Claim Missing Document
Check
Articles

Merdeka Belajar melalui Penggunaan Media Audio Visual pada Pembelajaran Menulis Teks Deskripsi Ariyana Ariyana; Intan Sari Ramdhani; Sumiyani Sumiyani
Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing Vol 3 No 2 (2020): Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/silamparibisa.v3i2.1112

Abstract

Critical thinking can manage the cognitive and emotional intelligence of students, based on this, free learning for educators and students is needed today. Especially in learning to write descriptive text through audio-visual media. Therefore, the purpose of this study is to describe the application of independent learning through the use of audio-visual media in learning to write descriptive texts. The research method used is descriptive qualitative method. The object of this research is descriptive text through audio-visual media which is taught at the seventh grade junior high school level. To collect data used documentation and observation techniques. Data analysis techniques were selected, interpreted, and concluded. Test the validity of the data using member checks and validation of Indonesian language learning experts. The results showed that 1) audio-visual media can help educators and students in writing descriptive text learning activities in implementing the independent learning policy, 2) audio-visual media used in learning to write descriptive text has an effect on increasing educational values, inviting students to think critically. , as well as providing a meaningful experience, 3) audio-visual media can make it easier to write descriptive text directly through the information obtained, and 4) audio-visual media will not be boring for students because the material for writing descriptive text conveyed is very varied.
Evaluasi Pembelajaran Online Mata Kuliah Pendidikan Seni Drama Menggunakan Model Project Based Learning Intan Sari Ramdhani
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 7 No 8 (2021): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.01 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.5797081

Abstract

This study aims to describe the evaluation of the use of the Project Based Learning (PBL) model in online learning for drama courses at the Teacher Training and Education Faculty of the Indonesian Language and Literature Education Study Program at Muhammadiyah University, Tangerang. The research method used in this study is a qualitative descriptive method with steps to collect data, record data, analyze data and describe research results. The object of this research is the use of the PBL model. The results showed that 1) Drama Learning conducted online led to a student monologue performance, 2) This Project Based Learning model was very suitable to be applied in online learning for Drama Arts Education Courses at FKIP PBSI UMT, 3) The use of the Project Based Learning model was easy. implemented in Drama learning, 4) By applying Project Based Learning in drama learning, students become more active, creative and independent in producing a work, 5) The learning objectives of the Drama Arts Education course are achieved, 6) Students have monologue drama performances, 7 ) Stimulate students' competitive attitude to be able to compete in the Student Virtual Monologue Festival as UAS for Drama Arts Education courses at FKIP UMT, 8) The value of drama learning using the Project Based Learning model shows good and satisfying scores, and 9) Student responses to online learning Drama Arts Education course men use the Project Based Learning model.
Semiotics In The Legends Of Mpok Ris As A Character Education Media Intan Sari Ramdhani; Achmad Hufad; Suroso Mukti Leksono
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 8 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.649 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.6616042

Abstract

Semiotic analysis will be used to explain the legend of Mpok Ris as a character teaching tool. The study of sign systems, such as language, motion, music, and images, is known as semiotics. This study employed a qualitative descriptive research approach, which includes processes for gathering data, recording data, analyzing data, and summarizing research findings. According to Roland Barthes' semiotic approach, the legend of Mpok Ris is employed as a medium for character education by employing the three types of semiotics: denotative, connotative, and mythic. A semiotic analysis of the legend of Mpok Ris found evidence of denotation, connotation, and myth, according to the findings. Mpok Ris legend features some character education principles, including the virtues of hard labor, inventiveness and independence as well as the values of loyalty to one's homeland, friendly/communicativeness and duty to the community
LITERASI SENI BUDAYA MENDONGENG BONEKA TANGAN DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER GENERASI MILENIAL Intan Sari Ramdhani; sumiyani sumiyani
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v9i1.2399

