Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

SUDUT TELAPAK KAKI BERDASARKAN PEDOGRAF CLARKE TIDAK MEMILIKI KORELASI DENGAN HASIL LOMPAT TEGAK PADA MAHASISWI FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI MANADO Kawengian, Jansen B; Supit, Alva
Jurnal Vini Vidi Vici Vol 1, No 3 (2013): Ilmu Kesehatan Olahraga
Publisher : Jurnal Vini Vidi Vici

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sudut telapak kaki berdasarkan pedograf Clarke terhadap hasil lompat tinggi pada perempuan. Sampel diambil secara acak dari mahasiswi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado dengan kriteria eksklusi berupa obesitas derajat 1 dan 2, kidal, dan riwayat cedera pada tungkai. Didapatkan 134 subjek yang memenuhi kriteria inklusi. Sudut telapak kaki diukur berdasarkan teknik dari Clarke. Analisis korelasional dengan rumus Pearson’s tidak menemukan adanya hubungan antara kedua variabel (R=-0.118). Disimpulkan bahwa sudut telapak kaki berdasarkan pedograf Clarke tidak berkorelasi dengan hasil lompat tegak mahasiswi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado.  Berbagai variabel penganggu yang dapat mempengaruhi hasil penelitian ini dibahas dalam diskusi. Kata kunci: Clarke, sudut telapak kaki, lompat tegak
HUBUNGAN FLEKSIBILITAS PERGELANGAN TANGAN DENGAN HASIL TEMBAKAN BEBAS PERMAINAN BOLA BASKET PADA SISWA PUTERA SMA NEGERI 1 KAWANGKOAN Rompas, Hence; Bokau, J.; Supit, Alva
Jurnal Vini Vidi Vici Vol 2, No 2 (2014): Ilmu Keolahragaan
Publisher : Jurnal Vini Vidi Vici

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara dengan fleksibilitas pergelangan tangan  hasil tembakan bebas pada siswa putra SMA Negeri 1 Kawangkoan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pergelangan tangan yang lebih fleksibel dapat menghasilkan tembakan bebas yang baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik kolerasi. Populasi yang menjadi subjek penelitian adalah seluruh siswa putera kelas XII SMA Negeri 1 Kawangkoan yang berjumlah 120 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kelentukan pergelangan tangan mengunakan fleksiometer. Sedangkan untuk mengukur hasil tembakan menggunakan Edgren Basketball Test yaitu tembakan satu tangan dari atas kepala yang dilakukan 10 kali diberikan waktu lima detik untuk setiap kali melakukan tembakan bebas. Hasil analisa statistik yang menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara fleksibilitas pergelangan tangan dengan hasil tembakan bebas ini teruji dengan menggunakan rumus pearson corelation produc moment (r=0.07) dan uji-t yang menyatakan bahwa thitung lebih kecil ttabel yaitu thitung = 0,36 < Ttabel = 1,706. Kesimpulan penelitian ini adalah hasil tembakan bebas tidak semata-mata dilihat oleh kemampuan fleksibilitas pergelangan tangan seseorang melainkan didukung oleh banyak faktor-faktor lainya yang dapat mengoptimalkan hasil tembakan bebas. Kata Kunci : Fleksibilitas, Pergelangan Tangan, Tembakan Bebas, Bola Basket
HUBUNGAN STATUS GIZI TERHADAP KEBUGARAN JASMANI SISWA PUTERA KELAS XI SMA N 1 TONDANO DI PINELENG KABUPATEN MINAHASA Rampengan, Fandy E.; Syahrain, Sartono; Supit, Alva
Jurnal Vini Vidi Vici Vol 2, No 2 (2014): Ilmu Keolahragaan
Publisher : Jurnal Vini Vidi Vici

