cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen Teknologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Manajemen Teknologi merupakan salah satu publikasi ilmiah yg diterbitkan oleh SBM ITB, dalam kerangka untuk mendorong pengembangan praktik dan teori manajemen di Indonesia melalui penyebarluasan temuan-temuan hasil riset di bidang sains dan kasus manajemen. Jurnal ini dikenal secara luas dikalangan praktisi dan akademisi di Indonesia sebagai 'The Indonesian Journal for the Science of Management' yang mencakup bidang-bidang antara lain: Knowledge and People Management, Operations and Performance Management, Business Risk, Finance and Accounting, Entrepreneurship, Strategic Business and Marketing and Decision Making and Strategic Negotiation. Jurnal Manajemen Teknologi ( ManTek ) sudah terakreditasi "B" berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 81/DIKTI/Kep/2011. Masa Berlaku 5 (lima) tahun sejak tanggal ditetapkan. Dan terindeks oleh Indonesian Publication Index (IPI), Google Schoolar. Print ISSN: 1412-1700; Online ISSN: 2089-7928
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 3 (2016)" : 9 Documents clear
Cultural Transformation on Decision-Making for Indonesia’s 35,000 MW Electricity Mega Project: A Systems Thinking’s Perspective Hendro, Dewo; Sunitiyoso, Yos
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 15, No 3 (2016)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16770.426 KB) | DOI: 10.12695/jmt.2016.15.3.3

Abstract

Abstract. The study aims to analyze the existing system situation of the project, to compare it with the ideal system situation, and to propose the intervention to close the gap between the two system situations. The analysis method used to map the situations is the causal loop diagram. The study combines primary data using interviews and secondary data analyses on literature, government regulations, reports, and related sources. The findings of the study suggest that an obstacle of the project completion which should be considered seriously is the legal uncertainty. Root causes of this problem are the ambiguity of decision makers' roles, bounded-awareness occurrence, and the influence of the hidden traps on decision-making. Therefore solutions are proposed to solve the situation and transform it into the ideal system situation: decision makers roles are clarified, every sector or stakeholder is able to see, seek, use, and share integrated information properly, and every efficient decision made is implemented appropriately into actions.Keywords: decision-making, bounded awareness, hidden traps, integrated system, legal uncertainly, mega-projectAbstrak. Studi ini bertujuan untuk melakukan analisis situasi sistem proyek saat ini, membandingkannya dengan situasi sistem yang ideal, dan untuk mengusulkan intervensi untuk menutup kesenjangan antara dua situasi tersebut. Metode analisis yang digunakan untuk memetakan situasi adalah diagram sebab-akibat. Studi ini menggunakan kombinasi data primer mengunakan interview dan data sekunder dari literature, peraturan pemerintah, laporan dan sumber terkait. Hasil studi ini menyarankan mengenai suatu kendala penyelesaian proyek yang harus dipertimbangkan secara serious yaitu ketidakpastian hukum. Akar penyebabnya adalah ambiguitas peran pengambil keputusan, terjadinya keterbatasan kesadaran, dan pengaruh perangkap tersembunyi pada pengambilan keputusan. Oleh karena solusi-solusi diusulkan untuk mengatasi situasi dan mengubahnya menjadi situasi sistem yang ideal yaitu: peran pengambil keputusan yang diklarifikasi, setiap sektor atau pemangku kepentingan mampu melihat, mencari, menggunakan, dan berbagi informasi terintegrasi dengan benar, dan setiap keputusan yang efisien diimplementasikan dengan tepat ke dalam tindakan.Kata kunci: pengambilan keputusan, keterbatasan kesadaran, perangkap tersembunyi, sistem terintegrasi, ketidakpastian hukum, mega-proyek.
Implementasi Digital Factory pada Industri Manufaktur Skala Menengah: Studi Pendahuluan Sunardi, Oki; Saputra, Kevin Joy
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 15, No 3 (2016)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7779.469 KB) | DOI: 10.12695/jmt.2016.15.3.2

