cover
Contact Name
Richard Palilingan
Contact Email
richardpalilingan@unima.ac.id
Phone
+6289688665956
Journal Mail Official
epidemia@unima.ac.id
Editorial Address
jln Kampus Unima, Kel. tataaran dua, Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Epidemia: Jurnal Kesehatan Masyarakat UNIMA
ISSN : -     EISSN : 27746909     DOI : https://doi.org/10.53682/ejkmu.v2i1
Core Subject : Health,
EPIDEMIA merupakan jurnal berkalah ilmiah yang berfokus dalam mempublikasikan artikel dari hasil penelitian yang mencakup berbagai topik pembelajaran di bidang kesehatan masyarakat. Artikel yang dimuat di jurnal ini merupakan artikel yang belum pernah dipublikasikan oleh jurnal lain. Jurnal ini terbit mulai tahun 2020 dengan frekuensi terbit empat kali setahun. EPIDEMIA berisi hasil penelitian pada bidang : Epidemiologi Kesehatan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Kesehatan Lingkungan, Gizi Kesehatan Masyarakat, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Biostatistika, Promosi Kesehatan, Kesehatan Ibu dan Anak, Kesehatan Reproduksi, dan Kedokteran Komunitas.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Volume 1. No 1. FEBRUARI 2020" : 4 Documents clear
KARAKTERISTIK PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS YANG DI RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT BUDI SETIA LANGOWAN Geraldo Gerungan; Fat Buang Runtu; Nancy Bawiling
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 1. No 1. FEBRUARI 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.v1i1.568

Abstract

AbstrakPenyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Meskipun biasanya terjadi pada perokok, PPOK bisa juga terjadi pada orang yang tidak merokok akibat pajanan polusi udara. 64,9 persen laki-laki dan 2,1 persen perempuan masih menghisap rokok tahun 2013. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita PPOK di RS Budi Setia Langowan Tahun 2015. Populasi dan sampel adalah data penderita PPOK rawat inap di RS Budi Setia Langowan sebanyak 44 data (total sampling) data univariat disampaikan secara deskriptif. Proporsi penderita PPOK berdasarkan sosiodemografi diperoleh proporsi tertinggi pada kelompok umur ≥ 60 tahun sebesar 72,7%, dengan proporsi laki-laki 79,5% dan perempuan 20,5%, pendidikan SD 77,3%. dan pekerjaan petani 40.9%. Proporsi pasien menurut riwayat merokok sebesar 79.5% Berdasarkan keadaan medis, keluhan tertinggi adalah batuk berdahak dengan proporsi 100%. Lama rawatan rata-rata adalah 3,93 hari. Diharapkan kepada pihak Rumah sakit Budi Setia Langowan agar dapat memberikan penyuluhan dan informasi secara berkala khususnya tentang PPOK bagi keluarga penderita agar pencegahan dan penanganan PPOK dapat dilakukan secara maksimal. Diharapkan juga untuk melengkapi pencatatan rekam medik khususnya yang berkaitan dengan PPOK misalnya lama merokok dan sumber pembiayaan pasien sehingga dapat memudahkan analisis data.Kata kunci: Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), karakteristik penderita, RS Budi Setia AbstractChronic obstructive pulmonary disease (COPD) is one of the causes of morbidity and mortality around the world. Although usually occur in smokers, COPD can also occur in people who don't smoke due to air pollution exposure. 64.9 percent male and 2.1 percent women are still smoking in 2013 according to RISKESDAS. This is a retrospective descriptive study and aimed to find out the characteristics of COPD patients in Budi Setia Langowan hospital 2015. The population and sample of COPD patients hospitalized in Budi Setia Hospital, univariate data are presented descriptively as many as 44 patient (total sampling). The proportion of patients with COPD based on sociodemographic obtained the highest proportion at the age group of ≥ 60 with the amount of 72.7%, the proportion of males are 79.5% and females 20.5%. Patients with elementary school education are 77,3%, and farmers 40,9%. The proportion of patients according their smoking history is 79.5%. Based on the medical condition, the highest complain was coughing phlegm. The average patient treatment was 3.93 days. The hospital are expected to provide counseling and periodic information especially about COPD for patients' family so that prevention and treatment of COPD can be done optimally. The medical record departement are expected to complete the registration of medical records, especially related to COPD patients smoking history and patients financing source so the data analysis can be done more easily. Keywords: Chronic obstructive pulmonary disease (COPD), characteristics of COPD , Budi Setia Hospital
PERBEDAAN POLA PENGOLAHAN SAMPAH PADAT ANTARA MASYARAKAT PESISIR DAN NON-PESISIR DI DESA TOULIANG OKI KECAMATAN ERIS KABUPATEN MINAHASA Merry Triastuti Gosal; Weliam Kawuwung; Agusteivie Telew
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 1. No 1. FEBRUARI 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.v1i1.569

