cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi
ISSN : 27970590     EISSN : 27970140     DOI : https://doi.org/10.51878/edutech.v1i2.431
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan berbantuan teknologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2023)" : 5 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING DENGAN MEDIA E-LEARNING SAMS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PESERTA DIDIK KELAS VIIA DI SMP PLUS ATTAQWA 12 DIYAH ANGGRAYNI
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v3i2.2354

Abstract

This study aims to improve science learning outcomes by applying the blended learning learning model to class VII A students on heat at SMP Plus Attaqwa 12. This research is a type of experimental class action research with the Kemmis and Taggart models. The subjects of this research were class VIIA students at SMP Plus Attaqwa 12. which totaled 38 students, consisting of 20 male students and 18 female students. Data collection techniques using observation, interviews, and tests. The data obtained in this study were then analyzed qualitatively. Based on the results of data analysis and discussion that has been carried out, it can be concluded that the application of the blended learning learning model with SAMS e-learning media can improve science learning outcomes for class VIIA students on heat at SMP Plus Attaqwa 12 for the 2022-2023 academic year. This is shown by the results of an increase in the average observation, classical mastery of learning outcomes and an increase in student response results from cycle 1 to cycle 2. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan penerapan model pembelajaran blended learning pada peserta didik kelas VII A materi kalor di SMP Plus Attaqwa 12. Penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas eksperimental dengan model Kemmis dan Taggart. Subyek penelitian ini adalah Peserta didik kelas  VIIA SMP Plus Attaqwa 12. yang berjumlah 38 orang siswa, terdiri dari 20 orang siswa laki laki dan 18 orang siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes. Data yang diperoleh pada penelitian ini kemudian dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran blended learning  dengan media e-learning  SAMS  dapat meningkatkan hasil belajar ipa peserta didik kelas VIIA materi kalor  di SMP Plus Attaqwa 12 tahun pelajaran 2022-2023. Hal tersebut ditunjukkan oleh hasil peningkatan rata-rata observasi, ketuntasan klasikal hasil belajar dan peningkatan hasil  respon siswa dari siklus 1 ke siklus 2. 
PEMANFAATAN APLIKASI GOOGLE JAMBOARD DALAM PEMBELAJARAN DARING LATSAR CPNS NURUL DINIYATI; SUSI SUSANTI SINEDU
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v3i2.2355

Abstract

Entering the pandemic period, training institutions seemed to be forced to switch to using online learning methods. In fact, online learning is like off-line learning which requires discussions, brainstorming, sharing experiences between participants in order to attract participant interaction. Unfortunately, the facilitator often only relies on the main lecture if the material being studied is quite a lot, which results in the participants getting bored and not feeling involved in the lesson. This study aims to find out whether the Google Jamboard application can be used as an alternative learning media, assisting facilitators in attracting participant involvement in CPNS basic training learning and at the same time assisting facilitators in managing synchronous learning time. The research method used is qualitative research and data collection techniques are carried out using questionnaires and documentation. Based on the research results Google Jamboard can be used as an alternative learning media with various considerations including this media used in online learning methods, the target participants are all millennial so they are familiar with technology, media flexibility in systematics and presentation of material, learning objectives, the benefits of media in time management and no less important to attract the interaction of participants in learning. ABSTRAKMemasuki masa pandemi, lembaga diklat seolah dipaksa untuk beralih menggunakan metode pembelajaran dalam jaringan (daring). Sejatinya pemeblajaran daring tak ubahnya seperti pemebajaran luar jaringan (luring) yang membutuhkan diskusi, curah pendapat, berbagi pengalaman antar peserta agar menarik interaksi peserta. Sayangnya seringkali fasilitator hanya mengandalkan ceramah utamanya jika materi yang dipelajari cukup banyak yang berdampak pada peserta bosan dan tidak merasa terlibat dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah aplikasi Google Jamboard dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran, membantu fasilitator dalam menarik keterlibatan peserta dalam pembelajaran pelatihan dasar CPNS dan sekaligus membantu fasilitator dalam mengatur waktu pembelajaran syncronous. Metode penelitian yang diguanakan adalah penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian Google Jamboard dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran dengan berbagai pertimbangan diantaranya media ini digunakan dalam metode pembelajaran daring, target peserta yang keseluruhannya adalah generasi millenial sehingga telah akrab dengan teknologi, fleksibilitas media dalam sistematika dan penyajian materi, tujuan pembelajaran, manfaat media dalam pengaturan waktu serta tak kalah penting menarik interaksi peserta pada pembelajaran.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPS KELAS IX 3 DI SMPN 1 PARIAMAN EMI GUSTINA
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v3i2.2356

