cover
Contact Name
Abdul Muttalib
Contact Email
abdulmuttalib3@gmail.com
Phone
+6281999271282
Journal Mail Official
ekisunu@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pendidikan No 6 Mataram Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Econetica
ISSN : 26851016     EISSN : 27766403     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal Econetica merupakan publikasi Ilmiah terkait Sosial, Ekonomi dan Bisnis merupakan hasil kajian pustaka, kajian isu, dan hasil penelitian yang berkembang dimasyarakat. Jurnal ini menggunakan Bahasa Indonesia. Terbit 2 kali setiap tahun
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2019): November 2019" : 5 Documents clear
BMT: Dalam Tinjauan Historis Menguak Fungsi dan Sejarah Perkembangannya Muttalib, Abdul
Econetica: Jurnal Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Vol 1 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul UlamaNusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0602/econetica.v1i2.85

Abstract

ABSTRAK Gambaran masih sedikitnya perkembangan perekonomian melalui Lembaga Keuangan Syari’ah, fakta ini merupakan peluang yang besar untuk memperbaiki lemahnya ekonomi umat Islam Indonesia. Sebagian besar umat Islam di Indonesia tingkat ekonominya adalah menengah ke bawah. Banyak diantara mereka yang tidak bisa mengembangkan usahanya karena sulitnya mendapat tambahan modal usaha. Mereka tidak bisa minjam ke bank-bank konvensional karena beberapa faktor. Ada yang karena pengetahuan dan keyakinannya bahwa bunga bank adalah haram. Ada pula karena tingginya bunga yang harus dibayar dan ada pula karena tidak punya jaminan. Kehadiran BMT diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan ini. BMT memiliki banyak keunggulan dalam meningkatkan kemakmuran rakyat jika dikelola secara profesional. Dalam memberikan modal usaha BMT tiak hanya sekedar memberikan pembiayaan dan menagih saja, tapi BMT juga bertangungjawab agar usaha tersebut tidak mengalami kebangkrutan. Napak tilas perkembangan BMT pada era kekinian dalam memberikan kontribusi bagi kehidupan ekonomi ummat terutama pada masyarakat golongan menengah ke bawah, eksistensi BMT semakin menunjukkan bahwa lembaga yang satu ini layak dikembangkan dan teruji kebenarannya. Dengan demikian kita berharap aktivitas ekonomi negeri tercinta bisa meningkat ke arah yang lebih baik dengan tersebarnya BMT-BMT di seluruh Indonesia. Kita sebenarnya memiliki banyak potensi untuk mengembangkan perekonomian dalam rangka meningkatkan kemakmuran hidup. Banyaknya jumlah umat Islam Indonesia dan espektasi positif warga negara (bukan muslim) merupakan hal yang potensial untuk mengembangkan perekonomian jika dikelola professional dan akuntabel
Pengupahan dan Kesejahteraan dalam Perspektif Islam Yanti Sandra Dewi, Novi
Econetica: Jurnal Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Vol 1 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul UlamaNusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0602/econetica.v1i2.86

Abstract

ABSTRAK Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain, sehingga pada setiap manusia ada dorongan untuk berinteraksi dengan orang lain. Salah satu interaksi yang dilakukan oleh manusia dengan orang lain adalah dengan membangun hubungan kerja. Manusia bekerja sama dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya, kolaborasi ini terjadi antara dua pihak yang saling membutuhkan. Salah satu pihak yang menyediakan layanan atau tenaga kerja disebut buruh. Sedangkan pihak lain yang menyediakan pekerjaan disebut majikan. Kolaborasi ini menghasilkan upah yang harus dibayar oleh pengusaha kepada pekerja. Upah untuk pekerja adalah sejumlah uang atau barang yang diterima pada waktu tertentu. Islam sangat memperhatikan masalah upah, ini terbukti dari penentuan tingkat upah minimum untuk pekerja dengan memperhatikan nilai penetapan upah yang layak dan adil. Upah yang adil diberikan berdasarkan tunjangan yang diberikan oleh pekerja dalam pekerjaan tertentu, yang dipengaruhi oleh jumlah uang yang diterima dan daya beli. Ini berarti upah pekerjaan harus sesuai dengan tunjangan yang diberikan oleh pekerja. Islam tidak merinci secara eksplisit tentang penetapan upah, ini terbukti dari tidak adanya ketentuan rinci dalam Al-Qur'an tentang upah minimum. Namun demikian penerapannya didasarkan pada pemahaman dan pemahaman teks-teks Alquran dan al-Hadits yang diwujudkan dalam prinsip-prinsip keadilan dan kelayakan. Allah SWT secara tegas mewajibkan majikan membayar upah para pekerja yang bekerja untuknya. Jumlah upah dalam Islam yang harus dibayar oleh majikan kepada pekerja didasarkan pada prinsip keadilan dan kelayakan, yang ditentukan melalui perjanjian yang didasarkan pada taradhin atau suka antara majikan dan pekerja. Penyimpangan upah dari aturan Islam menyebabkan pekerja merasa tidak puas dengan upah yang mereka terima. Padahal remunerasi dalam kerja sama sangat penting karena upah adalah bentuk remunerasi untuk tunjangan yang diberikan oleh pekerja di bidang pekerjaan tertentu. Memang remunerasi dalam pekerjaan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, tetapi ini tidak berarti bahwa remunerasi yang layak dan adil tidak mungkin. Remunerasi berdasarkan aturan Islam akan membawa kemakmuran, tidak hanya kesejahteraan materi tetapi juga kesejahteraan spiritual
Pengaruh Peran Komite Audit dan Dewan Pengawas Syariah Terhadap Earnings Management Pada Perbankan Syariah di Indonesia Agustina, Ahadiah
Econetica: Jurnal Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Vol 1 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul UlamaNusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0602/econetica.v1i2.87

