cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen Teknologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Manajemen Teknologi merupakan salah satu publikasi ilmiah yg diterbitkan oleh SBM ITB, dalam kerangka untuk mendorong pengembangan praktik dan teori manajemen di Indonesia melalui penyebarluasan temuan-temuan hasil riset di bidang sains dan kasus manajemen. Jurnal ini dikenal secara luas dikalangan praktisi dan akademisi di Indonesia sebagai 'The Indonesian Journal for the Science of Management' yang mencakup bidang-bidang antara lain: Knowledge and People Management, Operations and Performance Management, Business Risk, Finance and Accounting, Entrepreneurship, Strategic Business and Marketing and Decision Making and Strategic Negotiation. Jurnal Manajemen Teknologi ( ManTek ) sudah terakreditasi "B" berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 81/DIKTI/Kep/2011. Masa Berlaku 5 (lima) tahun sejak tanggal ditetapkan. Dan terindeks oleh Indonesian Publication Index (IPI), Google Schoolar. Print ISSN: 1412-1700; Online ISSN: 2089-7928
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2017)" : 9 Documents clear
MODEL PENERIMAAN PETANI TERHADAP TEKNOLOGI SISTEM PERTANIAN ORGANIK DI KABUPATEN TASIKMALAYA Wiratmadja, Iwan Inrawan; Nurjanah, Noneng; Kurniawati, Amelia
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2017.16.1.6

Abstract

Abstract. The survey result of Indonesian Organic Alliance (AOI) shows that there were 40% increasing of organic food consumer during 2012 to 2013. This condition indicates that the availability of organic product should be increased. The purpose of this research is to develop a model which describes the factors that affect the farmersâ?? intention on implementing organic farming technology, especially in Tasikmalaya, Indonesia, and to identify the influence of perceived usefulness toward the attitude in implementing organic farming technology. The factors influencing farmersâ?? intention are identified through understanding about the influence of attitude, subjective norm, and behavioral control. Research model testing was conducted using the approach of Partial Least Square (PLS) with sample data obtained through interviews with 81 organic farmers in Tasikmalaya, West Java. The result of this research shows that perceived usefulness construct is significantly influence farmerâ??s attitude towards organic farming. Moreover, attitude, subjective norm, and behavioral control are also significantly influenced towards farmerâ??s intention to organic farming.Keywords: Acceptance of Technology, Theory of Planned Behavior, Theory of Acceptance Model, Organic Farming, Farmerâ??s Intention Abstrak. Hasil survei Aliansi Organis Indonesia (AOI) menunjukkan bahwa terjadi peningkatan konsumen pangan organic sebesar 40% pada periode 2012 hingga 2013. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa produksi hasil pertanian organik perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan faktor-faktor yang memengaruhi niat petani terhadap implementasi teknologi pertanian organik khususnya di Kabupaten Tasikmalaya, Indonesia, dan mengidentifikasi pengaruh keuntungan yang dirasakan terhadap sikap dalam mengimplementasikan teknologi pertanian organik. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap niat petani diidentifikasi melalui pemahaman mengenai pengaruh sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku. Pengujian model penelitian dilakukan menggunakan pendekatan Partial Least Square (PLS) dengan data sampel diperoleh dengan melakukan wawancara terhadap 81 petani organik di Kabupaten Tasikmalaya. Hasil dari pengujian model menunjukkan bahwa konstruk keuntungan secara signifikan memengaruhi sikap. Selain itu, konstruk sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku secara signifikan memengaruhi niat petani dalam penerimaan teknologi pertanian organik.Kata kunci: Penerimaan Teknologi, Theory of Planned Behavior, Theory of Acceptance Model, Pertanian Organik, Niat Petani 
Critical Role of Intermediaries on Technology Transfer: Case Study of BIOTROP and Center for Mariculture Development of Lampung Sari, Karlina; Alamsyah, Purnama; Asmara, Anugerah Yuka; Kusnandar, Kusnandar; Mulatsih, Sri
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13803.089 KB) | DOI: 10.12695/jmt.2017.16.1.3

