengajak komunitas muda untuk secara aktif mengkomunikasikan gagasan mereka sendiri satu sama lain. Mereka mengembangkan keterampilan desain dengan mempraktikkan menggambar dan menggambar ulang beberapa objek umum dalam komposisi taman. Pelatihan tersebut berhasil meningkatkan kemampuan anggota komunitas remaja untuk mengembangkan desain restoran keluarga dengan taman dan area bermain untuk anak-anak. Fish culture in Godean area is not a new phenomena however its ability to atrracts tourists or visitors is never thouroughly explored. Some younger generations in the Sidoagung village had an idea to develop raw areas of fish culture into family restaurant with playground area for the children. Their lack ability to design prompted design department of Indonesia Institute of The Art to help them with short training on how to design garden area based on community participation. Using community based design approach the training was held in the manner of community meeting and encourage youth community to activily communicate their own ideas with one another. They developed design skill by practicing drawing and re-draw some of the common objects in the garden composition.The training succeed in upgrading youth community member to develop family restaurant design with garden and playground area for children. 
Pengaplikasian Fotografi dan Bahasa Inggris Praktis untuk Warga “Kampung Cyber”, RT 36, Taman, Yogyakarta Ermawati, Pitri; Arsita, Adya
Jurnal Pengabdian Seni Vol 1, No 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jas.v1i2.4710

Abstract

RT 036, Taman  merupakan sebuah kampoung yang letaknya bersebelahan dengan objek wisata Taman Sari Yogyakarta yang sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Warga kampung ini banyak yang memiliki usaha dagang produk yang bersinergi dengan pariwisata lokal. Mereka menjual barang dagangan tersebut di ruang pajang rumah masing-masing atau melalui media jualan online. Penyuluhan ini bermaksud memberikan pengetahuan fotografi praktis, khususnya pemotretan foto produk tanpa perlu menggunakan piranti fotografi yang canggih dan lengkap, guna meningkatkan kualitas foto produk yang mereka jual di media jualan online. Selain itu, penyuluhan ini juga bermaksud memberikan pengetahuan bahasa Inggris praktis, khususnya yang berkenaan dengan komunikasi warga selaku tour guide dan deskripsi profil usaha serta produk jualan online yang singkat, padat, jelas, dan efektif agar calon konsumen mancanegara mendapatkan panduan informasi tentang produk yang ditawarkan. Penyuluhan dilakukan di kantor Sekretariat RT 036 Taman melalui tatap muka pada 7 April 2017 sampai dengan 6 Mei 2017, yang dimulai dengan pengantar, dilanjutkan dengan presentasi teori, pelaksanaan praktik, dan diakhiri dengan pembahasan hasil. Setelah diberi penyuluhan, peserta memahami bahwa kamera handphone memiliki kemampuan lebih yang dapat menghasilkan foto dengan kualitas lebih baik. Dipadukan dengan peralatan studio mini sederhana, foto produk mereka pun menjadi lebih layak untuk ditampilkan. Selain itu, peserta pun mulai mengerti bahwa untuk sekedar bisa berkomunikasi dengan lancar dalam bahasa Inggris, kosa kata-lah yang memegang peranan lebih penting. Dengan demikian, peserta kemudian merasa lebih percaya diri dalam berlatih bahasa Inggris, karena bagi mereka lebih mudah untuk mempelajari dan menghafalkan kosa kata, dibandingkan harus mempelajari grammar. AbstractRT 036, Taman is a kampong located directly aside from Taman Sari Yogyakarta, an international tourist spot. The kampong residents trade in products correlates with local tourism. They sell their merchandises in their own display houses or through online shops. This workshop is meant to give a practical photography knowledge, specializing in product photo without the need to use high tech and complex photography equipment, to improve the quality of the photo products they displayed in online shops. On the other hand, this workshop also aims to give practical English education, more importantly with things related for tour guide conversation needs and to give concise yet clear and effective product description at online shops so that prospective international buyers get the neccessary information from the offered products. This workshop is done on site in RT 036 Secretary office at April 7 to May 6, 2017, that began with an introduction, theory presentation, practice, and ended with results discussion. After workshop, participants understand that phone camera is sufficient to generate a good quality photo. Combined with simple mini studio equipment, their photo product looks more professional to be presented. Not only that, participants are also able to communicate in simple English, with the vocabularies playing the biggest factor. Thus, participants are more confident in practicing their English skill as it is easier for them to memorize vocabulary than to study grammar.

Page 1 of 1 | Total Record : 8