Abstract

This research was motivated by the low learning activity of students in social studies semester 1 in class IX.3, which is around 30%. Therefore researchers are looking for a solution by using the picture and picture learning model to increase student learning activities. This research is a class action research / PTK with two cycles, each cycle consisting of 4 stages, namely planning, implementing, observing and reflecting. The research subjects were in class IX.3 of SMP Negeri 1 Pariaman for the 2022/2023 academic year with a total of 26 people consisting of 12 female students and 12 male students. Data collection was carried out by means of observation during the learning process of each cycle. The data analysis technique used is descriptive qualitative analysis technique. Based on the results of research using the picture and picture model can increase student learning activities in the first cycle by an average of 55.7% and the second cycle by an average of 70.8%, the results show that the use of the picture and picture learning model can increase the learning activities of class students IX.3 SMP Negeri 1 Pariaman ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPS semester 1 di kelas IX.3 yaitu sekitar 30%. Oleh karena itu peneliti mencari solusi dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture tujuannya untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa. Penelitian ini merupakan penilitian tindakan kelas / PTK dengan dua siklus, tiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamtan dan refleksi. Subyek penelitian di kelas IX.3 SMP Negeri 1 Pariaman tahun pelajaran 2022/2023 dengan jumlah 28 orang terdiri dari 14 siswa perepuan dam 14 siswa laki-laki. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi selama proses pembelajaran setiap siklus. Teknik analisis data yang digunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Bedasarkan dari hasil penelitian dengan menggunakan model picture and picture dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa siklus I rata-rata 55,7% dan siklus II rata-rata 70,8% hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan model pembelajaran picture and picture dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IX.3 SMP Negeri 1 Pariaman
PENINGKATAN PENGUASAAN KOSAKATA MELALUI PERMAINAN BARRIER GAME BERBANTUAN MEDIA PEMBELAJARAN FLASH CARD MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA ANAK TUNARUNGU KELAS I SDLB B KARYA MULIA II SURABAYA SRIATI SRIATI
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v3i2.2357

Abstract

This research started with the vocabulary mastery of deaf students at SDLB-B Karya Mulia II Surabaya, which was still very minimal/little so it resulted in teaching and learning activities (teaching and learning activities). The subjects of this study were all 7 students in class I which were then analyzed using a classroom-based action research design. The indicator for increasing students' vocabulary mastery was marked by an increase in mastery of vocabulary mastery by 67.5% in cycle I to 100% in cycle II through a barrier game aided by flashcard learning media. Based on the results of this study, it shows that Increasing Vocabulary Mastery Through Barrier Games Assisted by Flashcard Learning Media for Indonesian Language Subjects in Class I Deaf Children at SDLB B Karya Mulia II Surabaya is very optimal. Therefore there is a need for better development of teachers in developing students well in developing learning. ABSTRAKPenelitian ini berawal dari penguasaan kosakata yang dimiliki siswa tunarungu di SDLB-B Karya Mulia II Surabaya, masih sangat minim/sedikit sehingga berakibat dalam KBM (Kegiatan Belajar Mengajar). Subjek penelitian ini adalah semua kelas I sebanyak 7 siswa yang kemudian dianalisis dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (classroom - based action research). Indikator peningkatan penguasaan kosakata siswa ditandai dengan adanya peningkatan ketuntasan penguasaan kosakata sebesar 67,5% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II melalui permainan barrier game berbantuan media pembelajaran flashcard. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa Peningkatan Penguasaan Kosakata Melalui Permainan Barrier Berbantuan Media Pembelajaran Flashcard Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Pada Anak Tunarungu Kelas I di SDLB B Karya Mulia II Surabaya sangat optimal. Oleh karena itu perlu adanya pengembangan yang lebih baik pada guru dalam mengembangkan peserta didik dengan baik dalam mengembangkan pembelajaran.
MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM MENGIKUTI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DENGAN MEDIA TELEGRAM SITI KHORIYATUN
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v3i2.2358