Abstract

Abstract. Relationship among technology generator and technology user is one of factors determining successful technology transfer, but the existence of intermediaries is proven to enhance the absorptive capacity of technology user, especially in rural areas. Government can enact as intermediary by supporting the relationship generator-user, which is commonly found in agriculture and fishery sectors. The aim of this study is to demonstrate how government can support technology transfer from academic institution to rural industry. Using case study method, this study focused on the critical role of Center for Mariculture Development of Lampung (CMDL) which acts as an intermediary of technology transfer process from Southeast Asian Ministers of Education Organization- Southeast Asian Regional Center for Tropical Biology (SEAMEO-BIOTROP) to seaweed farmers. This study shows that intermediary agent plays an important role in articulating demand from technology user to technology generator, creating network between adopter-generator, and providing resources (fund, technician, industrial-scale laboratory) for technology commercialization. Intermediary with strong commitment to deliver technology to society is highly needed in successful technology transfer.Keywords: technology transfer, technology adoption, tissue culture, seaweed, intermediaryAbstrak. Hubungan antara penghasil dan pengguna teknologi merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan transfer teknologi, tetapi keberadaan lembaga perantara telah dibuktikan mampu meningkatkan kapasitas absorbsi pengguna teknologi, terutama di daerah pedesaan. Pemerintah dapat berperan sebagai perantara antara penghasil dan pengguna teknologi, seperti yang umum ditemukan di sektor pertanian dan perikanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan bagaimana pemerintah dapat mendukung transfer teknologi dari lembaga akademis ke industri pedesaan. Menggunakan metode studi kasus, penelitian ini fokus pada peranan vital Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung sebagai perantara proses transfer teknologi dari Southeast Asian Ministers of Education Organization- Southeast Asian Regional Center for Tropical Biology (SEAMEO-BIOTROP) ke pembudidaya rumput laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agen perantara memainkan peranan penting dalam menerjemahkan permintaan dari pengguna teknologi ke penghasil teknologi, membangun jaringan antara pengguna-penghasil teknologi, dan menyediakan sumberdaya (dana, teknisi, laboratorium skala industri) untuk komersialisasi teknologi. Perantara dengan komitmen kuat untuk mengantarkan teknologi ke masyarakat sangat dibutuhkan untuk keberhasilan transfer teknologi.Katakunci: transfer teknologi, adopsi teknologi, kultur jaringan, rumput laut, perantara 
Organizational Health Index and Organizational Agility Maturity Criteria as Measurement Tools of Organizational Transformation Effectiveness Harjanti, Swasti Sri; Gustomo, Aurik
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8382.413 KB) | DOI: 10.12695/jmt.2017.16.1.7

Abstract

Abstract. As a response to negative growth in the mobile legacy projection - which supports 50% of Telkom revenue, and a positive high growth projection in the ICT and digital business revenue, Telkom decides to shift the business to digital. To be a successful digital company, Telkom has created strategic initiatives, including organizational transformation adopting Customer Facing Unit (CFU) concept that has been done for several months but there still no evaluation method for the success. This paper purpose is to evaluate the implementation of one human capital management strategic initiatives - CFU transformation implementation success, through Organizational Health Index and Organizational Agility Maturity model and formulate a recommendation for Telkom to create a more healthy and agile organization. This research using 11 synthetized dimension of Organization Health Index and Organizational Agility Maturity Model method as tools. Questionnaire consist of 53 practices that represented by 55 questions that asks about respondents extent to which they agree (satisfaction) and whether it meet respondents expectation. Survey result shows that Telkom already in a healthy condition and agile as an organization. This result concluded that by methods used in this research, the transformation could be stated as a success. However, according to the result, maintain and improvement of current health and agility still needed, especially improvement regarding innovation and learning.Keywords:Organization, organizational agility, organizational health index, telecommunication, transformationAbstrak. Dalam merespon proyeksi pertumbuhan negatif dalam bisnis mobile – yang menjadi 50% sumber pendapatan Telkom, dan pertumbuhan positif yang tinggi di bidang ICT dan bisnis digital, Telkom harus masuk ke dalam bisnis digital. Untuk itu Telkom telah membuat beberapa strategi, termasuk transformasi organisasi yang mengadopsi konsep Customer Facing Unit (CFU). Transformasi ini sudah dilakukan selama beberapa bulan namun belum pernah dievaluasi kesuksesannya. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengevaluasi kesuksesan transformasi melalui metode Organizational Health Index dan model Organizational Agility Maturity. Penelitian ini juga merumukan rekomendasi bagi Telkom untuk menciptakan kondisi organisasi yang lebih sehat dan mampu bergerak cepat. Penelitian ini menggunakan sintesa dimensi Organization Health Index dan model Organizational Agility Maturity. 53 indikator dari hasil sintesa diwakili oleh 55 pertanyaan yang menunjukkan kepuasan dan ekspektasi responden. Hasil survey menunjukkan bahwa Telkom memiliki organisasi yang sehat dan mampu bergerak cepat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah berdasarkan metode yang digunakan, proses transformasi dapat dikatakan sukses. Namun, usaha-usaha untuk mempertahankan dan meningkatkan kondisi saat ini masih diperlukan, terutama peningkatan terkait inovasi dan pembelajaran.Keywords:Organisasi, organizational agility,organizational health index, telekomunikasi, transformasi
Orientasi Kewirausahaan pada Kinerja Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Sumatera Barat: Analisis Peran Moderasi dari Intensitas Persaingan, Turbulensi Pasar dan Teknologi Wardi, Yunia; Susanto, Perengki; Abdullah, Nor Liza
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9860.671 KB) | DOI: 10.12695/jmt.2017.16.1.4

