cover
Contact Name
Usman Jayadi
Contact Email
berajahonline@gmail.com
Phone
+6281238426727
Journal Mail Official
berajahonline@gmail.com
Editorial Address
Jl. Melati VIII BTN Rembiga, Kec. Selaparang, Kota Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Berajah Journal
Published by CV. LAFADZ JAYA
ISSN : 27971805     EISSN : 27971082     DOI : https://doi.org/10.47353/bj
BERAJAH JOURNAL menerbitkan artikel tentang pendidikan dan pembelajaran secara umum. Berisi artikel /hasil penelitian yang ditulis oleh para ahli, ilmuwan, praktisi, dan reviewer di bidang pendidikan dan pembelajaran. Beberapa cakupan Berajah Journal meliputi: Teori dan landasan pendidikan dan pembelajaran, Filsafat pendidikan dan pembelajaran, Teknologi pendidikan dan pembelajaran, Media pendidikan dan pembelajaran, Evaluasi pendidikan, Manajemen Pendidikan, Inovasi pendidikan dan pembelajaran, Pendidikan untuk semua jenjang, Pendidikan formal, Pendidikan informal, Pendidikan non formal, Pendidikan pedesaan, Pendidikan perkotaan, Kurikulum pendidikan dan pembelajaran, Pendidik dan siswa, Kebijakan pendidikan dan pembelajaran, Metode dan strategi pembelajaran, Penilaian pembelajaran, sosial budaya, dll.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 3 (2021): November" : 14 Documents clear
BEST PRACTICE: PENDEKATAN “COLLA-COOP” UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH MELALUI INSTRUMEN PKKS DI SDN 005 CINTA DAMAI TAHUN 2020 Tugiwan Supriyanto
Berajah Journal Vol. 1 No. 3 (2021): November
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v1i3.39

Abstract

Best Practices ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah melalui Instrumen PKKS. Kepala Sekolah dituntut memiliki kompetensi manajerial dalam melaksanakan tupoksinya memimpin sekolah, yang setiap tahun diukur dan dinilai dengan instrumen PKKS. Tupoksi kepala sekolah sebagaimana diatur dalam Permendikbud nomor 28 tahun 2010 tentang Guru yang diberi tugas tambahan, meliputi: 1. Merencanakan Program sekolah; 2. Melaksanakan Rencana Kerja sekolah; 3. Melaksanakan pengawasan dan evaluasi; 4. Menjalankan kepemimpinan sekolah; dan 5. Menerapkan sistem informasi sekolah. Standar kompetensi kepala sekolah sebagaimana diatur dalam Permendikbud nomor 13 tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Kepala Sekolah, melipiti 5 Kompetensi: Kepribadian, Manajerial, Kewirausahaan, Supervisi, dan Sosial. Berdasarkan regulasi Permendikbud di atas, dalam instrumen PKKS dijabarkan menjadi 6 dimensi kompetensi: 1. Kepribadian dan Sosial; 2. Kepemimpinan Pembelajaran; 3. Pengembangan Sekolah; 4. Manajemen Sumber Daya; 5. Kewirausahaan; dan 6. Supervisi Pembelajaran. Hasil PKKS pada tahun pertama perlu ditingkatkan hasilnya pada tahun kedua, dengan indikator belum terpenuhinya bukti fisik yang dituntut saat penilaian. Oleh karena itu kepala sekolah memandang perlu melakukan kegiatan bekerja sama kepada kepala sekolah lain agar tupoksi manajerial dapat berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Best Practices ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kompetensi manajerial kepala sekolah menggunakan Instrumen PKKS. Kegiatan yang dilakukan dalam Best Practices ini adalah sebagai berikut: 1. Pengarahan dan penjelasan awal (Review) tentang tupoksi dan kompetensi Kepala Sekolah sesuai standar; 2. Bedah instrumen PKKS; 3. Workshop berbagi tugas menyusun dokumen bukti fisik yang harus dilakukan kepala sekolah, yang dilaksanakan bertahap dengan tahapan penyusunan draf, presentasi, revisi dan finalisasi yang dilakukan berdaur ulang; 4. Pengumpulan hasil draf akhir dan disitribusi komulatif, dan 5. Review program masing-masing sekolah. Pelaksanan Best Practices berjalan baik, karena setiap kepala sekolah merasa kegiatan tersebut wajib dilakukannya dan hasil produk kegiatan merasa harus dimiliki. Kendala kecil terjadi berkaitan dengan kemampauan IT kepala sekolah, namun dapat diatasi dengan baik. Hasil akhir kegiatan Best Practices ini adalah setiap kepala sekolah memiliki produk draf program sekolah dan wawasan tentang tugas manajerial seperti tuntutan instrumen PKKS, yang harus dikembangkan lebih lanjut di sekolah masing-masing.
PEMBELAJARAN SISWA SEKOLAH DASAR WARGA KAMPUNG NAGA DI MASA PANDEMI Mohamad Ihsan Rahmatilah
Berajah Journal Vol. 1 No. 3 (2021): November
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v1i3.40

