Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMALISASI UMUR BTS, JUMLAH MAINTENANCE SITE CREW DAN PENENTUAN BIAYA MAINTENANCE DENGAN MENGGUNAKAN METODE LIFE CYCLE COST (STUDI KASUS: PT TELKOMSEL INDONESIA) Anggriawan, Alfrianiko; Saedudin, Rd. Rohmat; Kurniawati, Amelia
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri Vol 2 No 03 (2015): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Juli 2015
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.198 KB) | DOI: 10.25124/jrsi.v2i03.62

Abstract

Pertumbuhan jumlah pengguna jasa telekomunikasi di Indonesia meningkat periode 2009-2013. Pada tahun 2013 tercatat jumlah pengguna jasa seluler mencapai 300 juta pelanggan yang melebihi jumlah penduduk Indonesia yang diperkirakan berjumlah 243,6 juta. PT Telkomsel Indonesia merupakan salah satu perusahaan penyedia jasa telekomunikasi yang tercatat memiliki pelanggan sebanyak 131,5 juta dan menguasai sekitar 49% pangsa pasar jasa telekomuniksai seluler. Salah satu infrastruktur penting dalam mendukung kegiatan operasional operator seluler adalah Base Transceiver Station (BTS). Jika terjadi kerusakan pada BTS yang menyebabkan BTS down, maka akan berakibat hilangnya potential revenue dan hilangnya kepercayaan konsumen. Selain itu penggunaan yang cukup lama juga dapat menyebabkan penuaan BTS dan meningkatnya hazard rate. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis umur optimal dari BTS tersebut. Jika BTS mengalami kerusakan akan ditangani oleh maintenance site crew. Jika jumlah site crew banyak akan meningkatkan maintenance cost yang harus dikeluarkan perusahaan, namun jika jumlahnya kurang akan meningkatkan shortage cost. Oleh karena itu juga perlu dilakukan penentuan jumlah maintenance site crew optimal. Metode yang digunakan untuk optimasi tersebut adalah metode life cycle cost. Metode life cycle cost mengkombinasikan umur mesin dan jumlah site crew untuk mendapatkan life cycle cost minimal. Berdasarkan data TTF dan TTR dilakukan plotting distribusi dan penentuan distribusi yang mewakili. Selanjutnya dilakukan pengolahan data sustaining cost dan acquisition cost untuk mendapatkan life cycle cost terkecil. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan life cycle cost terkecil adalah Rp54,467,056,568.00 dengan umur optimal 5 tahun dan jumlah maintenance site crew 5.
PERANCANGAN FRAMEWORK KONTEN ¬E-LEARNING PADA KEGIATAN MAINTENANCE MESIN BERDASARKAN KNOWLEDGE CONVERSION DENGAN METODE SECI Kurniawati, Amelia; Andrawina, Luciana; Soesanto, Rayinda Pramuditya
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri Vol 1 No 01 (2014): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Juli 2014
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.952 KB)

Abstract

Knowledge merupakan informasi yang melibatkan aksi dan keputusan atau informasi dengan arahan [1]. Knowledge dibagi menjadi 2 (dua) tipe, yaitu tacit knowledge dan explicit knowledge. Tacit knowledge adalah knowledge yang terdiri atas model mental, kepercayaan, pengalaman dan merupakan personal, konteks spesifik yang sulit diformulasikan, dicatat, atau diartikulasikan [2]. Explicit knowledge merupakan knowledge yang dapat dikondifisikan dan ditransmisikan dalam sebuah bahasa yang sistematis dan formal, seperti dalam bentuk dokumen, database, web, e-mail, e-learning, grafik, dan lain-lain [2]. Knowledge merupakan aset perusahaan yang penting masa kini. Oleh karena itu, knowledge harus didokumentasikan dengan baik. Dalam penelitian ini dilakukan dokumentasi terhadap tacit knowledge yang dimiliki oleh operator maintenance untuk suatu mesin. Mesin yang dijadikan objek dalam penelitian ini adalah mesin Toshiba BMC 80.5. Penelitian ini bertujuan untuk membuat kerangka kerja pembuatan konten e-learning dengan mendokumentasikan tacit knowledge operator maintenance dalam melakukan kegiatan maintenance mesin menjadi sebuah explicit knowledge, yaitu best practice berupa panduan pelaksanaan kegiatan maintenance dengan menggunakan metode SECI. Hasil rancangan berupa best practice digunakan sebagai bahan pada proses pengembangan e-Learning. Penelitian ini menghasilkan best practice kegiatan maintenance mesin yang digunakan sebagai bahan dalam membuat rancangan konten e-Learning.
RANCANGAN FRAMEWORK KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM UNTUK PENGELOLAAN PARKIR BERDASARKAN KNOWLEDGE MANAGEMENT TRIAD Andrawina, Luciana; Kurniawati, Amelia; Hediyanto, Umar Yunan Kurnia Septo
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri Vol 1 No 01 (2014): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Juli 2014
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.328 KB)