Abstract

Abstrak. Industri manufaktur skala menengah di Indonesia dihadapkan pada beberapa tantangan, seperti: ekonomi biaya tinggi, perubahan teknologi informasi yang pesat, serta perubahan permintaan dan pasar yang sangat dinamis. Tantangan-tantangan tersebut secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi keberlangsungan hidup perusahaan. Studi pendahuluan ini bertujuan untuk memperkenalkan manfaat implementasi Digital Factory dalam mengatasi beberapa tantangan tersebut. Penelitian-penelitian sebelumnya mengidentifikasikan bahwa penerapan digital factory pada perusahaan skala besar berbasis teknologi telah mampu meningkatkan efisiensi proses pengembangan produk dan proses produksi, dari segi waktu dan biaya. Studi ini mencoba mengidentifikasi beberapa prasyarat utama implementasi digital factory dalam industri manufaktur skala menengah di Indonesia. Sebagai studi pendahuluan, penelitian dilakukan pada usaha pengolahan plastik skala menengah di Tangerang, yang telah menerapkan teknologi digital dalam proses produksinya. Terdapat tiga prasyarat mendasar yang dibutuhkan agar implementasi digital factory dapat berjalan: kelengkapan data dan informasi tentang urutan produksi, desain produk, desain bangunan dan data pekerja; ketersediaan perangkat keras dan perangkat lunak simulasi; serta tingkat ketrampilan dan pengalaman operator dalam penggunaan software simulasi. Hubungan antar variabel dalam penelitian ini dimodelkan dan diolah dengan SmartPLS. Penelitian awal ini menemukan bahwa kelengkapan data dan informasi, ketersediaan perangkat keras dan lunak simulasi, serta kemampuan dan pengalaman pekerja dalam bidang simulasi virtual, secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap implementasi digital factory dan keberlangsungan perusahaan (pengembangan dan desain produk yang lebih baik (inovasi), perancangan dan simulasi proses produksi yang lebih efisien (efisiensi), dan kemampuan menyesuaikan diri terhadap perubahan permintaan yang lebih baik (adaptasi)).Kata kunci: usaha manufaktur skala menengah, digital factory, inovasi, efisiensi, adaptasi.Abstract. Medium-sized manufacturing industry in Indonesia is overwhelmed by certain challenges: high-cost economy, significant changes in information technology, and dynamic market and demand. All of these challenges affect gradually or directly to the sustainability of the industry. This preliminary study aims to conceptualize the importance of 'digital factory' implementation to dealing with sustainability issues. Previous studies showed that the implementation of digital factory, in the context of large-sized technological-based manufacturing enterprises, has been proved to increase the efficiency of product development process and production process, in term of time and cost. This study tries to identify several key issues to support the implementation of digital factory: data and information completeness, hardware and software availability, and operators' skill and experience in conducting simulation. The relationships of the variables are modelled and analyzed using SmartPLS. This preliminary study found that, concurrently, data and information completeness, hardware and software availability, and operators' skill and experience in conducting simulation have significant effect to digital factory implementation, as well as the enterprise's sustainability (better product design and improvement (innovativeness), more efficient in design and simulation of production process (efficiency), and better capability to deal with dynamic demand (adaptiveness)).Keywords: medium-sized manufacturing enterprise, digital factory, innovativeness, efficiency, adaptiveness.
Front-Matter JMT Vol 15 No 3 2016 Haryanto, Supri
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 15, No 3 (2016)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2835.175 KB)

Abstract

Front-Matter JMT Vol 15 No 3 2016
Respon Konsumen pada Mobile Advergames: Intrusiveness dan Irritation Kusumasondjaja, Sony
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 15, No 3 (2016)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9736.51 KB) | DOI: 10.12695/jmt.2016.15.3.1

