cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal MANAJERIAL (Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Editor in Chief Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (universitas Pendidikan Mandalika) Journal Editor Dr. Haromain, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Ismail , M.Pd (Universitas Syiah Kuala) Section Editor Dr. Adisel, M.Pd (UIN Bengkulu) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Zainal Abidin, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Dr. Ahmad Gaudi, M.Pd (STKIP Lubuk Linggau) Lalu Hamdian Afandi, M.Pd ( Universitas Mataram) Nada Nazopah, M.Pd (STIT Al Aziziyah) Copy Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education Management and Supervision
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2026)" : 24 Documents clear
ANALISIS GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH GURU PENGGERAK DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Sari, Elmiya; Faizin, A.; Thohirin, Ahmad; Suyitno, Suyitno
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9407

Abstract

Improving the quality of education is crucial for developing intelligent, competent, and character-based citizens who are ready to engage as individuals and members of society. The challenge in improving the quality of education is the disparity between urban and rural schools, with varying conditions, characteristics, and problems. A leadership style and POAC management strategy are needed for the principal and driving teacher as appropriate agents of change in managing school assets, including input, process, and product. This study examines in depth the implementation of the leadership style of the driving teacher principal in improving the quality of education. This study uses a qualitative descriptive method with a multi-case approach with important stages of data collection, namely interviews, observations, and documentation studies. The research subjects consisted of 2 principals, 8 teachers, 2 school committees, and 6 students. The main findings indicate that the implementation of transformational, servant, and democratic leadership styles can improve the quality of education at Muhammadiyah Bangil Creative Elementary School. Meanwhile, the implementation of situational, visionary leadership styles can improve the quality of education at Candi Binagun II Sukorejo Elementary School. Further findings indicate that the factors that influence the leadership style of the principal of the driving teacher are the values, roles, visions, and characters embedded in the principal of the driving teacher so that they can successfully implement the POAC management strategy by forming a school that fosters and improves the quality of education. It can be concluded that the values, roles, and visions of the driving teacher can shape the character of the leadership style in implementing the POAC management strategy. And transformational, visionary, servant, and democratic leadership styles can improve the quality of education in elementary schools with different school characteristics and cultures.  ABSTRAK Peningkatan mutu pendidikan sangat penting untuk membentuk warganegara yang cerdas, berkompetensi dan berkarakter yang siap terjun sebagai individu dan masyarakat. Tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu adanya kesenjangan sekolah di perkotaan dan pedesaan dengan berbagai kondisi, karakter dan permasalahn yang dihadapi. Dibutuhkan gaya kepemimpinan dan strategi manajemen POAC kepala sekolah guru penggerak sebagai agen perubahan yang tepat dalam mengelola aset sekolah baik input, proses maupun produk. Penelitian ini mengkaji secara mendalam implementasi gaya kepemimpinan kepala sekolah guru penggerak dalam meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskripsi dengan pendekatan multikasus dengan tahapan penting pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 2 kepala sekolah, 8 guru, 2 komite sekolah dan 6 siswa. Temuan utama menunjukkan bahwa implementasi gaya kepemimpinan transformasional, servant dan demokratif dapat meningkatkan mutu pendidikan di SD Kreatif Muhammadiyah Bangil. Sedangkan implementasi gaya kepemimpinan situasional, visioner dapat meningkatkan mutu pendidikan di SDN Candi Binagun II Sukorejo. Temuan selanjutnya menunjukkan faktor -faktor yang memengaruhi gaya kepemimpinan kepala sekolah guru penggerak yaitu nilai, peran, visi dan karakter yang tertanam pada diri kepala sekolah guru penggerak  sehingga berhasil melaksanakan startegi manajemen POAC dengan membentuk sekolah yang menumbuhkan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dapat disimpulkan bahwa  nilai, peran, visi guru penggerak dapat membentuk karakter gaya kepemimpinan dalam melaksanakan strategi manajemen POAC. Dan gaya kepemimpinan transformasional, visioner, servant, demokratif dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dasar dengan karakteristik sekolah dan budaya yang berbeda.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KURIKULUM BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MEMBENTUK PERILAKU PESERTA DIDIK DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KESEHATAN L, Muh Yudha; Thohirin, Ahmad; Suyitno, Suyitno
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9408