Abstract

Pengelolaan dan retribusi parkir merupakan permasalahan yang kompleks, pengelolaannya memerlukan suatu aplikasi. Knowledge management system (KMS) merupakan suatu sistem berbasis teknologi informasi yang memfasilitasi kegiatan pengaturan knowledge organisasi untuk menciptakan business value. Di dalam perancangan KMS dapat dilakukan dengan pendekatan Knowledge management Triad yang fokus pada tinjauan terintegrasi antara people, process, dan technology. Kajian ini memberikan framework untuk menjadi landasan awal penelitian yang berhubungan dengan rancangan KMS pengelolaan retribusi dan parkir.
MEMBANGUN MOBILE GAME SEBAGAI ASSISTIVE TECHNOLOGY UNTUK MEMBANTU MENGEMBANGKAN SOCIAL INTERACTION SKILL PADA PENDERITA ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) MENGGUNAKAN METODE AGILE DEVELOPMENT Simamora, Ricky Tri Wanda Putra; Kurniawati, Amelia; Puspitasari, Warih
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri Vol 2 No 01 (2015): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Januari 2015
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.903 KB)

Abstract

Pembelajaran yang efektif tidak dapat dicapai dengan hanya memperkenalkan mode belajar yang berbeda, tetapi juga memerlukan motivasi belajar anak dan menjaga agar anak termotivasi dan terlibat sampai tujuan pendidikan tercapai. Game merupakan sebuah media yang sangat disukai oleh berbagai kalangan khususnya anak-anak. Game based learning adalah salah satu media pembelajaran kreatif yang dapat menarik motivasi pengguna. Pada penelitian ini membahas tentang pembuatan game based learning sebagai teknologi pendukung untuk mengembangkan social interaction skill pada anak ADHD (Attenttion Deficit Hiperactivity Disorder). ADHD adalah gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan kesulitan menaruh perhatian, hiperaktif, impulsif (bertindak sebelum berpikir) serta mempunyai kesulitan untuk berinteraksi dengan lingkungan. Aplikasi game based learning yang dibangun adalah mobile web application menggunakan teknologi HTML5 dan javascript dengan menggunakan metode agile development. Terdapat tiga objektif pada penelitian ini yaitu cooperation learning, self control learning, dan responsibility learning. Penelitian ini juga disertai dengan pengujian User Acceptance Test (UAT) langsung kepada target user mengenai fungsionalitas dan survei terhadap user mengenai kualitas tampilan serta manfaat dalam menggunakan aplikasi ini.
ANALISIS KARAKTERISTIK MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS REKAYASA INDUSTRI ANGKATAN 2013 TELKOM UNIVERSITY MENGGUNAKAN KNOWLEDGE CONVERSION 5C Setiadi, Carina Yustitia; Kurniawati, Amelia; Soesanto, Rayinda P.
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri Vol 1 No 01 (2014): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Juli 2014
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.276 KB)

Abstract

Sistem pembelajaran yang diterapkan di Telkom University pada tingkat awal perkuliahan, mahasiswa mengikuti program Tahap Persiapan Bersama (TPB). Tujuan dari TPB yaitu memberikan landasan yang kuat tentang sains dan teknologi bagi mahasiswa baru. Untuk meningkatkan business value dari Telkom University, maka dilakukan penelitian pada keberhasilan belajar mahasiswa TPB untuk melihat kesesuaian antara tujuan institusi dengan fakta yang terjadi di lapangan dengan menggunakan proses konversi data menjadi informasi 5C yang terdiri dari Contextualized, Categorized, Calculated, Corrected, dan Condensed. Proses konversi dimulai dari proses identifikasi data, memahami manfaat data, pengelompokan data ke dalam kategori tertentu, melakukan perhitungan, melakukan koreksi, dan meringkas informasi. Data yang digunakan diantaranya data pribadi mahasiswa (jenis kelamin, usia dan perbedaan tempat tinggal dengan orang tua), data nilai IP semester 1, dan data hasil kuesioner MSLQ yang telah disesuaikan dengan studi kasus. Komponen motivasi terbagi menjadi enam bagian yaitu Intrinsic Goal, Extrinsic Goal, Task Value, Control of Learning Beliefs, Self Efficacy dan Test Anxiety. Nilai mahasiswa dikelompokkan menjadi lima kelompok. Berdasarkan hasil analisis dan hasil pengolahan data maka diperoleh kesimpulan bahwa data yang dikonversi menjadi informasi dapat menjadi bahan evaluasi keberhasilan belajar mahasiswa TPB Fakultas Rekayasa Industri 2013 bagi pihak institusi. Penelitian selanjutnya dapat meneruskan proses konversi dari informasi ke knowledge dengan metode 4C yaitu comparison, consequence, connection, dan conversation.
PENGEMBANGAN PROGRAM PREVENTIVE MAINTENANCE DENGAN MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM II) DAN PERHITUNGAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DI PLANT AMMONIA PT PUPUK KUJANG 1A Pamungkas, Ichmandira Bintang; Rachmat, Haris; Kurniawati, Amelia
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri Vol 1 No 01 (2014): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Juli 2014
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.185 KB)