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh orientasi kewirausahaan meliputi keinovasian, keproaktifan, dan keberanian dalam mengambil risiko terhadap kinerja UKM Sumatera Barat yang dimoderasi oleh intensitas per¬saingan, turbulensi pasar dan teknologi. Populasi penelitian adalah seluruh pimpinan atau pemilik UKM pada komoditas produk/jasa usaha unggulan di Sumatera Barat. Sampel penelitian adalah sebagian dari pimpinan atau pemilik UKM pada komoditas produk/jasa usaha unggulan dengan menggunakan metode penyampelan non-probabilitas, yaitu sampel bertujuan. Ukuran sampel (sample size) diambil sebanyak 400 sampel. Penelitian ini menggunakan moderated regression analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan meliputi keinovasian, keproaktifan dan keberanian mengambil risiko berpengaruh secara signifikan pada kinerja UKM di Sumatera Barat. Namun, intensitas persaingan, turbulensi pasar dan teknologi tidak mampu memperkuat pengaruh orientasi kewirausahaan terhadap kinerja UKM di Sumatera Barat. Implikasi manajerial dalam penelitian ini didiskusikan kemudian. Kata Kunci: Orientasi kewirausahaan, intensitas persaingan, turbulensi pasar dan teknologi, dan kinerja UKMAbstract. The purpose of this study is to analyse the effect of entrepreneurial orientation (EO) include innovativeness, proactiveness, and risk-taking on performance of small and medium enterprises (SMEs) in West Sumatra moderated by competitive intensity, market, and technological turbulence. The population of the study was all managers or owners of leading products/services of SMEs in West Sumatra. Further, samples were taken by using nonprobabilities sampling method i.e. purposive sampling. The sample size used in the analysis of 400 samples. Data were analyzed by using moderated regression analysis (MRA). The findings show that EO includes innovativeness, proactiveness, and risk-taking have a significant effect on SMEs performance in West Sumatra. However, the moderating effect of competitive intensity, market and technological turbulence on the relationship between EO and SMEs performance were not supported. Managerial implications of the findings are then discussed. Keywords: Entrepreneurial orientation, competitive intensity, market and technological turbulence, and SMEs performance 
Front-Matter JMT Vol 16 No 1 2017 Haryanto, Supri
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5927.165 KB)

Abstract

Front-Matter JMT Vol 16 No 1 2017
Pengembangan Platform Inovasi dan Kewirausahaan (IES) dengan menggunakan Perspektif Servis Sains: Studi Kasus LPIK ITB Novani, Santi; Suryana, Lisandy Arinta; Putro, Utomo Sarjono; Supangkat, Suhono Harso
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16198.838 KB) | DOI: 10.12695/jmt.2017.16.1.2