Abstract

The urgency of balancing technical competence and professional attitudes in health vocational education is the primary background of this research. This study aims to analyze the implementation of character education-based curriculum management in shaping student behavior at Bakti Indonesia Medika Tulungagung Health Vocational School. This research applies a qualitative approach with a case study design, where data were collected through participant observation, in-depth interviews with school leaders, teachers, and students, and documentation studies, which were then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The research findings indicate that curriculum management is carried out systematically through planning stages that include a character vision, integrated implementation in learning, habituation programs, and fieldwork practices, as well as ongoing evaluation. The routine habituation program has proven effective in instilling the values ​​of discipline, responsibility, and empathy in students. Despite facing time constraints, supporting factors such as the principal's leadership, educator commitment, and synergy with parents and the industrial world are very dominant in the program's success. The main conclusion confirms that character-based curriculum management contributes significantly to producing graduates who are not only medically competent but also possess moral integrity and professional readiness to face the world of health work. ABSTRAK Urgensi keseimbangan antara kompetensi teknis dan sikap profesional dalam pendidikan vokasi kesehatan menjadi latar belakang utama penelitian ini. Studi ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen kurikulum berbasis pendidikan karakter dalam membentuk perilaku peserta didik di SMK Kesehatan Bakti Indonesia Medika Tulungagung. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pimpinan sekolah, guru, serta siswa, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum dijalankan secara sistematis melalui tahapan perencanaan yang memuat visi karakter, pelaksanaan yang terintegrasi dalam pembelajaran, program pembiasaan, dan praktik kerja lapangan, serta evaluasi berkelanjutan. Program pembiasaan rutin terbukti efektif menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan empati pada siswa. Meskipun menghadapi kendala keterbatasan waktu, faktor pendukung berupa kepemimpinan kepala sekolah, komitmen pendidik, serta sinergi dengan orang tua dan dunia industri sangat dominan dalam keberhasilan program. Simpulan utama menegaskan bahwa manajemen kurikulum berbasis karakter berkontribusi signifikan dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara medis, tetapi juga memiliki integritas moral dan kesiapan profesional untuk menghadapi dunia kerja kesehatan.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PEMANFAATAN RAPOR PENDIDIKAN UNTUK MENINGKATKAN MUTU SEKOLAH DASAR Yuningsih, Yuyun; Wasliman, Eva Dianawati
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9409

Abstract

Improving the quality of primary schools requires principals to optimally use data in planning, implementing, evaluating, and following up school improvement programs. The Educational Report Card (Rapor Pendidikan) developed by the Ministry of Education provides a comprehensive picture of students’ learning outcomes, learning processes, school climate, and school management, and therefore has the potential to become the basis for data-based planning at the school level. However, preliminary findings at SDN Malabenghar indicated that the principal had not yet fully utilized the Educational Report Card as an instrument for diagnosis and decision making, so that quality improvement programs were not always directed at the identified root problems. This study aims to analyze principal leadership in utilizing the Educational Report Card to improve the quality of primary schools at SDN Malabenghar, focusing on four aspects: planning, implementation, evaluation, and follow-up. The research employed a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews with the principal and teachers, and documentation study of planning documents, reports, and the school’s Educational Report Card. Data were analyzed descriptively by reducing, presenting, and drawing conclusions from emerging patterns within the case context. The findings show that the principal has begun to develop more systematic planning based on the Educational Report Card by analyzing priority indicators, determining improvement focus, formulating goals, and integrating programs into medium- and annual-term school plans. In the implementation stage, the principal acts as an instructional and transformational leader by communicating the importance of data, mobilizing teachers in literacy and numeracy programs, and conducting supervision based on Report Card findings. Evaluation is carried out through regular monitoring, joint reflection with teachers, and re-using data to review progress, although documentation remains inconsistent. Follow-up is evident in program adjustment, teacher capacity building, and integration of evaluation results into subsequent planning. Overall, the use of the Educational Report Card at SDN Malabenghar shows a positive trend but still requires strengthening of data literacy, documentation culture, and consistency in implementing continuous improvement cycles. BSTRAK Peningkatan mutu sekolah dasar menuntut kepala sekolah mengoptimalkan pemanfaatan data mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga tindak lanjut. Rapor Pendidikan yang dikembangkan Kemendikbudristek menyajikan gambaran komprehensif capaian hasil belajar, proses pembelajaran, iklim belajar, dan tata kelola sekolah, sehingga berpotensi menjadi dasar perencanaan berbasis data. Namun, temuan awal di SDN Malabenghar menunjukkan bahwa pemanfaatan Rapor Pendidikan oleh kepala sekolah belum optimal sebagai instrumen diagnosis dan pengambilan keputusan, sehingga program peningkatan mutu belum sepenuhnya menyasar akar masalah. Penelitian ini bertujuan mengkaji kepemimpinan kepala sekolah dalam memanfaatkan Rapor Pendidikan untuk meningkatkan mutu sekolah dasar di SDN Malabenghar, dengan fokus pada aspek perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru, serta telaah dokumen perencanaan, pelaporan, dan Rapor Pendidikan. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah mulai menerapkan perencanaan berbasis Rapor Pendidikan secara sistematis melalui analisis indikator prioritas dan integrasi program ke dalam RKJM, RKS, dan RKAS. Pelaksanaan ditunjukkan melalui peran kepemimpinan instruksional dan transformasional, evaluasi melalui monitoring dan refleksi, serta tindak lanjut berupa penyesuaian program. Secara umum, pemanfaatan Rapor Pendidikan menunjukkan tren positif, namun masih memerlukan penguatan literasi data, dokumentasi, dan konsistensi perbaikan berkelanjutan.    
REKONSILIASI PENDIDIKAN VOKASI DAN SINERGI LINK-AND-MATCH 2.0: STUDI SINKRONISASI KURIKULUM SMK DENGAN KEBUTUHAN INDUSTRI EKONOMI NASIONAL DI ERA DIGITAL Hertanto, Yudhi
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9531

