cover
Contact Name
Singgih Wibowo
Contact Email
singgihwibowo@kemenperin.go.id
Phone
+6285782792443
Journal Mail Official
singgihwibowo@kemenperin.go.id
Editorial Address
Jl. Pangeran Sogiri No. 283, Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Warta AKAB
Published by Politeknik AKA Bogor
ISSN : 02159929     EISSN : 28079574     DOI : 10.55075
Warta AKAB adalah jurnal nasional yang dikelola oleh Politeknik AKA Bogor dan telah terindeks Google Scholar serta Garuda. Pertama kali diterbitkan pada Juli tahun 1998 dan terbit dua kali setiap tahunnya. Jurnal Warta AKAB memiliki tujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian, report maupun review yang telah diseleksi melalui proses peer review. Warta AKAB mempublikasikan paper penelitian, short communication, dan paper review terkait bidang kimia baik dari skala pendidikan sampai penerapan di industri. Beberapa topik yang menjadi pilihan dalam Warta AKAB tetapi tidak menutup untuk topik lainnya, antara lain : Analisis Kimia Biokimia Kimia Organik dan Bahan Alam Kimia Fisika Ilmu Bahan/Material Teknik dan Reaksi Kimia Elektrokimia Nanoteknologi Ilmu Pangan Penjaminan Mutu Industri Pangan Ilmu Lingkungan Pengolahan Limbah Industri Teknologi Konversi Energi Industri 4.0 pada Bidang Industri Kimia dan Pangan
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 48, No 2 (2024): Desember 2024" : 4 Documents clear
Optimasi Formulasi Krim Moisturizer Virgin Coconut Oil (VCO) dan Kitosan sebagai Bahan Antioksidan Astuti, M.Sc., Kurnia Widhi; Widiana, Ika; Hayat, Moh.
Journal Warta AKAB Vol 48, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55075/wa.v48i2.217

Abstract

Virgin coconut oil (VCO memiliki sifat melembabkan kulit secara alami karena mampu mencegah kerusakan jaringan dan memberikanperlindungan terhadap kulit. Sifat ini menjadikan VCO cocok digunakan sebagai bahan krim pelembab kulit. Kitosan dalam bentuk pasta memiliki sifat mudah untuk diformulasikan dan memiliki daya pelembab yang baik. Untuk menyempurnakan krim pelembab dapat ditambahkan dengankitosan yang memiliki sifat biokompatibitas tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi antioksidan pada virgin coconut oil dan kitosan serta optimasi formulasi sediaan krim moisturizer. Pada penelitian ini meliputi beberapa tahap, yaitu pembuatan larutan kitosan dengankonsentrasi 0%, 2%, 4%, 6% dan 8%, formulasi krim pelembab serta pengujian pelembab kulit sesuai standar SNI-16-3449-1996, meliputi uji organoleptis, uji PH, viskositas. Aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH yaitu menggunakan larutan DPPH radical 0,004% dalam etanol 95%. Konsentrasi kitosan mempengaruhi stabilitas emulsi dan nilai antioksidan. Konsentrasi kitosan semakin tinggi menyebabkan nilai pH dan viskositas emulsi cenderung semakin kecil, nilai antioksidan meningkat dengan adanya penambahan nanopartikel kitosan. Formulasi krim moisturizer terbaik pada konsentrasi kitosan 4% yang memiliki penampakan homogen, pH berkisar 6,5-7,32 dan viskositas yang tinggi sebesar 2622-2935 cPs. Aktivitas antioksidan krim moisturizer sebesar 130,924 dalam kategori tingkat antioksidan sedang.  Kata kunci : kitosan; virgin coconut oil; krim; moisturizer; antioksidan 
Sintesis dan Karakterisasi Zinc Layered Hydroxide Salts (Zn-LHS) sebagai Adsorben Methyl Orange pada Tingkat Keasaman yang Berbeda Pradipta, Adya Rizky; Putri, Regita Andriani Wiana
Journal Warta AKAB Vol 48, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55075/wa.v48i2.228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakterisasi dan kinerja adsorpsi Zinc Layered Hydroxide Salts (Zn-LHS) terhadap Methyl Orange (MO) dalam lingkungan dengan berbagai tingkat keasaman. Zn-LHS disintesis melalui metode kopresipitasi dan dianalisis menggunakan XRD untuk menentukan kristalinitas serta FTIR untuk mengidentifikasi gugus fungsi yang ada sedangkan SEM-EDX digunakan untuk analisis permukaan Zn-LHS. Zn-LHS yang dihasilkan diuji sebagai adsorben MO dengan menilai stabilitasnya dalam medium asam dan basa serta pengaruh keasaman medium terhadap kemampuan adsorpsi MO. Zn-LHS dengan rasio mol -OH/Zn 0,6 dipilih sebagai adsorben utama dalam studi adsorpsi ini berdasarkan pertimbangan kristalinitas yang lebih tinggi dan kemurnian material. Analisis FTIR menunjukkan adanya puncak vibrasi –OH, H-O-H, dan ion nitrat pada spektra Zn-LHS hasil sintesis. Pengukuran SEM menunjukkan bahwa Zn-LHS memiliki bentuk lempengan bulat pipih dengan rata-rata diameter partikel 2 ± 0,3 µm. Penelitian ini juga mengevaluasi parameter lain seperti kapasitas adsorpsi dan stabilitas material dalam berbagai kondisi pH. Stabilitas Zn-LHS diuji dalam rentang pH 1 hingga 12, di mana material menunjukkan stabilitas yang lebih baik pada pH di atas 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH 3 merupakan kondisi optimum untuk adsorpsi MO oleh Zn-LHS dengan kapasitas adsorpsi mencapai 1,213 x 10-5 mol g-1. Studi ini menekankan pentingnya pemilihan rasio mol -OH/Zn yang tepat dan kondisi lingkungan yang optimal untuk memaksimalkan efisiensi adsorpsi Zn-LHS sebagai adsorben MO. Temuan ini berpotensi untuk diterapkan dalam pengolahan limbah industri yang mengandung zat warna anionik. Kata kunci : Zinc Layered Hydroxide Salts (Zn-LHS); metil jingga; adsorpsi; karakterisasi; tingkat keasaman
Studi Perbandingan Komposisi Campuran Zeolit dengan Resin Kation terhadap Nilai Kesadahan, Konduktivitas, dan pH Air pada Pengolahan Air Lunak Yusdianto, Yusdianto; Thamrin, Siti Nurhalisa; WIJAYANTO, HENDI LILIH
Journal Warta AKAB Vol 48, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55075/wa.v48i2.236

