cover
Contact Name
Angga Nugraha
Contact Email
anggasosek2010@gmail.com
Phone
+6285342741913
Journal Mail Official
anggasosek2010@gmail.com
Editorial Address
Jl.Angkatan 45 No1a Lt Salo Rappang Kabupaten Sidenreng Rappang
Location
Kab. sidenreng rappang,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal sains dan teknologi industri peternakan
ISSN : -     EISSN : 27757889     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan merupakan jurnal berkala 6 bulanan. Jurnal ini dikelola dengan profesional dengan reviewer internal dan eksternal.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2021): Februari 2021" : 5 Documents clear
POTENSI LIMBAH TERNAK RUMINANSIA DI KABUPATEN SIDRAP Purnomo, Nurul; M., Armayani
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 1 No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v1i1.196

Abstract

Increasing livestock population has an impact on increasing livestock waste production. Livestock waste can be a source of environmental pollution but can also be processed into organic fertilizer and biogas. But until now there has been no research into waste production and the distribution of ruminant livestock waste production in Sidrap Regency. This study aims to determine the production of ruminant livestock waste and the distribution of livestock waste production in Sidrap Regency. The results showed that ruminant livestock waste production in Sidrap District reached 204,903 tons / year consisting of 235,797 tons / year of cattle livestock waste, 17,290 tons / year of buffalo and 1,816 tons / year of goats. Livestock waste production is spread throughout the entire district area. The highest livestock waste production in Pituriase District, amounting to 84,274 tons / year, then Watang Pulu District 78,235 tons / year, Panca Lautang 27,186 tons / year, Kulo 12,164 tons / year, Pitu Riawa 10.765 tons / year, Maritengae 9,867 tons / year, Panca Lautang 27,186 tons / year, Kulo 12,164 tons / year, Pitu Riawa 10.765 tons / year, Maritengae 9,867 tons / year, Panca Lautang Rijang 9,120 tons / year, Watang Sidenreng 8,407 tons / year, Tellu Limpoe 7,624 tons / year, Two Pitue 5,023 tons / year and Baranti 2,238 tons / year. Based on the results of the study, it can be concluded that the production of livestock waste in Sidrap Regency reaches 204,903 tons / year and is spread unevenly throughout the district.
STUDI KOMPARATIF PERTUMBUHAN RUMPUT MULATO PADA LAHAN PASCA TAMBANG YANG DIBERI PUPUK BERBEDA Irwan, Muh.; M., Armayani
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 1 No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v1i1.197

Abstract

To determine the effectiveness of the use of organic fertilizers on the growth rate of grass mulato (brachiaria hybrid cv mulato) which is planted on the soil after mining PT. Vale, bro. located in sorowako, East Luwu Regency, South Sulawesi Province. This Research was conducted using a completely randomized design (CRD) factorial (4 x 3) with 3 times replication for each treatment combination. Factor A as a type of fertilizer and Factor B as a cutting age. Experiments are 36 total units. The results showed that the plant height given liquid organic fertilizer was significantly higher (P <0.01) than the plant height rate in the post-mining soil which was given granular fertilizer. This difference occurs because liquid organic fertilizer is faster absorbed by plants than organic solid fertilizer (granules). Post-mining land which is used as a medium for mulato grass growth is actually not a barrier to use. The conclusion of this research is the use of organic fertilizers in the cultivation of grass mulato (Brachiaria hybrid cv. Mulato) on post-mining land gave a positive response. The use of organic liquid fertilizer provides the best response compared to the control and solid organic fertilizer (granule).
MOTIVASI PETERNAK TERHADAP KINERJA SISTEM BAGI HASIL USAHA TERNAK SAPI POTONG DI KECAMATAN MAIWA, KABUPATEN ENREKANG, PROPINSI SULAWESI SELATAN Nugraha, Angga; Mansur, Musdalifa; Ramadhanty, Dhian
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 1 No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v1i1.198

