cover
Contact Name
Mirnanda Cambodia
Contact Email
teknikasainssaburai@gmail.com
Phone
+6285345212300
Journal Mail Official
teknikasainssaburai@gmail.com
Editorial Address
LPPM Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai Jl. Imam Bonjol No. 468 Langkapura, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Teknika Sains : Jurnal Ilmu Teknik
ISSN : 25486403     EISSN : 25486411     DOI : https://doi.org/10.24967/teksis
Core Subject : Engineering,
Journal of Teknika Sains aims to provide a forum for national and international academicians, researchers and practitioners on civil and mechanical engineering and related field to publish the original articles. All accepted articles will be published and will be freely available to all readers with worldwide visibility and coverage. The scope of the Journal of Teknika Sains is specific topics issues in civil and mechanical engineering and related fields such as (but not limited to): 1. Energy conversion, 2. Manufacture, 3. Power, 4. Structural Engineering, 5. Construction Engineering & Management, 6. Geotechnical Engineering, 7. Water Resources Engineering, 8. Transportation Engineering.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2017): TEKNIKA SAINS" : 6 Documents clear
ANALISIS PUTARAN IDEAL BLOWER PADA MESIN PENGUPAS KOPI TIPE HAMMER MILL DENGAN KAPASITAS KUPAS 90 KG PER JAM Febri Yanti
TEKNIKA SAINS Vol 2, No 1 (2017): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v2i1.56

Abstract

Kopi gelondangan yang diterima dari petani mempunyai kadar air 22 %. Kopi gelondongan ini kemudian di proses agat menjadi biji kopi dengan kadar air 12 %. Kopi gelondongan dari petani dimasukkan ke rumah pengering (drying house) yang merupakan bagian dari mesin oven. Mesin oven ini memliki temperatur maksimum 60 C dengan suhu uangan 21,2 C, setelah itu kopi akan dikupas pada mesin pengupas jenis Hammer Mill System yang mempunyai kapasitas 90 kg/jam.Penelitian ini merupakan penelitian sesungguhnya (true experiment), hal ini berdasarkan pertimbangan sederhana bahwa penelitian dilaksanakan untuk meneliti puratan ideal blower pada mesin pengupas kopi tipe Hammer mill. Hasil penelitian sebagai berikut: 1). Putaran blower yang ideal untuk mesin pengupas kopi tipe Hammer mill yaitu 1.576,27 rpm berdasarkan penelitian yang telah dilakukan yaitu terhadap 1000 gram biji dan kulit kopi, maka pada penadahan biji terdapat kulit sebanyak 2 gram sedangkan pada penadah kulit terdapat biji sebanyak 3 gram 2). Kapasitas pengupasan kulit tetap yaiut 90 kg/jam 3). Dengan berubahnya putaran blower, maka diameter pulli yang digunakan adalah: a. Diameter pulli motor (dp) 300 mm b. Diameter pulli pemukul (Dp) 221,4 mm c. Diameter pulli pemukul (d2) 93 mm d. Diameter pulli blower (d3) 118 mm 4). Untuk poros tetap menggunakan yang ada, karena poros tersebut aman digunakan dengan poros yang ada yaitu: a. Diameter poros motor (ds) 18 mm b. Diameter poros pemukul (ds2) 25mm c. Diameter poros blower (ds3) 20 mm.Kata Kunci: Ideal Blower, Mesin Pengupas Kopi, Hammer Mill, Kapasitas Kupas
PENGARUH TEMPERATUR AGING TERHADAP PADUAN ALUMUNIUM SERI 6069 TERHADAP NILAI KEKERASAN DAN KEKUATAN IMPACT Wisnaningsih , M.Yunus Wisnaningsih, M.Yunus
TEKNIKA SAINS Vol 2, No 1 (2017): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v2i1.61

