cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen Teknologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Manajemen Teknologi merupakan salah satu publikasi ilmiah yg diterbitkan oleh SBM ITB, dalam kerangka untuk mendorong pengembangan praktik dan teori manajemen di Indonesia melalui penyebarluasan temuan-temuan hasil riset di bidang sains dan kasus manajemen. Jurnal ini dikenal secara luas dikalangan praktisi dan akademisi di Indonesia sebagai 'The Indonesian Journal for the Science of Management' yang mencakup bidang-bidang antara lain: Knowledge and People Management, Operations and Performance Management, Business Risk, Finance and Accounting, Entrepreneurship, Strategic Business and Marketing and Decision Making and Strategic Negotiation. Jurnal Manajemen Teknologi ( ManTek ) sudah terakreditasi "B" berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 81/DIKTI/Kep/2011. Masa Berlaku 5 (lima) tahun sejak tanggal ditetapkan. Dan terindeks oleh Indonesian Publication Index (IPI), Google Schoolar. Print ISSN: 1412-1700; Online ISSN: 2089-7928
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2016)" : 8 Documents clear
Pengembangan Model Evaluasi Kualitas Layanan Sistem E-Government Govindaraju, Rajesri; Wiratmadja, Iwan Inrawan; Haryana, Avif
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9745.051 KB) | DOI: 10.12695/jmt.2016.15.2.6

Abstract

Abstrak. Di banyak negara, sistem e-goverment telah dibangun untuk mendukung pemerintah dalam memberikan layanannya kepada masyarakat dan industri. Meskipun sistem yang dikembangkan dengan biaya yang besar tersebut telah berhasil dijalankan, tingkat penerimaan pengguna terhadap sistem dan tingkat kualitas layanan sistem yang dihasilkan sering kali belum maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model evaluasi sistem layanan e-government. Model evaluasi e-government dikembangkan dengan menggabungkan aspek layanan pemerintah (layanan publik) serta aspek kualitas pelayanan sistem berbasis elektronik.  Model tersebut di uji dengan pendekatan empiris. Kuesioner disebarkan secara online berbasis web dan 88 respon yang dinyatakan valid digunakan sebagai dasar analisis model Analisis validitas dan reliabilitas model pengukuran dilakukan dengan metode partial least square (PLS). Analisis hasil evaluasi dilakukan dengan memanfaatkan metode importance-performance analysis (IPA). Model yang dikembangkan digunakan untuk mengevaluasi sistem layanan e-government Inatrade yang dikembangkan Departemen Perdagangan Republik Indonesia. Hasil uji coba model dan analisis hasil evaluasi user dengan metode IPA menunjukkan bahwa information completeness, fulfillment, responsiveness dan contact merupakan dimensi yang perlu mendapatkan prioritas perbaikan pada sistem Inatrade.Kata kunci: Evaluasi layanan e-government, dimensi kualitas, layanan publik berbasis elektronik, service performance, importance-performance analysis, partial least square.Abstract. In many countries, e-government system has been built to support the government in providing services to the community and industry. Although the system had been developed and has been successfully executed, the level of user acceptance and the quality level of service is often not satisfactory. The aim of this study is to develop a model for of e-government system evaluation. E-government evaluation model was developed by combining aspects of government services (public services) as well as aspects of service quality of electronic-based systems. The model was tested using  empirical data. Questionnaires filled online using a web-based application, 108 samples were collected and 88 samples were declared valid to be used for measurement model analysis and e-government system evaluation. Analysis of reliability and validity of the measurement model was conducted using partial least square (PLS) technique. Analysis of the e-government system evaluation results was carried out by utilizing importance-performance analysis (IPA) method. The model developed is used to evaluate an e-government system developed by the Ministry of Trade of the Republic of Indonesia, called Inatrade. The results of Inatrade system evaluation using IPA method show that information completeness, fulfillment, responsiveness and contact are the dimensions that need to be given priority in the improvement process of Inatrade system.Keywords: e-government system evaluation, quality dimensions, electronic-based public services, service performance, importance-performance analysis, partial least square.
Pengaruh Komitmen Tenaga Kerja Lepas terhadap Motivasinya dalam Perusahaan Keluarga di Sektor Informal anggrian, wahyu meutia; sumarlin, antonius widyatma
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2016.15.2.3

