cover
Contact Name
Mirnanda Cambodia
Contact Email
teknikasainssaburai@gmail.com
Phone
+6285345212300
Journal Mail Official
teknikasainssaburai@gmail.com
Editorial Address
LPPM Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai Jl. Imam Bonjol No. 468 Langkapura, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Teknika Sains : Jurnal Ilmu Teknik
ISSN : 25486403     EISSN : 25486411     DOI : https://doi.org/10.24967/teksis
Core Subject : Engineering,
Journal of Teknika Sains aims to provide a forum for national and international academicians, researchers and practitioners on civil and mechanical engineering and related field to publish the original articles. All accepted articles will be published and will be freely available to all readers with worldwide visibility and coverage. The scope of the Journal of Teknika Sains is specific topics issues in civil and mechanical engineering and related fields such as (but not limited to): 1. Energy conversion, 2. Manufacture, 3. Power, 4. Structural Engineering, 5. Construction Engineering & Management, 6. Geotechnical Engineering, 7. Water Resources Engineering, 8. Transportation Engineering.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2017): TEKNIKA SAINS" : 6 Documents clear
TINJAUAN TERHADAP PRODUKSI BIODIESEL DARI MINYAK GORENG CURAH DENGAN METODE GELOMBANG ULTRASONIK DAN MICROWAVE AGUS LUKMAN HAKIM
TEKNIKA SAINS Vol 2, No 2 (2017): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v2i2.307

Abstract

Biodiesel adalah produk bahan bakar ramah lingkungan, yang dihasilkan dalam proses transesterifikasi yaitu reaksi antara metanol dan trigliserida, produk sampingan yang dihasilkan adalah gliserol. Keunggulan biodiesel dibandingkan bahan bakar fosil adalah tingkat emisi yang rendah, tidak beracun, terbarukan dan biodegradabel. Dengan metode konvensional, untuk menghasilkan biodiesel yang menggunakan biaya pengadukan listrik dan mekanik banyak biaya dengan tagihan listrik karena reaksi transesterifikasi membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk menyelesaikan reaksinya. Metode alternatif untuk memproduksi biodiesel dengan menghemat penggunaan sumber daya listrik dan waktu dengan gelombang ultrasonik, gelombang mikro atau gabungan dari dua metode. Metode gelombang ultrasonik telah banyak digunakan dalam proses transesterifikasi pembuatan biodiesel yang meningkatkan perpindahan massa antara alkohol dan trigliserida. Penyinaran gelombang mikro adalah salah satu metode pemanasan yang digunakan untuk mengurangi waktu reaksi dan konsumsi listrik dibandingkan dengan pemanasan konvensional. Jika kedua metode digabungkan maka akan didapat hasil produk yang tinggi.Keywords : biodiesel, transesterification reaction, ultrasonic, microwave irradiation
KETAHANAN SULFAT SEMEN OPC + FLY ASH DENGAN PORLAND COMPOSITE CEMENT (PCC) PADA MUTU BETON K-300 RAJIMAN RAJIMAN; DEWA GEDE PUTRA DEWA GEDE PUTRA DEWA GEDE PUTRA
TEKNIKA SAINS Vol 2, No 2 (2017): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v2i2.308

Abstract

Industri konstruksi berkaitan erat dengan bangunan beton. Material penyusun beton yang paling utama adalah semen dan semen yang paling banyak digunakan adalah semen murni (clinker). Perkembangan di berbagai bidang industri selain memberi manfaat bagi masyarakat namun juga memberikan masalah yaitu limbah buangan dari industri tersebut. Tujuan Mengetahui pengaruh dari penambahan fly ash yang ditambahkan ke dalam semen murni (klinker) dengan Portland Composite Cement (PCC) terhadap kuat tekan beton yang dihasilkan. Mengetahui pengaruh kuat tekan beton yang mengalami perendaman dengan larutan sulfat. Alur penelitian yang dilakukan dibagi menjadi empat tahap, yaitu: pemeriksaan material, pembuatan rencana campuran (mix design) dan pembuatan benda uji, pelaksanaan pengujian, dan analisis hasil penelitian.Penambahan fly ash ke dalam semen murni (clinker) mengindikasikan terjadinya peningkatan kuat tekan pada beton. Dengan kadar fly ash 10% pada umur beton 56 hari menghasilkan kuat tekan paling tinggi yaitu mencapai 462,22 kg/cm2 atau meningkat 18,6% tanpa perendaman sulfat, sedangkan dengan perendaman suflat menghasilkan kuat tekan 276,30 kg/cm2 atau meningkat 11,34%. Berdasarkan hasil uji kuat tekan beton, perendaman dalam larutan sulfat mengakibatkan penurunan kuat tekan beton mencapai 59,77% dan mengalami kerusakan beton secara fisik.Keywords : Construction, PCC, Sulfate, concrete, compressive strength
ANALISA KEKUATAN POTONG DAN PEMILIHAN BAHAN UNTUK TYPE CUTTER MACHINE AX-105U-N-282A, KAPASITAS TANGKI 50 L DAN TEKANAN 16 Mpa RUSLAN DALIMUNTHE
TEKNIKA SAINS Vol 2, No 2 (2017): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v2i2.309

