cover
Contact Name
Suryanto Arifin
Contact Email
suryanto@unhas.ac.id
Phone
+6285299941328
Journal Mail Official
suryanto@unhas.ac.id
Editorial Address
Kampus Unhas Tamalanrea Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 10
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Hasanuddin Journal of Sociology (HJS).
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 26855348     EISSN : 26854333     DOI : 10.31947
Core Subject : Social,
1. Community Development 2. Conflict and Resolutions 3. Community Disaster 4. Gender and Family 5. Political and Sociology 6. Social Welfare 7. Society and Media 8. Society and Environmental 9. Rural Sociology 10. Urban Sociology 11. Sociology and Marine Society 12. Industrial Sociology
Articles 6 Documents
Search results for , issue "VOLUME, 2 ISSUE 1, 2020" : 6 Documents clear
KONTROL SOSIAL MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG REMAJA (KASUS PACARAN DI TAMAN SYARIAH KOTA PAREPARE) Syahrul Syam; Zakaria Zakaria; Andi Haris; Rahmat Muhammad
Hasanuddin Journal of Sociology VOLUME, 2 ISSUE 1, 2020
Publisher : Department of Sociology Faculty of Social and Political Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjs.v2i1.9778

Abstract

   This research explains about community social control toward deviant behavior of adolescents in Parepare City, especially community social control toward adolescents who are dating in the sharia park. Qualitative research methods were used to explore and understand the meaning of the problem studies, on the basis of case study research. There were seven informants in this research, consisting of community leaders, people who lived around the park, and visitors of the sharia park. The results of the research revealed that adolescent dating behavior was still considered in the category of relative deviation. Thus, the community that controls adolescents starting from the form, nature, and control processes are very weak. This was because the community would only control optimally when the courtship of adolescents in the sharia park had entered the stage of intimacy or sexual self-disclosure. The lack of community social control was caused by lack of socialization, government oversight and a variety of existing values and norms. Keywords: social control, deviant behavior, dating of adolescent.
TINGKAT KEPERCAYAAN PADA SISWA TERHADAP PELAYANAN GURU BK (BIMBINGAN KONSELING) DI SMP NEGERI 01 TURIKALE MAROS Isdiana Holida Bahary; Mansyur Radjab; Suparman Abdullah
Hasanuddin Journal of Sociology VOLUME, 2 ISSUE 1, 2020
Publisher : Department of Sociology Faculty of Social and Political Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjs.v2i1.9884

Abstract

Penelitian ini  dilatarbelakangi olehadanya Undang Undang Perlindungan Anak (UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak) menjadikan dilema yang berat bagi para guru dalam memberikan hukuman bagi para siswa yang melanggar aturan-aturan di sekolah. Dampak dari dilema tersebut, akhirnya guru menjadi kurang tegas terhadap siswa yang nakal atau melanggar tata tertib yang ada di sekolah.Ketidaktegasan guru berdampak terhadap semakin rendahnya wibawa guru di hadapan parasiswa, khususnya di kalangan siswa-siswa yang nakal. Mereka semakin seenaknya melanggar tata tertib sekolah. Sehingga trust atau kepercayaan siswa yang lain terhadap gurunya menjadi sangat rentan.Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis tentang bentuk kepercayaan responden dan pelayanan guru BK, persepsi kepercayaan responden terhadap pelayanan guru BK, pengaruh antara kepercayaan siswa terhadap pelayanan guru BK. Penelitian ini menggunakan  analisisunivaratdanbivaratmenggunakan bantuan software aplikasi computer program SPSS versi 24.Siswa dalam penelitian ini berjumlah 78siswa. Teknik Sampling menggunakan  metode disproportionate stratified random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik melalui kuesioner (angket), observasi, wawancara semiterstruktur dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh ada pengaruh positif dan signifikan antara pelayanan dan kepercayaan siswa. Artinya apabila variabel pelayanan semakin baik, maka kepercayaan siswa juga akan semakin tinggi, demikian pula sebaliknya, apabila variabel pelayanan semakin kurang, maka kepercayaan siswa juga akan semakin berkurang. 
MAKNA KESEJAHTERAAN PENDUDUK LANJUT USIA (Tinjauan Sosiologi Kependudukan dan Kesejahteraan) Hasbi Hasbi; Musrayani Usman
Hasanuddin Journal of Sociology VOLUME, 2 ISSUE 1, 2020
Publisher : Department of Sociology Faculty of Social and Political Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjs.v2i1.10556

