cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal PAEDAGOGY (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Editor in Chief Dr. Arman, M.Pd (Universitas Lampung) Journal Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd (Universitas Mataram) Dr. Didi Muliadi, M.Pd (STIBA Pertiwi) Section Editor Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Syarfuni, M.Pd (Universitas Bina Bangsa Getsempena) Dr. Syafaat Ariful Huda, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Endah Resnandari, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Abdullah Muzakar, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Marzoan, M.Pd (STKIP Hamzar) Copy Editor Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/paedagogy/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Core Subject : Education, Social,
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and Psychology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 34 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2026)" : 34 Documents clear
PENGARUH PERSEPSI IKLIM KELAS TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA MAHASISWA Susanto, Chandra; Bunga Fathiyah, Amya
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.10429

Abstract

Research on perceived classroom climate and students’ psychological well-being in Indonesia remains limited, particularly in higher education contexts and in studies using a correlational-predictive design. This study aimed to examine perceived classroom climate as a predictor of students’ psychological well-being, without drawing experimental causal conclusions. This study employed a quantitative approach with a correlational-predictive design. The participants were 150 active undergraduate students selected through simple random sampling. Data were collected using a classroom climate scale adapted from the College and University Classroom Environment Inventory (CUCEI) and a psychological well-being scale adapted from Ryff’s Psychological Well-Being Scale (RPWB). Both instruments underwent expert validation and reliability testing, with results indicating that they were appropriate for use in research data collection. The data were analyzed using simple linear regression. The results showed that perceived classroom climate positively and significantly predicted students’ psychological well-being, F(1,148) = 76.541, p < .001, with R² = .341. This finding indicates that perceived classroom climate explained 34.1% of the variance in students’ psychological well-being. Thus, the more positive students’ perceptions of the classroom climate, the higher their tendency to experience psychological well-being. This study concludes that a supportive, inclusive, and psychologically safe classroom climate plays an important role in supporting students’ well-being. The practical implication of this study highlights the need to strengthen lecturers’ competencies in building supportive classroom interactions, providing constructive feedback, and creating learning environments that are responsive to students’ psychological needs in higher education. ABSTRAK Penelitian mengenai persepsi iklim kelas dan kesejahteraan psikologis mahasiswa di Indonesia masih terbatas, terutama pada konteks pendidikan tinggi dan penggunaan desain korelasional-prediktif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji persepsi iklim kelas sebagai prediktor kesejahteraan psikologis mahasiswa, tanpa menarik kesimpulan kausal secara eksperimental. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional-prediktif. Partisipan terdiri atas 150 mahasiswa aktif tingkat sarjana yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala iklim kelas yang diadaptasi dari College and University Classroom Environment Inventory (CUCEI) dan skala kesejahteraan psikologis yang diadaptasi dari Ryff’s Psychological Well-Being Scale (RPWB). Kedua instrumen telah melalui validasi ahli dan uji reliabilitas, dengan hasil yang menunjukkan kelayakan instrumen untuk digunakan dalam pengumpulan data penelitian. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi iklim kelas secara positif dan signifikan memprediksi kesejahteraan psikologis mahasiswa, F (1,148) = 76,541, p < 0,001, dengan R² = 0,341. Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi iklim kelas menjelaskan 34,1% varians kesejahteraan psikologis mahasiswa. Dengan demikian, semakin positif persepsi mahasiswa terhadap iklim kelas, semakin tinggi kecenderungan kesejahteraan psikologis yang dimiliki. Penelitian ini menyimpulkan bahwa iklim kelas yang suportif, inklusif, dan aman secara psikologis berperan penting dalam mendukung kesejahteraan mahasiswa. Implikasi praktis penelitian ini menekankan perlunya penguatan kompetensi dosen dalam membangun interaksi kelas yang suportif, memberikan umpan balik konstruktif, dan menciptakan lingkungan belajar yang responsif terhadap kebutuhan psikologis mahasiswa di perguruan tinggi.
PERAN KONTROL DIRI DALAM MEMPREDIKSI PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA AKHIR UNIVERSITAS NEGERI PADANG Maimun, Nazhifah; Zakinov Irta, Aflah
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.10837

