cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2022)" : 6 Documents clear
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH SISWA KELAS X. 1 TEKNIK AUDIO VIDEO SMK NEGERI 2 BAUBAU SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2019/2020 LAODE ZARMIN
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v2i2.1346

Abstract

Based on the results of the first cycle, classical completeness critical thinking skills of students by 74.07% with an average value of grade 76, second cycle of 92.59% with an average value of grade 78 and the third cycle reaches 96.15% with average value of grade 82. The results of these studies noted an increase in critical thinking skills and the achievement of classical completeness. Based on the questionnaire cycle I, II and III data showed percentage of students’ local wisdom values respectively by 96.30%, 100% and 100% the third cycle. Class average poll result shows: the first cycle of 85.73, the second cycle of 89.53 and the third cycle of 93.43. From the result of class action research it can be concluded that the application of problem-based learning model in class X.1 Teknik Audio Video of SMK Negeri 2 Baubau can improve critical thinking skills and students’ local wisdom values. ABSTRAKBerdasarkan hasil siklus pertama, kelengkapan kritis keterampilan berpikir klasik siswa dengan 74,07% dengan nilai rata-rata kelas 76, siklus II 92,59% dengan nilai rata-rata kelas 78 dan siklus ketiga mencapai 96,15% dengan nilai rata-rata kelas 82. hasil studi ini mencatat peningkatan keterampilan berpikir kritis dan pencapaian ketuntasan klasikal. Berdasarkan siklus kuesioner I, II dan III data menunjukkan persentase nilai kearifan lokal siswa masing-masing sebesar 96,30%, 100% dan 100% pada siklus III. Kelas hasil jajak pendapat menunjukkan rata-rata: siklus pertama 85,73, siklus II 89,53 dan siklus III 93,43. Dari hasil penelitian tindakan kelas dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah dalam kelas X.1 Teknik Audio Video SMK Negeri 2 Baubau dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan nilai-nilai kearifan lokal siswa.
PERANAN JEJARING SOSIAL SEBAGAI MEDIA PEMBENTUK KARAKTER WARGA NEGARA : STUDI KASUS DI SMKN 4 PADALARANG WARIEDA WARIEDA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v2i2.1347

Abstract

The purpose of this study is to find out the use of social networks that are used as a medium for forming the personality of good citizens at SMKN 4 Padalarang. Knowing the steps used in the use of social networking media to form the character of a good citizen. Knowing the role of social networks as a medium for forming the character of a good citizen. This research uses a qualitative approach with research methods using case study methods. The results of the study show that the steps taken by PKN teachers so that the Facebook social networking media can be used as a means of social interaction for students, usually TKJ and OSIS teachers create a special team that checks the use of Facebook. The role of social networking media Facebook can shape the character of good citizens when used properly, it can open a mindset to be broad-minded for the formation of a positive school culture, namely the embedded values ??that underlie good behavior in students according to values ??and norms. , traditions of daily habits, through positive symbols, such as the habit of saying politely, which is practiced by all school members and the community around the school, forming citizens with good personalities, with the introduction of a culture of politeness, in speaking, in attitude, because culture causes students to grow and develop, starting from the closest environment, family, school and developing into a wider environment, namely the national culture of the nation and universal culture embraced by mankind, students grow and develop, starting from the culture in the closest environment. , family, school and environment b If it develops into a wider environment, namely the national culture of the nation, it will form the character of a good citizen. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini, mengetahui pemanfaatan jejaring sosial yang digunakan sebagai media pembentuk karakter kepribadian warga negara yang baik di SMKN 4 Padalarang. Mengetahui langkah-langkah yang digunakan dalam pemanfaatan media jejaring sosial untuk membentuk karakter warga negara yang baik. Mengetahui peranan jejaring sosial sebagai media pembentuk karakter warga negara yang baik. Penelitin ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian menggunakan metode studi kasus. Hasil dari penelitian, langkah-langkah yang dilakukan oleh guru PKN agar media jejaring sosial facebook dapat dimanfaatkan sebagai sarana interaksi sosial peserta didik, biasanya guru TKJ dan OSIS membuat tim khusus yang memeriksa penggunaan facebook. Peranan media jejaring sosial facebook dapat membentuk karakter warga negara yang baik apabila di gunakan secara baik, maka dapat membuka pola pikir agar berwawasan luas bagi pembentukan budaya sekolah secara positif, yaitu tertanamnya nilai-nilai yang melandasi perilaku yang baik pada peserta didik sesuai nilai dan norma, tradisi kebiasaan-kebiasaan kesehariaan, melalui simbol-simbol yang positif, seperti kebiasaan berkata sopan, yang dipraktekan oleh semua warga sekolah dan masyarakat sekitar sekolah, terbentuk warga negara dengan kepribadian yang baik, dengan pengenalan budaya sopan santun, dalam berbicara, dalam bersikap, sebab budaya yang menyebabkan peserta didik tumbuh dan berkembang, dimulai dari lingkungan terdekat, keluarga, sekolah dan berkembang ke lingkungan yang lebih luas yaitu budaya nasional bangsa dan budaya universal yang dianut oleh umat manusia, peserta didik tumbuh dan berkembang, dimulai dari budaya di lingkungan terdekat, keluarga, sekolah dan lingkungan berkembang ke lingkungan yang lebih luas yaitu budaya nasional bangsa maka akan terbentuk karakter warga negara yang baik.
MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR PPKn DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING KELAS III SD KANISIUS KINTELAN 1 MONICA SANDRA GITAWATI; MARIA AGUSTINA AMELIA; MARCIANA SARWI
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v2i2.1390