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan latar belakang masalah, maka masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut “ Apakah ada hubungan status gizi terhadap kebugaran jasmani pada siswa putera kelas XI SMA Negeri 1 Tondano Kabupaten Minahasa tahun pelajaran 2014/2015? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : Apakah ada hubungan status gizi terhadap kebugaran jasmani pada siswa putera kelas XI SMA Negeri 1 Tondano Kabupaten Minahasa tahun pelajaran 2014/2015?. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan teknik korelasional dalam menjawab tujuan penelitian yang sudah dirumuskan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putera SMA N 1 Tondano khususnya siswa putera kelas XI yang berjumlah 60 orang. Sampel berjumlah 20 orang. Instrumen penelitian dalam penelitian ini terdiri atas dua macam yaitu untuk pengambilan data status gizi menggunakan tes Antropometri, sedangkan untuk mengukur kebugaran jasmani dengan tes jalan-lari 15 menit (Tes Balke). Untuk mengolah data dan memperoleh hasil dari penelitian ini maka peneliti menggunakan teknik analisis Correlation Pearson Product Moment. Hasil penelitian yang dilakukan pada 30 orang siswa putera kelas XI SMA N 1 Tondano di Pineleng yang dijadikan sampel penelitian, diperoleh data mengenai status gizi dan tingkat kebugara jasmani masing-masing siswa. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa mayoritas status gizi siswa berada pada kategori normal, yaitu 70% dari keseluruhan sampel. Sedangkan untuk tingkat kebugaran jasmani siswa mayoritas berada pada kategori sedang, yaitu 66.67% dari keseluruhan sampel penelitian. Kesimpulan penelitian ini adalah lain status gizi memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kebugaran jasmani siswa putera SMA N 1 Tondano. Kata Kunci : Status Gizi,  Kebugaran Jasmani
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI PADA SISWA KELAS VIII SMP COKROAMINOTO KOTAMOBAGU Lasanudin, Firman P.; Pungus, Meity; Supit, Alva
Jurnal Vini Vidi Vici Vol 3, No 1 (2015): Ilmu Keolahragaan 2015
Publisher : Jurnal Vini Vidi Vici

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat hubungan Status Gizi dengan Tingkat Kebugaran Jasmani siswa kelas VIII SMP Cokroaminoto Kotamobagu?.    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Status Gizi dengan Tingkat Kebugaran Jasmani siswa kelas VIII SMP Cokroaminoto Kotamobagu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional untuk melihat hubungan status gizi dengan kondisi tingkat kebugaran jasmani Siswa Kelas VIII SMP Cokroaminoto Kotamobagu. Populasi siswa KLS VIII SMP Cokroaminoto Kotamobagu, yang berjumlah 63 siswa. Yang terdiri dari dua kelas (a=21 siswa; b=22 siswa dan c= 20), sampel  diambil siswa laki-laki, yang berjumlah 20 siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang berarti dari status gizi yang mempunyai kontribusi sebesar 69%, karena baik buruknya tingkat kebugaran jasmani dapat diprediksi melalui status gizi yang dimiliki oleh siswa. Selanjutnya  hasil z-skor tinggi badan (TB) masih terdapat 9  atau 45 % siswa laki-laki yang memiliki tubuh yang pertumbuhannya pendek tidak sesuai dengan usianya (PTSU). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan positif nyata status gizi dengan tingkat kebugaran jasmani siswa kelas VIII SMP Cokroaminoto Kotamobagu. Kata Kunci : Status Gizi, TKJI
Gambaran pengetahuan tentang gizi dan pelaksanaan pola makan sehat pada mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado Tahun 2013 Supit, Alva
Jurnal Vini Vidi Vici Vol 2, No 1 (2014): Ilmu Keolahragaan
Publisher : Jurnal Vini Vidi Vici

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa merupakan salah satu populasi yang rentan masalah gizi, seperti asupan yang tidak seimbang, jam makan yang tidak teratur, dan kecenderungan mengkonsumsi makanan cepat saji. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pengetahuan mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat di Universitas Negeri Manado tentang gizi, aktivitas fisik, hubungan antara mata kuliah Ilmu Gizi dengan tingkat pengetahuan, serta hubungan antara pengetahuan tentang gizi seimbang dengan praktik pola makan sehat pada praktik kehidupan sehari-hari.  Dari keseluruhan populasi (N=310) diambil sampel secara stratified random sampling (n=189) dengan taraf signifikansi 95%. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan kuesioner pilihan ganda. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk gambaran pengetahuan gizi dan karakteristik responden, serta dengan Pearson’s Correlation Product Moment (Microsoft Excel Add-ons 2007) untuk penelitian korelasi antara skor pengetahuan dengan pola makan. Sebanyak 70.89% mahasiswa IKM Unima memiliki pengetahuan yang baik tentang gizi. Tingkat pengetahuan mahasiswa meningkat seiring dengan lamanya berkuliah di jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat. Namun, sebagian besar (66%) tidak menjalankan pola makan yang sehat dan teratur. Tidak ditemukan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan tentang gizi dengan praktik pola makan yang sehat. Kata kunci: gizi, pengetahuan, praktik, pola makan sehat
IMPROVING THE FUNCTION OF CRISPR-CAS9 FOR GENOME EDITING THERAPY: EDITING THE EDITOR Supit, Alva Sahiri Alexander
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol 4, No 1 (2017): June 2017
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.041 KB) | DOI: 10.29122/jbbi.v4i1.2068