Abstract

Final-year students often encounter academic obstacles in completing their thesis, one of which is academic procrastination that may lead to delayed graduation. One internal factor presumed to influence academic procrastination is self-control. This study aimed to examine the role of self-control in predicting academic procrastination among final-year students at Universitas Negeri Padang. The study employed a quantitative approach with a correlational design. The sample consisted of 136 students in the ninth semester or above who were currently working on their thesis, selected through purposive sampling. Data were collected using Likert-based self-control and academic procrastination scales. Data analysis was conducted using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4 software. The results showed that self-control had a negative and significant role in predicting academic procrastination, with a path coefficient of -0.691 and a p-value of 0.000 (<0.05). The R² value of 0.478 indicated that self-control explained 47.8% of the variance in academic procrastination. In addition, most respondents were categorized as having high academic procrastination and moderate self-control. These findings indicate that the higher the students’ self-control, the lower their tendency to engage in academic procrastination. Therefore, strengthening self-control through time management, self-regulation, and academic mentoring should be considered as an effort to reduce academic procrastination among final-year students. ABSTRAK Mahasiswa akhir kerap menghadapi hambatan akademik dalam proses penyelesaian skripsi, salah satunya berupa prokrastinasi akademik yang dapat berdampak pada keterlambatan kelulusan. Salah satu faktor internal yang diduga berperan terhadap prokrastinasi akademik adalah kontrol diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kontrol diri dalam memprediksi prokrastinasi akademik pada mahasiswa akhir Universitas Negeri Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 136 mahasiswa semester 9 ke atas yang sedang mengerjakan skripsi, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui skala kontrol diri dan skala prokrastinasi akademik berbasis Likert. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol diri berperan negatif dan signifikan dalam memprediksi prokrastinasi akademik dengan nilai koefisien jalur sebesar -0,691 dan p-value 0,000 (<0,05). Nilai R² sebesar 0,478 menunjukkan bahwa kontrol diri mampu menjelaskan 47,8% variasi prokrastinasi akademik. Selain itu, mayoritas responden berada pada kategori prokrastinasi akademik tinggi dan kontrol diri sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kontrol diri mahasiswa, semakin rendah kecenderungan melakukan prokrastinasi akademik. Oleh karena itu, penguatan kontrol diri melalui manajemen waktu, regulasi diri, dan pendampingan akademik perlu dipertimbangkan sebagai upaya menekan prokrastinasi akademik pada mahasiswa akhir.
PENGARUH SELF-REGULATED LEARNING DAN INTENSITAS MEDIA SOSIAL TERHADAP PEDAGOGICAL SKILL MAHASISWA DENGAN SMARTPHONE DISTRACTION SEBAGAI VARIABEL MODERASI Kinasih, Juitasari Putri; Hermanto, Febrika Yogie; Pahlevi, Triesninda
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.10878

Abstract

The advancement of digital learning requires prospective teachers to develop adaptive pedagogical skills aligned with 21st-century educational demands. At the same time, the widespread use of digital technology and social media among university students introduces challenges in the form of smartphone-related distractions that may interfere with competency development. This study examines the relationship between Self-Regulated Learning (SRL), the intensity of social media use, and students’ pedagogical skills, while also assessing the moderating role of smartphone distraction. A quantitative survey approach was employed involving 394 education students from Universitas Negeri Surabaya selected through random sampling. Data were collected using structured questionnaires and processed through moderation regression analysis, including instrument testing, classical assumption analysis, and hypothesis testing. The findings reveal that SRL contributes positively to students’ pedagogical skills. Social media use intensity is likewise positively associated with pedagogical skill improvement. In addition, smartphone distraction weakens the relationship between SRL and pedagogical skills while strengthening the influence of social media use intensity on the same outcome. These results suggest that pedagogical competence development is shaped by self-regulation capacity, patterns of social media engagement, and balanced management of digital distraction. ABSTRAK Perkembangan pembelajaran digital menuntut mahasiswa calon guru memiliki kemampuan pedagogik yang mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21. Di sisi lain, penggunaan teknologi digital dan media sosial yang semakin tinggi juga menghadirkan tantangan berupa distraksi dari smartphone yang berpotensi menghambat pengembangan kompetensi tersebut. Kajian ini menginvestigasi keterkaitan Self-Regulated Learning (SRL) dan intensitas penggunaan media sosial dengan pedagogical skill mahasiswa, serta menguji peran smartphone distraction sebagai variabel moderasi. Pendekatan kuantitatif berbasis survei diterapkan pada 394 mahasiswa kependidikan Universitas Negeri Surabaya yang dipilih melalui teknik random sampling. Data diperoleh melalui angket terstruktur dan dianalisis menggunakan regresi moderasi melalui tahapan pengujian instrumen, asumsi klasik, dan hipotesis. Analisis menunjukkan bahwa SRL memiliki kontribusi positif terhadap keterampilan pedagogik mahasiswa. Intensitas penggunaan media sosial juga berkorelasi positif dengan peningkatan pedagogical skill. Selain itu, smartphone distraction memperlemah hubungan antara SRL dan keterampilan pedagogik, tetapi memperkuat pengaruh intensitas penggunaan media sosial terhadap keterampilan tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengembangan kompetensi pedagogik mahasiswa tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan regulasi diri, tetapi juga pola pemanfaatan media sosial dan pengelolaan distraksi digital secara seimbang.
PENDEKATAN PSIKOLOGIS TERHADAP PENGGUNAAN MUSIK TRADISIONAL GENDING SRIWIJAYA DALAM MENGELOLA KECEMASAN SISWA KELAS XII MENJELANG SELEKSI MASUK PERGURUAN TINGGI Triansari, Marisa; Lutfiah, Naura Syifa'u; Hendri, Hendri
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.11009

