cover
Contact Name
rfanuddin Wahid Marzuki
Contact Email
wd_546@yahoo.co.id
Phone
+6282225942710
Journal Mail Official
jurnaltumotowa@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Utara Jl. Pingkan Matindas No. 92 Manado-95128
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Tumotowa
ISSN : 27227014     EISSN : 27227693     DOI : https://doi.org/10.24832/tmt.
Tumotowa merupakan sarana publikasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan di bidang arkeologi dan ilmu terkait. Tumotowa diterbitkan oleh Balai Arkeologi Sulawesi Utara, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jurnal ini menyajikan artikel orisinal, tentang pengetahuan dan informasi hasil penelitian atau aplikasi hasil penelitian dan pengembangan terkini dalam bidang arkeologi. Tumotowa terbit dua kali dalam satu tahun pada bulan Juni dan Desember. Tumotowa ditujukan untuk ilmu pengetahuan sebagai referensi yang dapat diakses di kalangan peneliti, mahasiswa, dan khalayak umum. Fokus dan ruang lingkup Tumotowa ialah artikel ilmiah berupa tinjauan, ulasan (review), kajian, dan pemikiran konsep atau teori di bidang keilmuan arkeologi.
Articles 61 Documents
Potensi Arkeologis di Situs Wai Ujan, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur Hamdan Hamado
Tumotowa Vol 4 No 1 (2021): Tumotowa
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/tmt.v4i1.79

Abstract

The Wai Ujan site is administratively included in the area of Belobao Village, Wulandoni District, Lembata Regency, East Nusa Tenggara. The problem in this research is what are the archaeological remains and what is the typology of archaeological remains contained in the site. The purpose of this study was to determine the type and typology of archaeological remains at the Wai Ujan site. This research is an early stages research that is exploratory archaeological data. The method used in this study was a field survey. Data analysis included form analysis and technology. The results showed that the types of archaeological remains found at the Wai Ujan site were stone artifacts and pottery fragments. The stone artifact findings consisted of percutor, core stone, and shale artifacts, while the pottery fragment findings consisted of closed and open containers representing the shape of a pot, bowl, and pasu.
Identifikasi Anatomi dan Analisis Jejak Pemanfaatan Tulang Babi di Situs Gua Gede, Nusa Penida Bali Andreas Anton Priyambodo; I Wayan Ardika; Rochtri Agung Bawono
Tumotowa Vol 4 No 1 (2021): Tumotowa
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/tmt.v4i1.81

Abstract

Nusa Penida sudah dihuni secara intensif oleh manusia dan berpotensi variasi faunanya sejakmasa Pleistosen. Penelitian ini secara spesifik membahas spesimen dari famili suidae (babi)yang ditemukan di Nusa Penida. Sejak zaman Prasejarah babi menjadi salah satu buruanfavorit manusia yang dimanfaatkan sebagai makanan. Terdapatnya aktivitas penjagalan(butchering) dan jejak pembakaran mengindikasikan pemanfaatan babi yang dilakukanmanusia. Tujuan umum penelitian ini adalah mencari hubungan antara temuan tulang babi diSitus Gua Gede dengan aktivitas manusia. Proses identifikasi anatomi dilakukan untukmengetahui temuan secara mengkhusus mengenai kuantitas dan variasi usia yang ditemukanmelalui spesimen babi yang berada di situs dan analisis jejak pemanfaatan dilakukan untuk melihat bukti strategi subsistensi penghuni Situs Gua Gede, Nusa Penida.
Relief Burung Nuri di Candi Plaosan Lor, Jawa Tengah Diyah Wara Restiyati
Tumotowa Vol 4 No 1 (2021): Tumotowa
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/tmt.v4i1.82

Abstract

Burung nuri merupakan salah satu relief burung yang sering muncul di Candi Plaosan Lor, Jawa Tengah. Masyarakat di Pulau Jawa juga sering memelihara burung nuri, meskipun sebenarnya burung nuri merupakan endemik Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua bukan Pulau Jawa. Ada tiga kemungkinan burung nuri berada di Pulau Jawa, dan dipahatkan dalam relief Candi Plaosan Lor, pertama sebagai upeti atau hadiah, kedua sebagai komoditi perdagangan, dan ketiga hanya penggambaran atau imajinasi si pemahat. Lalu bagaimana relief burung nuri ada di Candi Plaosan? Dan bagaimana eksistensinya? Kenyataannya populasi burung nuri sudah semakin terancam dengan adanya perburuan dan perubahan habitat menjadi pertanian, perkebunan, pemukiman, dan lainnya. Kedua pertanyaan tersebut akan dijawab dalam tulisan ini yang berdasarkan pada kajian kualitatif deskriptif, dengan teknik pengambilan data berupa wawancara dan pengamatan.
Benteng Kota Mas di Gorontalo Utara dalam Jaringan Perniagaan di Wilayah Perairan Sulawesi Abad 17-19 M Irna Saptaningrum; Hasanuddin Anwar; Vivi Sandra Sari; Wuri Handoko
Tumotowa Vol 4 No 1 (2021): Tumotowa
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/tmt.v4i1.85