Abstract

The learning process should be able to actively involve students and encourage students to seek, and acquire knowledge and knowledge on their own with the guidance of teachers. Teachers are no longer the only source of knowledge for students. Based on observations at SD Kintelan 1 the learning process for Civics material has not been carried out effectively. This can be seen in the activeness of students in the class who tend to be passive in receiving the material resulting in a lack of students' understanding of the material provided. So we need an innovative method to encourage active participation of students in the class to improve learning achievement. This study aims to determine the use of the Problem Based Learning learning model in Civics learning, especially the material for the State Emblem of Indonesia for third-grade students of SD Kanisius Kintelan 1 Yogyakarta so that learning can improve learning achievement and activeness. This study uses a classroom action design that takes learning in class. Based on the distribution of activity observation results and learning achievement test scores at the end of the second cycle, the data shows that the use of the Problem Based Learning learning model increases the activity of third-grade students at SD Kanisius Kintelan 1 from the initial condition, the average activity is 55%, increased by 68% (cycle I), increased to 77% (cycle II) and an increase in student achievement, with the initial average score of 33.7 increasing to 76.00 (cycle I) and increasing to 80.0 (cycle II). ABSTRAK Proses pembelajaran sudah selayaknya dapat melibatkan siswa secara aktif dan mendorong siswa untuk mencari, memperoleh ilmu dan pengetahuannya sendiri dengan bimbingan para guru. Guru bukan lagi menjadi sebagai satu-satunya sumber ilmu pengetahuan bagi peserta didik. Berdasarkan Pengamatan di SD Kintelan 1 proses belajar materi PPKn belum dilakukan secara efektif. Hal ini nampak pada keaktifan siswa dikelas yang cenderung pasif dalam menerima materi mengakibatkan kurangnya tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan. Sehingga diperlukan suatu metode yang inovatif untuk mendorong partisipasi aktif siswa dikelas sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dalam pembelajaran PPKn khususnya materi Lambang Negara Indonesia siswa kelas III SD Kanisius Kintelan 1 Yogyakarta agar pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar dan keaktifan. Penelitian ini menggunakan rancangan tindakan kelas yang mengambil pembelajaran di kelas. Berdasarkan data distribusi hasil observasi keaktifan dan nilai tes prestasi belajar diakhir siklus kedua, data menunjukkan penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning meningkatkan keaktifan siswa kelas III SD Kanisius Kintelan 1 dari kondisi awal rerata keaktifan sebesar 55% meningkat sebesar 68% (siklus I), meningkat menjadi  77% (siklus II) dan adanya peningkatan prestasi belajar siswa, dengan nilai rata-rata awal sebesar 33,7 meningkat menjadi 76,00 (siklus I) dan meningkat menjadi 80,0 (siklus II). 
UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP NILAI-NILAI PANCASILA MENGGUNAKAN MODEL PROBEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS 5 SD SABDODADI KEYONGAN ARUM PRAMISTYASARI
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v2i2.1391