Abstract

Abstrak. Meningkatnya penggunaan mobile advergames untuk menyampaikan pesan pemasaran belum diikuti dengan bukti empiris efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh mobile advergames intrusiveness terhadap consumer irritation, sikap pada iklan, sikap pada produk yang diiklankan, dan niat beli konsumen. Pengujian efektivitas mobile advergames ini didasarkan pada fenomena meningkatnya penggunaan media mobile untuk menyampaikan pesan pemasaran pada konsumen dari kelompok demografis yang berbeda. Kerangka konseptual penelitian dibangun berdasarkan Advertising Avoidance Theory. Untuk pengumpulan data, self-administered survey dilakukan dengan menerapkan purposive sampling dan melibatkan 213 responden yang berdomisili di Surabaya dan pernah memainkan mobile games. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin konsumen merasa bahwa iklan yang muncul pada mobile advergames mengganggu kenyamanan mereka (intrusive), semakin kuat perasaan marah (irritation) yang terbentuk pada diri konsumen. Perasaan marah konsumen berpengaruh negatif dalam pembentukan sikap pada mobile advergames dan sikap pada produk yang diiklankan. Semakin baik sikap pada mobile advergames berpengaruh pada semakin positif sikap konsumen pada produk yang diiklankan. Begitu pula semakin positif sikap konsumen pada produk yang diiklankan, semakin positif pula niat konsumen untuk membeli. Menariknya, sikap pada mobile advergames tidak berpengaruh terhadap niat beli. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi bagi praktisi pemasaran yang menggunakan mobile advergames sebagai media placement dalam strategi periklanan mereka.Kata kunci: intrusiveness, irritation, mobile advergames, sikap, iklanAbstract. Increasing adoption of mobile advergames to deliver marketing messages has not been followed by empirical findings to support its effevtiveness. This research attempts to examine the effect of mobile advergames intrusiveness on consumer irritation, attitudes, and purchase intention. This investigation on mobile advergame effectiveness was based on the increasing use of mobile media to deliver marketing messages to consumers from different demographic background. Conceptual framework was developed based on Advertising Avoidance Theory. For data collection, self-administered survey was conducted by adopting purposive sampling involving 213 respondents residing in Surabaya who have had experience in playing mobile game as respondents. Results indicate that intrusiveness positively affects consumer irritation. Consumer irritation negatively affects attitude towards the mobile advergames and attitude towards the advertised product. The better the consumer attitude towards the mobile advergames, the more positive the attitude towards the advertised product. Moreover, the more positive the attitude towards the advertised product, the greater the consumer intention to purchase. Interestingly, consumer attitude toward the mobile advergames has insignificant influence on purchase intention. Findings of the study offer significant contribution to marketing practices using mobile advergames as media placement in their advertising strategy.Keywords: intrusiveness, irritation, mobile advergames, attitude, advertising
Back-Matter JMT Vol 15 No 3 2016 Haryanto, Supri
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 15, No 3 (2016)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.101 KB)

Abstract

Back-Matter JMT Vol 15 No 3 2016
Pengembangan Model Peningkatan Kompetensi Pekerja Domestik Indonesia di Malaysia Ananda, Muna Siva; Sukmawati, Anggraini; Syamsun, Muhammad; Ali, Noor Azman
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 15, No 3 (2016)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9226.138 KB) | DOI: 10.12695/jmt.2016.15.3.4