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis motivasi peternak bagi hasil usaha ternak sapi potong dan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi peternak usaha ternak sapi potong dengan pola sistem bagi hasil. Waktu pengambilan data mulai bulan januari sampai dengan bulan februari 2017. Penelitian dilakukan di Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang, Metode Penelitian survey. Sampel berjumlah 64 peternak diambil (total sampling). Metode analisis data yaitu pengujian model statistik menggunakan SEM SmartPLS (Partial Least Square) 2.0. Hasil penelitian menjelaskan bahwa 1. Motivasi peternak sistem bagi hasil usaha sapi potong yaitu memenuhi kebutuhan hidup keluarga, memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak, memenuhi kebutuhan sekunder, hubungan dengan pemilik modal, hubungan dengan penyuluh, hubungan dengan pemerintah, hubungan dengan masyarakat, hubungan dengan peternak lain, memperoleh penghargaan dari sistem bagi hasil, serta memperoleh pengetahuan dan pengalaman beternak. 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi peternak sistem bagi hasil usaha sapi potong yaitu jumlah ternak yang dimiliki, pendapatan non peternak, pendapatan sistem bagi hasil, penguasaan lahan pertanian, dan jumlah pedet yang dihasilkan.
PENGARUH BODY CONDITION SCOR TERHADAPAT EFISIENSI REPRODUKSI SAPI PERAH Mansur, Musdalifa
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 1 No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v1i1.254

Abstract

ABSTRAK Keberhasilan usaha perkembangbiakan sangat terkait dengan tingkat produktifitas dan reproduksi, salah satuanya adalah body condition score. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi reproduksi pada induk sapi perah yang mengalami gangguan reproduksi. Penelitian ini dilakukan secara survei dengan pengumpulan data primer dan sekunder. Pengambilan data primer dilakukan dengan cara pengamatan dan wawancara langsung dengan peternak menggunakan daftar pertanyaan yang tersedia, sedangkan data sekunder diperoleh dari petugas inseminator di Dusun Panette Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ternak normal body condition score berkisar antara 2,75-3,5 sedangkan pada ternak yang mengalami gangguan reproduksi body condition score berkisar antara ≤2,5 - ≥3,75. Perhitungan body condition score sangat diperlukan untuk mengetahui berapa besar jumlah nutrisi yang diberikan agar kondisi sapi dalam keadaan optimal. Kemampuan seekor ternak untuk memenuhi kriteria body condition score tertentu sangat dipengaruhi oleh level cadangan energi dan lemak tubuh yang mana sangat bergantung pada manajemen pakan dan kontrol penyakit, dan kedua hal tersebut juga menjadi sumber penyebab terjadinya gangguan reproduksi sehingga ternak yang mengalami gangguan reproduksi seringkali disertai body condition score yang buruk ataupun sebaliknya. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin rendah atau semakin tinggi body condition score seekor ternak maka akan mempengaruhi efisiensi reproduksinya
REPRODUCTIVE EFFICIENCY OF DAIRY COWS WITH REPEAT BREEDING Ramadhanty, Dhian
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 1 No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v1i1.343

Abstract

Salah satu gangguan reproduksi yang banyak terjadi di Peternakan sapi perah, yaitu kawin berulang (Repeat Breeding). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efisiensi reproduksi induk sapi perah yang mengalami kawin berulang. Penelitian ini dilakukan secara survei dengan pengumpulan data primer dan sekunder. Pengambilan data primer dilakukan dengan cara pengamatan, melihat recording dan wawancara langsung dengan peternak menggunakan daftar pertanyaan yang tersedia, sedangkan data sekunder diperoleh dari petugas inseminator di Dusun Panette Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ternak normal rata-rata calving interval adalah 13 bulan sedangkan pada ternak yang mengalami kawin berulang rata-rata calving interval adalah 24 bulan. Sapi perah dengan calving interval yang panjang menunjukkan bahwa sapi perah tersebut mempunyai efisiensi reproduksi yang rendah. Sebaliknya, sapi perah betina dengan calving interval yang pendek menunjukkan bahwa sapi perah tersebut memiliki efisiensi reproduksi yang tinggi. Kesimpulan penelitian ini adalah efisiensi reproduksi ternak yang mengalami kawin berulang jika dilihat dari calving interval yaitu lebih panjang dibandingkan dengan ternak dengan kondisi normal. Sapi perah dengan calving interval yang panjang menunjukkan bahwa sapi perah tersebut mempunyai efisiensi reproduksi yang rendah.

Page 1 of 1 | Total Record : 5