Abstract

Data Badan Pusat Statistik (BPS 2018) menunjukkan peningkatan populasi penduduk lanjut usia. Pada tahun 2000 penduduk lanjut usia berjumlah 14,45 juta jiwa (7,18 persen), meningkat pada tahun 2010 menjadi 18,04 juta jiwa (7,56 persen) dan pada tahun 2018 jumlah penduduk lanjut usia meningkat menjadi 24,49 juta jiwa (9,27 persen). Jika peningkatan populasi penduduk lanjut usia tidak diantisipasi akan menjadi beban bagi negara, masyarakat, dan keluarga. Tujuan kajian ini untuk mengetahui pemeranan interaksi sosial dan dukungan sosial penduduk lanjut usia. Metode kajian adalah kajian pustaka dengan jenis analisis data sekunder. Data diperoleh dari beberapa artikel dan buku-buku yang relevan. Hasil kajian menemukan aspek interaksi sosial lanjut usia dengan keluarga dan lingkungan, menentukan dukungan sosial keluarga dan lingkungan terhadap mereka. Kesimpulan, dengan pemeranan interasi sosial penduduk lanjut usia dan pemeranan dukungan sosial oleh keluarga dan lingkungan terhadap penduduk lanjut usia, diharapkan para penduduk lanjut usia akan mencapai kondisi successful aging atau kesejahteraan subyektif.
HUBUNGAN ANTAR STRATA SOSIAL DALAM MASYARAKAT MODERN ( Kasus Rampanan Kapa’ Dalam Masyarakat Tana Toraja ) Muhammad Tobar; M Tahir Kasnawi; M Ramli A.T
Hasanuddin Journal of Sociology VOLUME, 2 ISSUE 1, 2020
Publisher : Department of Sociology Faculty of Social and Political Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjs.v2i1.10557

Abstract

Dalam masyarakat senantiasa memiliki sejumlah lapisan, lapisan tersebut sebagai pembeda antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya dan kadang menimbulkan diskriminasi atau pemisahan dalam masyarakat. Strata sosial dalam masyarakat Toraja dikenal dengan sistem kasta yaitu tana’ bulaan (bangsawan asli), tana’ bassi (bangsawan campuran), tana’ karurung (masyarakat biasa), dan tana’ kua-kua (hamba sahaya). Diera modern strata sosial masih sangat tampak pada masyarakat Tana Toraja sebagaimana kaitannya dengan tradisi rampanan kapa’(pernikahan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu hubungan antar strata sosial sera faktor pendorong keterbukaan strata sosial dalam masyarakat Tana Toraja yang dilihat dalam tradisi rampanan kapa’. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk hubungan antar strata sosial dalam masyarakat Tana Toraja dapat dilihat dari proses lamaran dalam pernikahan, misalnya ketika sedang melakukan lamaran hal yang paling utama disinggung adalah Tongkonannya. Misalnya kamu dari Tongkonan mana. Dari Tongkonan ini dapat diketahui masyarakat berdasarkan strata sosialnya. Kemudian sanksi sosial dalam tradisi rampanan kapa. Misalnya ketika melakukan perceraian akan dikenakan sanksi adat berdasarkan strata sosialnya. Katakanlah strata tinggi dalam kelas bangsawan yang melakukan perceraian akan dikenakan sanksi berupa kerbau dengan jumlah 24 ekor. Adapun Faktor pendorong keterbukaan strata sosial masyarakat dalam tradisi rampan kapa’ adalah faktor perkembangan zaman yakni modern, faktor perkembangan ilmu pengetahuan, faktor agama dan faktor ekonomi. Faktor tersebut cenderung mendominasi mempengaruhi keterbukaan strata sosial masyarakat Toraja dalam tradisi rampanan kapa’.
PEMIMPIN PERUBAHAN: REFLEKSI MUNCULNYA DAN PENGEMBANGAN STUDI SOSIOLOGIS Arsyad Genda; Suryanto Arifin; Muhammad Sabiq
Hasanuddin Journal of Sociology VOLUME, 2 ISSUE 1, 2020
Publisher : Department of Sociology Faculty of Social and Political Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjs.v2i1.10558