Abstract

Meningkatkan Fungsi CRISPR-Cas9 untuk Terapi Pengeditan GenPengeditan gen menjadi mudah dilakukan sejak ditemukannya clustered regularly interspaced short palindromic repeat (CRISPR) dan CRISPR-associated protein 9 (Cas9) sebagai alat untuk menyunting gen suatu organisme. Sebagian besar penyakit genetik tidak dapat disembuhkan secara kausal dengan terapi yang ada, maka pengeditan gen merupakan suatu cara yang prospektif dalam terapi medis di masa depan. Sayangnya, pengeditan gen dengan Cas9 yang ada saat ini masih memiliki banyak kelemahan, yaitu: 1) kurang spesifik, di mana RNA pemandu dapat berikatan dengan beberapa segmen pada genom manusia, sehingga memungkinkan terjadinya salah target; 2) kurang efisien, karena sekalipun telah berhasil memotong utas ganda DNA, kebanyakan penyambungan kembali akan dilakukan secara non-homology end joining (NHEJ), yang justru meningkatkan peluang terjadinya mutasi; 3) sulit disalurkan ke dalam inti sel karena berbagai sawar fisiologis maupun biokimiawi. Tulisan ini akan membahas perkembangan terkini dalam mengatasi ketiga masalah di atas. Untuk meningkatkan spesifisitas, dapat dilakukan modifikasi RNA pemandu dan struktur Cas9. Efisiensi dapat ditingkatkan dengan meningkatkan peluang terjadinya homology-directed repair dibandingkan NHEJ, sedangkan untuk meningkatkan distribusi ke dalam sel, dapat digunakan berbagai macam vektor, seperti virus dan nanopartikel. CRISPR-Cas9 merupakan area yang aktif diteliti dalam bidang biosains, dan dalam waktu dekat, diharapkan dapat dimanfaatkan dalam bidang klinik.Kata kunci: CRISPR, Cas9, efektivitas, spesifisitas, terapi genABSTRACTGene editing has become reasonably easy since the discovery of clustered regularly interspaced short palindromic repeat (CRISPR) and CRISPR-associated protein 9 (Cas9). Most genetic diseases cannot be treated causally, and currently available therapies are mainly symptom-based. To treat the etiology of genetic diseases, a firm gene editing therapy is necessary to be established. This posits Cas9-facilitated gene editing as a prospective modality to become a clinically approved therapy in the future to treat genetic disorders. However, until recently, Cas9-based genome editing is still facing several hurdles, including low specificity, low effectiveness, and difficult delivery. Currently available Cas9 nucleases are able to bind to non-specific DNA sequence and produce non-specific cleavage. The efficiency has been relatively low due to the preference of non-homologous end-joining (NHEJ) over homology-directed repair (HDR) by the host cell. Furthermore, in order to deliver Cas9 into the nucleus, multiple physiological barriers have to be overcome. This review discussed recent developments in tackling these three hurdles, ranging from designing the guide RNA using multiple bioinformatics tools, modifying Cas9 structure, as well as packaging the nuclease-guide RNA complex into viral vectors and nanoparticles. Considering the active research on this area, it is expected that CRISPR/Cas9 can be utilized as a clinical therapy in the near future.Received: 02 June 2017        Accepted: 07 July 2017        Published: 19 July 2017
Subgenual cingulate cortex activity in predicting risk factor and treatment response in depression Supit, Alva S. A.; Roosdy, Ireine
WMJ (Warmadewa Medical Journal) Vol 3, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmj.3.2.743.53-60