Abstract

Yang menjadi tujuan utama dalam penilitian ini adalah untuk mengungkap tentang masalah pendidikan siswa sekolah dasar yang berasal dari Kampung Naga, Kabupaten Tasikmalaya pada masa pandemic. Metode penilitian yang digunakan adalah metode survey eksporatif dengan pendektan kualitatif. Objek utama dalam penilitian ini adalah siswa sekolah dasar warga Kampung Naga. Hasil penilitian dapat disimpulkan 1) Orangtua siswa di Kampung Naga terpaksa harus membeli Handphone android atau laptop sebagai fasilitas pembelajaran dalam jaringan walaupun bertentangan dengan adat budaya yang ada di Kampung Naga. 2) Siswa yang orangtuanya tidak mampu membeli Handphone android atau laptop, melaksanakan pembelajaran bersama teman yang memiliki Handphone android atau laptop. 3) Kampung Naga tidak terdapat listrik di setiap rumahnya, sehingga siswa mengisi batre Handphone android atau laptop di luar daerah Kampung Naga 4) Setelah pandemi mereda pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka terbetas.
ANALISIS KETERAMPILAN BERBICARA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS IV SDN KAMPUNG MELAYU 4 KABUPATEN TANGERANG Melva Isma Imelda; Intan Sari Ramdhani; Enawar Enawar; Sumiyani Sumiyani
Berajah Journal Vol. 1 No. 3 (2021): November
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v1i3.41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana keterampilan berbicara dalam bercerita pada pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas IV SDN Kampung Melayu 4 Kabupaten Tangerang. Keterampilan berbicara menjadi salah satu aspek yang penting dalam keterampilan berbahasa siswa yang terampil dalam berbicara lebih mudah untuk menyampaikan pendapat serta idenya. Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan berbicara di kelas adalah kegiatan bercerita yang berkaitan dengan materi yang sedang dibahas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan mengambil data di SDN Kampung Melayu 4 Kabupaten Tangerang dengan subyek penelitian guru kelas IV dan 15 orang siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil Penelitian menujukan bahwa keterampilan berbicara siswa dalam bercerita sudah cukup baik. Pada aspek keberanian, dari 15 orang siswa terdapat 7 orang siswa yang sudah berani bercerita dengan rasa percaya diri dengan suara yang lantang dan pandangan mata yang penuh keyakinan. Pada aspek ketepatan dari 15 orang siswa terdapat 8 siswa yang sudah tepat dalam pengucapan kata dan tata bahasanya. Pada aspek kejelasan dari 15 orang siswa terdapat 8 orang siswa yang sudah menyampaikan isi cerita dengan jelas sehingga mudah dipahami oleh pendengarnya. Pada aspek kelancaran dari 15 orang siswa hanya terdapat 5 orang siswa yang lancar menyampaikan isi cerita. Pada aspek kosakata dari 15 orang siswa hanya terdapat 2 orang siswa yang bercerita dengan kosakata yang beragam sedangkan 13 orang siswa lainnya masih menggunakan kosakta yang terbatas. Pada aspek penampilan dari 15 orang siswa hanya terdapat 7 orang siswa yang menggunakan ekspresi. melalui gerak tubuh dan mimik wajah, gerak tubuh digambarkan melalui lambaian tangan.
UPAYA MENINGKATKAN KARAKTER ISLAMI ANAK MELALUI METODE MENGHAFAL HADIST DI PAUD KEJORA DUSUN TEMPOS KUJUR DESA GENGGELANG TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Nuriani, Nani
Berajah Journal Vol. 1 No. 3 (2021): November
Publisher : CV. Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v1i3.493

Abstract

This study aims to describe efforts to improve children's Islamic character through the method of memorizing hadiths at PAUD Kejora, Tempos Kujur Hamlet, Genggelang Village. This classroom action research (CAR) was conducted in the even semester of the 2020/2021 academic year involving 20 students. The method of memorizing hadiths uses props in the form of gestures and integrates learning themes. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation. The results of the study showed a significant increase in children's Islamic character after the implementation of two cycles. In cycle I, classical completeness reached 50% (BB 2 children, MB 8 children, and BSH 10 children). In cycle II, classical completeness increased to 85% (BB 0 children, MB 3 children, and BSH 17 children). This study proves that the method of memorizing hadiths provides an effective solution in forming the Islamic character of early childhood.

Page 2 of 2 | Total Record : 14