Abstract

AbstrakPermasalahan sampah merupakan sesuatu yang belum terselesaikan dengan baik, khususnya di berbagai daerah di Indonesia. Pada tahun 2014, data statistik sampah di Indonesia mencatat bahwa Indonesia menduduki negara penghasil sampah plastik kedua terbesar di dunia setelah Cina. Kebanyakan sampah diolah dengan cara dibakar (80%, data primer), dan hanya sekitar 10% yang dibuang ke danau, menurut pengakuan masyarakat. Namun, berdasarkan hasil pengamatan langsung, ada banyak sampah plastik yang ditemukan di area pesisir Danau Tondano di Desa Touliang Oki. Penelitian ini merupaka penelitian observasional yang bersifat cross sectional dengan desain kasus kontrol. Populasi dalam penelitian ini merupakan masyarakat yang tinggal di Desa Touliang Oki yang dihitung berdasarkan jumlah kepala keluarga (KK) dengan jumlah 557 KK. Jenis pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebesar 80 KK dimana sebesar 40 KK untuk masyarakat pesisir dan sebesar 40 KK untuk masyarakat non pesisir. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menggambarkan perbandingan perilaku pengolahan sampah padat masyarakat Desa Touliang Oki yang memiliki rumah yang berkontak langsung dengan danau (pesisir) dengan yang tidak berkontak langsung dengan danau (non-pesisir). Dari hasil analisis data, diketahui bahwa masyarakat non-pesisir lebih banyak mengolah sampah dengan cara dibakar, ditimbun, di buang di got dan di daur ulang sedangkan masyarakat pesisir lebih banyak mengolah sampah dengan cara di buang di danau, dibiarkan di halaman dan dijadikan kompos.Kata kunci: Pengolahan Sampah, Pesisir, Non-Pesisir AbstractThe waste problem is something that has not been resolved properly, especially in various regions in Indonesia. In 2014, waste statistics in Indonesia recorded that Indonesia was the second largest plastic waste producer in the world after China. Most of the waste is processed by burning (80%, primary data), and only about 10% is disposed of in the lake, according to the community. However, based on direct observations, there is a lot of plastic waste found in the coastal area of Lake Tondano in Touliang Oki Village. This study is an observational cross sectional study with a case control design. The population in this study is the people who live in Touliang Oki Village which is calculated based on the number of family heads (KK) with a total of 557 families. The type of sampling used in this study was purposive sampling technique with a sample size of 80 households, of which 40 were for coastal communities and 40 for non-coastal communities. The research instrument used a questionnaire whose validity and reliability had been tested. This study aims to describe the comparison of solid waste processing behavior for the people of Touliang Oki Village who have houses that are in direct contact with the lake (coastal) and those that are not in direct contact with the lake (non-coastal). From the results of data analysis, it is known that non-coastal communities mostly process waste by burning, hoarding, dumping in sewers and recycling, while coastal communities mostly process waste by dumping it in lakes, leaving it in the yard and making compost. Keywords: Waste Management, Coastal, Non-Coastal
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP DALAM MENCEGAH HIPERTENSI PADA SISWA KELAS XI DAN XII SMK KRISTEN KAWANGKOAN Morgen Pangaila; Ahmad Paturusi; Alva Supit
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 1. No 1. FEBRUARI 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.v1i1.572