Abstract

Major depressive disorder (MDD) contributes significantly to morbidity, disability, and decreased quality of life, despite the expansion of treatment options. This, in part, is caused by a lack of valid, applicable, and reliable biomarkers to predict the risk, treatment response, and prognosis of depression. In recent years, the anterior cingulate cortex, in particular pars subgenual (sgACC), has received much attention due to its potential utilization as a neural endophenotype for depression. This essay will discuss the functional activity of sgACC, mostly by functional magnetic resonance imaging, in relation to predicting risk for developing depression, predicting patient response-to-treatment, and eventually, to create a platform for personalized psychiatric approach to each patient. The caveats and conditions need to be met will also be discussed, in order to firmly establish sgACC activity as a valid biomarker for depression.
IMPROVING THE FUNCTION OF CRISPR-CAS9 FOR GENOME EDITING THERAPY: EDITING THE EDITOR Supit, Alva Sahiri Alexander
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 4 No. 1 (2017): June 2017
Publisher : Balai Bioteknologi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.041 KB) | DOI: 10.29122/jbbi.v4i1.2068

Abstract

Meningkatkan Fungsi CRISPR-Cas9 untuk Terapi Pengeditan GenPengeditan gen menjadi mudah dilakukan sejak ditemukannya clustered regularly interspaced short palindromic repeat (CRISPR) dan CRISPR-associated protein 9 (Cas9) sebagai alat untuk menyunting gen suatu organisme. Sebagian besar penyakit genetik tidak dapat disembuhkan secara kausal dengan terapi yang ada, maka pengeditan gen merupakan suatu cara yang prospektif dalam terapi medis di masa depan. Sayangnya, pengeditan gen dengan Cas9 yang ada saat ini masih memiliki banyak kelemahan, yaitu: 1) kurang spesifik, di mana RNA pemandu dapat berikatan dengan beberapa segmen pada genom manusia, sehingga memungkinkan terjadinya salah target; 2) kurang efisien, karena sekalipun telah berhasil memotong utas ganda DNA, kebanyakan penyambungan kembali akan dilakukan secara non-homology end joining (NHEJ), yang justru meningkatkan peluang terjadinya mutasi; 3) sulit disalurkan ke dalam inti sel karena berbagai sawar fisiologis maupun biokimiawi. Tulisan ini akan membahas perkembangan terkini dalam mengatasi ketiga masalah di atas. Untuk meningkatkan spesifisitas, dapat dilakukan modifikasi RNA pemandu dan struktur Cas9. Efisiensi dapat ditingkatkan dengan meningkatkan peluang terjadinya homology-directed repair dibandingkan NHEJ, sedangkan untuk meningkatkan distribusi ke dalam sel, dapat digunakan berbagai macam vektor, seperti virus dan nanopartikel. CRISPR-Cas9 merupakan area yang aktif diteliti dalam bidang biosains, dan dalam waktu dekat, diharapkan dapat dimanfaatkan dalam bidang klinik.Kata kunci: CRISPR, Cas9, efektivitas, spesifisitas, terapi genABSTRACTGene editing has become reasonably easy since the discovery of clustered regularly interspaced short palindromic repeat (CRISPR) and CRISPR-associated protein 9 (Cas9). Most genetic diseases cannot be treated causally, and currently available therapies are mainly symptom-based. To treat the etiology of genetic diseases, a firm gene editing therapy is necessary to be established. This posits Cas9-facilitated gene editing as a prospective modality to become a clinically approved therapy in the future to treat genetic disorders. However, until recently, Cas9-based genome editing is still facing several hurdles, including low specificity, low effectiveness, and difficult delivery. Currently available Cas9 nucleases are able to bind to non-specific DNA sequence and produce non-specific cleavage. The efficiency has been relatively low due to the preference of non-homologous end-joining (NHEJ) over homology-directed repair (HDR) by the host cell. Furthermore, in order to deliver Cas9 into the nucleus, multiple physiological barriers have to be overcome. This review discussed recent developments in tackling these three hurdles, ranging from designing the guide RNA using multiple bioinformatics tools, modifying Cas9 structure, as well as packaging the nuclease-guide RNA complex into viral vectors and nanoparticles. Considering the active research on this area, it is expected that CRISPR/Cas9 can be utilized as a clinical therapy in the near future.Received: 02 June 2017        Accepted: 07 July 2017        Published: 19 July 2017
Ketergantungan Nikotin: Aspek Molekuler dan Implikasi Terapi Berbasis Bukti S. A. Supit, Alva
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 4 (2016): Adiksi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.422 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v43i4.45

