Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pelatihan penampungan dan pengolahan semen kambing untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak: Collection and processing of goat semen to enhance livestock productivity Mansur, Musdalifa; Wahyuni, Sri; Mutiara, Mutiara
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v5i4.494

Abstract

ABSTRACT  Suboptimal reproduction issues often hamper the productivity of goat farming in Indonesia. One potential solution to improve productivity is through artificial insemination (AI) technology using high-quality goat semen. However, the knowledge and skills of farmers in collecting and processing goat semen are still limited. This community service program aims to increase the productivity of goat farming through education and training on the techniques of semen collection and processing, as well as the implementation of artificial insemination for local farmers. The methods used include socialization and education through seminars and workshops and technical training in semen collection, processing, storage, and artificial insemination techniques. Additionally, periodic assistance and monitoring are conducted to evaluate program's success. The results of this program show an increase in farmers' knowledge and skills in semen collection, processing, and use of goat semen. This is reflected in the reduction of semen damage rates, improvement in the quality of produced semen, and an increase in goat birth rates through artificial insemination. Additionally, there is an improvement in the genetic quality and productivity of goats in the targeted area. This program is expected to have a significant positive impact on the productivity of goat farming. It can be adopted and implemented in other areas facing similar issues, thereby providing broader benefits in the development of goat farming in Indonesia.  Keywords: Artificial insemination; Farming productivity; Goats; Semen collection; Semen processing    ABSTRAK Produktivitas peternakan kambing di Indonesia seringkali terhambat oleh masalah reproduksi yang kurang optimal. Salah satu solusi potensial untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan teknologi inseminasi buatan (IB) menggunakan semen kambing berkualitas tinggi. Namun, pengetahuan dan keterampilan peternak dalam penampungan dan pengolahan semen kambing masih terbatas. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas peternakan kambing melalui edukasi dan pelatihan tentang teknik penampungan dan pengolahan semen kambing serta pelaksanaan inseminasi buatan kepada peternak lokal. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan edukasi melalui seminar dan lokakarya, pelatihan teknis penampungan, pengolahan, penyimpanan semen, serta teknik inseminasi buatan. Selain itu, dilakukan pendampingan dan monitoring secara berkala untuk mengevaluasi keberhasilan program. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam teknik penampungan, pengolahan, dan penggunaan semen kambing. Hal ini tercermin dari penurunan angka kerusakan semen, peningkatan kualitas semen yang dihasilkan, dan peningkatan angka kelahiran kambing melalui inseminasi buatan. Selain itu, terdapat peningkatan kualitas genetik dan produktivitas kambing di wilayah sasaran. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap produktivitas peternakan kambing dan dapat diadopsi serta diterapkan di daerah lain yang memiliki permasalahan serupa, sehingga memberikan manfaat yang lebih luas dalam pengembangan peternakan kambing di Indonesia. Kata kunci: Inseminasi buatan; Kambing; Penampungan semen; Pengolahan semen; Produktivitas peternakan
INTEGRASI SENI BUDAYA DAN KEWIRAUSAHAAN PADA COOKING DEMO: KREASI OLAHAN PANGAN LOKAL MENJADI PRODUK KULINER KEKINIAN Yusrianti, Yusrianti; Mustanir, Ahmad; S, Muliani; Efendy R, Rustam; Herman, Bahtiar; Nur, Muhammad; Hartati, Hartati; Kahar, Abd.; Yusmah, Yusmah; Mansur, Musdalifa; Dwi Resqi Pramana, Andi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 10 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i10.%p

Abstract

Kegiatan Cooking Demo Expo yang diselenggarakan oleh Dosen dan KKN 7 UMS Rappang di Desa Timoreng Panua bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi produk kuliner modern yang memiliki nilai seni, budaya, dan ekonomi. Metode dilakukan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan mahasiswa, masyarakat, dan pelaku UMKM lokal. Tahapan kegiatan mencakup persiapan, sosialisasi, pelatihan, cooking demo, pendampingan UMKM, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan pada keterampilan peserta dalam mengolah produk kuliner berbasis tanaman lokal dengan sentuhan seni budaya dalam penyajian dan kemasan. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai strategi kewirausahaan, pemasaran digital, dan peluang usaha. Program ini memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan ekonomi lokal dan mendorong inovasi produk yang berbasis pada potensi daerah.
Optimasi Penggunaan Ampas Tahu Dalam Pakan Komersial Untuk Meningkatkan Kualitas Telur Ayam Layer Fadillah, Nur; Armayani M.; Mansur, Musdalifa
Jurnal Peternakan Lokal Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Peternakan Lokal
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/peternakan.v7i2.2683