Abstract

Abstrak. Berdasarkan data tahun 2012 yang diperoleh dari Dinas Koperasi & UKM Tangerang Selatan, dari dua belas ribuan pelaku UMKM, mayoritas status kepemilikannya adalah perusahaan keluarga di sektor informal.  Pada umumnya, keterbatasan modal dan pesanan membuat perusahaan ini mengandalkan kekuatan komitmen karyawan untuk bertahan.  Dalam kajian penelitian terdahulu, hubungan antara komitmen organisasional dan motivasi karyawan selalu menjadi dasar pemikiran dari formulasi strategi fungsional dalam menjalankan misi perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formulasi yang tepat guna pembentukan strategi fungsional dalam perusahaan di sektor informal.  Penelitian terkait komitmen tenaga kerja lepas terhadap motivasinya dalam perusahaan keluarga di sektor informal baru pertama kali ini dilakukan dengan harapan kunci pertahanan dan keberlangsungan pola manajemen UMKM Indonesia dapat teridentifikasi. Pengolahan data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) yang diolah dengan Lisrel 8.7. Responden dalam penelitian ini yaitu pekerja lepas di tiga perusahaan keluarga sektor informal di Tangerang Selatan di bidang kayu lapis, konveksi dan kuliner. Hasil penelitian menunjukan komitmen afektif adalah dimensi yang terpenting dalam mempertahankan keberlangsungan hubungan tenaga kerja dan perusahaan keluarga; artinya, keterikatan emosional organisasi dan karyawan harus sejalan dan erat hubungannya. Kedepannya, kajian yang terkait transformasi perusahaan keluarga dari sektor informal ke sektor formal dapat menggunakan studi ini sebagai titik awal referensi.Kata kunci:   komitmen organisasional,  motivasi karyawan, perusahaan keluarga sektor informal, tenaga kerja lepas,  manajemen stratejik fungsional Abstract. The office of Cooperative and SME Tangerang Selatan estimated in 2012 around twelve thousands SME in the area are mostly family owned business operating in informal sector.  Constrained by capital and orders, many rely on their strong organizational commitment to survive.  Previous researches have also shown that the strong relationship between organizational commitment and employees’ motivation is the key to uphold the fort. Family owned company in the informal sector and non-contractual workers are the least researched in the Indonesian Managment literatures; hence, bring it up the two objects together to the surface should enlight some indicative keys to their management survivability and continuity.  Respondents were non-contractual worker in the three informal sectors in Plywood, Garment and Culliner in Tangerang Selatan.  The data was then processed with Structural Equation Model (SEM) and run with Lisrel 8.7. The finding indicates that the affective commitment is the essential dimension for the family owned company to have survived theroughut these years.  Hence, future research has an opportunity to focus on a unanimousity in behavior and culture between the family owned company and her non-contractual workers should the business evolves into existence in the formal sector.Keyword:  organizational commitment,  employee motivation, informal sector’ family owned company,  non contractual worker, functional strategic management 
Front-Matter JMT Vol 15 No 2 2016 Haryanto, Supri
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2829.986 KB)

Abstract

Front-Matter JMT Vol 15 No 2 2016
Inovasi Berbasis Pengguna: Survei Industri Teknologi Pengolahan Air Bersih di Indonesia Laili, Nur; Soesanto, Qinan Maulana Binu; Febrianda, Rendi; Fizzanty, Trina; Oktaviyanti, Dini; Setiawan, Sigit; Hermawati, Wati
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5570.047 KB) | DOI: 10.12695/jmt.2016.15.2.1

Abstract

Abstrak. Inovasi memiliki peran meningkatkan kinerja perusahaan serta membangun daya saing perusahaan. Perusahaan yang mampu berinovasi secara kontinyu akan lebih mampu beradaptasi dan melakukan perubahan, misalnya tuntutan pasar yang selalu berubah. Kebutuhan untuk berinovasi bagi perusahaan berlaku di hampir semua sektor industri, termasuk di industri teknologi air bersih. Keragaman teknologi pengolahan air bersih diperlukan untuk dapat memenuhi kebutuhan pengguna air bersih yang juga beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan karakteristik pengguna teknologi terhadap derajat kebaruan inovasi yang dihasilkan oleh produsen teknologi pengolahan air bersih. Metode yang digunakan adalah perpaduan antara metode kuantitatif dan kualitatif, yaitu dengan melakukan survei dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan karakteristik pengguna akan berpengaruh terhadap derajat kebaruan inovasi di industri teknologi pengolahan air bersih. Ada tiga karakteristik pengguna yang berpengaruh terhadap derajat kebaruan inovasi, yaitu kebutuhan teknologi, pendanaan inovasi dan keterlibatan pengguna dalam proses pengembangan inovasi. Kebutuhan teknologi yang berbasis efisiensi IPA/IPAL, fleksibilitas pendanaan inovasi, dan semakin tingginya keterlibatan pengguna dalam pengembangan inovasi akan meningkatkan derajat kebaruan (novelty) inovasi.Kata kunci: inovasi teknologi, pengolahan air bersih, derajat kebaruan, pengguna, survei industri. Abstract. Innovation has a role in improving firm’s performance, as well as to build the firm's competitiveness. Firms whose continuously innovate will be more adaptive and competitive in changing market. The firm’s need to innovate is in almost all industrial sectors, including clean water technology industry. The diversity of water treatment technology emerged to meet various need of user. This study aims to examine how the different characteristics of users influence the degree of innovations novelty produced by water treatment technology manufacturers. The method used is a combination of quantitative and qualitative methodsthrough conducting surveys and in-depth interviews. The results showed that differences in the characteristics of users will influence the degree of novelty of innovation in water treatment technology industries. There are three characteristics that influence the degree of novelty of innovation, namely technology needs, innovation funding and user involvement in the development process of innovation. Efficiency based innovation, flexibility of innovation funding, and increasing user involvement in the development of innovation will increase the degree of novelty of innovation.Keywords: technological innovation, water treatment, degree of novelty, user, industrial survey.
Back-Matter JMT Vol 15 No 2 2016 Haryanto, Supri
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.101 KB)