Abstract

PT. Pupuk Kujang adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi pupuk dimana perusahaan tersebut memproduksi berbagai  jenis pupuk diantaranya  jenis ammonia, urea, dan granular. Untuk memproduksi sesuai dengan target  produksi  tentu  didukung  oleh  mesin  dan  peralatan  disetiap  tahapan  prosesnya  dan  harus dioperasikan dengan efektif dan efisien, untuk mengoperasikan mesin dan peralatan secara efektif dan efisien  diperlukan  sistem  perawatan  mesin  yang  baik.  Metode  penelitian  yang  digunakan  adalah Reliability Centered Maintenance II dengan memadukan analisis kualitatif yang meliputi FMEA dan RCM II  Decision Worksheet. Metode  Reliability  Centered Maintenance  II  ini  digunakan  untuk  menentukan kegiatan  interval  perawatan  berdasarkan  pada  RCM  II  Decision Worksheet  sesuai  dengan  fungsi  dan sistem  kerja  pada  equipment kritis  dan  FMEA  digunakan  untuk mengidentidikasi penyebab kegagalan dan efek yang ditimbulkan dari kegagalan tersebut. Metode lain yang digunakan yaitu dengan perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Six Big Losses untuk mengidentifikasi faktor penyebab penurunan efektivitas mesin produksi.
Model Penilaian dan Pemilihan Trade Show Bagi Industri Kreatif di Sektor Mode Rizana, Afrin Fauzya; Soesanto, Rayinda P.; Kurniawati, Amelia
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 16, No. 1, Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jiti.v16i1.3872

Abstract

The article identifies the criteria for choosing a trade show and develops a basic model of exhibition selection for creative industry players before deciding to participate in a trade show. It is necessary to ensure that expenses in terms of business, money, and time, will be worth the results. Based on literature review and interviews, six criteria were used, namely location, booth position, organizational reputation, cost estimation, prestige, and reputation of other participants. After selection criteria are identified, then calculations are performed to measure the criteria weight by using the AHP approach. Based on weight calculations, it was found that booth positions had the highest importance weight, followed by trade show location, organizers reputation, cost estimation, prestige and reputation of other participants. The weight value is then used to calculate the trade shows prediction value. The predicted value generated from the model is then compared to the value of the past data. The model has an accuracy rate of 89% and does not have a significant difference between the value generated by the model and the value of the past data.
OPTIMALISASI UMUR BTS, JUMLAH MAINTENANCE SITE CREW DAN PENENTUAN BIAYA MAINTENANCE DENGAN MENGGUNAKAN METODE LIFE CYCLE COST (STUDI KASUS: PT TELKOMSEL INDONESIA) Anggriawan, Alfrianiko; Saedudin, Rd. Rohmat; Kurniawati, Amelia
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri Vol 2 No 03 (2015): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Juli 2015
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jrsi.v2i03.62

