cover
Contact Name
Tika Ainunnisa
Contact Email
jurnaljuaraunisa@gmail.com
Phone
+6282326796566
Journal Mail Official
jurnaljuaraunisa@gmail.com
Editorial Address
Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta Kampus Terpadu: Jl. Siliwangi (Ring Road Barat) No. 63, Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta 55292 HP: 082326796566
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JAS: Journal of Architecture Students
ISSN : -     EISSN : 27224724     DOI : https://doi.org/10.31101/jas
Core Subject : Engineering,
JAS : Journal of Architecture Student, merupakan jurnal mahasiswa arsitektur yang dikelola oleh Program Studi Arsitektur Universitas Aisyiyah Yogyakarya. Jurnal ini berisi tentang hasil penelitian, perancangan, karya ilmiah dan gagasan tertulis yang berada dalam lingkup disiplin bidang arsitektur. JAS terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu bulan Mei dan November.
Articles 20 Documents
Perancangan Kafe Terapung di Desa Lendang Are Mahendra, Erdinsyah; Chairiyah, Riri
JAS: Journal of Architecture Students Vol 2, No 1 (2021): MEI
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jas.v2i1.1872

Abstract

Bangunan terapung menjadi hobi yang cukup banyak diminati untuk mampu mengeksplor lebih jauh potensi tapak yang berupa perairan, terutama sebagai destinasi wisata. Bendungan Lendang Are memiliki cukup banyak potensi untuk menjadi destinasi wisata air dan mampu menunjang perekonomian warga di sekitarnya. Salah satu fasilitas yang harus ada pada sebuah destinasi wisata air adalah rumah makan, restoran, warung, kafe atau sejenisnya yang melayani kebutuhan konsumsi pengunjung. Dalam prosesnya, perancangan dan eksplorasi desain, terdapat beberapa tahapan seperti perumusan gagasan, pengumpulan informasi, analisis dan sintesis, perancangan, dan evaluasi yang menghasilkan sebuah hasil rancangan berupa kafe terapung. Perancangan kafe terapung harus memperhatikan kelestarian lingkungan dengan menghindari reklamasi, maka kehidupan satwa air di bendungan dan sekitarnya tidak terganggu. Bentuk dan ruang pada bangunan didesain dengan mempertimbangkan keseimbangan beban terhadap plat atau struktur apung. Struktur apung harus memenuhi standar untuk menahan beban bangunan dan penggunanya. Sistem tambat digunakan untuk menjaga posisi bangunan dan menyesuaikan bangunan dengan ketinggian air yang suatu waktu dapat berubah.
Perencanaan Desain Fasad Ruang Komersial di Rumah Kos Karangploso, Malang dengan Konsep Arsitektur Industrial. Khoirunnisa, Shofia; Yetti, Aprodita Emma
JAS: Journal of Architecture Students Vol 1, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jas.v2i1.1218

Abstract

Malang merupakan salah satu kabupaten dengan tujuan para pendatang untuk menempuh pendidikan. Hal tersebut menjadi pemicu masyarakat setempat untuk memfasilitasi sarana pendidikan. Rumah Kos Karangploso merupakan rumah kos yang berlokasi di kabupaten Malang. Tepatnya berada di kecamatan Karangploso yang letaknya di sebelah barat laut kota Malang. Berbeda dari kebanyakan rumah kos yang ada di sekitar Rumah Kos. Rumah Kos Karangploso ini memfasilitasi hunian dengan ruang komersial. Pendekatan yang diterapkan dalam desain fasd rumah kos karangploso adalah konsep industrial. Konsep Industrial juga dikenal dengan gaya arsitektur yang menerapkan estetika dan kepraktisan penggunaan barang (usability).Kata Kunci: Malang, Rumah Kos, Ruang Komersil, Fasad, Konsep Industrial.
Penerapan Green Architecture dan Green Building Pada Al-Waha Resort Puncak Bogor Palwaguna, Dery Sulung; Wahyuningsih, Hapsari
JAS: Journal of Architecture Students Vol 1, No 1 (2020): MEI
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jas.v1i1.1217