Abstract

Seni budaya memiliki kontribusi bagi pengembangan karakter generasi milenial melalui literasi seni budaya, salah satu bentuk literasi yang sedang gencar digalakkan oleh pemerintah, khususnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Salah satu faktor yang mendasari hal tersebut terjadi adalah manusia harus menjadi manusia yang berkarakter, baik karakter kebangsaan atau karakter cinta tanah air dengan cara mencintai warisan budaya nasional. Pengenalan budaya dan penanaman nilai-nilai luhur tersebut perlu ditanamkan dari generasi ke generasi, khususnya pada generasi milenial. Generasi milenial adalah generasi yang hidup di zaman kemajuan dan perkembangan teknologi yang cukup pesat, bahkan produk teknologi itu akan mengikuti gaya hidup generasi milenial. Itu berdampak pada pergeseran perilaku dan yang lebih parah dapat mengakibatkan gaya hidup yang berbahaya sehingga mampu merusak moral kaum milenial. Maka untuk mencegah hal itu terjadi, maka penanaman dan pengembangan karakter harus terus digagas dengan menerapkan upaya atau melaksanakan program yang dapat memperkuat karakter manusia seperti mendongeng dengan media boneka tangan sebagai bentuk kecintaan dan pelestarian warisan budaya serta bentuk kontribusi seni budaya dalam mengembangkan karakter generasi penerus bangsa. Kata Kunci      : Budaya,Karakter, Generasi milenial, Seni.
EVALUASI PEMBELAJARAN DARING KRITIK SASTRA MELALUI LEARNING MANAGEMENT SYSTEM Intan Sari Ramdhani
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v11i1.5788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan evaluasi pembelajaran daring pada mata kuliah kritik sastra melalui Learning Management System di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Muhammadiyah Tangerang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah mengumpulkan data, melakukan perekaman data, menganalisis data dan mendeskripsikan hasil penelitian. Objek penelitian ini adalah evaluasi pembelajaran daring melalui Learning Management System. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pembelajaran Kritik Sastra yang dilakukan secara daring ini bermuara pada Learning Management System, 2) Learning Manjement System dapat menjadikan alternatif pembelajaran terbaik dalam situasi pandemi COVID-19, 3) Penggunaan LMS mudah dilaksanakan dalam pembelajaran Kritik Sastra, 4) Mahasiswa dapat mengahasilkan karya sendiri berupa buku antalogi kritik sastra, 5) Tujuan pembelajaran mata kuliah Kritik Sastra tercapai dengan penggunaan Learning Management System, 7) Merangsang sikap kritis dan kreatif mahasiswa untuk dapat mengkritik suatu karya sastra dalam pembelajaran Kritik Sastra, 8) Nilai pembelajaran Kritik Sastra menggunakan Learning Management ement System (LMS) menunjukkan nilai yang baik dan memuaskan, dan 9) Evaluasi pembelajaran yang dilihat melalui taksonomi bloom dapat tercapai dan respon mahasiswa terhadap pembelajaran daring mata kuliah Kritik Sastra menggunakan media pembelajaran Learning Management System (LMS) dikatakan baik. Kata kunci: evaluasi pembelajaran, kritik sastra, LMS
Psikologi Tokoh Utama dalam Naskah Drama Kereta Kencana karya Eugene Ionesco (Terjemahan WS Rendra) Intan Sari Ramdhani
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v7i2.1030

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek kepribadian tokoh utama, struktur kepribadian tokoh utama. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sedangkan metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis aspek kepribadian tokoh utama dan struktur kepribadian tokoh utama dalam naskah drama Kereta Kencana ini  adalah metode deskriptif analitik dengan teknik analisis isi. Dari hasil analisis, tokoh utama dalam naskah Kereta Kencana itu ada dua yaitu Kakek dan Nenek. Aspek kepribadian tokoh Kakek itu pemurung, putus asa, pintar merayu, rendah diri dan setia. Sedangkan aspek kepribadian tokoh Nenek yaitu perhatian, suka menghibur, dan bijak.  Struktur kepribadian tokoh utama terdiri dari id, ego dan superego. Kata Kunci      : Psikologi sastra, aspek kepribadian, struktur kepribadian.
PENGGUNAAN E-LEARNING PADA MATA KULIAH BAHASA INDONESIA DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG Intan Sari Ramdhani; Ira Anisa Purawinangun; Sumiyani Sumiyani
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v10i2.4892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan e-learning pada mata kuliah Bahasa Indonesia di Universitas Muhammadiyah Tangerang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah penggunaan e-learning. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Mata kuliah Bahasa Indonesia di Universitas Muhammadiyah Tangerang menerapkan pembelajaran blended learning dengan menggabungkan penggunaan kelas e-learning dan tatap muka  2) ) E-learning dapat menjadi sumber belajar mahasiswa, 3) E-learning adalah salah satu upaya dalam menumbuhkan kemandirian belajar mahasiswa, 4) E-learning mempermudah dosen memberikan tugas atau ujian dan mempermudah mahasiswa mengumpulkan tugas atau ujian, 4) E-learning melengkapi pembelajaran konvensional di dalam kelas.Kata kunci: bahasa Indonesia, e-learning, penggunaan
The Application of Discovery Learning Models in Learning to Write Descriptive Texts Ariyana Ariyana; Enawar Enawar; Intan Sari Ramdhani; Agus Sulaeman
Journal of English Education and Teaching Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jeet.4.3.401-412