Abstract

Pertumbuhan jumlah pengguna jasa telekomunikasi di Indonesia meningkat periode 2009-2013. Pada tahun 2013 tercatat jumlah pengguna jasa seluler mencapai 300 juta pelanggan yang melebihi jumlah penduduk Indonesia yang diperkirakan berjumlah 243,6 juta. PT Telkomsel Indonesia merupakan salah satu perusahaan penyedia jasa telekomunikasi yang tercatat memiliki pelanggan sebanyak 131,5 juta dan menguasai sekitar 49% pangsa pasar jasa telekomuniksai seluler. Salah satu infrastruktur penting dalam mendukung kegiatan operasional operator seluler adalah Base Transceiver Station (BTS). Jika terjadi kerusakan pada BTS yang menyebabkan BTS down, maka akan berakibat hilangnya potential revenue dan hilangnya kepercayaan konsumen. Selain itu penggunaan yang cukup lama juga dapat menyebabkan penuaan BTS dan meningkatnya hazard rate. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis umur optimal dari BTS tersebut. Jika BTS mengalami kerusakan akan ditangani oleh maintenance site crew. Jika jumlah site crew banyak akan meningkatkan maintenance cost yang harus dikeluarkan perusahaan, namun jika jumlahnya kurang akan meningkatkan shortage cost. Oleh karena itu juga perlu dilakukan penentuan jumlah maintenance site crew optimal. Metode yang digunakan untuk optimasi tersebut adalah metode life cycle cost. Metode life cycle cost mengkombinasikan umur mesin dan jumlah site crew untuk mendapatkan life cycle cost minimal. Berdasarkan data TTF dan TTR dilakukan plotting distribusi dan penentuan distribusi yang mewakili. Selanjutnya dilakukan pengolahan data sustaining cost dan acquisition cost untuk mendapatkan life cycle cost terkecil. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan life cycle cost terkecil adalah Rp54,467,056,568.00 dengan umur optimal 5 tahun dan jumlah maintenance site crew 5.
Usulan Perbaikan Kualitas Layanan Maskapai Penerbangan X Menggunakan Integrasi QFD dan Model Kano Prawira, Dede Jatmika; Iqbal, Muhamad; Kurniawati, Amelia
Jurnal Teknik Industri Vol 13, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Department Industrial Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.58 KB) | DOI: 10.22219/JTIUMM.Vol13.No2.142-150

Abstract

X Airlines is experiencing quality improvement issue related to complaints addressed to their service. Complaints are increasing in holiday and feast day, especially on January, August, September, and October. Improvement is needed to produce better service and better sevice is one of the key aspect of customer satisfaction. Customer satisfaction of X Airlines was measured based on several attributes. The service quality attributes were also grouped into must be, one dimensional, attractive, indifferent, questionable, and reverse category. The quality improvement was designed by using Quality Function Deployment (QFD) method and Kano Model. The result showed that customer’s satisfaction in all service quality attributes were still not being met the requrement. The key attribute indentified on satisfaction measurement and the Kano Category were the on time of departure corresponding to the schedule (one dimensional category), the efficient language storage facilities (one dimensional category), the tasty and good quality of the food (one dimensional category), and skilled staffs in serving the customer avoid tardiness, giving compensation when tardiness happened, conducting airlines staff service excellence program, conducting cooking class program, and providing high technology and up to date entertainment facilities on the plane.
KNOWLEDGE CONVERSION PADA PROSES PERENCANAAN PROYEK DI PT. LEN RAILWAY SYSTEM UNTUK STANDARDISASI PROSES DENGAN METODE SECI Nisaa, Atikah Sayyidatu; Kurniawati, Amelia; Pratami, Devi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 8, No.1, Januari 2013
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.77 KB) | DOI: 10.12777/jati.8.1.27-36