Abstract

AbstrakHipertensi menjadi ancaman bagi sebagian besar penduduk dunia termasuk di Indonesia. Penyakit ini sering disebut sebagai the silent killer karena dapat menyebabkan kematian tanpa gejala klinik yang jelas. Prevalensi hipertensi pada remaja di Indonesia sebesar 8,4%. Pada remaja, hipertensi juga merupakan suatu masalah, karena remaja yang mengalami hipertensi dapat terus berlanjut pada usia dewasa dan memiliki risiko morbiditas dan mortalitas yang lebih tinggi. Untuk itu diperlukan upaya pencegahan sejak dini, yang dapat diawali dengan memiliki pengetahuan dan sikap untuk mencegah penyakit tersebut. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap dalam mencegah hipertensi pada siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode cross sectional dengan populasi seluruh siswa kelas XI dan XII SMK Kristen Kawangkoan, dengan jumlah sampel 129 siswa menggunakan cluster sampling. Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,00 (< 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap dalam mencegah hipertensi pada siswa kelas XI dan XII SMK Kristen Kawangkoan.Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Hipertensi AbstractHypertension is a threat to most of the world's population, including in Indonesia. This disease is often referred to as the silent killer because it can cause death without clear clinical symptoms. The prevalence of hypertension in adolescents in Indonesia is 8.4%. In adolescents, hypertension is also a problem, because adolescents who have hypertension can continue into adulthood and have a higher risk of morbidity and mortality. For this reason, prevention efforts are needed from an early age, which can be started by having the knowledge and attitude to prevent the disease. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge and attitudes in preventing hypertension in students. The research method used is a cross sectional method with a population of all class XI and XII students of SMK Kristen Kawangkoan, with a sample size of 129 students using cluster sampling. The results showed the value of p = 0.00 (<0.05). Thus it can be concluded that there is a relationship between the level of knowledge and attitudes in preventing hypertension in class XI and XII students of SMK Kristen Kawangkoan. Keywords: Knowledge, Attitude, Hypertension
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN SADARI PADA SISWI KELAS 12 SMA NEGERI 2 BITUNG Gloria Tuelah; Agusteivie Telew; Nancy Bawiling
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 1. No 1. FEBRUARI 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.v1i1.573

Abstract

ABSTRAKKanker payudara merupakan ancaman serius dan menakutkan bagi kaum perempuan. Estimasi insidens kanker payudara di Indonesia ialah 13,8% penderita berada pada umur 15 – 39 tahun. Prevalensi kanker payudara di Sulawesi Utara sebesar 0,3% dengan estimasi jumlah penderita sebanyak 346 penderita berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2013. Pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) adalah pilihan cara pencegahan kanker payudara yang baik dilakukan karena hampir 86% benjolan di payudara ditemukan oleh penderita sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan Sadari pada siswi SMA Negeri 2 Bitung Tahun 2017. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 29 - 31 Maret 2017 di SMA Negeri 2 Bitung. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional dengan menggunakan pendekatan studi cross sectional, dengan jumlah populasi sebesar 211 responden dan besar sampel ditentukan dengan rumus slovin berjumlah 138 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner kepada responden. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan analisis uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan nilai r=0,444 untuk kategori pengetahuan dengan tindakan Sadari dan nilai r=0,573 untuk kategori sikap dengan tindakan Sadari. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan tindakan Sadari dan juga tidak terdapat hubungan antara sikap dengan tindakan Sadari. Diharapkan untuk melakukan promosi kesehatan pada masyarakat bukan hanya pada wanita dewasa saja tetapi juga pada siswi-siswi SMA tentang bahayanya kanker payudara dan juga bagaimana caranya melakukan tindakan Sadari.Kata Kunci : Hubungan, Sadari, SMA N 2 Bitung. ABSTRACTBreast cancer is a serious threat or a frightening specter for women. Estimated incidence of breast cancer in Indonesia is 13.8% of patients at the age of 15-39 years. Prevalence of breast cancer in North Sulawesi is 0.3% with an estimated number of patients as many as 346 patients based on 2013 Basic Health Research data. Breast self-examination (BSE) is a good choice of breast cancer prevention because almost 86% of breast lumps were found by patients own. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitude with the action Sadari on female students SMA Negeri 2 Bitung Year 2017. The research method used is observational by using cross sectional study approach, with a sample of 138 respondents. Data were collected through interviews using questionnaires to respondents. Data processing was done by using chi-square test analysis. The results showed p value = 0.444 for knowledge category with action realized and p value = 0.573 for the attitude category with action aware. This shows that there is no connection between knowledge and action Realize and also there is no relationship between attitude with action Realize. It is expected to conduct health promotion to the community not only in adult women but also in high school students about the dangers of breast cancer and also how to do the action realize.Key Words : Relation, BSE, SMA Negeri 2 Bitung

Page 1 of 1 | Total Record : 4