Abstract

Abstrak. Masyarakat Ekonomi ASEAN merupakan suatu bentuk integrasi dalam sistem perdagangan bebas di seluruh Negara ASEAN. Indonesia sebagai anggota dari ASEAN memiliki peran yang cukup bersaing diantara Negara lainnya, akan tetapi salah satu persoalan yang dihadapi adalah permasalahan rendahnya tingkat daya saing. Pekerja domestik tidak terampil dari Indonesia menjadi latar belakang permasalahan komunikasi, kekerasan dan banyak kriminalitas lainnya di Malaysia. Faktanya, penempatan pekerja domestik Indonesia di Luar Negeri merupakan solusi terbaik dari pemerintah untuk mengatasi masalah pengangguran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan problematis dan menciptakan suatu model pengembangan untuk peningkatan kompetensi pekerja domestik Indonesia di Malaysia. Data akan dianalisis menggunakan metode Rich Picture dan The House Model. Hasil menunjukkan bahwa untuk membuat perencanaan visi dalam jangka waktu lima tahun ke depan, maka sangat diperlukan peningkatan relevansi wewenang pemerintah pusat, memperbaiki reputasi individu pekerja domestik dan bekerja sama antara pemerintah dengan agensi tenaga kerja. Hasil penelitian ini dapat menjadi implikasi bagi pemerintah maupun lembaga lainnya yang terkait dalam pelaksanaan model Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK). Pemerintah juga dapat menjadikan penelitian ini sebagai referensi dalam pengembangan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) kepada pekerja domestik Indonesia dengan adil dan efektif untuk meningkatkan strategi daya saingnya.Kata Kunci: Kompetensi, Pekerja Domestik Indonesia, Pelatihan, Rich Picture, The House Model Abstract. ASEAN Economic Community is an ASEAN Economic Integration in free trade system all around ASEAN. Indonesia as one of ASEAN Country has a role to compete with other countries, but one of the problems is competitiveness issues. Unskilled domestic workers from Indonesia being the background of miscommunication, workers abuse and many criminality problems in Malaysia. But in fact, placing Indonesian domestic workers in other countries is the best solution to unemployment issues in Indonesia. This study aimed to analyze the problematic situations and create a model that may affect the competency strategies to increase the competitiveness of Indonesian domestic workers in Malaysia. Data from the experts was analyzed using Rich Picture and The House Model. The result showed that in planning the vision for five years term is needed to Enhancing the relevant Governmental Authorities, Establishing the individual reputation and Collaborating between Government and agencies involved. This strategies had been formulated to increase the human resource competencies with Competency-Based Training (CBT). Training and development conducted in Indonesia before placement in abroad is the ways to build workers' quality and then could compete with domestic workers from the Philippines and other countries in Malaysia. The research findings are expected to have implications on government and institutions in the process competency based training models. The government was expected to make the findings as a reference for the Competency-Based Training (CBT) to Indonesian domestic workers fairly and effectively to support its competitiveness strategies.Keywords: Competency, Indonesian domestic workers, Rich Picture, The House Model, Training
Pengaruh Motivasi Usaha terhadap Keberhasilan Usaha dengan Kemampuan Usaha sebagai Variabel Mediasi pada Industri Kecil Menengah Makanan Ringan Priangan Timur-Indonesia Gemina, Dwi; Silaningsih, Endang; Yuningsih, Erni
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 15, No 3 (2016)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2016.15.3.6