Abstract

Abstract. The Institute for Innovation and Entrepreneurship (LPIK) is a hub to facilitate and bridge between ITB inventor and Entrepreneurial to interact with the Industry to co-create the value and to commercialize the technology. This institute is under Vice-rector of innovation and partnership of ITB. The study aims to analyze the current situation and propose a web-based platform to facilitate the interaction among the stakeholders in LPIK effectively and efficient. Service science perspective will be used in this study, start from the problem identification until solution development. The methodology was used is the qualitative approach, i.e., focus group discussion (FGD), survey and strategic assumption surfacing and testing (SAST). The finding is the assumption based on the importance, and the certain level of IES development is relevance (absolutely importance-very certain). The other assumption is considered as a factor which influence IES performance is accuracy, customization, content, timeliness, quality of interaction and also format.Keywords: IES (Innovation Entrepreneurship System) , platform, service science, strategic assumption surfacing and testing (SAST), value co-creationAbstrak. Lembaga pengembangan inovasi dan kewirausahaan (LPIK) adalah lembaga dibawah Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Kewirausahaan (WRIM) yang bertujuan sebagai hub dan fasilitator untuk menjembatani inovasi inventor ITB dan kewirausahaan untuk dapat berinteraksi dengan Industri (user) dalam menciptakan nilai (value co-creation) dan komersialiasi teknologi.  Studi ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan platform yaitu aplikasi berbasis web yang bisa memfasilitasi interaksi antar pemangku kepentingan yang terlibat dalam aktivitas LPIK secara efektif dan efisien. Aplikasi yang dibuat berdasarkan kebutuhan dari para pengguna yaitu tenan inkubator LPIK dan juga inventor serta industri. Dalam studi ini menggunakan sudut pandang servis sains dalam keseluruhan proses penelitian, mulai dari identifikasi hingga pengembangan solusi dari permasalahan. Metodologi yang dipergunakan dalam studi ini adalah dengan pendekatan kualitatif, yaitu focus group discussion (FGD), survey serta pengolahannya menggunakan metode strategic assumption surfacing dan testing (SAST). Dari hasil dengan SAST diperoleh asumsi yang paling penting dan paling pasti dalam pengembangan IES kedepan yaitu relevansi, artinya informasi yg disediakan pada website IES harus relevan. Kemudian asumsi yang lainnya yang penting dan adalah akurasi, yaitu IES harus memiliki tingkat akurasi aplikasi yang tinggi, kustomisasi (IES harus menyediakan informasi yang menarik, dan tampilan yang familiar), konten (kelengkapan isi dan kualitas informasi web), ketepatan (timeliness, Informasi yang ditampilkan pada website IES tepat waktu dan sifatnya mutakhir), dan kualitas berinteraksi dengan pengelola web IES melalui forum kolaborasi, kemudahan dalam menggunakan IES serta layanannya dan kecepatan dalam menggunakan aplikasi. Untuk asumsi fitur lainnya adalah format yang mampu memberikan informasi sesuai format yang dibutuhkan adalah faktor yang dipertimbangkan dalam mempengaruhi performansi sistem IES.Katakunci: IES (Innovation Entrepreneurship System) , platform, service science, strategic assumption surfacing and testing (SAST), value co-creation 
Back-Matter JMT Vol 16 No 1 2017 Haryanto, Supri
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Back-Matter JMT Vol 16 No 1 2017
Analisis Perilaku User pada Pemanfaatan Layanan Pemesanan Tiket Online pada Aplikasi Mobile (Prespektif Kepercayaan dan Resiko oleh Konsumen) Assegaff, Setiawan
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2017.16.1.5

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh  empat elemen “trust’, “risk” “perceived usefulness” dan “ease of use” terhadap perilaku konsumen dalam mengadopsi teknologi mobil untuk pemesanan tiket secara online. Penelitian ini penting dilakukan dalam rangka memahami pola hubungan antara elemen “trusk” dan “risk” yang mempengaruhi perilaku konsumen di Indonesia dalam memanfaatkan layanan M-Commerce. Sebuah model penelitian dan lima buah hipoteses dikembangkan dalam penelitian ini. Model dan hipoteses kemudian diuji dan divalidasi menggunakan data yang diperoleh dari sebuah survey yang dilaksanakan secara online. Penyebaran kuesioner secara online dilakukan melalui aplikasi media sosial. Dari 110 kuesioner yang diisi oleh responden sebanyak 95 kuesioner dinyatakan valid dan digunakan untuk dianalisis lebih lanjut. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Partial Least Square (PLS) memanfaatkan perangkat lunak Smart PLS V2. Hasil dari pengolahan data mengindikasikan bahwa elemen “perceived usefulness” dan “esae of use”mempunyai pengaruh yang positif terhadap aktivitas konsumen dalam menggunakan teknologi mobil untuk pemesanan tiket online, penelitian juga menemukan hubungan antara elmen “trust” dan elemen “risk”. Namun penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara elemen “risk” dengan  perilaku konsumen dalam menggunakan aplikasi mobile.Kata kunci: Perilaku Pengguna, Mobile Commerce, Resiko, Kepercayaan, Technology Acceptance Model (TAM). Abstract. The aim of this research is to investigate the relationship between the elements of trust, risk, perceived usefulness, and ease of use and their impact on consumer behavior in the intention of use of mobile commerce services for online ticketing.  A research model with five hypotheses was developed for this research. Conducting this research is important in term off to understand the relationship of trust and risk in order to understand people behavior in using mobile commerce. Research model and hypotheses was validated using online questionnaire that distrubed in social media. 110 questionnaire was obtained from the survey and 95 validated questionnaire then use for next analysis. Partial Smart Square (PLS) was used for data analyisis using Smart PLS V2. This study reveals that perceived usefulness and ease of use has significant effect for people behavior in using mobile application for purchase online ticketing, this research also identified that trust has relationship with risk element. However, this research did not found any significant relationship between risk and people behavior in using mobile application.Keyword: User Behavior, Mobile Commerce, Trust, Risk, Technology Acceptance Model (TAM) 
Pengambilan Keputusan Pemilihan Pemasok di Perusahaan Manufaktur dengan Metode Fuzzy ANP Govindaraju, Rajesri; Sinulingga, Jonathan Pratama
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2017.16.1.1