Abstract

This study aims to analyze the transformation of vocational education through the Link-and-Match 2.0 policy and the effectiveness of curriculum synchronization in Vocational High Schools (SMK) with the needs of the national economic industry in the digital era. This research employs a descriptive qualitative approach using literature review and document analysis of government regulations, previous studies, and labor market statistics. The analysis is conducted from philosophical, sociological, and pedagogical perspectives to identify structural problems in Indonesia’s vocational education system. The findings indicate that although regulations such as Presidential Instruction No. 9 of 2016 and Presidential Regulation No. 68 of 2022 provide a strong legal framework, the unemployment rate of SMK graduates remains the highest, reaching 8.63% in 2025. This condition is mainly caused by skills mismatch, limited educator capacity, and slow curriculum adaptation to digital technological developments. The implementation of the 8+i concept has proven to be a key strategy in strengthening substantive collaboration between schools and industry. Adaptive curriculum synchronization, enhancement of teachers’ competencies in artificial intelligence and programming, and the strengthening of ICT infrastructure are essential factors in developing relevant and competitive vocational education toward Indonesia Emas 2045. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pendidikan vokasi melalui kebijakan Link-and-Match 2.0 serta efektivitas sinkronisasi kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kebutuhan industri ekonomi nasional di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur dan analisis dokumen terhadap regulasi pemerintah, hasil penelitian terdahulu, serta data statistik ketenagakerjaan. Analisis dilakukan dari perspektif filosofis, sosiologis, dan pedagogis untuk mengidentifikasi problem struktural pendidikan vokasi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun regulasi seperti Inpres No. 9 Tahun 2016 dan Perpres No. 68 Tahun 2022 telah memberikan landasan hukum yang kuat, tingkat pengangguran lulusan SMK masih menjadi yang tertinggi, yaitu 8,63% pada tahun 2025. Kondisi ini disebabkan oleh skill mismatch, keterbatasan kapasitas pendidik, serta lambatnya adaptasi kurikulum terhadap perkembangan teknologi digital. Implementasi konsep 8+i terbukti menjadi strategi kunci dalam memperkuat kolaborasi substantif antara sekolah dan industri. Sinkronisasi kurikulum yang bersifat adaptif, peningkatan kompetensi guru dalam bidang kecerdasan artifisial dan pemrograman, serta penguatan infrastruktur TIK menjadi faktor utama dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang relevan dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Page 3 of 3 | Total Record : 24