Abstract

Abstrak. Industri Kecil Menengah (IKM) memberikan sumbangan berarti bagi pertumbuhan ekonomi nasional, sebagai penggerak pembangunan daerah dibidang teknologi, memperluas kesempatan berusaha, kesempatan kerja dan peningkatan nilai tambah. Tujuan penelitian: menganalisis pengaruh motivasi usaha terhadap kemampuan usaha IKM; menganalisis pengaruh kemampuan usaha terhadap keberhasilan usaha IKM; menganalisis pengaruh motivasi usaha terhadap keberhasilan usaha melalui variabel kemampuan usaha IKM sebagai mediasi; Metode penelitian survey dan bentuk penelitian deskriptif serta verifikatif. Objek penelitian pengelola usaha IKM makanan ringan sebanyak 150 dengan menggunakan koesioner tertutup melalui pengujian path analisis. Hasil penelitian bahwa motivasi usaha berpengaruh signifikan dan berbanding lurus (positif) terhadap kemampuan usaha, semakin tinggi motivasi usaha akan diikuti tinggi kemampuan usaha. Kemampuan usaha berpengaruh signifikan dan berbanding lurus (positif) terhadap keberhasilan usaha, semakin tinggi kemampuan usaha akan diikuti tinggi keberhasilan usaha. Selanjutnya pengaruh motivasi usaha terhadap keberhasilan usaha melalui variabel kemampuan usaha sebagai mediasi signifikan atau dapat diterima, sehingga motivasi usaha berpengaruh terhadap keberhasilan usaha melalui kemampuan usaha.Kata kunci: motivasi usaha, kemampuan usaha dan keberhasilan usaha, industri kecil menengah, makanan ringan, Priangan Timur-Indonesia Abstract. Small medium industries (hereafter SMIs) contributed meant to the national economic growth, as the driving regional development in technology, extending business opportunities, employment opportunities and the increase in added value. Research purposes: analyze the influence business motivation in the ability of SMIs businesses; analyze the influence of the ability of SMIs businesses to SMIs business successful; analyze the influence business motivation to SMIs business successful through variable the ability of SMIs businesses as mediation. The research method is survey with the research form of descriptive verification. 150 SMIs manager ware observed using closed questionnaire through the test of path analysis. Research results that business motivation is affecting significantly and proportionally (positive) toward the ability of SMIs businesses, the higher business motivation would be followed by high of the ability of SMIs businesses. The ability of SMIs businesses is significantly and proportionally (positive) affect the SMIs business successful, the higher the ability of SMIs businesses would be followed by high of the SMIs business successful. The business motivation to influence the SMIs business successful through the ability of SMIs businesses as mediation is significant or acceptable, so business motivation influences the SMIs business successful through the ability of SMIs businesses. Keywords: business motivation, business ability and business successful, small medium industries, snacks, East Priangan-Indonesia
Pengaruh Tingkat Adopsi IFRS dan Proteksi Investor terhadap Persistensi Laba: Analisis Lintas Negara Emerging Markets Shobriati, Ikrima; Siregar, Sylvia Veronica Nalurita Purnama
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 15, No 3 (2016)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2016.15.3.7

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh tingkat adopsi IFRS dan proteksi investor terhadap persistensi laba. Dari penelitian terdahulu diketahui terdapat beberapa masalah yang ada pada praktik akuntansi di negara emerging market diantaranya sedikitnya akuntan yang memiliki kualifikasi yang bagus, ketidaklengkapan informasi akuntansi atau ketidaktepatan waktu dalam pembuatan laporan keuangan, kurangnya data akuntansi yang digunakan untuk tujuan internal manajemen, kurangnya undang-undang mengenai standar akuntansi, standar audit dan prosedur dan hal tersebut akan dapat mempengaruhi kualitas dari informasi akuntansi yang dilaporkan didalam laporan keuangan. Sehingga hal tersebut mendorong untuk meneliti lebih dalam mengenai faktor institusional yang berdampak pada persistensi laba perusahaan. Metode penelitian menggunakan data panel dengan jumlah observasi sebanyak 12.903 di emerging market pada tahun 2011 s.d 2013. Untuk mengukur tingkat adopsi IFRS menggunakan skor berdasarkan tiga tipe perbedaan tingkat adopsi masing-masing negara. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu persistensi laba. Proteksi investor menggunakan proksi strength of investor protection index dari World Bank. Hasil penelitian menunjukkan dalam konteks negara emerging market, tingkat adopsi IFRS tidak berpengaruh terhadap persistensi laba di masa yang akan datang. Di negara yang memiliki proteksi investor yang kuat berpengaruh pada semakin tingginya tingkat persistensi laba.Kata kunci: tingkat adopsi IFRS, proteksi investor, persistensi laba, emerging markets, atribut laba. Abstract. The purpose of this study is to provide empirical evidence about the effect of IFRS adoption and investor protection on earnings persistence. Based on prior studies, there are some problems that existed in the accounting practices in emerging markets such as less an accountant who have good qualifications, incomplete accounting information or inaccuracy of time in preparing financial statements, the lack of accounting data that are used for internal management incentives, the lack of legislation, auditing standards and procedure of accounting standards and this issues will can affect the quality of accounting information that reported in financial statements. So this view initiate to investigate extensively about the effect of institutional factors on earnigs persistence.This study uses panel data with 12.903 firm-year observations in emerging markets evidence from 2011 to 2013. To measure IFRS adoption uses score based on three distinctions of the type from IFRS adoption in respective countries. And then for dependent variable in this study is earnings persistence. While for the investor protection uses strength of investor protection index proxy from World Bank.The findings imply that in the context of emerging markets, IFRS adoption is not associated with future earnings persistence. While a stronger investor protection in the country significantly correlated with greater earnings persistence.Keywords: IFRS adoption, investor protection, earnings persistence, emerging markets, properties of earnings.
EVALUASI TATA KELOLA SISTEM INFORMASI BUSINESS INTELLIGENCE PADA PERUSAHAAN MINUMAN RINGAN Rizki, Yanis Aulia; Suroso, Arif Imam; Ramadhan, Arief
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 15, No 3 (2016)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2016.15.3.5