Abstract

Ketergantungan nikotin merupakan masalah kesehatan masyarakat yang perlu ditangani dengan serius karena tingginya angka morbiditas dan mortalitas. Di tingkat molekuler, nikotin akan berikatan dengan reseptor asetilkolin nikotinik di membran neuron area tegmental ventral, memicu serangkaian depolarisasi dan pelepasan dopamin terutama di nukleus akumbens dan korteks prefrontal, yang akan diinterpretasi sebagai kenikmatan oleh seorang individu. Pada pemakaian nikotin kronis, akan terjadi serangkaian desensitisasi reseptor di tingkat sirkuit ataupun di tingkat transkripsi genetik pada neuron yang terlibat, sehingga kadar dopamin yang dilepaskan akan makin tinggi dan makin euforia. Aspek genetik dan epigenetik juga berpengaruh dalam patogenesis ketergantungan nikotin. Penanganan farmakologik yang telah terbukti berupa terapi penggantian nikotin, bupropion, dan vareniklin, sedangkan yang masih dalam tahap riset berupa vaksin nikotin, dianiklin, NCT00741884, NCT01234142, dan rimonabant.
IMPROVING THE FUNCTION OF CRISPR-CAS9 FOR GENOME EDITING THERAPY: EDITING THE EDITOR Alva Sahiri Alexander Supit
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 4 No. 1 (2017): June 2017
Publisher : Balai Bioteknologi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.041 KB) | DOI: 10.29122/jbbi.v4i1.2068

Abstract

Meningkatkan Fungsi CRISPR-Cas9 untuk Terapi Pengeditan GenPengeditan gen menjadi mudah dilakukan sejak ditemukannya clustered regularly interspaced short palindromic repeat (CRISPR) dan CRISPR-associated protein 9 (Cas9) sebagai alat untuk menyunting gen suatu organisme. Sebagian besar penyakit genetik tidak dapat disembuhkan secara kausal dengan terapi yang ada, maka pengeditan gen merupakan suatu cara yang prospektif dalam terapi medis di masa depan. Sayangnya, pengeditan gen dengan Cas9 yang ada saat ini masih memiliki banyak kelemahan, yaitu: 1) kurang spesifik, di mana RNA pemandu dapat berikatan dengan beberapa segmen pada genom manusia, sehingga memungkinkan terjadinya salah target; 2) kurang efisien, karena sekalipun telah berhasil memotong utas ganda DNA, kebanyakan penyambungan kembali akan dilakukan secara non-homology end joining (NHEJ), yang justru meningkatkan peluang terjadinya mutasi; 3) sulit disalurkan ke dalam inti sel karena berbagai sawar fisiologis maupun biokimiawi. Tulisan ini akan membahas perkembangan terkini dalam mengatasi ketiga masalah di atas. Untuk meningkatkan spesifisitas, dapat dilakukan modifikasi RNA pemandu dan struktur Cas9. Efisiensi dapat ditingkatkan dengan meningkatkan peluang terjadinya homology-directed repair dibandingkan NHEJ, sedangkan untuk meningkatkan distribusi ke dalam sel, dapat digunakan berbagai macam vektor, seperti virus dan nanopartikel. CRISPR-Cas9 merupakan area yang aktif diteliti dalam bidang biosains, dan dalam waktu dekat, diharapkan dapat dimanfaatkan dalam bidang klinik.Kata kunci: CRISPR, Cas9, efektivitas, spesifisitas, terapi genABSTRACTGene editing has become reasonably easy since the discovery of clustered regularly interspaced short palindromic repeat (CRISPR) and CRISPR-associated protein 9 (Cas9). Most genetic diseases cannot be treated causally, and currently available therapies are mainly symptom-based. To treat the etiology of genetic diseases, a firm gene editing therapy is necessary to be established. This posits Cas9-facilitated gene editing as a prospective modality to become a clinically approved therapy in the future to treat genetic disorders. However, until recently, Cas9-based genome editing is still facing several hurdles, including low specificity, low effectiveness, and difficult delivery. Currently available Cas9 nucleases are able to bind to non-specific DNA sequence and produce non-specific cleavage. The efficiency has been relatively low due to the preference of non-homologous end-joining (NHEJ) over homology-directed repair (HDR) by the host cell. Furthermore, in order to deliver Cas9 into the nucleus, multiple physiological barriers have to be overcome. This review discussed recent developments in tackling these three hurdles, ranging from designing the guide RNA using multiple bioinformatics tools, modifying Cas9 structure, as well as packaging the nuclease-guide RNA complex into viral vectors and nanoparticles. Considering the active research on this area, it is expected that CRISPR/Cas9 can be utilized as a clinical therapy in the near future.Received: 02 June 2017        Accepted: 07 July 2017        Published: 19 July 2017