Abstract

Abstrak. Persoalan pemilihan pemasok merupakan masalah penting dalam perusahaan karena hal ini akan sangat menentukan kemampuan perusahaan untuk menjamin ketersediaan bahan baku produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan model pengambilan keputusan fuzzy-ANP (fuzzy analytic network process) dalam kasus pemilihan pemasok di sebuah perusahaan manufaktur. Metode gabungan fuzzy dan ANP digunakan karena selain perlu mempertimbangkan ketergantungan antar kriteria, juga ingin diminimalisasi ketidakpastian dan ketidaktepatan pada penilaian tingkat kepentingan tiap kriteria. Kerangka berpikir dari penelitian ini terdiri dari empat tahapan besar yaitu proses pembentukan kriteria dan subkriteria pemilihan pemasok, proses penentuan ketergantungan antar kriteria, proses pembobotan kriteria/subkriteria, serta proses penilaian pemasok. Proses pembobotan kriteria dihasilkan dari dua data yaitu data bobot kriteria tanpa dependency dan kriteria bobot dengan dependency. Proses pembentukan kriteria/subkriteria dan penilaian untuk menghasilkan bobot diperoleh dari pihak expert yang berada pada perusahaan tempat studi kasus penelitian dilakukan. Proses penilaian pemasok dilakukan dengan memberikan penilaian menggunakan 5 (lima) skala untuk masing-masing pemasok yang kemudian hasilnya akan diperbandingkan. Hasil dari metode ini adalah urutan ranking pemasok pada suatu proses pengadaan. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa metode fuzzy ANP terbukti tepat digunakan dalam konteks pengadaan bahan baku pada kasus yang dibahas karena kriteria/subkriteria yang digunakan memiliki ketergantungan satu sama lain, serta mampu meminimalisasi ketidakpastian atau ketidaktepatan dalam melakukan penilaian. Dengan menggunakan metode ini, diperoleh kriteria yang memiliki bobot paling tinggi yaitu kriteria kualitas SDM yang mempengaruhi sebanyak 6 kriteria lainnya, diikuti dengan kriteria kualitas barang, reputasi pemasok, harga, dan metode pengiriman. Kata kunci: Fuzzy-ANP, model keputusan, multi criteria decision making (MCDM), pengadaan, pemilihan pemasok.Abstract. The issue of supplier selection is an important issue in the company because it will determine the company's ability to ensure the availability of raw materials in production. This study aims to establish a decision-making model for supplier selection which considers many criteria in which there is dependence between criteria. The method used is fuzzy-analytic network process (fuzzy-ANP). The combined fuzzy and ANP methods is used not only to consider dependencies between criteria, but also to minimize uncertainty and inaccuracy in the assessment of importance of each criterion. Four major stages used in the decision model, namely the establishment of supplier selection criteria and sub-criteria, the process of determining dependencies among the criteria, the weighting of the criteria/sub-criteria, and the last one is supplier assessment process. The process of weighting the criteria results in two data, criteria weights without dependency and criteria weights with dependency. The process of formation of criteria/sub-criteria and the ratings to generate weights were obtained from the experts from the company where case study was done. Supplier rsting process is done through assessment process using the 5 (five) scale rating. The results of rating for each supplier will then be compared. The results of this method is the ranking of suppliers in a certain procurement process. From this research it is known that the method used, fuzzy ANP, is proved to be appropriate considering that there are dependencies among the criteria/ sub-criteria used and the method is useful to minimize uncertainty or inaccuracy in the assessment process. By employing this method, criteria with the highest weight was obtained, that is quality of human resources which affect as much as 6 other criteria, followed by quality of product, supplier’s reputation, price, and delivery method.Keywords: Fuzzy-ANP, decision model, multi criteria decision making (MCDM), procurement, supplier selection

Page 1 of 1 | Total Record : 9