Abstract

Tulisan ini, menjelaskan tiga poin penting. Pertama, pengetahuan manusia dan konteksnya, kedua, kaitan pengetahuan manusia dan ideologi terhadap perilaku manusia dan ketiga, konteks perilaku manusia (pemimpin perubahan) dan kaitan dengan munculnya pemikiran yang bersifat sosiologis atau studi sosiologi. Berbagai jenis pengetahuan manusia, sebagaimana yang dikemukakan oleh Comte, Durkheim, Turner  dan ahli lainnya berbeda, tetapi pada dasarnya tidak bertentangan. Peran para ahli dan atau pemimpin perubahan tidak hanya berkontribusi secara signifikan terhadap lahir dan berkembangnya ilmu pengetahuan (khususnya studi sosiologi), tetapi yang lebih mendasar adalah membangun nilai-nilai moral dan kemanusiaan. Pemimpin  perubahan yang dimaksud, antara lain; Mohandas Karamchand Gandhi, Nelson Mandela, Jr.Martin Luther, Bung Karno, Bung Hatta, B.J. Habibie dan M. Jusuf Kalla. Muncul dan berkembangnya studi sosiologi, tidak dapat dilepaskan dengan kontribusi dari berbagai ahli atau tokoh perubahan. Termasuk J.J. Rousseau, Thomas Hobbes, Comte, Spencer, Durkheim, Weber,  Marx dan Simmel). Pertanyaan penting dari Simmel “How society is possible”. Esai Georg Simmel ini,  dibangun di atas gagasan bahwa seorang individu dapat mengembangkan dirinya sendiri sepenuhnya hanya dengan masuk ke dalam masyarakat tetapi tetap ditandai dengan "tambahan" atau "inti individualitas" yang tidak pernah sepenuhnya disosialisasikan. Pertanyaan/esai Simmel ini, mengispirasi banyak ahli dalam mengembangkan studi sosiologi. Akhirnya, tulisan ini menganggap penting memahami secara utuh setiap pemimpin perubahan (lokal/regional, nasional dan dunia) yang berorientasi dalam membangun nilai-nilai kemanusiaan dan untuk kemaslahatan manusia dan masyarakat.
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP PERILAKU WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN DI LAPAS KELAS I MAKASSAR Andi Anriyadi
Hasanuddin Journal of Sociology VOLUME, 2 ISSUE 1, 2020
Publisher : Department of Sociology Faculty of Social and Political Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjs.v2i1.10571

Abstract

Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan peradaban manusia dari masa ke masa, kebutuhan kepentingan manusia semakin bertambah, hal ini tentunya membawa dampak negatif yang mengakibatkan bertambahnya kemungkinan terjadinya kejahatan, individu yang melakukan tindak pelanggaran hukum akan mendapatkan sanksi. Pidana penjara merupakan fungsi untuk menyadarkan individu dari tindak kejahatan dan tidak mengulangi di masa yang akan datang dan individu dalam menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan. Oleh karena itu maka pihak keluarga perlu memberikan dukungan sosial yang dapat membantu narapidana merasa tenang, diperhatikan, dicintai dan menimbulkan rasa percaya diri. Dukungan sosial keluarga terdiri dari : dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan informasi dan dukungan motivasi yang mempengaruhi penerimaan kembali narapidana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yang menjelaskan hubungan antara variabel-variabel penelitian melalui pengujian hipotesis. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang diberikan kepada Warga Binaan pemasyarakatan yang telah ditentukan. Hasil penelitian diperoleh temuan bahwa dukungan sosial keluarga ditinjau dari dukungan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku warga binaan, dukungan instrumental berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku warga binaan pemasyarakatan, dukungan informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku warga binaan pemasyarakatan, serta dukungan motivasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku warga binaan pemasyarakatan di Lapas Kelas I Makassar.

Page 1 of 1 | Total Record : 6