Abstract

Alumunium adalah logam yang memiliki kekuatan relatif rendah dan lunak. Alumunium juga dikenal memiliki ketahanan korosi yang cukup tinggi terhadap udara, air, oli, beberapa larutan kimia dan sebagai konduktor listik yang cukup baik. Pada umumnya Alumunium dicampur dengan unsur logam lain sehingga membentuk Alumunium paduan diantaranya adalah tembaga, silicon, magnesium. Dengaan penambahan unsure tersebut, Alumunium dapat memilki kekuatan 83-310 Mpa, dan melalui proses perlakuan panas peningkatan kekuatan pada alumunium paduan dapat mencapai lebih dari 700 Mpa.Proses perlakuan panas tersebut dikenal dengan proses pengerasan presipitasi,dimana salah satu langkahnya adalah proses Aging. Proses pengerasan presipitasi ini menyangkut laku-pelarutan, diawali dengan proses pemanasan awal dilanjutkan dengan pencelupan atau pendinginan secara cepat, sering disebut quenching sehingga terjadi larutan padat lewat jenuh. Setalah pencelupan, paduan dipanaskan kembali (aging) sampai temperatur tertentu dimana presipitasi mulai terbentuk setelah selang waktu tertentu. Atom lewat jenuh cenderung berhimpun dalam bidang-bidang kristal tertentu.Pengerasan dislokasi melalui batas yang terdistorsi. Ini sangat sulit, akibatnya logam bertambah keras dan tahan terhadap tegangan deformasi. Dari hasil pengujian terhadap alumunium paduan seri 6069 dengan parameter temperatur, peningkatan kekerasan maksimum terdapat pada temperatur 185 C dengan kekerasan 58 HRE. Untuk peningkatan minimum terdapat pada temperatur 165 C dengan kekerasan 47,6 HRE, dimana kekerasan alumunium dasar sebesar 28 HRE. Sedangkan untuk kekuatan impact, peningkatan maksimum terdapat pada temperatur 175 C dengan kekuatan impact sebesar 97 joule dan peningkatan minimum terdapat pada temperatur 185 C dengan kekuatan impact sebesar 78,67 joule. Dimana kekuatan impact alumunium dasar 66 joule.Kata kunci: pengaruh temperatur aging, kekerasan, kekuatan, impak alumunium
DESAIN BELT CONVEYOR UNTUK PENCURAHAN MATERIAL DENGAN KAPASITAS 125 TON PER JAM, LEBAR SABUK 400 MM DAN VOLUME ANGKUT 96,154 TON PER JAM Farizal , Hamimi Farizal , Hamimi
TEKNIKA SAINS Vol 2, No 1 (2017): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v2i1.57

Abstract

Pesawat angkat jenis hoesting machine dipergunakan ntuk mengangkat atau memindahkan muatan yang berjumlah tertentu secara sekaligus. Jenis ini meliputi antara lain crane, wrench, dongkrak, dan sebagainya, sedangkan jenis conveying machine diperguakan untuk memindahkan atau mengangkat muatan dalam satuan unit dan berlangsung kontinyu atau terus-menerus.Berdasarkan hasil penelitian belt conveyor didapatkan data sebagai berikut: a. Kapasitas (kapasitas angkut (Q) 125 ton/jam, kapasitas per meter (g) 0,0434 ton/m, volume angkut per jam (v) 96,154 ton/jam; b. Sabuk (lebar sabuk (B) 400 mm, tebal sabuk (?) 6 mm, panjang sabuk 22.000 mm); c. Puli (diameter puli (Dp) 375 mm, panjang puli (Lp) 500 mm, putaran puli (np) 40 rpm; d. Rol penumpu (diameter (Dr) 108 mm, panjang (Lr) 500 mm; d. Frame (standarisasi SII.0233-79, baja canai bertepi bulat canai panas dengn simbol V-60, bahan BJ34); e. Motor penggerak (motor listrik merk HITACHI, tipe TFC, 3-phase 200-600V, 50/60 Hz IEC Standard, frame size TFOL 132 MF, daya output: 7,5 Kw - 4 pole, putaran 800 rpm); f. Reduction Gear (merk produksi bellpony, perbandingan transimisi 1/20, daya input 17,82 Kw, tipe PA 50, putaran input 800 rpm).Kata kunci: disain, belt conveyor, pencurahan material, kapasitas, lebar sabuk, volume angkut
PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KAWASAN PERUMAHAN GREEN KEMILING KECAMATAN KEMILING Anwar Anwar
TEKNIKA SAINS Vol 2, No 1 (2017): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v2i1.58

Abstract

Melihat besarnya peran dan fungsi air bersih serta untuk mengantisipasi semakin tingginya kebutuhan air khususnya air bersih di Kawasan Perkotaan, maka perencanaan sistem air bersih harus mendapat perhatian yang serius. Pada saat ini dipastikan kinerja pelayanan air bersih di Kawasan Perkotaan masih sangat kurang terutama di kota metropolitan, kota besar, kota sedang dan kota kecil. Secara kuantitas air bersih yang diterima oleh warga, debit yang sampai ke pelanggan sangat kecil. Hal ini dimungkinkan adanya kebocoran air. Kualitas dari air bersih perlu dipertanyakan, karena dalam faktanya air bersih tersebut tidak layak konsumsi. Ditambah lagi dengan tidak mengalirnya air bersih selama 24 jam, air hanya mengalir sebentar dan itupun hanya dalam kuantitas yang kecil. Perumahan Green Kemiling merupakan kawasan perumahan baru yang berada di wilayah Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung mempunyai luas wilayah sebesar 50,8 Ha. Selama ini untuk pemenuhan air bersih warga di sekitar perumahaan menggunakan air bersih sumur bor mengingat PDAM tidak dapat melayani air di daerah ini mengingat lokasi berada pada ketinggian yang tidak mampu dijangkau oleh sumber air yang ada. Akan tetapi berhubung potensi air di kawasan cukup besar, maka pihak perumahan merencanakan untuk mengembangkan sendiri. Kebutuhan air bersih dengan pelayanan 80% di zona pelayanan Perumahan Green Kemiling sampai dengan 2028 mencapai 72,926 liter/dtk. Pengembangan sistem penyediaan air bersih terdari dari pompa transmisi pompa dilakukan dengan pipa 200 mm dengan elevasi +28 menghasilkan kehilangan sebesar 5,646 m atau lebih rendah dari selisih elevasi pipa sumur dalam sebesar 7 m. Jaringan transmisi air bersih dan pompa dari bak penampungan menuju reservoir distribusi menggunakan pipa HDPE 100mm dengan elevasi dasar bak penampung +25,75 m dengan kehilangan hf = 0,035 m. Pembagian sistem air bersih dibagi menjadi 2 blok zona dengan kehilangan sebesar 0,280 m untuk blok I dan 3,665 m untuk blok II.Kata kunci: air bersih, PDAM, pelayanan, sumur, penyediaan.
ANALISIS KINERJA JALAN PROTOKOL KOTA BANDAR LAMPUNG (Studi Kasus Jalan RA Kartini Kota Bandar Lampung) Farida Juwita
TEKNIKA SAINS Vol 2, No 1 (2017): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v2i1.59