Abstract

Back-Matter JMT Vol 15 No 2 2016
Determinan Intensitas Transaksi Afiliasi pada Perusahaan-perusahaan dalam Grup Bisnis di Bursa Efek Indonesia Tambunan, Martua Eliakim; Siregar, Hermanto; Manurung, Adler Haymans; Priyarsono, Dominicus Savio
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2016.15.2.2

Abstract

Abstrak. Transaksi afiliasi merupakan aksi korporasi penting dengan tingkat kejadian tertinggi dari seluruh aksi korporasi emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Intensitas transaksi afiliasi memungkinkan ekspropriasi hak pemegang saham minoritas serta berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan-determinan yang mempengaruhi intensitas transaksi afiliasi pada perusahaan dalam grup bisnis di Bursa Efek Indonesia. Determinan tersebut adalah kepemilikan saham ultimat, tata kelola perusahaan yang baik (dengan komisaris independen dan kantor akuntan publik Big Four sebagai proxy), rasio utang terhadap modal serta periode krisis. Penelitian ini menggunakan data panel dengan periode waktu kuartalan dari 2006 sampai 2013. Sampel ditentukan dengan cara purposive sampling yang berfokus kepada tipologi perusahaan yaitu perusahaan yang tergabung dalam tiga grup bisnis mewakili tiga lapisan kapitalisasi pasar. Hasil menunjukkan bahwa kepemilikan saham ultimat secara tidak signifikan berpengaruh positif terhadap intensitas transaksi afiliasi. Komisaris independen dan rasio utang terhadap modal secara signifikan berpengaruh positif terhadap intensitas transaksi afiliasi. Kantor akuntan publik Big Four secara signifikan berpengaruh negatif terhadap intensitas transaksi afiliasi. Periode krisis secara tidak signifikan berpengaruh negatif terhadap intensitas transaksi afiliasi. Determinan-determinan tersebut secara keseluruhan berpengaruh terhadap intensitas transaksi afiliasi.Keywords: transaksi afiliasi, grup bisnis, pemegang saham ultimat, tata kelola perusahaan yang baik, rasio utang terhadap modal. Abstract. Related party transactions are important corporate actions with the highest incidence rate of all issuers’ corporate actions listed in the Indonesia Stock Exchange. Related party transactions' intensity allows minority  holders' expropriation right and affects company's value. This study aimed to analyze the determinants affecting related party transactions’ intensity in companies in the business groups in the Indonesia Stock Exchange. The determinants were ultimate shareholders, good corporate governance (with independent commissioner and the Big Four public accounting firms as proxies), debt to equity ratio, and period of crisis. This study used panel data with quarterly time period from 2006 to 2013. Samples were determined by purposive sampling focusing on companies’ typology, namely companies in the three business groups representing the market capitalization’s three layers.  The results showed that ultimate shareholders insignificantly had positive effect on related party transactions’ intensity. Independent commisioners and debt to equity ratio significantly had positive effect on related party transactions’ intensity. The Big Four public accounting firms significantly had negative effect on related party transactions’ intensity. Period of crisis insignificantly had negative effect on related party transactions’ intensity. The determinants as a whole have an effect on the intensity of related party transactions.Keywords: related party transaction, business group, ultimate shareholder, good corporate governance, debt to equity ratio.
Stabilitas Bank, Tingkat Persaingan Antar Bank dan Diversifikasi Sumber Pendapatan: Analisis Per Kelompok Bank di Indonesia Wibowo, Buddi
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2016.15.2.5