Abstract

This study aims to determine the understanding of fifth grade students at SD Sabdodadi Keyongan. This research is motivated by the existence of learning problems carried out by students during learning activities. Based on the results of direct observations in the fifth grade of SD Sabdodadi Keyongan, the level of understanding of the concept of Pancasila values ??for fifth grade students is still low. This is evidenced by the initial data of students, there are 4 students who score above the KKM or about 34% of the total number of 24 students. Students in class V SD Sabdodadi Keyongan tend to use memorization without being directly involved in learning so that students only memorize but cannot apply and lack knowledge widely. There are also some students who still have difficulty reading so it is difficult to understand the material presented by the teacher. This researcher uses a quantitative and qualitative approach with the subject of the fifth grade students of SD Sabdodadi Keyongan. In collecting data, researchers used the methods of observation, documentation, and tests. Based on the results of the study, it can be concluded that there was an increase in understanding the concept of Pancasila values ??in class V SD Sabdodadi Keyongan, namely an increase from cycle 1 to cycle 2. The results showed an increase in cognitive aspects, namely students' understanding with an average grade of 56 then increased to 76.6, and the percentage increased from 6% to 74%. Several seabs that can improve students' understanding are using the Problem Based Learning (PBL) learning model which is carried out in learning. So that students can be more active and participate directly in the teaching and learning process. So that students experience increased understanding of the concept of Pancasila values ??in class V SD Sabdodadi Keyongan. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa kelas V di SD Sabdodadi Keyongan. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya permasalahan belajar yang dilakukan oleh siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran. Berdasrakan hasil pengamatan langsung di kelas V SD Sabdodadi Keyongan, tingkat pemahaman konsep nilai-nilai Pancasila siswa kelas V masih rendah. Hal ini dibuktikan dengan data awal peserta didik ada 4  siswa yang mendapat nilai diatas KKM atau sekitar 34 % dari keseluruhan yang berjumlah 24 siswa. Siswa di kelas V SD Sabdodadi Keyongan cenderung menggunakan hafalan tanpa terlibat langsung dalam pembelajaran sehingga siswa hanya hafal saja tetapi tidak dapat menerapkan dan kurangnya pengetahuan secara luas. Masih ada juga beberapa siswa yang masih kesulitan untuk membaca sehingga sulit untuk memahami materi yang disampaikan guru. Peneliti ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitattif dengan subjek siswa kelas V SD sabdodadi Keyongan. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan tes. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman konsep nilai-nilai Pancasila di kelas V SD Sabdodadi Keyongan yaitu adanya peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aspek kognitif yaitu pemahaman siswa dengan nilai rata-rata kelasnya 56 kemudian meningkat menjadi 76,6, serta presentasenya meningkat dari 6% menjadi 74%. Beberapa seab yang dapat meningkatkan pemahaman siswa yaitu menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang dilakukan pada pembelajaran. Sehingga siswa dapat lebih aktif dan ikut berpartisipasi langsung kedalam proses belajar mengajar. Sehingga siswa mengalami peningkatan pemahaman konsep nilai-nilai Pancasila di kelas V SD Sabdodadi Keyongan.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DENGAN METODE DISKUSI TERBIMBING DAN TANYA JAWAB MELALUI ALAT PERAGA GAMBAR PAHLAWAN PADA SISWA KELAS V ESTI LUTFIAH
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v2i2.1457