Abstract

Fort Kota Mas is located in Moluo hamlet, Cisadane village, Kwandang district, North Gorontalo Regency, Gorontalo Province. This colonial heritage building is no longer intact. Some parts have collapsed, leaving some fences, gates, and a bastion behind. Kwandang during 17-19 AD was a strategic trading route and was related to the location of the fort Kota Mas itself. This paper discusses the existence of the fort Kota Mas regarding the hegemony of colonial political power against the local government to the community, as well as its strategic role in the context of commercial shipping lanes in Celebes Sea. This research used descriptive analysis with a historical archaeological perspective. The analysis was carried out based on data collection and on related literature sources. Based on the research results, Fort Kota Mas is an evidence of a hegemony or a domination of colonial control, reflected on several regulations regarding the determination of the value or price of gold and the obligation of local authorities to deposit gold. The strategic role of the fort was as a meeting point (rendezvous) for maritim trade and rivers which developed into trading ports and markets.
Dampak Pemanfaatan Candi Panataran di Bidang Agama, Kebudayaan, dan Pariwisata: Kajian Dampak Terhadap Fisik Dan Nonfisik Candi Panataran Yuni Atmy
Tumotowa Vol 4 No 1 (2021): Tumotowa
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/tmt.v4i1.86

Abstract

Penelitian ini membahas tentang dampak yang ditimbulkan akibat kegiatan pemanfaatan di Candi Panataran khususnya di bidang agama, budaya, dan pariwisata. Ketiga jenis kegiatan pemanfaatan ini merupakan kegiatan dengan jumlah peserta terbanyak, sehingga menjadi ancaman kerusakan terbesar bagi objek cagar budaya Candi Panataran. Variable yang menjadi objek penelitian meliputi jenis pemanfaatan, pelaku pemanfaatan, perilaku pemanfaatan, dampak yang ditimbulkan dari pemanfaatan, dan penanganan permasalahan akibat dampak pemanfaatan di Candi Panataran. Tujuan penelitian adalah mengetahui permasalahan dan dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan pemanfaatan di Candi Panataran, serta batasan pemanfaatan Candi Panataran pada kegiatan seremonial. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu pegumpulan data melalui studi pustaka dan pengumpulan data lapangan, analisis, dan interpretasi data. Analisis data yang dilakukan adalah analisis nilai penting, analisis dampak pemanfaatan terhadap objek dan nilai penting, serta analisis faktor penyebab dampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kegiatan pemanfaatan cagar budaya di bidang agama, budaya, dan pariwisata belum memiliki batasan pemanfaatan yang jelas, sehingga kerusakan secara fisik dan nonfisik candi tidak dapat terelakkan. Berdasarkan hasil dari penelitian ini memberikan keluaran berupa rekomendasi batasan pemanfaatan objek cagar budaya Candi Panataran.
Cover Volume 4 No. 1, Juni 2021 Redaksi Tumotowa
Tumotowa Vol 4 No 1 (2021): Tumotowa
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preface Volume 4 No. 1, Juni 2021 Redaksi Tumotowa
Tumotowa Vol 4 No 1 (2021): Tumotowa
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Appendix Volume 4 No. 1 Juni, 2021 Redaksi Tumotowa
Tumotowa Vol 4 No 1 (2021): Tumotowa
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Back Cover Volume 4 No. 1, Juni 2021 Redaksi Tumotowa
Tumotowa Vol 4 No 1 (2021): Tumotowa
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Warisan Budaya Industri Gula di Kabupaten Pemalang Dhiana Putri Larasaty; Mimi Savitri
Tumotowa Vol 4 No 2 (2021): Tumotowa
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/tmt.v4i2.98

Abstract

Dampak revolusi industri di Eropa menyebar hingga ke Pulau Jawa menghasilkan warisan budaya industri termasuk pendirian sejumlah pabrik gula di Pemalang sejak masa sistem tanam paksa. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan, merekam, dan melestarikan jejak revolusi industri yang pernah ada di Pemalang sebagai pendokumentasian sejarah. Penelitian dilakukan dengan pendekatan sejarah dengan penelusuran sumber sejarah secara heuristik, baik primer maupun sekunder. Hasilnya mengungkapkan bahwa Pemalang merupakan daerah potensial sebagai lokasi pabrik gula dengan berdirinya empat pabrik gula. Pemalang bahkan merupakan daerah yang pernah memberikan kontribusi ekspor gula sebanyak 40% dari keseluruhan produksi gula di Jawa. Pengaruh budaya Eropa dan budaya lokal terekam, baik dalam arsitektur bangunan pabrik hingga tradisi ketika masa panen. Perhatian untuk melestarikan warisan industri yang pernah berperan dalam perekonomian Indonesia sangat penting. Kondisi saat ini, dua pabrik gula sudah tidak dapat dilacak bangunannya, sedangkan bangunan pabrik gula yang masih ada saat ini pun sudah mengalami kerusakan.