Abstract

Abstrak. Paradigma “competition-fragility” dan “competition-stability” memiliki alur logika yang bertentangan atas hubungan antara kompetisi antar dan stabilitas bank. Menurut Berger et al (2009), kedua pandangan tersebut berbeda pada aspek yang berkaitan dengan risiko kredit (loan risk), namun pada risiko yang dihadapi bank secara keseluruhan, kedua pandangan tersebut memiliki prediksi yang sama. Pada pasar kredit yang didominasi oleh bank dengan market power yang besar, risiko portfolio kredit bank memang akan naik seperti yang diprediksi oleh pandangan “competition-fragility”, namun risiko bank secara keseluruhan tidak selalu ikut naik bersamaan dengan naiknya risiko portfolio kredit. Uji empirik pada perbankan Indonesia mendukung hipotesis tersebut, kecuali pada kelompok bank asing yang memiliki model bisnis tersendiri. Hubungan kompetisi dan risiko kredit bank di Indonesia juga terbukti memiliki pola U -shape yaitu kompetisi yang meningkat pada tahap awal dapat menekan risiko kredit, salah satunya melalui peningkatan diversifikasi pendapatan dan jenis kredit bank, namun pada titik tertentu meningkatnya kompetisi justru memperburuk kualitas portfolio kredit perbankan.Kata Kunci: Kompetisi Perbankan,Risiko, Stabilitas, DiversifikasiAbstract. The"Competition-fragility" view and The "Competition-stability" view has a contrary logical flow in predicting the relationship between bank stability and competition among banks. According to Berger et al (2009), these two views differ on credit risk aspect of loan portfolio, but on the risks faced by the bank as a whole, these two views have the same prediction. In the credit market which is dominated by few banks with substantial market power, the risk of bank credit portfolio increases as predicted by the view "competition-fragility", but the bank's overall risk does not always go up with the jump in credit portfolio risk. The paper shows that empirical test of the Indonesian banking system support this hypothesis, except in foreign bank group that has its own business model. The relationship of competition and the credit risk of banks in Indonesia also have a U -shape pattern that increasing competition in the early stages can reduce credit risk, which is due to increasing income diversification and diversification of bank credit type, but at a certain point the increasing competition has worsened the quality of bank credit portfolio.Key word: Banking Competition, Risk, Stability, Diversification
PENGARUH INTERORGANIZATIONAL RELATIONSHIPS TERHADAP KAPABILITAS INOVASI: STUDI KASUS PERUSAHAAN KOMPONEN OTOMOTIF DI INDONESIA Prihadyanti, Dian; Laksani, Chichi Shintia
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2016.15.2.4

Abstract

Abstrak. Interorganizational relationship (IOR) yang muncul dari interaksi yang dibentuk oleh perusahaan dapat menjadi strategi bagi perkembangan bisnisnya. Pengelolaan IOR yang tepat dapat memberikan manfaat dalam peningkatan kinerja inovasi perusahaan. Kinerja inovasi yang juga berkaitan dengan innovation outcomes sangat dipengaruhi oleh kapabilitas inovasi perusahaan.  Tulisan ini akan membahas pengaruh IOR terhadap kapabilitas inovasi dilihat dengan menganalisis proses yang terjadi dalam menghasilkan innovation outcomes. Melalui delapan studi kasus di perusahaan komponen otomotif di Indonesia, terlihat bahwa IOR dapat meningkatkan kapabilitas inovasi perusahaan terutama untuk melakukan inovasi teknologi. Inovasi yang dihasilkan dapat dikatakan sebagai open innovation dengan adanya peran pihak eksternal dalam proses inovasi di perusahaan. Dengan IOR, perusahaan dapat memperoleh atau meningkatkan innovation enabler yang dibutuhkan perusahaan untuk menghasilkan innovation outcomes. IOR juga dapat membentuk dan memperkuat fondasi dasar bagi pembentukan perusahaan yang inovatif. Inovasi juga terlihat dapat menjadi media bagi pembentukan social control dalam IOR.Kata kunci: IOR, kinerja inovasi, kapabilitas inovasi, innovation outcomes, innovation enabler, ketergantungan sumber dayaAbstract. Interorganizational relationships (IOR) arising from interaction created by a firm can become a strategy for business development. Proper IOR management can provide benefits in improving firmâ??s innovation performance. Innovation performance which is also associated with innovation outcomes is strongly influenced by firmâ??s innovation capabilities. This paper discusses the influence of IOR towards innovation capabilities which is seen by analyzing the processes that occur in generating innovation outcomes. Through eight case studies in automotive components firms in Indonesia, it appears that the IOR can enhance company's innovation capabilities, especially for conducting technological innovation. The resulting innovations may be regarded as open innovation with the role of external parties in the process of innovation in the company. By IOR, a company may acquire or increase innovation enablers required to generate innovation outcomes. IOR can also shape and strengthen the basic foundation to build an innovative company. It is also found that innovation may become a media to form social control in IOR. Keywords: IOR, innovation performance, innovation capability, innovation outcomes, innovation enabler, resource-dependance

Page 1 of 1 | Total Record : 8