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ampas tahu dalam pakan komersial terhadap kualitas telur ayam layer. Bahan yang digunakan adalah ampas tahu yang diperoleh dari pabrik tahu. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan yaitu : P0 : 100% pakan komersial + 0% ampas tahu, P1: 75% pakan komersial + 25% ampas tahu, P2 : 50% pakan komersial + 50% ampas tahu, P3 : 25% pakan komersial + 75% ampas tahu. Variabel penelitian yang diamati adalah : bobot telur, ketebalan cangkang telur, ketebalan albumin, dan warna kuning telur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analysis of variance dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ampas tahu dalam pakan berpengaruh nyata (P<0,05) pada bobot telur dan ketebalan cangkang telur sedangkan pada ketebalan albumin dan warna kuning telur tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Dapat disimpulkan bahwa ampas tahu dalam pakan ayam layer dapat mempengaruhi kualitas telur terutama dalam aspek bobot dan ketebalan cangkang.
Specific Species DNA Amplification as a Halal Authentication Method in Sausage Based on Genetic Markers Purnomo, Nurul; Mansur, Musdalifa; Nugraha, Angga; Dagong, Muh. Ihsan A.; Natsir, Asmuddin
Jurnal Agripet Vol 23, No 2 (2023): Volume 23, No. 2, Oktober 2023
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v23i2.26595

Abstract

ABSTRACT. Sausage is a processed meat food that is susceptible to counterfeiting by mixing non-halal meat, so a valid, fast and cheap halal authentication method is needed for sausages. This study aims to determine the specific species genes of Cytochrome-b in target DNA amplification as a halal authentication method in sausages. In this study, the samples used were beef sausage, chicken sausage, and pork sausage. The stages of this research consisted of DNA purification, measuring DNA quality, amplifying object DNA using Cytochrome-b, electrophoresis, and visualization of the gel documentation. The DNA purification results from beef sausage, chicken sausage, and pork sausage respectively obtained concentrations of 3 (ng/l), 2.6 (ng/l), and 2.8 (ng/l), and purity of 1.15, 0.76, and 0.88. Meanwhile, DNA amplification produced fragments with lengths for beef sausage, chicken sausage, and pork sausage, namely the Cytochrome-b gene 274 bp, 227 bp, and 398 bp. Based on this study, it's concluded that the Cytochrome-b genes could amplify target DNA from beef sausage, chicken sausage, and pork sausage so that they could be used as gene markers for authenticating halal sausages.(Amplifikasi DNA Spesifik Spesies sebagai metode autentikasi halal pada sosis berdasarkan penanda genetic)ABSTRAK. Sosis merupakan makanan olahan daging yang rentan terhadap pemalsuan dengan mencampurkan daging non halal, sehingga diperlukan metode autentikasi halal yang valid, cepat dan murah untuk sosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gen spesies spesifik Cytochrome-b pada amplifikasi DNA target sebagai metode autentikasi halal pada sosis. Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan adalah sosis sapi, sosis ayam, dan sosis babi. Tahapan penelitian ini terdiri dari pemurnian DNA menggunakan Quick-DNA Plus Kits, Zymo Research, pengukuran kualitas DNA, amplifikasi pada DNA target menggunakan gen Cytochrome-b, elektroforesis, dan visualisasi pada gel dokumentasi. Hasil pemurnian DNA sosis sapi, sosis ayam, dan sosis babi masing-masing diperoleh konsentrasi 3 (ng/l), 2,6 (ng/l), dan 2,8 (ng/l), dan kemurnian 1,15, 0,76, dan 0,88. Sedangkan amplifikasi DNA menghasilkan fragmen dengan panjang untuk sosis sapi, sosis ayam, dan sosis babi yaitu gen Cytochrome-b 274 bp, 227 bp, dan 398 bp. Berdasarkan penelitian ini, disimpulkan bahwa gen Cytochrome-b dapat mengamplifikasi DNA target dari sosis sapi, sosis ayam, dan sosis babi sehingga dapat digunakan sebagai penanda gen untuk autentikasi sosis halal.
Pengaruh Penambahan Glukosa pada Pengencer Masa Kriopreservasi Nuralamsyah, M.; Mansur, Musdalifa; M., Armayani
Jurnal Peternakan Lokal Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Peternakan Lokal
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/peternakan.v6i1.2064

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi glukosa dalam pengencer andromed terhadap kualitas spermatozoa sapi limosin selama masa kriopreservasi dan untuk mengetahui konsentrasi glukosa yang terbaik dalam mempertahankan kualitas spermatozoa sapi limousine selama masa kriopreservasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan dan 4 kali ulangan yaitu, 0%, 0,125%, 0,25%, 0,5%, dan 1%. Parameter yang diamati yaitu Motilitas Spermatozoa, Viabilitas Spermatozoa, Abnormalitas Spermatozoa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan penambahan glukosa berpengaruh sangat nyata terhadap Motilitas Spermatozoa, Perlakuan dengan penambahan glukosa 1% menghasilkan Motilitas yang lebih tinggi, Hasil penelitian ini menun jukkan bahwa perlakuan penanbahan glukosa berpengaruh sangat nyata terhadap Viabilitas Spermatozoa. Perlakuan dengan penambahan glukosa 1% menghasilkan Viabilitas yang lebih tinggi, Penambahan glukosa tidak berpengaruh nyata terhadap Abnormalitas Spermatozoa setelah masa kriopreservasi, Disimpulkan bahwa: Suplementasi glukosa dalam pengencer andromed berpengaruh terhadap viabilitas dan motilitas setelah masa kriopreservasi namun tidak berpengaruh terhadap abnormalitas setelah masa kriopreservasi, Dan Presentase glukosa yang terbaik dalam mempertahankan kualitas spermatozoa sapi limousine selama kriopreservasi adalah penambahan glukosa 1%.
PERSEPSI PETERNAK SETELAH MENGADOPSI VAKSINASI PMK ( PENYAKIT MULUT & KUKU ) PADA SAPI BALI DI DESA BULO WATTANG KECAMATAN PANCARIJANG KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG: FARMER’S PERCEPTION AFTER ADOPTING FMD (FOOT AND MOUTH DISEASE) VACCINATION ON BALI CATTLE IN BULO WATTANG VILLAGE, PANCARIJANG DISTRICT, SIDENRENG RAPPANG REGENCY Nurhafizah, Alya; Nugraha, Angga; Mansur, Musdalifa
Tropical Animal Science Vol. 7 No. 2 (2025): TROPICAL ANIMAL SCIENCE
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/tas.v7i2.1864