Abstract

Masalah kemacetan di Jalan RA Kartini yang merupakan jalan satu arah terutama dirasakan pada jam-jam sibuk, baik pagi maupun sore hari, yaitu saat orang bepergian dari rumah ke tempat bekerja, sekolah atau aktivitas lainnya, dan juga saat mereka pulang kembali ke rumahnya masing-masing.Tujuan penelitian ini adalah Mengidentifikasi kinerja jalan Kartini terhadap keberadaan simpang dan pusat kegiatan di sepanjang ruas jalan RA Kartini dan Memberikan gambaran kinerja jalan RA Kartini berdasarkan tingkat pelayanan jalan (level of service).Penelitian analisis kinerja jalan ini dilakukan di Jalan RA Kartini Kota Bandar Lampung.Metode pengumpulan data yang akan digunakan dalam penyusunan penelitian ini adalah pengumpulan data melalui observasi lapangan dan observasi tidak langsung.Jalan Raden Ajeng Kartini Kota Bandar Lampung termasuk jalan fungsi arteri sekunder dengan kelas Jalan Kota. Panjang jalan ini yaitu 1,20 km dengan lebar 14 m. Jalan RA Kartini terdiri dari 4 (empat) lajur 1 (satu) arah dengan lebar tiap lajur adalah 3,5 m . Jalan ini tidak memiliki bahu dan hanya di beberapa titik dilengkapi oleh trotoar dengan lebar 1,5 m serta dilengkapi kareb. Di sepanjang jalan ini merupakan pusat perdangangan, perbankan, kawasan perhotelan, sehingga peran jalan ini begitu penting bagi masyarakat Kota Bandar Lampung.Setiap hari jalan RA Kartini dipenuhi oleh kendaraan yang melintas satu arah.Kinerja : kinerja, protokol kota
ANALISIS EFISIENSI KETEL UAP PIPA AIR DENGAN KAPASITAS MAKSIMUM 10 TON PER JAM DENGAN BAHAN BAKU BATU BARA Indriyani , Ruslan Indriyani , Ruslan
TEKNIKA SAINS Vol 2, No 1 (2017): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v2i1.60

Abstract

Pengendapan minyak atau pembentukan batu ketel akan dapat menimbulkan over heating (panas berlebih yang terjadi dalam pipa yang tersumbat oleh kotoran yang membatu menyebabkan pipa ai mudah pecah), konstuksinya lebih rumit, pemeliharaannya sulit dan membutuhkan biaya yang mahal, membutuhkan pemakaian pengatur otomatis pada beberapa alat operasional ketel, perlu berhati-hati betul menjaga tenangnya air dalam ketel, karena produksi uap sangat cepat. Metodologi penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan ketel uap kapasitas 10 ton/jam, dengan data-data sebagai berikut: kapasitas 10,00 ton uap/jam, tekanan 25,00 kg/cm2, temperatur uap keluar superheat 400,00 0C, bahan bakar batubara, nilai pembakaran 5.300,00 kcal/kg. Hasil penelitian sebagai berikut diantaranya: temperatur air pengisi masuk ekonomiser 80,00 0C, temperature ruang bakar 1.420,00 0C, pemakaian bahan bakar tiap jam 1.617,00 kg/jam, kalor yang diterima 6.938.300,00 kcal/k, temperature air keluar ekonomiser 170,00 0C, luas panas ekonomiser 157,90 m2, tebal pipa ekonomiser 2,41 mm, jumlah pipa ekonomiser 84,00 buah, tebal pipa-pipa air 2,75 mm, tebal pipa air pengumpul 5,88 mm, luas panas pipa air 94,60 m2, jumlah pipa air 182,00 buah, tebal plat boiler drum 22,40 mm, tebal tutup boiler drum 26,50 mm, tebal pipa superheat 2,260 mm, jumlah pipa superheat 68,00 buah, luas panas superheat 84,20 m2, total luas panas boiler 336,70 m2, kebutuhan udara pembakaran setiap jam 9,6012 kg/bahan bakar, panas yang diserap oleh boiler 8.672.875 kcal/jam.Kata kunci: efisiensi, ketel uap pipa air, pipa ekonomiser, boiler, pipa superheater

Page 1 of 1 | Total Record : 6