Abstract

This action research was motivated by the fact that the face-to-face hour load in the madrasah curriculum was 53 hours per week, which closed the possibility for Guidance and Counseling teachers to enter class. This has an impact on the inactivity of students in participating in Guidance and Counseling services at madrasas, therefore it is necessary to innovate so that students can receive classical guidance services without face-to-face, namely by using telegram media which is expected to increase student activity in participating in Guidance and Guidance services. counseling. The application of this media is carried out in class 11 MIPA 2 MAN 1 Gunungkidul for the 2021/2022 academic year. By using telegram media students can learn happily, students respond well and students understand the material more easily and students have their own room to carry out personal guidance/consultation. There is an increase in student activity in participating in service activities by opening, reading and commenting in group notes and also being able to do private notes. Based on the research, students opened, read and commented on telegram chat in cycle 1 by 10% and in cycle 2 it increased to 60%. Students open and read the contents of telegram posts and respond briefly or by sending emojis in cycle 1 by 15% and in cycle 2 it increases to 30%. Students only open and read chat telegrams from the BK teacher in cycle 1 by 25% and in cycle 2 it drops to 10%. Students do not open telegram chat in cycle 1 by 50% and in cycle 2 it drops to 10%. From these data it can be concluded that tellegram media can increase student activity in participating in Guidance and Counseling service activities. ABSTRAKPenelitian tindakan ini di latar belakangi oleh suatu kenyataan bahwa beban jam tatap muka dalam kurikulum madrasah 53 jam per minggu sehingga menutup kemungkinan untuk guru Bimbingan dan Konseling bisa masuk ke kelas. Hal ini berimbas pada kurang aktifnya siswa dalam mengikuti layanan Bimbingan dan Konseling di madrasah, maka dari itu perlu dilakukan inovasi agar siswa bisa menerima layanan bimbingan klasikal tanpa melakukan tatap muka yaitu dengan menggunakan media telegram yang di harapkan bisa meningkatkan keaktifan siswa dalam mengikuti layanan Bimbingan dan konseling. Penerapan media ini dilaksanakan di kelas 11 MIPA 2 MAN 1 Gunungkidul tahun pelajaran 2021/2022. Dengan menggunakan media telegram siswa bisa belajar dengan senang, siswa merespon dengan baik dan siswa lebih mudah memahami materi serta siswa mempunyai ruangan tersendiri untuk melakukakan bimbingan/konsultasi secara pribadi. Adanya peningkatan keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan layanan dengan membuka, membaca dan berkomentar dalam cattingan group dan juga bisa melakukakn catting pribadi. Berdasarkan penelitian Siswa membuka , membaca dan berkomentar dalam chat telegram dalam siklus 1 sebesar 10 % dan di siklus 2 meningkat menjadi 60 %. Siswa membuka dan membaca isi kiriman telegram serta menanggapi dengan singkat atau dengan kirim emoji pada siklus 1 sebesar 15 % dan pada siklus 2 meningkat menjadi 30 %. Siswa hanya membuka dan membaca chat telegram dari Guru BK pada siklus 1 sebesar 25 % dan pada siklus 2 turun menjadi 10 %. Siswa tidak membuka chat telegram pada siklus 1 sebesar 50 % dan pada siklus 2 turun menjadi 10 %. Dari data tersebut diperoleh kesimpulan bahwa media tellegram dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan layanan Bimbingan dan Konseling .

Page 1 of 1 | Total Record : 5