Abstract

Abstrak. Implementasi Sistem Informasi Business Intelligence (BI) berperan untuk memenuhi kebutuhan informasi yang lengkap, berkualitas, dan sesuai kebutuhan dari setiap tingkatan dan fungsi unit bisnis sehingga dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan manajemen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tata kelola BI pada satu perusahaan penyedia minuman ringan di Indonesia (PMRI). Evaluasi melalui investigasi sumber daya sistem informasi dengan metode kualitatif deskriptif, analisis tingkat kematangan dengan menggunakan maturity model COBIT framework 4.1 serta analisis kualitas sistem, kualitas informasi dan kualitas layanan yang variabelnya diambil dari model DeLone dan McClane serta di analisis menggunakan Importance Performance Analyst (IPA). Hasil penelitian menunjukkan hasil investigasi sumber daya sistem informasi mendukung implementasi BI namun perlu dilakukan peningkatan. Berdasarkan pengukuran maturity model secara keseluruhan proses sudah mengikuti kaidah-kaidah yang baik dan benar sesuai dengan COBIT framework dan Maturity Level-nya berada diantara level: 2 - Repeatable dan level: 4 â?? Managed. Selanjutnya, berdasarkan analisis IPA, kualitas sistem yang kinerjanya rendah dan menjadi perioritas perbaikan bagi PMRI adalah keandalan sistem, kecepatan akses serta efisiensi, sedangkan kinerja yang rendah pada kualitas informasi yaitu atribut akurasi dan tepat waktu, sedangkan kinerja yang rendah pada kualitas layanan yaitu atribut keandalan dan responsif. Perbaikan fokus pada peningkatan kinerja, perencanaan dan pengelolaan BI. Kata kunci: Perusahaan minuman ringan, tata kelola TI, business intelligence, COBIT framework 4.1, maturity level, importance performance analysis (IPA)Abstract. Implementation of Business Intelligence (BI) can fulfil complete information needs, qualified, and suitable for each business unit levels to improve the quality of management decision making. This study aimed to evaluate the governance of BI on one of soft drinks company in Indonesia (PMRI). The evaluation consist of investigation resources information system with descriptive qualitative method, analysis level of maturity by using maturity models COBIT framework 4.1 and analysis of system quality, information quality and service quality which the variabel adapted from DeLone and McClane Model and analysed with Importance Performance Analyst (IPA) analysis. Based on the results of investigation resources information system already support the implementation of BI but it needs to improve. Based on the result of overall measurement maturity process is already followed the correct rules with COBIT framework and level Maturity is between level: 2 - Repeatable and level: 4 - Managed. Furthermore, based on IPA analysis, low-performance quality system and become priorities for the improvement of PMRI is reliability, accessibility and efficiency, and for the low performance in the quality of information is attribute accuracy and timeliness, and for the low performance in the quality of service is an attribute of reliability and responsiveness. Improvements focus on enhancement of BI performance, planning and management. Keywords: soft drinks company, IT governance, business intelligence, COBIT framework 4.1, maturity level, importance performance analysis (IPA)

Page 1 of 1 | Total Record : 9