Abstract

Beberapa periode terakhir perkembangan wisata sangat meningkat, sehingga kebutuhan amenitas pariwisata seperti resort pun meningkat. Sebuah tempat untuk relaksasi maupun rekreasi dengan konsep hunian sangat marak bermunculan di daerah pariwisata. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan individu maupun lingkungan demi mendukung program pariwisata, disain arsitekur mulai mengarah kepada perancangan arsitektur berbasis green design yang diharapkan menjadi jawaban terhadap masalah lingkungan. Permasalahan lingkungan khususnya pemanasan global menjadi topik permasalahan yang mencuat akhir-akhir ini. Dalam dunia arsitektur muncul fenomena sick building syndrome yaitu permasalahan kesehatan dan ketidak nyamanan karena kualitas udara dan polusi udara dalam bangunan yang ditempati yang mempengaruhi produktivitas penghuni, adanya ventilasi udara yang buruk, dan pencahayaan alami kurang. Selain karna adanya pemanasan global, penciptaan atau inovasi energi yang terbarukan juga menjadi latar belakang timbulnya konsep green architecture. Sampai pada akhirnya timbul konsep Green Building. Gedung Hemat Energi atau dikenal dengan sebutan green building terus digalakkan pembangunannya sebagai salah satu langkah antisipasi terhadap perubahan iklim global. Indikasi arsitektur disebut sebagai 'green' jika dikaitkan dengan praktek arsitektur antara lain penggunaan renewable resources (sumber-sumber yang dapat diperbaharui, passiveactive solar photovoltaic (sel surya pembangkit listrik), teknik menggunakan tanaman untuk atap, taman tadah hujan, menggunakan kerikil yang dipadatkan untuk area perkerasan, dan sebagainya. Sehingga komsep design pada resort akan memberikan kebutuhan manusia secara individu, kesehan maupun kebutuhan ekosistem alam sekitar secara micro maupun macroKeywords: Green Architecture, Green Building, Resort 
Kajian Penataan dan Efisiensi Ruang Dalam Renovasi Rumah Tinggal Subagya, Baharudin Yusuf; Yetti, Aprodita Emma
JAS: Journal of Architecture Students Vol 2, No 1 (2021): MEI
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jas.v2i1.1871

Abstract

Untuk memenuhi kebutuhan pribadi atau keluaga perubahan pada tempat tinggal adalah salah satu cara yang sering dilakukan. Namun perubahan tersebut tentumya harus di dasari oleh alasan dan pertimbangan yang matang agar hasilnya efisien, sehat, nyaman serta tidak membuang biaya. Artikel ini akan membandingkan dua hunian yang direnovasi dengan fungsi, pendekatan, serta kebutuhan yang berbeda. untuk mengatahui seberapa efisien ruang saat merenovasi rumah. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan juga pedoman dalam merenovasi rumah. 
Perancangan Hunian Kost Dengan Pendekatan Arsitektur Tropis Pada Lahan Menyudut Sujarwo, Wisnu; Yetti, Aprodita Emma
JAS: Journal of Architecture Students Vol 1, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jas.v1i2.1267

Abstract

Kebutuhan hunian kost saat ini meningkat dikarenakan meningkatnya taraf hidup masyarakat sehingga meningkat pula jumlah penduduk yang merantau untuk menuntut ilmu, faktor lain dikarenakan semakin populernya suatu kota menyebabkan peningkatan urbanisasi, sehingga meningkat pula kebutuhan tempat tinggal untuk para perantau. Tantangan desain dalam perancangan ini adalah kondisi eksisting yang memilikki ukuran dan bentuk site yang menyudut,serta kebutuhan bangunan yang merespon iklim tropis Indonesia. Konsep yang diangkat merujuk pada fungsi bangunan yang membutuhkan keefektifan dan efisiensi ruang yang tinggi. Dengan pendekatan arsitektur tropis, diharapkan desain yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan hunian kost yang berada pada lahan menyudut dan merespon iklim setempat.
Mengkaji Konsep Generatif Dalam Dunia Konstruksi Kontemporer Pada Bangunan Biosfer Montreal di Kanada Bimatukmaru, Rustama Fasda; Ashadi, Ashadi
JAS: Journal of Architecture Students Vol 2, No 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jas.v2i2.2307