Abstract

Analisa kekuatan potong dan pemilihan bahan untuk Type Cutter Machine perlu diperhatikan untuk mengikuti era teknologi industri yang berkembang sangat pesat ini. Disebabkan oleh banyaknya industri yang menggunakan mesin dengan sistem kontrol numerik yang memiliki keunggulan dalam membawa massa suatu produk dengan daya saing penuh di dunia industri. Spesifikasi mesin yang dianalisa sebagai berikut: Hidrolik set (power pack): Yuken, Tipe AX-105U-N-282A, Pump 10L/min, Kapasitas tangki 50 l, Tekanan 16 Mpa, Cylinder: Yuken, Tipe CJT 35-FA 160 B-400, dan Tekanan 140 Kg/cm2. Hasil penelitian sebagai berikut: a. Besarnya tekanan yang terjadi pada silinder adalah sama dengan kondisi aktual mesin yaitu sebesar 14 kg/cm2 = 13,95 bar. b. Besarnya volume yang dibutuhkan pada saat terjadinya proses pemotongan sebesar 10,32 l. Sedangkan kapasita tangki pada hydraulic power pack sebesar 50 l. c. Pemotong ban menggunakan mesin hidrolik dengan spesifikasi set hidrolik atau power pack Yuken kapasitas tangki 50L, tekanan 16 Mpa. Sedangkan silinder dengan spesifikasi silinder tipe yuken CJT 35-FA-160 B-400.Keywords : cutting force, material selection, Type Cutter Machine, Hydraulic set(power pack): Yuken
POTENSI PEMBANGKIT PV-BATERAI SEBAGAI SUMBER LISTRIK DAERAH RURAL OLNES Y HUTAJULU
TEKNIKA SAINS Vol 2, No 2 (2017): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v2i2.305

Abstract

Pakkat Pulo adalah sebuah Desa di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara yang sebagian besar penduduknya belum mendapat suplai listrik. Jarak, tingkat kepadatan penduduk yang kecil, dan kurangnya produksi listrik menjadi penyebab permasalahan tersebut. Penelitian ini mengusulkan pembangkit photovoltaik-baterai (PB) sebagai solusi kelistrikan tersebut. Studi teknis dan ekonomis dilakukan terhadap pembangkit PB di sampaikan pada artikel ini. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa komposisi sistem yang direkomendasikan terdiri dari 750 wp modul photovoltaik, 4.6kWh baterai dengan 2 kali penggantian, 500 watt inverter dengan 3 kali penggantian untuk mencukupi kebutuhan listrik desa Pakkat Pulo. Biaya produksi energi dari sistem tersebut diketahui sangat ekonomis yaitu Rp 1,182,07 /kWh dengan memanfaatkan bantuan modal dari Pemerintah tanpa adanya bunga pinjaman.Keywords : economy studi, technical study, cost of energy, photovoltaic, baterai, household electricity.
ANALISIS EFISIENSI ALAT PENYULINGAN MINYAK NILAM (PATCHOULY OIL ) DENGAN PROSES KAPASITAS KERING 30 KG PER JAM INDRIYANI INDRIYANI
TEKNIKA SAINS Vol 2, No 2 (2017): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v2i2.310