Abstract

The purpose of this study was to describe the application of discovery learning models in learning to write descriptive texts. The research method uses descriptive methods. Data collection techniques using observation techniques, test writing descriptive text, and documentation. Data analysis techniques by reducing data, data presentation, data interpretation, conclusions. The results showed that the steps of the discovery learning model in learning to write descriptive texts are to describe topics, ask questions, formulate hypotheses, carry out investigations, conduct observations, organize or analyze, and present the results of investigations. Then, the students' ability to write descriptive text obtained an average value of 76.8 with good criteria after applying the discovery learning model. The learning to write descriptive text is carried out to instill the value of responsibility to students and improve the ability to write text descriptive students based on text, images, and places, so students are not passive.
ANALISIS KETERAMPILAN BERBICARA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS IV SDN KAMPUNG MELAYU 4 KABUPATEN TANGERANG Melva Isma Imelda; Intan Sari Ramdhani; Enawar Enawar; Sumiyani Sumiyani
Berajah Journal Vol. 1 No. 3 (2021): November
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v1i3.41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana keterampilan berbicara dalam bercerita pada pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas IV SDN Kampung Melayu 4 Kabupaten Tangerang. Keterampilan berbicara menjadi salah satu aspek yang penting dalam keterampilan berbahasa siswa yang terampil dalam berbicara lebih mudah untuk menyampaikan pendapat serta idenya. Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan berbicara di kelas adalah kegiatan bercerita yang berkaitan dengan materi yang sedang dibahas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan mengambil data di SDN Kampung Melayu 4 Kabupaten Tangerang dengan subyek penelitian guru kelas IV dan 15 orang siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil Penelitian menujukan bahwa keterampilan berbicara siswa dalam bercerita sudah cukup baik. Pada aspek keberanian, dari 15 orang siswa terdapat 7 orang siswa yang sudah berani bercerita dengan rasa percaya diri dengan suara yang lantang dan pandangan mata yang penuh keyakinan. Pada aspek ketepatan dari 15 orang siswa terdapat 8 siswa yang sudah tepat dalam pengucapan kata dan tata bahasanya. Pada aspek kejelasan dari 15 orang siswa terdapat 8 orang siswa yang sudah menyampaikan isi cerita dengan jelas sehingga mudah dipahami oleh pendengarnya. Pada aspek kelancaran dari 15 orang siswa hanya terdapat 5 orang siswa yang lancar menyampaikan isi cerita. Pada aspek kosakata dari 15 orang siswa hanya terdapat 2 orang siswa yang bercerita dengan kosakata yang beragam sedangkan 13 orang siswa lainnya masih menggunakan kosakta yang terbatas. Pada aspek penampilan dari 15 orang siswa hanya terdapat 7 orang siswa yang menggunakan ekspresi. melalui gerak tubuh dan mimik wajah, gerak tubuh digambarkan melalui lambaian tangan.
ANALISIS KESALAHAN MENULIS KARANGAN NARASI PADA SISWA KELAS V MIN 1 TANGERANG Rima Mardiyani Yunita; Intan Sari Ramdhani; Enawar Enawar; Sumiyani Sumiyani
Berajah Journal Vol. 2 No. 1 (2022): February
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v2i1.47

Abstract

Masalah utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah analisis kesalahan di dalam karangan narasi siswa kelas V MIN 1 Tangerang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan penulisan huruf kapital dalam menulis karangan narasi dan untuk mengetahui kesalahan penggunaan tanda baca dalam menulis karangan narasi siswa kelas V MIN 1 Tangerang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi. Data dianalisis melalui langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Responden pada penelitian ini berjumlah 15 orang yakni Guru kelas V, dan 23 siswa kelas V. Berdasarkan hasil penelitian ini adalah (1) Pemakaian Huruf, salah satunya adalah pemakaian huruf kapital, yang di dalamnya terdapat 9 kasus kesalahan; (2) penggunaan tanda baca titik (.) terhadap menulis karangan narasi siswa kelas V MIN 1 Tangerang terdapat 14 kasus kesalahan. Kesalahan penggunaan tanda baca koma (,) terhadap menulis karangan narasi siswa kelas V MIN 1 Tangerang terdapat 10 kasus kesalahan. Kesalahan penggunaan tanda baca tanda tanya (?), Kesalahan penggunaan tanda baca tanda seru (!), dan Kesalahan penggunaan tanda baca tanda petik (“”) terhadap menulis karangan narasi siswa kelas V MIN 1 Tangerang terdapat 0 kasus atau tidak terdapat kasus dalam menulis karangan narasi tersebut dikarenakan siswa belum mampu menguasai menulis.