Abstract

Bangunan Biosfer Montreal merupakan bangunan bergaya kontemporer yang terlupakan menerapkan konsep generatif pada konstruksinya. Tujuan penelitian ini untuk memahami konsep generatif dalam konstruksi dunia kontemporer, terhadap karakteristik dan penerapan pada bangunan Biosfer Montreal. Melalui metode pendekatan dan pendekatan deskriptif pada penelitian ini untuk memperoleh pengetahuan terhadap konsep generatif dalam dunia kontemporer, terhadap studi kasus bangunan. Bangunan Biosfer Montreal memiliki karakteristik dari ciri konsep generatif terhadap elemen konstruksi bangunan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep generatif terhadap konstruksi kontemporer memiliki beberapa prinsip yang ada pada bangunan, seperti bentuk yang rumit dan kompleks; bentuk yang kesatuan; bentuk yang dinamis; bentuk geometri lengkung yang kompleks;
Perancangan Community Learning Center Dengan Pendekatan Inclusive Design di Yogyakarta Shalihah, Rahmayani Baqiyatun; Pujiyanti, Indah
JAS: Journal of Architecture Students Vol 2, No 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jas.v2i2.2097

Abstract

Ruang publik menjadi kebutuhan komunal untuk mengakomodir berbagai aktivitas masyarakat, termasuk dalam pendidikan. Yogyakarta sebagai kota pendidikan menjadi destinasi bagi pelajar dan mahasiswa lokal maupun luar daerah untuk menempuh studi akibat daya tarik dari banyaknya institusi pendidikan berkualitas baik. Pendidikan menjadi kebutuhan dan hak setiap individu masyarakat, ini sejalan dengan kebijakan pemerintah tentang wajib belajar 12 tahun. Namun, realitanya tidak semua masyarakat dapat mengenyam pendidikan formal yang salah satunya disebabkan faktor keterbatasan ekonomi. Kaum marginal menjadi kelompok masyarakat yang sulit mengakses pendidikan. Berkaitan dengan kebutuhan akan ruang public tersebut, pada tahun 2014 DIY telah dicanangkan sebagai provinsi inklusif. Namun secara implementasi khususnya pada fasilitas ruang publik yang sudah ada dirasa belum maksimal menerapkan desain yang inklusif. Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan desain Community Learning Center (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) di Yogyakarta yang menyediakan fasilitas pendidikan nonformal berupa pendidikan kesetaraan dan pendidikan keterampilan sebagai alternatif pendidikan bagi masyarakat khususnya kaum marginal dengan desain yang ramah bagi semua kalangan usia maupun disabilitas. Pendekatan inclusive design digunakan sebagai dasar perancangan melalui empat kriteria desain; functional, usable, desirable, dan viable. Kriteria tersebut akan diterapkan pada pengolahan area entrance, massa, sirkulasi dan akses, kualitas ruang, ruang dalam, dan ruang luar. Selain menunjang kebutuhan kegiatan belajar masyarakat, adanya fasilitas ini juga mendukung eksistensi Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan mendukung pemerintah daerah dalam mewujudkan DIY sebagai provinsi inklusif.Kata Kunci: Ruang publik, Community Learning Center, Inclusive design, Pendidikan.
Nadoofa Station Sebagai Instrumen Penanganan Grey Water Limbah Covid-19 Kinanthi, Dita Nur; Siregar, Rizki Agung Syah Putra; Kurniadi, Hendi; Haydar, Anggita; Nengsih, Desty Widia; Wahyuningsih, Hapsari; Chairiyah, Riri
JAS: Journal of Architecture Students Vol 2, No 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jas.v2i2.2054

Abstract

Covid-19 belum juga membaik. Angka dari kasus Covid-19 bertambah setiap harinya, tidak hanya di Indonesia saja namun juga di dunia. Kebijakan untuk mencuci tangan sesering mungkin guna menekan penyebaran virus Covid -19 selain dapat menyebabkan meningkatnya limbah grey water yang dihasilkan juga berdampak secara tidak langsung terhadap kebutuhan ketersediaan air bersih. Saat ini, kondisi fasilitas cuci tangan yang tersedia secara umum belum mengutamakan efisiensi penggunaan air dan belum mengatasi timbulan limbah grey water yang dihasilkan. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menemukan inovasi desain wastafel yang efisien dan menerapkan sistem daur ulang dari limbah grey water yang menjadi sebuah green solution dalam merespon kondisi dan kebutuhan new normal. Variabel penelitian terdiri dari 3 variabel yaitu karakteristik virus Covid-19, Pengolahan limbah grey Water dan Karakteristik Wastafel. Analisis yang digunakan adalah literatur review dan analisis perancangan dan eksplorasi desain. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengolahan limbah grey water dilakukan secara fisikalis, kimiawi dan biologis, proses kimiawi menggunakan Calcium Chloride. Kesimpulan penelitian ini adalah Nadoofa Station sebagai wastafel portabel ramah lingkungan dengan sistem recycle dan reuse dapat menjadi solusi penanganan limbah grey water serta langkah penghematan penggunaan air yang meningkat akibat pandemi Covid-19. Hal tersebut sesuai dengan penamaan Nadoofa Station dari hadist yang berbunyi “An- Nadhafatu Minal Iman“ yang artinya kebersihan adalah sebagian dari iman. Nadoofa diambil dari kata “Nadhafatu” yang artinya kebersihan.Kata Kunci: Covid-19, daur ulang air, limbah grey water, wastafel. 
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR SURYA PASIF PADA BANGUNAN MALL. STUDI KASUS : BINTARO JAYA XCHANGE MALL Bumi, Barrery Reza; Fitri Satwikasari, Anggana
JAS: Journal of Architecture Students Vol 2, No 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jas.v2i2.2239