Abstract

Teachers have not used varied methods in teaching for social studies learning materials in elementary school. It can be seen that the impact of teachers lacking in using varied learning models is students who only listen and are less enthusiastic in learning. In addition, many students are busy playing and disturbing other friends so that concentration divided and make learning not conducive. Teachers have not used varied methods in teaching, thus making students feel bored quickly and disturbing other friends. This research uses Classroom Action Research (CAR). Data collection techniques used observation sheets, interviews, tests, and documentation. This research was conducted on fifth grade students of SD N K Member Bantul. Research results In cycles I and II, it is known that there is an increase in student learning activity in each cycle of 58.82% in the first cycle and 76.47% in the second cycle. The number of students who met the learning activity achievement target in the first cycle was 7 students (41.17%), while in the second cycle it was 13 students (77.41%). So it can be concluded that the application of the PjBL model can increase the learning activity of the fifth grade economic activity material at SD N K Membership in the second semester of the 2021/2022 academic year. ABSTRAKGuru belum menggunakan metode yang bervariasi dalam mengajar untuk materi pembelajaran IPS di SD dapat diketahui dampak dari guru kurang dalam penggunaan model pembelajaran yang bervariasi ialah siswa yang hanya mendengarkan dan kurang berantusias dalam pembelajaran Selain itu, banyak siswa asyik bermain dan mengganggu teman yang lain sehingga konsentrasi terpecah dan menjadikan pembelajaran tidak kondusif. Guru belum menggunakan metode yang bervariasi dalam mengajar, sehingga membuat peserta didik cepat merasa bosan dan mengganggu teman yang lain. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, wawancara, tes, dan dookumentasi Penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas V SD N Kanggotan Bantul. Hasil penelitian Pada siklus I dan II, diketahui terdapat peningkatan keaktifan belajar siswa pada setiap siklus sebesar 58,82% pada siklus I dan 76,47% pada siklus II. Jumlah siswa yang memenuhi target capaian keaktifan belajar pada siklus I sebesar 7 siswa (41,17%), sedangkan pada siklus II sebesar 13 siswa (77,41%). Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model PjBL dapat meningkatkan keaktifan belajar materi kegiatan ekonomi kelas V SD N Kanggotan semester II tahun ajaran 2021/2022.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DENGAN METODE DISKUSI TERBIMBING DAN TANYA JAWAB MELALUI ALAT PERAGA GAMBAR PAHLAWAN PADA SISWA KELAS V NUR ANISAH
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v2i2.1458

Abstract

The purpose of this study is to improve learning outcomes about appreciating the services and roles of struggle figures in preparing for Indonesian independence in social studies learning by applying the Guided Discussion and Question and Answer method to fifth grade students of SDN 3 Kutoharjo, Kaliwungu District, Kendal Regency, 2016/2017 academic year. This type of research is classroom action research by applying the method of Guided Discussion and Questions and Answers. This research was carried out in 2 cycles. Each cycle carried out 3 meetings with the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this study consisted of teachers and 38 fifth grade students at SDN 3 Kutoharjo. Data analysis in this classroom action research uses descriptive quantitative and qualitative descriptive analysis. The results showed in the first cycle with an average learning of 68.95 and increased to 73.95 in the second cycle. On the teacher and student activity observation sheet in the first cycle, a score of 84 was obtained in the good category and increased in the second cycle to 87 in the good category. The conclusion of this study is that the application of the Guided Discussion and Questions and Answers method can improve social studies learning outcomes about appreciating the services and roles of struggle figures in preparing for Indonesian independence in fifth grade students of SDN 3 Kutoharjo, Kaliwungu District, Kendal Regency, 2016/2017 academic year. The advice given is that research using the Guided Discussion and Question and Answer method can be further developed by teachers, institutions and other educational developers which are expected to be an alternative to improve the quality of learning. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar tentang menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dalam pembelajaran IPS dengan menerapkan metode Diskusi Terbimbing dan Tanya Jawab pada siswa kelas V SDN 3 Kutoharjo Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menerapkan metode Diskusi Terbimbing dan Tanya Jawab Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus dilaksanakan 3 pertemuan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini terdiri dari guru dan 38 siswa kelas V SDN 3 Kutoharjo . Analisis data dalam penelitian tindakan kelas ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I dengan rata-rata belajar sebesar 68,95 dan meningkat menjadi 73,95 pada siklus II. Pada lembar observasi aktivitas guru dan siswa pada siklus I diperoleh skor 84 dengan kategori baik dan meningkat pada siklus II menjadi 87 dengan kategori baik. Simpulan penelitian ini adalah dengan penerapan metode Diskusi Terbimbing dan Tanya Jawab dapat meningkatkan hasil belajar IPS tentang menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas V SDN 3 Kutoharjo Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal tahun pelajaran 2016/2017. Saran yang diberikan yaitu penelitian dengan metode Diskusi Terbimbing dan Tanya Jawab dapat dikembangkan lebih lanjut oleh guru, lembaga maupun pengembang pendidikan lainnya yang diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Page 1 of 1 | Total Record : 6