Abstract

Minyak Nilam (patchouly oil).) merupakan tanaman penghasil minyak atsiri/minyak nilam. Minyak nilam merupakan salah satu komoditas ekspor minyak atsiri lainnya. Minyak nilam ini menyumbang sekitar 50% dari total nilai ekspor minyak atsiri. Untuk mendapatkan minyak nilam proses produksi dilakukan dengan cara penyulingan. Proses penyulingan ini dilakukan untuk memisahkan air/minyak yang terkandung didalam nilam. Dalam proses penyulingan minyak nilam terdiri dari bagian yang utuma adalah bahan yang digunakan, bahan bakar, dapur, ruang pemanas dan ruang pendingin. Pembakaran merupakan suatu proses pensenyawaan antara unsur-unsur bahan bakar dengan zat asam (berasal dari udara) disertai dengan keluarnya kalor. Kalor yang dilepaskan ini akan sebanding dengan banyaknya unsur-unsur yang terkandung dalam bahan bakar. Setiap unsur mengeluarkan kalor yang berbeda. Dalam perencanaan ini yang digunakan sebagai bahan bakar adalah kayu dengan berat jenis 0,70% dengan komposisi kimia sebagai berikut: C= 38,90 - 53,50 %; H= 5,80 - 6.30 %. ? = 40,30 - 44,60 %. Perencanaan unit penyulingan minyak nilam ini, proses dimulai dari perhitungan perpindahan panas dari bahan bakar dapur, ruang. Pemanas dan ruang pendingin (kondesor) dalam satu jam produksi. Dalam hal ini bahan baku yang digunakan adalah nilam dengan kapasitas 30 kg/jam nilam kering yang masih mengandung kadar air/minyak 30 % standar dari nilam siap untuk diproses. Penggunaan bahan bakar disesuaikan dengan jenis bahan bakar yang digunakan. Bentuk dapur harus efisien agar panas y??g dihasilkan dapat maksimal. Ruang pemanas di sesuaikan dengan kapasitas produksi.Keywords : distillation tools, processing capacity, combustion, refining, space heater, cooling room
TINJAUAN PENGARUH VARIASI BEBAN DAN PUTARAN TERHADAP KINERJA MESIN DIESEL 4 TAK 1 SILINDER DENGAN PEMANASAN DAN MEDAN MAGNET DI SALURAN BIODIESEL MUHAMAD SIRAJUDIN
TEKNIKA SAINS Vol 2, No 2 (2017): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v2i2.306

Abstract

Bahan bakar Bio menjadi salah satu sumber alternatif terbarukan untuk mesin diesel dalam mengatasi permasalahan di bidang otomotif, karena ketersediaan bahan bakar fosil minyak bumi yang semakin menipis. Untuk pembakaran yang sempurna bahan bakar tersebut memerlukan perlakuan tertentu sebelum memasuki ruang bakar. Kegiatan penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan hasil pembakaran yang sempurna dan menghasilkan kinerja yang optimal pada mesin diesel khususnya dengan bahan bakar bio telah banyak dilakukan, baik pada mesin diesel 4 tak satu silinder maupun pada mesin diesel 4 tak multi silinder, antara lain yaitu: pemanasan awal, menyebabkan bahan bakar akan menjadi lebih reaktif untuk bereaksi dengan oksigen pada proses pembakaran sehingga proses pembakaran menjadi lebih sempurna. Optimalisasi proses pembakaran dengan teknik medan elektro magnet, medan magnet di gunakan untuk menggetarkan (meresonansi) bahan bakar dan terjadilah ionisasi yang diperlukan agar bahan bakar dapat dengan mudah mengikat oksigen selama proses pembakaran, sehingga campuran bahan bakar dan oksigen dapat terbakar dengan sempurna. Dengan proses pembakaran yang sempurna, maka akan menghasilkan prestasi atau kinerja mesin diesel yang optimal. Mengintegrasikan kedua teknik optimalisasi proses pembakaran tersebut diatas dan memposisikan kedua proses tersebut lebih mendekati ruang bakar tentu akan lebih meningkatkan prestasi atau kinerja pada mesin diesel dengan bahan bakar biodiesel.Keywords : Biodiesel, heater, electromagnetic field, diesel engine performance.

Page 1 of 1 | Total Record : 6