Abstract

PT LEN Railway System bergerak pada pembangunan proyek pensinyalan kereta api, namun pada proses perencanaan proyek pada perusahaan tersebut masih berupa tacit knowledge (pengalaman) pekerja yang akan hilang. Oleh karena itu, diperlukan adanya konversi knowledge pekerja yang masih berbentuk tacit knowledge menjadi knowledge yang terdokumentasikan ke dalam bentuk explicit knowledge. Penelitian ini menggunakan metode SECI (Socialization, Externalization, Combination, Internalization). Pada tahap socialization dilakukan eksplorasi data kepada pelaku proyek yang bersangkutan mengenai proses bisnis suatu aktivitas maupun tacit dan explicit knowledge dari masing-masing aktivitas. Pada tahap externalization dilakukan pendokumentasian dari hasil eksplorasi data. Pada tahap combination dilakukan pemilihan best practice dengan menggunakan beberapa tools yaitu: metode Delphi, metode AHP dan pemilihan best practice menggunakan metode factor rating. Best practice yang didapatkan akan dikombinasikan dengan proses aktivitas dari PMBOK. Pada tahap internalization dilakukan penginformasian kepada pekerja mengenai best practice yang telah didapatkan dari hasil penelitian. Best practice yang terpilih dari hasil perhitungan factor rating didapatkan sebagai berikut best practice pembuatan WBS adalah proses bisnis dari responden 2 dengan nilai sebesar 8,710, untuk penentuan jadwal proyek dari responden 2 dengan nilai sebesar 8,067, untuk penentuan biaya proyek dari responden 3 sebesar 9,554, untuk pemilihan supplier dari responden 1 sebesar 8,330, untuk pembuatan desain proyek dari responden 1 sebesar 8,368 dan untuk pengadaan barang dari responden 1 dengan nilai sebesar 8,195. Kata Kunci : knowledge conversion, knowledge management, metode SECI Abstract The economic foundation movement of industrial era into the knowledge era has involved the project PT LEN Railway System which operates in the construction of the railway signaling project. This research uses SECI method (Socialization, Externalization, Combination, Internalization). In socialization stage, data exploration is done toward workers regarding business, and tacit and explicit knowledge from each activity. The result from data exploration of converting tacit knowledge into explicit knowledge is then documented in externalization stage. In combination stage, best practice from the activity is selected by using several tools: Delphi method in determining criteria, AHP method in weighing each criteria and factor rating to rate best practice. The best practice later will be combined with activity process from PMBOK. In internalization stage, information about best practice is delivered to the employees. Best practice that selected from the result of factor rating calculation obtain following create WBS is the best practice from second respondent with score 8,710, for determine project schedule is the best practice from second respondent with score 8,067, for determine project cost is the best practice from third respondent with score 9,554, for supplier selection is the best practice from first respondent with score 8,330, for create project design is the best practice from first respondent with score 8,368 and for procurement is the best practice from first respondent with score 8,195. Keywords : knowledge conversion, knowledge management, SECI method
Co-Authors Abdurrahman, Raihan Afrin Fauzya Rizana Agilhandani, Astri Dewi Agus Achmad Suhendra Agustina Asih Rumanti Alfrianiko Anggriawan Alfrianiko Anggriawan Alfrianiko Anggriawan, Alfrianiko Andiani, Ilsha Angeline, Maria Rachel Annisa Ufaira Anugrah, Rismada Krisna Arieftyarto Taufik Ramadhan Astri Dewi Agilhandani Atikah Sayyidatu Nisaa Augustina Asih Rumanti Bima Dwica Ananto Boby Hera Sagita Brandon Dwinata Tjiandra Budi Praptono Carina Yustitia Setiadi Carina Yustitia Setiadi, Carina Yustitia Darmasatya , Nyoman Darmawan, Aranissa Mentari Dede Jatmika Prawira Dede Jatmika Prawira, Dede Jatmika Desy Hafriyani Devi Pratami Dewi , Nadia Aprilia Eldwin Ilham Murpratomo Eralltami Eralltami Fahmy Habib Hasanudin Fahmy Habib Hasanudin FANDI ACHMAD Faqih Azka Widyaputra Fifin Nur Hanifah Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Geovany, Evania Sinta Grace Agustina Gurnita, Rizki Fajar Ahmad Haris Rachmat Herawan, Muhammad Setialdi Hilman Dwi Anggana Ichmandira Bintang Pamungkas Ichmandira Bintang Pamungkas, Ichmandira Bintang Ika Arum Puspita Irfan Darmawan Irsyad, Farrel Asyrofil Isnaeni Yuli Arini Judi Alhilman Litasari Widyastuti, Litasari Luciana Andrawina Lutfia Septiningrum Muhamad Iqbal Muhamad Iqbal Muharam Ginanjar Jatnika Murpratomo, Eldwin Ilham Najib, Muhammad Aqli Naufal F , Muhammad Hafizh Ngurah Wira Nugraha Nia Ambarsari Nurdinintya Athari Supratman Nurjanah, Noneng Pramuditya, Rayinda Rani Gusti Angesti Ranti Tika Gantika Rayinda P. Soesanto Rayinda P. Soesanto Rayinda P. Soesanto, Rayinda P. Rayinda Pramuditya Soesanto Rd. Rohmat Saedudin Reyhan, Muhammad Reza Satya Rahmawan Ricky Tri Wanda Putra Simamora Ricky Tri Wanda Putra Simamora, Ricky Tri Wanda Putra Ridho, Muhammad Sa’id Rizki Nasibah Rachmania Rohayati , Yati Rosi Pratiwi Safana, Fathia Dhiya Safitri, Salsabila Saputra, Timoteus Nico Shinta Meiliana Herdiani Simbolon, Yudika Aldi Briyan Tri Wiji Astuti Umar Yunan Umar Yunan Kurnia Septo Hediyanto Veronika Sari Asih Wahyu Ardi Wibawa Warih Puspitasari Widiyanto, Muhammad Riefki Winata, Satria Panji Wiratmadja, Iwan Inrawan Yati Rohayati, Yati Yodi Nurdiansyah Yudha Arif Budiman Zulkarnain, Ibnu