Abstract

Indonesia mempunyai 2 musim sepanjang tahunnya, yaitu musim kemarau (kering) dan musim hujan (basah). Berdasarkan letak geografisnya. Indonesia menjadi salah satu negara yang beriklim tropis. Sinar matahari di daerah yang beriklim tropis sering kali membuat rumah-rumah atau bangunan di Indonesia menjadi tempat yang kurang nyaman bagi penggunanya. Hal tersebut dikarenakan kurangnya bukaan-bukaan sirkulasi udara  maupun  sirkulasi cahaya dan berdampak pada penggunaan AC yang berlebihan pada bangunan, salah satunya dapat dilihat pada  bangunan-bangunan  mall  di  Indonesia. Kondisi tersebut membuat bangunan mall di indonesia mayoritas menggunakan energi yang sangat besar karena membutuhkan penghawaan dan pencahayaan buatan baik saat siang maupun malam hari. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan  desain  pasif  pada bangunan, termasuk diantaranya adalah konsep Arsitektur Surya Pasif. Konsep surya pasif dapat meningkatkan kualitas kenyamanan bagi  para  pengunjung mall ini. Penelitian ini dilakukan pada bangunan mall yang kemungkinan menggunakan konsep surya pasif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. dimana penulis mendeskripsikan dan mengidentifikasikan setiap Elemen desain yang mendukung penerapan konsep arsitektur surya pasif pada bangunan mal tertentu. Studi kasus pada penelitian ini adalah Bintaro Jaya Xchange Mall yang terletak di Jl. Lingkar Tol,  CBD  Boulevard  Bintaro  Jaya Sektor 7, Tangerang 15227 Indonesia. diharapkan penelitian ini bisa bermanfaat sebagai acuan bagi Khalayak umum, khususnya para arsitek untuk dapat merancang bangunan mall yang merespon pada kondisi iklim setempat dan mampu mengoptimalkan keberadaan energi terbarukan, yaitu matahari.
Identifikasi Penerapan Konsep Arsitektur Ekologi Pada Kawasan Permukiman Dusun Ngentak, Bantul Larasati, Rezka Ajeng; Satwikasari, Anggana Fitri
JAS: Journal of Architecture Students Vol 2, No 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jas.v2i2.2046

Abstract

Pada sebuah perkembangan kota tentu tidak pernah terhindar dari berbagai permasalahan yang terjadi di dalam kawasan permukiman. Arsitektur merupakan salah satu ilmu yang pada penerapannya akan berhubungan dengan keselarasan antara bangunan yang direncanakan dengan lingkungan ekosistem di sekitarnya, sehingga perlunya mempelajari dan memahami konsep arsitektur ekologi. Karena pada dasarnya arsitektur ekologi merupakan ilmu arsitektur yang mempelajari bagaimana hubungan timbal balik antara bangunan dengan kehidupan ekosistemnya. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan pengambilan data berdasarkan data sekunder. Pengumpulan data secara sekunder dilakukan dengan kajian pustaka melalui berbagai penelitian dan artikel ilmiah yang membahas permasalahan serupa. Identifikasi penerapan konsep arsitektur ekologi pada kawasan permukiman dilakukan pada kawasan permukiman di Dusun Ngentak, Bantul. Alasan pemilihan studi kasus karena Dusun Ngentak merupakan kawasan permukiman sekaligus area pariwisata perairan yang sudah mencoba untuk menerapkan prinsip ecotourism. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat memberikan sebuah gambaran dan pemahaman terhadap kawasan permukiman yang telah menerapkan prinsip-prinsip arsitektur ekologi untuk menjaga keberlangsungan ekosistem lingkungan yang ada di kawasan permukiman.

Page 2 of 2 | Total Record : 20