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh peran komite audit dan dewan pengawas syariah terhadap manajemen laba di perbankan syariah di Indonesia pada 2015-2018. Peran komite audit dan dewan pengawas Syariah pada manajemen laba diukur berdasarkan karakteristiknya. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 11 bank umum syariah di Indonesia yang terdaftar di perbankan syariah di Indonesia dari tahun 2015 hingga 2018. Penelitian ini menggunakan data sekunder dalam bentuk laporan tahunan dan laporan good corporate governance (GCG) dari bank umum syariah periode 2015 -2018. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa peran komite audit dan dewan pengawas syariah terhadap manajemen laba diukur dengan ukuran komite audit, aktivitas komite audit, keahlian komite audit, independensi komite audit, ukuran dewan pengawas syariah, keahlian dewan pengawas syariah, pengawasan syariah, pengawasan syariah kegiatan dewan, dengan penerapan GCG oleh BI di bank umum dapat mengurangi konflik kepentingan yang terjadi dan meningkatkan kinerja perbankan syariah khususnya dengan harapan menarik investor untuk meningkatkan investasi mereka. Hipotesis penelitian diuji dengan menggunakan Metode Ordinary Least Squares (OLS). Data dianalisis dengan menggunakan eviews 8.0
Kinerja Islami dan Kesejahteraan Karyawan Pada PT.Adira Finance Cabang Mataram Hidayanti, Nurfitri
Econetica: Jurnal Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Vol 1 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul UlamaNusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0602/econetica.v1i2.88

Abstract

ABSTRAK Agama Islam yang berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadits sebagai tuntunan dan pegangan bagi kaum muslimin mempunyai fungsi tidak hanya mengatur dalam segi ibadah saja melainkan juga mengatur umat dalam memberikan tuntutan dalam masalah yang berkenaan dengan kerja. Bekerja merupakan melakukan suatu kegiatan demi mencapai tujuan, selain mencari rezeki namun juga cita-cita. Dalam bekerja diwajibkan memilih pekerjaan yang baik dan halal, karena tidak semua pekerjaan itu diridhai Allah SWT. Pembentukan etos kerja Islami terpancar dari sistem keimanan atau aqidah Islami berkenaan dengan kerja yang bertolak dari ajaran wahyu bekerja sama dengan akal. Etos kerja ini secara dinamis selalu mendapat pengaruh dari beberapa faktor, baik internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat konsep kerja dalam pandangan Islam, penerapan Kinerja Islami dan karakteristik etos kerja Islami bagi karyawan PT.Adira Dinamika Multi Finance Syariah,Tbk cabang Mataram. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan pengumpulan data dengan menggunakan Triangulasi yang terdiri dari observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi sehingga mampu menggali informasi yang lengkap mengenai Kinerja Islami PT.Adira Dinamika Multi Finance Syariah,Tbk cabang Mataram. Hasil penelitian ini menemukan bahwa dari ke 7 informan di katakan kurang mampu bekerja sesuai dengan pandangan Islam, ciri-ciri etos kerja Islami yang kurang nampak dari ke 7 informan terlihat ketika sering kali datang terlambat, kurang ikhlas dalam melakukan pekerjaannya, kurang jujur, tidak istiqomah, terkadang bahagia melayani nasabah terkadang tidak bahagia melayani nasabah. Jika dilihat tingkat kesejahteraan karyawan PT.Adira Dinamika Multi Finance Syariah,Tbk cabang Mataram dari ke 7 informan telah memenuhi indikator kesejahtaan Islami (maqashid syariah) meskipun setiap orang semua komponen selalu ada seperti 1) Memelihara Agama 2) Memelihara Jiwa 3) Memelihara Akal 4) Memelihara keturunan dan 5) Memelihara Harta
Strategi Kebijakan Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan Dalam Pengembangan Ekonomi Mikro Syariah Berbasis Pertanian Di Kabupaten Sumbawa Barat Ariani, Zaenafi
Econetica: Jurnal Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Vol 1 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul UlamaNusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0602/econetica.v1i2.90

Abstract

ABSTRAK Permasalahan umum bagi petani selama ini adalah tidak mempunyai akses yang baik terhadap lembaga pembiayaan, sehingga sulit untuk mendapatkan kredit atau pembiayaan usaha tani, misalnya kredit usaha rakyat (KUR) dari perbankan. Itu sebabnya, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana dan Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian ( Kementan) menggulirkan Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) hingga saat ini. Dengan adanya Revitalisasi pembiayaan pertanian ini diharapkan menjadi salah satu upaya yang ditujukan untuk mendorong dan menjamin ketersediaan pembiayaan/permodalan bagi petani dalam pengembangan usaha tani Untuk menunjang keberhasilan pembangunan bidang Pertanian, pemerintah melalui Menteri Pertanian Republik Indonesia memberikan Bantuan Langsung Masyarakat Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (BLM-PUAP) yang digulirkan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di setiap Desa, dengan harapan seluruh desa yang ada di Propinsi NTB khususnya di Kabupaten Sumbawa Barat dapat terakomodir

Page 1 of 1 | Total Record : 5