Abstract

This study aims to determine the perception of farmers after adopting Foot and Mouth Disease (FMD) vaccination in Bali cattle in Bulo Wattang Village, Pancarijang District, Sidenreng Rappang Regency. This study uses a descriptive quantitative approach. Data were obtained through observation, interviews, questionnaires, and documentation. The research sample consisted of 35 farmers selected purposively. The results showed that farmers' perceptions of FMD vaccination were relatively high, especially in terms of benefits and motivation. However, limitations were still found in the skills of implementing vaccination independently and the availability of supporting facilities. Farmers' awareness of the importance of vaccination is quite good, but its technical implementation is still very dependent on the government and extension workers.
MOTIVASI PETERNAK TERHADAP KINERJA SISTEM BAGI HASIL USAHA TERNAK SAPI POTONG DI KECAMATAN MAIWA, KABUPATEN ENREKANG, PROPINSI SULAWESI SELATAN Nugraha, Angga; Mansur, Musdalifa; Ramadhanty, Dhian
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 1 No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v1i1.198

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis motivasi peternak bagi hasil usaha ternak sapi potong dan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi peternak usaha ternak sapi potong dengan pola sistem bagi hasil. Waktu pengambilan data mulai bulan januari sampai dengan bulan februari 2017. Penelitian dilakukan di Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang, Metode Penelitian survey. Sampel berjumlah 64 peternak diambil (total sampling). Metode analisis data yaitu pengujian model statistik menggunakan SEM SmartPLS (Partial Least Square) 2.0. Hasil penelitian menjelaskan bahwa 1. Motivasi peternak sistem bagi hasil usaha sapi potong yaitu memenuhi kebutuhan hidup keluarga, memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak, memenuhi kebutuhan sekunder, hubungan dengan pemilik modal, hubungan dengan penyuluh, hubungan dengan pemerintah, hubungan dengan masyarakat, hubungan dengan peternak lain, memperoleh penghargaan dari sistem bagi hasil, serta memperoleh pengetahuan dan pengalaman beternak. 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi peternak sistem bagi hasil usaha sapi potong yaitu jumlah ternak yang dimiliki, pendapatan non peternak, pendapatan sistem bagi hasil, penguasaan lahan pertanian, dan jumlah pedet yang dihasilkan.
PENGARUH BODY CONDITION SCOR TERHADAPAT EFISIENSI REPRODUKSI SAPI PERAH Mansur, Musdalifa
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 1 No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v1i1.254

Abstract

ABSTRAK Keberhasilan usaha perkembangbiakan sangat terkait dengan tingkat produktifitas dan reproduksi, salah satuanya adalah body condition score. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi reproduksi pada induk sapi perah yang mengalami gangguan reproduksi. Penelitian ini dilakukan secara survei dengan pengumpulan data primer dan sekunder. Pengambilan data primer dilakukan dengan cara pengamatan dan wawancara langsung dengan peternak menggunakan daftar pertanyaan yang tersedia, sedangkan data sekunder diperoleh dari petugas inseminator di Dusun Panette Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ternak normal body condition score berkisar antara 2,75-3,5 sedangkan pada ternak yang mengalami gangguan reproduksi body condition score berkisar antara ≤2,5 - ≥3,75. Perhitungan body condition score sangat diperlukan untuk mengetahui berapa besar jumlah nutrisi yang diberikan agar kondisi sapi dalam keadaan optimal. Kemampuan seekor ternak untuk memenuhi kriteria body condition score tertentu sangat dipengaruhi oleh level cadangan energi dan lemak tubuh yang mana sangat bergantung pada manajemen pakan dan kontrol penyakit, dan kedua hal tersebut juga menjadi sumber penyebab terjadinya gangguan reproduksi sehingga ternak yang mengalami gangguan reproduksi seringkali disertai body condition score yang buruk ataupun sebaliknya. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin rendah atau semakin tinggi body condition score seekor ternak maka akan mempengaruhi efisiensi reproduksinya