Abstract

Morowali is an industrial area engaged in metal production. Steel production is closely related to the cooling process, especially equipment cooling. In the cooling process, water is used as a cooling medium. The water used in the cooling process must be free of minerals, especially those that can damage the cooling tower equipment. Some analytical test parameters include pH, electrical conductivity, and hardness. To obtain cooling water that meets the standards, a treatment process is required. One of the treatment processes used is the ion exchange method using cation resin media, but there is a decrease in the lifetime of cation resin. One alternative material that can be used as an ion exchange medium is zeolite. Therefore, one solution that can be tried is to use a mixture of composition between cation resin and zeolite as an ion exchange medium. The research was conducted using a simple simulator tool by varying the composition of the mixture between zeolite combined with cation resin with the same initial sample and water flow rate. From the test results that have been carried out, the percent value of hardness removal for samples R100:Z100; R75:Z25; R50:Z50; R25:Z75; and R0:Z100 are 85.45%; 50.91%; 40.91%; 14.54%; 5.45%, respectively. The pH values were 7.37; 7.85; 7.80; 7.79; 7.58; 7.43, respectively. And the conductivity values are 612 "μS/cm"; 772 "μS/cm"; 719 "μS/cm"; 768 "μS/cm"; 623 "μS/cm"; 620 "μS/cm" respectively.
Perbandingan Hasil Biofoam dari Limbah Kulit Jagung dan Ampas Tebu Menggunakan Metode Pressing dan Screening Nurillahi, Resi; Mesa, Nazwa Ananda; Putra, Reski Lediyo; Nurmalasari, Enny; Khairati, Miftahul; Baroza, Andika
Journal Warta AKAB Vol 48, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55075/wa.v48i2.244

Abstract

Kemasan yang tidak ramah lingkungan menjadi suatu masalah yang saat ini berkembang dengan bertambahnya populasi manusia. Penggunaan styrofoam sebagai bahan kemasan buah sekali pakai menimbulkan limbah yang cukup banyak dan pembakaran styrofoam menimbulkan gas berbahaya seperti styrene, polyaromatic hydrocarbons (PAHs), hydrochlorofluorocarbon (HCFC), dan karbon monoksida. Beberapa inovasi telah digunakan untuk menggantikan Styrofoam sebagai kemasan makanan salah satunya mengganti polimer buatan sebagai bahan baku kemasan dengan polimer alami yang lebih aman dan degradable. Pada penelitian ini digunakan ampas tebu dan kulit jagung sebagai bahan baku untuk membuat biofoam dengan metode screening dan metode thermopressing. Pada penelitian ini akan dikaji karakteristik biofoam yang dihasilkan dari perbedaan metode pembuatan. Tahapan pembuatan Biofoam dimulai dengan membuat pulp masing-masing bahan baku dengan menggunakan larutan NaOH 0,1 M, dengan perbandingan antara serbuk ampas tebu dan NaOH 0,1 M yaitu 1:2 % b/v. Biofoam yang dihasilkan dianalisa dengan beberapa parameter uji yaitu Uji Organoleptik, Uji Daya Serap Air, Uji Biodegrability, Uji Kebocoran, Uji kuat Tarik. Hasil dari pembuatan biofoam dengan perbedaan metode pembuatan menunjukkan bahwa, hasil biofoam terbaik yaitu biofoam yang berasal dari kulit jagung dengan metode screening, hasil analisa organoleptic menujukkan bahwa permukaan yang dihasilkan lebih halus, memiliki daya serap air 24.33%, mengalami kerusakan 10% pada 15 hari pengamatan pada uji biodegrability, dan memiliki nilai kuat Tarik tertinggi yaitu 2.83 N/mm2. Biofoam dari kulit jagung dengan metode screening yang dihasilkan memiliki potensi yang lebih baik dibandingkan dengan variable lainnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 4