Abstract

Academic anxiety is a common psychological issue experienced by twelfth-grade students as they prepare for university entrance examinations. This condition may stem from internal factors, such as low self-confidence, as well as external pressures, including parental expectations and intense competition. Meanwhile, existing studies on music therapy predominantly focus on Western music, leaving the therapeutic potential of Indonesian traditional music particularly Gending Sriwijaya underexplored. This study aims to examine the influence of Gending Sriwijaya as a psychological relaxation therapy in managing academic anxiety among twelfth-grade students at MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir. Employing a quantitative approach with a pre-experimental design (one-group pre-test post-test design), the research involved 26 purposively selected students. Data were collected using a digital questionnaire based on the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) administered before and after the intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test and descriptive statistics. The findings indicate a significant decrease in anxiety levels after the musical intervention (W = 0.0; p-value = 0.00053; p < 0.05). The proportion of students with low anxiety increased from 15.38% to 53.85%, while moderate anxiety decreased from 65.38% to 34.62%, and high anxiety decreased from 19.23% to 11.54%. These results demonstrate that Gending Sriwijaya is effective as a psychological relaxation therapy for reducing academic anxiety. Its gentle melodic structure and steady tempo help induce relaxation and emotional calmness, while simultaneously serving as a medium for preserving the local cultural heritage of South Sumatra. ABSTRAK Kecemasan akademik merupakan salah satu permasalahan psikologis yang umum dialami siswa kelas XII menjelang seleksi masuk perguruan tinggi. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh faktor internal, seperti rendahnya kepercayaan diri, serta faktor eksternal, seperti ekspektasi orang tua dan tingginya persaingan. Di sisi lain, penelitian terkait terapi musik umumnya masih berfokus pada musik barat, sehingga potensi musik tradisional Indonesia sebagai media terapi psikologis belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh musik tradisional Gending Sriwijaya sebagai terapi relaksasi dalam mengelola kecemasan akademik siswa kelas XII MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental (one group pre-test post-test design), melibatkan 26 siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner digital berbasis Skala Kecemasan Hamilton (HARS) sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kecemasan yang signifikan setelah pemberian terapi musik (W = 0; p-value = 0,00053; p < 0,05). Proporsi kecemasan rendah meningkat dari 15,38% menjadi 53,85%, sedangkan kecemasan sedang menurun dari 65,38% menjadi 34,62%, dan kecemasan tinggi menurun dari 19,23% menjadi 11,54%. Temuan ini mengindikasikan bahwa Gending Sriwijaya efektif sebagai media terapi relaksasi psikologis. Karakteristik musikalnya yang lembut dan bertempo teratur mampu menginduksi ketenangan, sekaligus menjadi sarana pelestarian budaya lokal Sumatera Selatan.

Page 4 of 4 | Total Record : 34